Share

Bab 33

Penulis: Jiriana
last update Tanggal publikasi: 2026-06-07 13:36:51

"Ada apa?" Raka menatap Doni yang baru saja masuk ke dalam ruangannya dengan langkah tergesa-gesa.

"Nona Kiran dibawa Tuan Hutomo, Pak."

Informasi itu Doni dapat dari perawat yang diminta oleh Raka untuk mengawasi Kiran dan juga Stevi. Raka khawatir Kiran akan membuat masalah, itu sebabnya dia meminta salah satu perawat untuk mengawasi keduanya dan segera mengabari asistennya jika terjadi sesuatu.

"Dibawa ke mana?"

"Kantor polisi."

Raka langsung menutup dokumen yang ada di tangannya dengan kasa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Jiriana
Mungkin juga.
goodnovel comment avatar
Jiriana
Laki kan memang gitu kak. Egonya tinggi.
goodnovel comment avatar
Jiriana
Hooh ya kak. Daripada di salahin terus.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 116

    Usai berbicara dengan sang ayah, Raka mengajak Doni untuk pergi ke kantor polisi untuk membuka kasus kecelakaan 4 tahun lalu. Pengacara Raka sendiri sudah tiba lebih dulu di sana. Setelah urusan di sana selesai, Raka mengajak Doni pergi ke mall. "Menurutmu, cincin mana yang cocok untuk istriku?" tanya Raka pada Doni setelah mereka berada di dalam toko perhiasan. "Saya kurang mengerti mengenai cincin yang disukai wanita, Pak," kata Doni dengan jujur. Karena merasa bingung, Raka pun meminta rekomendasi kepada pegawainya. "Ini model cincin yang tidak pasaran dan hanya ada satu di toko kami." Raka menatap cincin berlian di depannya sejenak, kemudian berkata, "Baik. Saya pilih yang ini." Kebetulan ukurannya cocok dengan jari Kiran, jadi Raka mengambil cincin itu. Kenapa Raka bisa tahu ukuran cincin wanita itu, karena sebelumnya dia pernah bertanya sebelum kembali ke Jakarta. Setelah selesai membeli cincin, Raka meminta diantar pulang oleh Doni, dia ingin berbicara dengan sang ibu men

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 115

    "Kak, secepatnya kamu harus mencari pengacara terbaik untuk membebaskan ayahku." "Ya, kamu tenang saja, aku akan menghubungimu lagi nanti." Setelah berpamitan pada Stevi, Raka meninggalkan rumah wanita itu menuju kantornya. Dalam perjalanan, Raka memasukkan memory yang tadi diberikan Stevi ke laptop Doni, lalu memutar video yang tersimpan di dalamnya. Tampak kamera dashbor mobil yang dikendarai Stevi merekam saat Kiran menabrak mobil Mia dari arah kiri di perempatan jalan yang sepi. Mobil Mia bergeser beberapa meter usai ditabrak oleh Kiran. Detik selanjutnya, Kiran tampak keluar dari mobil dan berjalan menuju mobil Mia. Belum sempat mencapainya, mobil Mia sudah lebih dulu ditabrak dari arah belakang dengan kuat hingga terguling ke pinggir jalan. Dalam rekaman itu, Kiran langsung berlari mendekati mobil Mia dan membuka mobil wanita itu. Namun, saat melihat mobil yang menabrak Mia berjalan mundur dan membelokkan stir, Kiran bergegas menuju mobilnya, tapi sayang saat dia akan menja

