Share

Bab 620

Penulis: Zaina Aulia
Hari ini, Kaisar sebenarnya memanfaatkan alasan menjamu Surya sebagai momen untuk mengatur urusan pernikahannya.

Karena itulah, sepanjang jamuan berlangsung, Kaisar terus-menerus membahas tentang Ayara dan Surya. Sampai akhirnya wajah Ayara memerah hebat, dia berdalih mabuk dan meninggalkan acara lebih dulu.

Setelah jamuan benar-benar usai, Surya diminta untuk tetap tinggal. Taman istana di malam musim panas berbeda jauh dari siang hari.

Di bawah cahaya bulan yang terang, seluruh taman istana tampak diselimuti suasana misterius. Sesekali ada kunang-kunang beterbangan di kejauhan, membuat Kaisar teringat akan masa kecilnya.

"Masih ingat waktu kamu kecil dulu, kamu mengajak Adik Kelima Belas menangkap kunang-kunang di taman ini?"

Tatapan Surya sedikit meredup. "Ingat. Saat itu dia jatuh ke air dan demam, sakitnya cukup lama."

Karena kejadian itu, dia sempat dimarahi oleh ibunya.

Kaisar tak bisa menahan tawa. "Yang jatuh waktu itu 'kan kalian berdua! Kalau saja waktu itu aku nggak kebetul
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Semoga Andini kembali bersm Kalingga. Krn oerceraian mrk tdk syah. Krn bkn Kalingga yg menceraikan andini. Tp ibu nya yg membuat surat cerai utk andini pd saat kalingga pingsan . Dgn mencap jempol tangan kalingga. ?? Mungkinkah Andini kembali dgn andini dan rangga bs iklas??? Dr pd sm Surya ribet .
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1283

    Ujung jari Andini tidak meninggalkan pangkal jarum, justru melakukan teknik jari yang amat rumit. Kadang memutar, mengangkat, lembut, dan menekan. Dia menuntun ujung jarum itu melakukan penyesuaian halus di dalam titik akupunktur, baik sudut maupun kedalamannya.Entah pelan atau kuat, setiap putaran jari diikuti satu kali kejang pada tubuh Ganendra. Denyut nadinya yang tadinya begitu lemah hingga hampir menghilang, kini seolah-olah dipaksa menjadi kuat kembali. Setelah itu, sebuah semburan udara kotor yang bercampur aroma darah pekat dan bau amis busuk tiba-tiba terembus keluar dari mulutnya.Hampir pada saat yang bersamaan, Andini menambah tekanan pada jarum emas di titik akupunktur bagian tengah dada dengan tangan kirinya. Dia menekannya ke bawah sambil memutar."Puf!"Tubuh Ganendra tiba-tiba melengkung ke atas dengan dahsyat, seperti ikan yang terlempar ke daratan. Dia kembali memuntahkan darah hitam yang lebih banyak dan kental dari sebelumnya dengan ganas. Gumpalan darah hitam pe

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1282

    Klang!Suara gesekan logam dari pedang yang membuat gigi ngilu tiba-tiba bergema. Puluhan pengawal berpakaian biru yang tadinya berdiri di dekat pintu aula menerobos masuk secara serentak, lalu langsung mengarahkan senjata mereka pada Surya.Pengawal kepala yang sedang dicekik Surya ingin membuka mulut untuk mengancam. Meskipun kemampuan Surya sangat hebat, Surya tetap tidak mungkin bisa melawan jumlah yang begitu banyak. Terlebih lagi, tempat ini adalah kediaman Keluarga Gutawa. Jika Pangeran Kedua benar-benar mati di sini, Keluarga Gutawa tidak akan bisa lepas dari tanggung jawab.Namun, tenggorokan pengawal itu dicekik Surya dengan kuat. Jangankan berbicara dengan mengeluarkan suara, untuk bernapas pun dia hanya bisa berharap pada belas kasihan dari Surya.Braja menatap semua adegan itu dengan ekspresi dingin.Sementara itu, Ikhsanun bergegas mendekat. "Cepat turunkan pedangnya. Adikku ini sangat mahir dalam ilmu pengobatan, dia pasti bisa menyelamatkan Pangeran Ganendra."Mendengar

