مشاركة

Chapter 105

مؤلف: SereiaAlvenna_
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 20:44:55

“Elodie ganti bajunya ya. Mom akan siapkan makan siang,” ucap Rosélia begitu mereka tiba di rumah.

Gadis kecil itu tak banyak membantah. Dia berjalan menuju kamarnya dengan tas kecil di gendongannya.

Sesekali dia berbalik mengkhawatirkan sang ibu. Namun tak ingin membantah, Elodie memilih mengganti bajunya dulu sebelum nanti menghampiri Rosélia.

Sementara itu, sepeninggalan Elodie, tubuh Rosélia luruh. Dia mendudukkan dirinya di kursi yang terletak di depan jendela. Rasanya dia tak sanggup berj
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 134

    Agaknya pertemuan antara Ayah dan anak itu begitu canggung. Tidak, lebih tepatnya Maverick yang merasa demikian. Karena sejak lima menit lalu, setelah keduanya sama-sama duduk, hazel Elodie sama sekali tak berpaling darinya. Binar di matanya dan senyuman polos yang diperlihatkan gadis itu, jujur saja berhasil membuat Maverick salah tingkah.Anne datang dengan dua tas pemberian Maverick tadi, kemudian diletakkannya di atas meja di antara Maverick dan Elodie. Dia sadar, ini adalah momen di mana harusnya dia tidak mengganggu kebersamaan Ayah dan anak itu.Elodie mengalihkan pandangan saat dia merasa pandangannya terganggu oleh objek yang baru saja melewat di hadapannya."Itu apa?" cicit Elodie kecil tanpa berani membuka. Gadis itu hanya benar-benar bertanya dengan raut penasaran di wajahnya.Maverick ikut melirik pada dua paper bag di atas meja. "Untukmu," jawabnya singkat."Boleh aku buka?" Maverick sedikit ragu. "Jika Mommy-mu mengizinkan."Elodie menghela napas dalam penuh keyakinan.

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 133

    Selama di Interlaken, Maverick tidak melulu berfokus pada Rosélia dan Elodie. Selain dua orang itu, masih ada tanggung jawab lain yang harus dia laksanakan. Salah satunya adalah project di sana. Pembangunan villa yang letaknya tak jauh dari kediamannya saat ini.Meski yang bergerak di lapangan bukan dirinya, dengan kata lain, ada orang lain yang dia percaya, tapi setiap keputusan atas villa itu menjadi tanggung jawabnya. Dia sepenuhnya yang memutuskan dan otaknya ada pada dirinya.Meski project itu baru saja dimulai, namun Maverick dibuat sibuk sekali. Maka, beberapa hari dia tidak bisa datang ke rumah Rosélia dan dia menganggap itu hal yang wajar. Memberikan jeda pada gadis itu mungkin akan lebih baik daripada dia selalu datang dan malah membuat keadaan semakin keruh."Tuan, ini beberapa list yang disenangi Nona Elodie." James datang menghampiri Maverick yang terlihat sedang bersantai setelah dia memeriksa beberapa berkas."Ah iya."Maverick mengambil sebuah buku catatan kecil yang d

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 132

    Rasa sesal dalam diri Maverick berubah menjadi keinginan untuk memperjuangkan keluarga begitu hari ini dia bertemu dengan Elodie dan berbicara sebentar dengan gadis kecil itu. Maverick sadar, selama ini dia tak pernah mengetahui jika darah dagingnya masih bernafas, karena yang dia tahu, Rosélia membawanya kembali menghadap Tuhan. Namun, jauh dari sangkaan, putrinya, Elodie tumbuh dengan baik dan juga menjadi anak yang cerdas.Maverick bahkan belum sempat bertanya pada Elodie dengan benar dari mana gadis kecil itu mengetahui jika Maverick adalah Ayahnya. Rosélia? Dari respons gadis itu, tidak mungkin Elodie mengetahuinya dari Rosélia.Namun, Maverick sadar, ketidakhadirannya selama enam tahun lamanya membuat dia datang tidak langsung meminta haknya sebagai Ayah, melainkan Maverick datang hanya ingin mengenal lebih dalam gadis kecil itu.Maverick berjalan gontai kembali ke rumahnya. Di sana, James masih dalam posisi yang sama. Kepalanya terangkat begitu mendengar pintu terbuka. “James

