共有

40. Calon Suami

作者: Rafli123
last update 公開日: 2025-10-02 18:00:01

Arsa mendorong tubuh pria itu dengan kasar. Tatapannya menyala penuh amarah.

“Lepaskan Hana! Dia bukan milikmu!”

Juragan Broto tersenyum miring, wajah tuanya tampak keji. “Kau masih tidak paham, Arsa. Sebelum menikah denganmu, gadis ini sudah menjadi incaranku. Hutang orang tuanya belum lunas sampai sekarang. Dengan menjadi istriku, Hana bisa menebus semuanya.”

Hana menggigil, wajahnya pucat. “Hutang? Hutan apa lagi? Aku sudah melunasinya, bagaimana hutang itu masih ada. Jika masih kenapa diam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   63. ENDING

    Satu bulan sudah Sita dalam keadaan Koma, dan putrinya yang masih di rawat intensif karena keadaan yang belum stabil. Selama itu pula Devan tidak hentinya menemui bahkan tidak jarang meninggalkan pekerjaannya demi bisa menjaga kedua wanita yang amat ia sayangi."Dev, kamu makan dulu ya, mama masak kesukaan kamu," lirih Bu Dania. Penyesalan yang sampai detik ini menggerogoti hatinya, membuatnya selalu berada di samping Sita. Penyesalan? Benar, apa yang di katakan oleh Hana satu bulan yang lalu. Ternyata mampu membuat hidup Dania terjatuh, bukan hanya ego tapi juga harga dirinya. Meninggal segala kemewahan Dania kini hanya terfokus pada Sita dan cucunya. Seperti hari ini ia dayang lagi kali ini membawa makanan untuk putranya."Aku tidak lapar." Sahutnya tanpa menoleh kearah ibunya."Maafkan Mama, nak. Semua ini karena ulah mama, maaf. Apa kamu akan menghukum mama? Kamu, Sita, dan cucu mama. Kalian sudah lebih dari cukup nyiksa hati mama." Lirihnya, mengusap kepala Sita dengan lembut.

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   62. Penyesalan

    Pengakuan sang dokter membuat Devan terdiam,dunianya seakan berhenti. Kakinya lemas, dadanya terasa sesak. Dalam satu malam, ia hampir kehilangan segalanya, istri yang entah sejak kapan menempati hatinya, dan putri kecil yang bahkan belum sempat ia peluk.Langkah sepatu terdengar tergesa di lorong rumah sakit. Bu Dania muncul, wajahnya justru tampak berseri.“Syukurlah cucu mama lahir,” ucapnya lega, nyaris tanpa empati. “Soal bayinya, pakai fasilitas terbaik. Apa pun biayanya. Tapi perempuan itu…," Ia mendengus. “Sudah tak perlu diurus lagi. Anak sudah lahir, Devan. Fokus saja ke darah dagingmu.”Kepala Devan terangkat perlahan. Sorot matanya gelap, rahangnya mengeras.“Diam, Ma,” ucapnya bergetar, menahan amarah yang mendidih. “Perempuan yang Mama sebut itu adalah istriku. Ibu dari anakku.”Bu Dania terdiam, namun belum sempat bicara lagi.“Pergi. Aku minta mama pergi dari sini." Ucapnya menekan marah yang berkobar dalam dadanya. Bu Dania bergeming, ia ingin melihat wajah cantik cu

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   61. Dia Wanitaku

    Hari berlalu, setelah pertemuan hari itu tidak ada tanda-tanda wanita itu akan datang lagi. Entah apa yang di katakan atau bahkan apa yang di lakukan Devan padanya, sita tidak peduli. Sita menghela nafasnya, waktu begitu cepat dan kini ia hanya bisa menikmati kehamilannya gerakan janinnya yang tidak hentinya di sana. "Kisah Hana dan Tuan Arsa akan terulang lagi denganku," gumam sita. Sita mengusap perutnya yang semakin membesar, merasakan tendangan kecil yang datang silih berganti. Ada senyum tipis di bibirnya, namun matanya justru berkaca-kaca. Semakin dekat hari persalinan, semakin kuat rasa tidak adil itu menghimpit dadanya.Ia tahu, setelah bayi itu lahir, Devan akan mengambil alih segalanya. Anak itu akan menjadi milik keluarga mereka, sementara dirinya perlahan disingkirkan seperti kisah Hana dan Tuan Arsa yang kini seolah menjadi bayang-bayang masa depannya.Ponsel di sampingnya bergetar. Pesan singkat dari Bu Dania. [Jangan terlalu berharap. Setelah melahirkan, kamu tahu tem