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1281

    Melihat adegan itu, Andini juga hanya bisa tersenyum dan menjawab, "Baik."Sebuah drama keributan pun berakhir begitu saja.Tak lama kemudian, suasana di meja jamuan kembali meriah seolah-olah tadi tidak terjadi sesuatu yang berarti. Namun, Andini dan Surya tahu jelas gadis bernama Rinun itu pasti mengetahui sesuatu.Saat malam sudah larut, jamuan pun akhirnya hampir mencapai penghujungnya.Saat itu, Surya tiba-tiba menyentuh lengan Andini. Begitu menoleh, dia melihat tatapan Surya yang mengarah ke tempat Ganendra berada. Dia pun ikut menatap ke arah itu dan melihat pintu kayu berukir di sisi aula entah sejak kapan telah terbuka.Seorang pengawal berpakaian ketat berwarna biru dengan pedang panjang di pinggang memelesat masuk dengan cepat. Dia menembus barisan dayang-dayang dan pelayan yang berdiri di kedua sisi, lalu langsung mendekati Ganendra. Dia membungkuk, lalu mengatakan beberapa kata dengan tergesa-gesa dan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.Senyuman di wajah Ga

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1280

    Malam itu, ruang jamuan Keluarga Gutawa diterangi cahaya lampu.Di aula besar itu, puluhan lampu kaca bergaya istana tergantung tinggi, menerangi setiap sudut hingga seterang siang hari.Hidangan lezat terus dihidangkan, cawan emas dan giok saling beradu. Suara musik lembut dan merdu, para penari menari anggun. Namun, fokus semua orang tanpa sadar jatuh pada Andini.Dengan senyuman hangat di wajahnya, Braja memperkenalkan Andini, "Ini paman buyutmu yang ketiga, Janur. Dia yang mengatur jalur perdagangan utara Keluarga Gutawa. Kalau ke depan kamu butuh bahan obat langka, langsung saja cari dia.""Ini paman buyutmu yang kelima, Farhan. Dia seorang komandan pengawal. Ini paman buyutmu yang ketujuh, Kenon. Dia punya koneksi yang luas dan informasi yang cepat ...."Andini mengikuti perkenalan Braja, mengangkat cawan untuk memberi salam satu per satu. Akan tetapi, dia tidak menunjukkan emosi apa pun di wajah, hanya saling bertukar pandang dengan Surya.Perkenalan Braja yang begitu rinci, tam

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1279

    Hati Andini sedikit mendingin. Dia berpikir, demi harta karun itu, Kepala Keluarga Gutawa tentu akan senang melihatnya datang.Namun, ekspresinya tetap tenang. Dia berkata dengan sopan, "Aku datang tanpa diundang, maaf kalau mengganggu.""Jangan bicara begitu!" Hasanun sama sekali tak keberatan, tetap sangat antusias. "Keluarga Gutawa jadi meriah karena kedatanganmu! Ayo, ayo, hari ini harus dirayakan baik-baik!"Tanpa memberi kesempatan menolak, dia langsung maju, hendak mendorong Surya dan Andini keluar.Tak disangka, Ganendra tiba-tiba berbicara, "Kalau begitu, bagaimana kalau aku ikut meramaikan juga? Kepala Keluarga Gutawa nggak akan keberatan, 'kan?"Langkah kaki Hasanun langsung terhenti. Dalam hati, dia memaki Pangeran Kedua yang bermuka tebal ini, tetapi tidak berani menolak. Dia hanya bisa memaksakan senyuman. "Kalau Pangeran berkenan hadir, itu tentu kehormatan besar bagi Keluarga Gutawa! Silakan!"Tatapan dingin Surya sekilas mengarah pada Ganendra. Ganendra sedang menatap

  • Putri Pengganti Untuk Keluarga Adipati   Bab 1278

    Saat ini, Surya tahu bahwa dirinya sedang serakah.Padahal dulu dia bukan orang yang tamak. Dulu, terhadap takhta dan kekuasaan, dia tidak punya sedikit pun keinginan. Kemudian saat menjadi pemburu, selama sudah menangkap mangsanya, dia tak pernah pilih-pilih.Hanya saat ini. Hanya sekarang.Dia serakah terhadap setiap helaan napas Andini, berharap seandainya mungkin, selamanya dan seumur hidup bisa terus memeluknya seperti ini.Sayangnya, langit tak selalu mengikuti keinginan manusia. Suara Hasanun tiba-tiba terdengar dari luar, dipenuhi nada mabuk yang berat. "Pangeran! Surya! Ke mana perginya kamu?"Ganendra juga berbicara dengan lidah yang kacau, "Pengawalku bilang, dia masuk kamar dengan seorang perempuan.""Apa?" Hasanun sontak tersadarkan. "Di mana? Ini gawat, gawat! Kalau dia berbuat tak senonoh setelah minum, Andin pasti marah besar padaku!"Saat berikutnya, terdengar jelas di luar sudah ada pengawal yang memberi jalan. Pintu kamar didorong terbuka, Hasanun hampir tersungkur m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status