共有

Bab 99

作者: Khai Tsan
last update 公開日: 2026-02-21 23:12:57

Ayu menahan napas saat tangan Daniel menyapu punggungnya, membebaskan sisa ikatan bikini yang ia kenakan. Kain hitam itu merosot jatuh ke atas karang, membiarkan bagian atas tubuh Ayu sepenuhnya terbuka.

Daniel menatap lekat-lekat wanita di depannya. Matanya menggelap, memancarkan rasa lapar yang tak lagi disembunyikan.

"Cantik," bisik Daniel serak. Tangannya turun, meremas pelan pinggang Ayu yang bertumpu pada batu karang setinggi pinggang tersebut.

Ayu menggigit bibir bawahnya, menatap Daniel
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 116

    Rangga diam sejenak. Ia meletakkan burger ayam yang baru digigitnya ke atas meja, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Matanya menatap lurus ke arah Ayu, namun ada sorot mata yang tertahan, seperti ada emosi besar yang sedang ia tekan sekuat tenaga di dalam dadanya agar tidak meledak.Ayu yang mendengar semua penuturan Rangga seolah-olah mendapat tamparan langsung dari Dewa Petir. Seluruh tubuhnya mendadak kaku. Perasaan malu yang luar biasa, berbaur dengan rasa bersalah yang amat sangat, tiba-tiba menjalar dari ujung kaki hingga ke ubun-ubun kepalanya. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai-sampai ia bisa mendengar suaranya sendiri di dalam telinga."Aku selama ini hanya curiga, Ayu," suara Rangga terdengar bergetar, memecah keheningan dapur yang mencekam. Ia menarik napas pendek sebelum melanjutkan, "Sampai akhirnya... aku melihat sendiri apa yang kalian lakukan di toilet beach club malam itu. Serius, Ayu? Di toilet?"Ayu tersentak. Ia meremas pinggiran kimono satinnya dengan

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 115

    Ayu benar-benar membeku. Gelas yang baru saja ia letakkan hampir saja tersenggol oleh tangannya yang mendadak lemas. Semua pertanyaan, logika, dan konflik batin yang ia rasakan sejak di kamar tadi langsung hancur berantakan. Rangga benar-benar ada di Jakarta. Di depannya. Nyata.Rangga menutup pintu dengan tumit kakinya, lalu menoleh ke arah dapur. Begitu melihat ekspresi Ayu yang syok, melongo, dan tampak seperti melihat hantu, sebuah senyuman lebar langsung mengembang di wajah Rangga. Senyum yang tampak biasa saja, seolah tidak ada ketegangan dingin atau kejadian gila di antara mereka semalam."Hei, sudah bangun?" sapa Rangga dengan suara kasualnya yang santai. Ia berjalan mendekat ke arah meja makan, lalu meletakkan bungkusan-bungkusan plastik itu di atasnya.Ayu masih belum bisa bersuara. Mulutnya sedikit terbuka, matanya bergerak memperhatikan penampilan Rangga dari atas sampai bawah. "Kamu..." suara Ayu akhirnya keluar, sangat pelan dan serak.Rangga tidak langsung menjawab kebi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 114

    Ayu melenguh pelan, lalu mengerjapkan matanya beberapa kali sampai pandangannya jelas. Saat mencoba menggerakkan tubuhnya, Ayu langsung meringis. Badannya terasa sangat lemas, dan seluruh tulang-tulangnya terasa pegal serta berantakan, seolah-olah ia baru saja melakukan aktivitas fisik yang sangat berat.Ayu menatap sekeliling. Ia terbangun di atas kasur kamarnya sendiri, dalam keadaan tertutup selimut tebal sampai ke dada. Dahinya mengernyit bingung. Ia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam."Tunggu..." gumam Ayu pada diri sendiri dengan suara serak, "kenapa aku bisa ada di kasur?"Ingatan terakhir yang ada di kepalanya adalah ruang tengah. Ia ingat betul bagaimana ia bergerak liar di atas pangkuan Rangga di atas sofa kulit hitam, lalu berteriak saat mencapai orgasme yang luar biasa dahsyat. Setelah itu, semuanya mendadak buram. Ia tidak ingat bagaimana caranya ia bisa pindah ke dalam kamar tidur.Ayu terdiam di atas kasur, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang berputar-

