共有

Chapter 131

last update 公開日: 2026-08-10 21:21:14

Cukup lama Rosélia berdiri di tenpatnya, begitupun dengan Maverick yang mendapatkan kejutan tak ada akhir. Air matanya menetes saat itu juga.

“Elodie!” Panggilan Rosélia akhirnya menggema setelah gadis itu berusaha menghapus air matanya. Panggilan yang terkesan keras dan memerintah itu tak hanya mendapatkan perhatian dari Elodie, tapi juga Maverick yang ikut menoleh.

“Mommy…” Elodie tahu, Rosélia akan marah setelah ini, maka dari itu suara terdengar sedikit bergetar.

Sementara Maverick cepat b
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 131

    Cukup lama Rosélia berdiri di tenpatnya, begitupun dengan Maverick yang mendapatkan kejutan tak ada akhir. Air matanya menetes saat itu juga.“Elodie!” Panggilan Rosélia akhirnya menggema setelah gadis itu berusaha menghapus air matanya. Panggilan yang terkesan keras dan memerintah itu tak hanya mendapatkan perhatian dari Elodie, tapi juga Maverick yang ikut menoleh.“Mommy…” Elodie tahu, Rosélia akan marah setelah ini, maka dari itu suara terdengar sedikit bergetar. Sementara Maverick cepat berdiri dan berusaha menyembunyikan Elodie di belakangnya. Bukan untuk merebut, melainkan menjaga Elodie dari amukan Rosélia.“Jangan marahi Elodie. Aku yang datang ke sini,” ucap Maverick. Tatapan nyalang Rosélia seolah mampu menghunus tepat di jantung Maverick. Namun, pria itu tak sedikit pun menghindar. Dia menghadapinya, setidaknya untuk yang terakhir kali.“Elodie, ke sini,” panggil Rosélia menghiraukan perkataan Maverick dan lebih fokus pada putrinya. Bukannya menurut, Elodie malah semak

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 130

    FlashbackHari di mana Elodie kecil terjebak dalam derasnya hujan dan menangis karena ketakutan, hari di mana untuk pertama kali dirinya berbicara panjang lebar dengan sang penolong, yang tak lain adalah Maverick, entah mengapa dia begitu bahagia.Selama ini dia hanya bisa menyapa Maverick ketika dia hendak berangkat ke sekolah atau ketika pulang dari sekolah. Bukan sapaan panjang melainkan sapaan singkat yang mungkin Maverick hiraukan begitu saja. Tapi hari ini, berkat dia dengan berani pulang sendiri, berkat hujan yang Tuhan turunkan begitu deras, akhirnya Elodie bisa berbicara dengan Maverick, pria yang sering Elodie sebut sebagai Om Tampan.Hari itu, ketika hangat perapian menyapa tubuh kecilnya, Elodie melirik ke sampingnya, tepat di mana Maverick duduk bersandar di kursi. Elodie melihat pria tampan itu menutup matanya. Dengkuran halus terdengar sehingga Elodie bisa memastikan jika Maverick tengah tertidur.Saat itu, rasa penasaran Elodie sebagai anak kecil meningkat. Dia pergi

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 129

    Seperti biasa, pagi hari di Interlaken terasa begitu segar dengan udara pagi yang dihiasi dengan tumbuhan-tumbuhan hijau juga pemandangan pegunungan. Namun bagi Maverick, pagi ini terasa lebih berat.Udara yang bisa orang hirup sepuasnya, membuat nafasnya terasa tercekat. Lehernya terasa begitu tercekik. Mungkin mengingat hari ini akan menjadi hari terakhir baginya berada di Interlaken.Setelah selesai mempersiapkan diri, Maverick duduk di depan jendela ditemani secangkir kopi. Bukan kopi yang utama, melainkan sosok wanita yang dia tunggu untuk melewati depan rumahnya. Sebenarnya setiap hari Maverick selalu melihat. Hanya melihat, memperhatikan tidak berani mendekat apalagi menyapanya."Tuan yakin tidak ingin saya ikut?" tanya James."Hmm, aku bisa melakukannya sendiri." Tak lama setelah percakapannya dengan James berakhir, iris legam Maverick berhasil menangkap sosok Rosélia yang tersenyum manis. Bukan hanya senyum, tapi Maverick juga yakin jika Rosélia tengah terkekeh saat ini.Pa