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 131

    Cukup lama Rosélia berdiri di tenpatnya, begitupun dengan Maverick yang mendapatkan kejutan tak ada akhir. Air matanya menetes saat itu juga.“Elodie!” Panggilan Rosélia akhirnya menggema setelah gadis itu berusaha menghapus air matanya. Panggilan yang terkesan keras dan memerintah itu tak hanya mendapatkan perhatian dari Elodie, tapi juga Maverick yang ikut menoleh.“Mommy…” Elodie tahu, Rosélia akan marah setelah ini, maka dari itu suara terdengar sedikit bergetar. Sementara Maverick cepat berdiri dan berusaha menyembunyikan Elodie di belakangnya. Bukan untuk merebut, melainkan menjaga Elodie dari amukan Rosélia.“Jangan marahi Elodie. Aku yang datang ke sini,” ucap Maverick. Tatapan nyalang Rosélia seolah mampu menghunus tepat di jantung Maverick. Namun, pria itu tak sedikit pun menghindar. Dia menghadapinya, setidaknya untuk yang terakhir kali.“Elodie, ke sini,” panggil Rosélia menghiraukan perkataan Maverick dan lebih fokus pada putrinya. Bukannya menurut, Elodie malah semak

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 130

    FlashbackHari di mana Elodie kecil terjebak dalam derasnya hujan dan menangis karena ketakutan, hari di mana untuk pertama kali dirinya berbicara panjang lebar dengan sang penolong, yang tak lain adalah Maverick, entah mengapa dia begitu bahagia.Selama ini dia hanya bisa menyapa Maverick ketika dia hendak berangkat ke sekolah atau ketika pulang dari sekolah. Bukan sapaan panjang melainkan sapaan singkat yang mungkin Maverick hiraukan begitu saja. Tapi hari ini, berkat dia dengan berani pulang sendiri, berkat hujan yang Tuhan turunkan begitu deras, akhirnya Elodie bisa berbicara dengan Maverick, pria yang sering Elodie sebut sebagai Om Tampan.Hari itu, ketika hangat perapian menyapa tubuh kecilnya, Elodie melirik ke sampingnya, tepat di mana Maverick duduk bersandar di kursi. Elodie melihat pria tampan itu menutup matanya. Dengkuran halus terdengar sehingga Elodie bisa memastikan jika Maverick tengah tertidur.Saat itu, rasa penasaran Elodie sebagai anak kecil meningkat. Dia pergi

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 129

    Seperti biasa, pagi hari di Interlaken terasa begitu segar dengan udara pagi yang dihiasi dengan tumbuhan-tumbuhan hijau juga pemandangan pegunungan. Namun bagi Maverick, pagi ini terasa lebih berat.Udara yang bisa orang hirup sepuasnya, membuat nafasnya terasa tercekat. Lehernya terasa begitu tercekik. Mungkin mengingat hari ini akan menjadi hari terakhir baginya berada di Interlaken.Setelah selesai mempersiapkan diri, Maverick duduk di depan jendela ditemani secangkir kopi. Bukan kopi yang utama, melainkan sosok wanita yang dia tunggu untuk melewati depan rumahnya. Sebenarnya setiap hari Maverick selalu melihat. Hanya melihat, memperhatikan tidak berani mendekat apalagi menyapanya."Tuan yakin tidak ingin saya ikut?" tanya James."Hmm, aku bisa melakukannya sendiri." Tak lama setelah percakapannya dengan James berakhir, iris legam Maverick berhasil menangkap sosok Rosélia yang tersenyum manis. Bukan hanya senyum, tapi Maverick juga yakin jika Rosélia tengah terkekeh saat ini.Pa

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 03

    Venue yang Rosélia dekor selama kurang lebih satu bulan lamanya ditambah dengan berbagai drama menjelang hari-H, nyatanya hanya dipakai untuk beberapa jam saja. Kini, ruangan megah nan mewah itu sudah mulai kembali sepi. Para tamu undangan, kolega bisnis, petinggi perusahaan dan juga para pimpinan

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 02

    Suara musik bernuansa sakral mulai menggema di ruangan yang begitu luas dan ramai oleh tamu undangan. Namun, hal itu tidak membuat ke-khidmatan acara berkurang. Di atas altar, Maverick belum tahu apa-apa. Dia tidak tahu jika hari ini bukan sang belahan jiwa yang akan dia nikahi, dia tidak tahu jik

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status