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   60. Kesepakatan

    "Untuk apa kamu datang ke sini?" Bu Dania, menetralkan detak jantungnya. Wanita paruh baya itu memilih duduk di sofa, tanpa mempersilahkan tamunya duduk."Apa kabar Tante? Masih ingat aku kan?" "Angel? Lama tidak bertemu. Oh, ya. Kabar tente sangat baik." Ujarnya sinis. "Katakan ada apa?" tanyanya tanpa mempedulikan wanita di depannya. "Tante benar, sudah lama kita tidak bertemu. Sebenarnya aku ke sini ingin mengajak kerjasama, pastinya akan menguntungkan kita berdua tan. Bagaimana kalau kesepakatan itu kita sahkan sekarang?" Ujar Angel.Bu Dania terdiam cukup lama, jemarinya mengetuk-ngetuk meja tanpa sadar.Kerja sama itu menggiurkan terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Lagi pula, Angel bukan orang asing baginya.Ambisius, licik, dan bebas tapi, justru itu yang membuat Angel berbahaya.Jika ia setuju, Angel akan “mengurus” semuanya.Sita akan tersingkir dari kehidupan putranya.Devan akan kembali pada jalur yang ia harapkan tanpa menunggu anak itu lahir. Keuntungan bisnis pun men

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   59. Bukan Menantu Saya

    Bara yang sama sekali tidak curiga berjalan santai menuju ruang olahraga yang tampak kosong. Ia pikir Arsa ingin membicarakan sesuatu tentang pekerjaan keluarga, bukan sesuatu yang mencurigakan.Begitu pintu tertutup, Arsa langsung menghampirinya dengan wajah gelap.“Sa?” Bara mengernyit, tak sempat melanjutkan kalimatnya karena tinju pertama Arsa sudah mendarat tepat di rahangnya.Bara terhuyung. “Gila! Kamu kenapa—”Pukulan kedua dan ketiga menyusul, lebih keras, penuh amarah yang selama ini ditahan.“Berani kamu sentuh Hana?” desis Arsa, napasnya memburu.Wajah Bara memucat. “Aku, itu, itu sudah lama, dan—”“Diam!” Arsa menarik kerah sepupunya itu. “Aku tahu semua. Kamu coba melecehkan dia saat dia masih jadi istri kedua ku. Dan setelah perceraian, kamu berani tawarkan uang supaya dia ikut kamu?” Suaranya menggema di ruangan, getir dan menyala.Bara mencoba melepaskan diri, tapi tak ada tenaga untuk melawan. “Sa, maafkan aku. Aku, waktu itu hanya..,"Pukulan demi pukulan Arsa laya

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   58. Belajar Mencintai

    Rumah sederhana Bu Ira mulai sepi. Para tamu undangan dan sahabat serta tetangga mulai meninggalkan pesta kecil nan sederhana itu, kini hanya pihak WO yang mulai merapihkan tenda.Devan menatap Sita yang masih duduk di ruang tamu, memegang buket sederhana pemberian tetangganya.“Boleh kita bicara sebentar?” tanyanya pelan.Sita mengangguk. Ia sudah bisa menebak apa yang akan dibahas hari ini, di antara semua kekacauan dan kebahagiaan, ia tahu Devan masih menyimpan nama sahabatnya Hana. Itu membuat dadanya sedikit mengencang.Namun ketika Devan duduk di depannya, ekspresinya serius.“Aku tahu kamu ragu sama aku. Aku sadar selama ini aku banyak bikin kamu terluka,” ucapnya, suaranya rendah tapi mantap. “Tapi mulai hari ini, aku cuma mau mikirin kamu, rumah tangga kita, dan bayi kita. Nggak ada lagi yang lain.”Sita menunduk, jemarinya meremas buket.“Terserah kamu. Aku tidak memiliki hak untuk melarang kamu berhenti memikirkan orang lain. Pernikahan ini hanya untuk memberikan status pad

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   22. Karena Aku Cinta

    Mereka menoleh ke arah suara, di mana pria bertubuh atletis berdiri di sana. Tatapan tajam, menembus jantung mereka berdua."Apa yang kamu lakukan di sini, Vina?" tanya Arsa geram. Terlihat jelas pipi merah Hana di sana, tercetak jelas telapak tangan Davina.Davina, mencoba meredam amarah dan cembu

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   21. Kemarahan Davina

    Arsa masih terdiam, pandangannya belum lepas dari wajah Hana yang kini tengah merapikan kerudungnya. Sementara hati kecilnya berbisik."Kamu belum jawab pertanyaan aku, Hana. Apa benar kamu akan menikah dengan Devan? Pria yang selama ini kamu kenal secara diam-diam?" tanya Arsa, melihat sikap Hana

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   20. Rindu

    "Tuan, anda sudah pulang?" Arsa menoleh, wanita paruh baya menyambut kedatangannya. Wanita yang sejak lama mengabdi di kediaman Prasaja."Bibi, ini sudah malam istirahatlah. Aku akan menemui .." ucapan Arsa terhenti, mengingat Davina tengah pergi keluar kota. "Tuan muda, ada surat untuk anda. Saya

  • RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)   19. Mencintaimu

    Hana yang masih syok, suaminya berkunjung sepagi ini. Bahkan, pria yang berstatus suaminya memintanya untuk memasak."Masaklah, aku akan makan siang di sini. Katakan apa yang kamu inginkan, aku akan membawanya sepulang nanti," tanya Arsa, menekan rasa cemburunya melihat wajah Hana yang semakin cant

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status