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 128

    Berhari-hari, setelah Maverick tahu seluruh kebenaran enam tahun lalu, dia hanya diam di rumahnya. Namun hal itu bukan berarti dia diam sepenuhnya tanpa pergerakan, seperti permintaannya kemarin pada James, Maverick meminta James untuk tetap mengawasi Rosélia dan selalu menyampaikan hasilnya pada Maverick.Bukan menguntit, Maverick hanya ingin memastikan jika Rosélia baik-baik saja. Seperti hari ini, di penghujung hari, James baru saja kembali. Selama di Interlaken, pria itu jarang memakai setelan formal seperti jas. Dia lebih sering menggunakan celana bahan dan dipadukan dengan kaos polo lengan pendek yang memperlihatkan dada bidangnya."Bagaimana hari ini?" tanya Maverick.Meski pria itu terlihat santai meneguk secangkir teh, namun pikirannya tak pernah tenang sejak hari itu. Rasa bersalah terus menghantuinya. Dia ingin bertemu dengan Rosélia, dia ingin meminta pengampunan pada gadis itu, tapi tidak dia lakukan. Dia tak cukup berani melakukannya setelah sadar dengan apa yang dia pe

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 127

    Bastian tidak menghibur ketika Maverick bertanya demikian. Justru Bastian menjawab dengan jujur kenyataan yang berhasil membuat Maverick kembali dihantui rasa bersalah."Kamu memang seburuk itu. Aku tahu kamu tidak sepenuhnya buruk. Hanya saja, bagi Rosélia yang saat itu sedang memerlukan support dari orang terdekatnya, mungkin kamu memang seburuk itu. Meski pernikahan kalian bukan suatu kesengajaan, tapi sebagai suami, harapannya kamu selalu ada untuknya. Apalagi di saat dia memerlukan penopang di antara hidup dan matinya. Namun, justu saat itu kamu menjadi orang yang berhasil membuat Rosélia merasa sendirian!" Bastian tidak berkata setenang tadi. Emosinya mulai kembali meluap karena keadaan.Maverick tak menjawab. Dia kehabisan alasan untuk membela dirinya. Dia sepenuhnya salah dan membuat luka di hati Rosélia kian membesar dengan semua penolakan dan kekasaran yang dia lakukan."Brengsek!" umpatnya yang dia tujukan untuk dirinya sendiri. "Jadi salah satu alasan dia memilih pergi saa

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 126

    Adu mulut yang dilakukan Maverick dan Bastian sebenarnya tak luput dari pendengaran dan penglihatan Rosélia. Gadis itu menyaksikan semuanya dengan sadar.Dia bahkan juga sempat memanggil Bastian beberapa kali, berharap pria itu bisa menghentikan ocehannya. Namun karena terlalu lemas, suaranya tersamarkan oleh teriakan dua pria itu.Hingga pada akhirnya Bastian mengungkap satu kebenaran yang menjadi kunci dari semuanya. Rosélia memejamkan matanya bersamaan dengan itu air matanya ikut menetes tanpa izin.Keheningan yang tercipta akibat ucapan Bastian akhirnya membuat Rosélia kembali memanggil pria itu."Bas," lirihnya.Saat itu juga, Bastian menengok ke arah Rosélia dan kemudian matanya terbelalak sempurna saat dia sadar apa yang telah dia ucapkan."R-Ros, Rosélia." Bastian mendekat, mengabaikan Maverick yang juga masih mematung akibat ucapan Bastian. "Ada yang sakit?" sambung Bastian begitu dia telah berada di samping ranjang Rosélia.Namun Rosélia bungkam. Matanya memerah dengan air m

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 04

    Tangis Rosélia pecah, telinganya berdengung, dadanya sesak sampai dia memukul-mukulnya berharap sesak itu hilang meski hanya sesaat. Semua mata tertuju padanya. Melihatnya dengan tatapan jijik, kecewa yang menuh amarah. Perlahan, raungan terdengar semakin keras. Bersamaan dengan itu, Viviane berjal

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 03

    Venue yang Rosélia dekor selama kurang lebih satu bulan lamanya ditambah dengan berbagai drama menjelang hari-H, nyatanya hanya dipakai untuk beberapa jam saja. Kini, ruangan megah nan mewah itu sudah mulai kembali sepi. Para tamu undangan, kolega bisnis, petinggi perusahaan dan juga para pimpinan

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 02

    Suara musik bernuansa sakral mulai menggema di ruangan yang begitu luas dan ramai oleh tamu undangan. Namun, hal itu tidak membuat ke-khidmatan acara berkurang. Di atas altar, Maverick belum tahu apa-apa. Dia tidak tahu jika hari ini bukan sang belahan jiwa yang akan dia nikahi, dia tidak tahu jik

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status