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 113

    Tanpa membuang waktu lagi, Ayu memegang kejantanan Rangga yang masih berdiri tegak dengan kokoh. Kali ini, ia tidak mengarahkannya ke lubang belakang. Ayu memposisikan area kewanitaannya tepat di atas ujung kejantanan suaminya. Dengan satu gerakan yang mantap dan tegas, Ayu menurunkan pinggulnya secara perlahan, membiarkan tubuh mereka menyatu melalui jalan yang seharusnya."Ahhh... mmhnn... Rangga..." Ayu melenguh panjang saat merasakan kejantanan suaminya merangsek masuk dan memadati bagian depannya.Ayu memejamkan mata sejenak, merasakan sensasi penuh yang luar biasa padat di dalam dirinya. Di dalam benaknya, sebuah pertanyaan mendadak muncul dan berputar-putar dengan membingungkan. Tunggu dulu... kenapa rasanya bisa sepenuh ini? Apakah milik Rangga biasanya memang sepenuh dan sekeras ini di dalam diriku? Ataukah karena beberapa hari ini aku terbiasa berbagi, hingga rasanya menjadi berbeda saat hanya ada ia yang mengisi di depan? Ah, gila, ini terlalu padat!Ayu membuka matanya kem

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 112

    Namun, tepat sebelum Ayu sempat menyelesaikan nama suaminya, Rangga langsung memajukan wajahnya dengan cepat. Ia mengunci pergerakan kepala Ayu dan langsung melumat bibir istrinya itu dengan sangat kasar dan dalam. Rangga membungkam mulut Ayu, menghentikan semua kata yang ingin diucapkan oleh wanita itu. Ciuman Rangga terasa sangat menuntut, lidahnya masuk dan menjelajahi rongga mulut Ayu dengan dominasi penuh, menyedot habis sisa napas Ayu.Di dalam dekapan dan lumatan bibir Rangga yang tanpa ampun, pikiran Ayu mendadak menjadi sangat kacau dan berantakan. Gelombang kenikmatan fisik yang membombardir tubuhnya dari depan dan belakang membuat kapasitas otaknya menyusut drastis. Anehnya, di tengah-tengah kekacauan mental itu, Ayu justru merasa kesulitan untuk mengingat kembali detail kejadian gila yang baru saja ia lalui di Bali beberapa hari lalu.Bayangan tentang hubungan intim bertiga yang ia lakukan bersama dua lelaki asing mendadak menjadi sangat buram. Ingatannya tentang Daniel ya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 111

    Rangga terus melakukan penetrasi di bagian belakang Ayu dengan gerakan yang konstan dan bertenaga. Tubuhnya yang tegap menempel ketat di punggung Ayu, menciptakan hawa panas di tengah dinginnya ruangan apartemen. Meskipun gerakannya sangat intens dan penuh gairah yang meledak-ledak, ekspresi wajah Rangga sama sekali tidak berubah. Ketika Ayu mencoba melirik dari sudut matanya, wajah suaminya itu tetap terlihat sangat dingin, datar, dan tanpa emosi. Rangga tidak mendesah, tidak mengerang, dan tidak membisikkan kata-kata manis atau pun makian. Ia hanya fokus menghujam bagian belakang Ayu dengan ritme yang semakin lama semakin cepat.Ayu sendiri awalnya merasa sangat tersentak karena serangan yang tiba-tiba dan tanpa aba-aba itu. Namun, pertahanan mental Ayu tidak bertahan lama. Dorongan fisik yang dilakukan Rangga terlalu kuat untuk diabaikan. Perlahan tapi pasti, tubuh Ayu mulai menyerah pada sensasi fisik yang mendominasi saraf-sarafnya. Rasa sakit yang awalnya muncul kini mulai terki

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 79

    "Lupain dia!" Daniel mempercepat temponya menjadi liar dan tak beraturan. Ia meremas pinggang Ayu, menariknya mundur setiap kali ia mendorong maju, menciptakan gesekan maksimal.Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka berdua, membuat kulit mereka licin dan bersatu. Aroma feromon memenuhi udara.

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 78

    Ayu merebahkan dirinya di atas sofa panjang di ruang tamu, membiarkan Daniel melihat setiap jengkal tubuhnya yang terekspos. Pikirannya kembali melayang pada Rangga. Ia membayangkan Rangga sedang melakukan hal yang sama dengan Roselyn di Melbourne.Anehnya, bayangan itu justru memicu adrenalin Ayu.

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 81

    Napas mereka berdua perlahan mulai teratur, meski keringat masih membasahi kulit yang saling bersentuhan. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel, matanya terpejam dengan senyum tipis terukir di bibir. Rasanya seperti melayang. Beban berat di pundaknya seolah hilang sesaat, digantikan oleh

    last update最終更新日 : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 74

    Gerakan Rangga terlihat sedikit gelagapan. Ia menyambar ponsel itu dengan cepat, jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Ia melirik layar sekilas, lalu wajahnya berubah sedikit tegang."Sebentar ya, Sayang," ucap Rangga buru-buru sambil berdiri dari kursinya. "Penting. Orang kantor pusat."Ayu hanya

    last update最終更新日 : 2026-03-30
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status