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 114

    "Kiran, kamu kenapa, Nak? Apa kamu sakit?" tanya Yulia saat melihat wajah putrinya sangat pucat. "Tidak, Ma. Aku baik-baik saja, hanya merasa sedikit pusing." "Kalau begitu, istirahat saja di kamar," usul Yulia. Kiran mengangguk pelan, kemudian pergi ke kamarnya. Dia langsung menjatuhkan diri ke ranjang dengan posisi tengkurap. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya tumpah juga. 'Seharusnya aku tidak percaya saat dia bilang mencintaiku. Akulah yang bodoh sampai bisa jatuh cinta padanya. Sudah jelas sejak awal dia menikahiku hanya ingin balas dendam.' Sebenarnya, waktu Raka bilang sudah memaafkannya dan ingin memulai dari awal lagi, Kiran belum sepenuhnya percaya dengan pria itu. Namun, setelah diyakinkan terus oleh Raka, Kiran mencoba untuk mempercayainya. Tapi sayangnya, dia harus menelan kekecewaan saat mendengar perkataan pria itu hari ini, ternyata Raka hanya mempermainkannya. "Untung saja dia tahu diri," sahut Stevi tiba-tiba setelah panggilan diputus oleh Kiran. Rak

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 113

    "Ayahku bilang tidak ada yang boleh tahu kalau akulah yang sudah menabrak Kak Mia. Aku harus menyembunyikan kejadian itu dan berpura-pura tidak tahu apa-apa." Sejak mengetahui kalau Stevi terlibat dalam kecelakaan itu, Raka sebenarnya sudah menduga kalau Hutomo pasti mengetahui hal itu dan berusaha melindungi sang putri. "Kalau begitu, bisakah kamu memberikan rekaman kecelakaan waktu itu?" tanya Raka hati-hati. Ekspresi Stevi seketika berubah. "Untuk apa? Kakak mau menjebloskanku ke penjara?" Raka segera menggeleng, kemudian menenangkan Stevi agar dia tidak berpikir macam-macam. "Tidak. Aku hanya ingin melihatnya." "Bohong!" seru Stevi marah, kemudian dia segera menjauhkan tubuhnya dari Raka. "Kamu pasti mau memasukkanku penjara, kan?" "Tidak. Kamu adik Mia, mana mungkin menjebloskanmu ke penjara." "Bisa saja kamu ingin membersihkan nama Kiran dengan mengorbankanku," tuduh Stevi. "Tidak," sanggah Raka. "Untuk apa aku membersihkan namanya? Aku justru sangat membencinya.

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 112

    Saat membuka matanya di pagi hari, Stevi langsung meringis sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Setelah memijatnya beberapa kali, dia akhirnya bangun dari tidur, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh kamar. Dia sedikit terkejut ketika menyadari sedang berada di kamar, seingatnya semalam dia sedang mengobrol dengan Raka di ruangan santai setelah makan malam sambil menikmati alkohol yang diberikan oleh pria itu. Saat sedang larut dalam pikirannya, pintu kamar diketuk. Terdengar suara Raka memanggil namanya dari luar. Sebelum menyahut, Stevi dengan cepat membenahi rambut serta penampilannya agar terlihat sedikit rapi. "Masuk, Kak." Tidak lama berselang, pintu kamar terbuka dan muncullah Raka dari balik pintu. "Apa aku mengganggumu?" "Tidak, Kak," jawab Stevi sembari tersenyum. "Ada apa?" "Ada yang mau aku bicarakan denganmu." "Apa?" "Kamu mandi saja dulu, setelah itu sarapan, baru kita bicara." "Baik, Kak," kata Stevi cepat. Setelah Raka pergi, Stevi segera turun dari r

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 111

    “Siapa?” Tiba-tiba saja Stevi tersenyum lebar, kemudian mendekatkan diri pada Raka yang duduk di sebelahnya. “Aku yang sudah menabrak Kak Mia hingga tewas,” bisik Stevi, kemudian dia menaruh jari telunjuknya di bibir, dan terdengarlah suara desisan dari mulutnya. “Jangan bilang siapa-siapa. Ini rahasia. Papa bilang, tidak ada yang boleh tahu soal ini,” racaunya. Usai mendengar itu, raut wajah langsung berubah menjadi suram. ”Kalau benar kamu yang sudah melenyapkan nyawa Mia, lalu bagaimana bisa Kiran menjadi tersangka dalam kecelakaan 4 tahun lalu?” Stevi memejamkan mata sejenak, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian berkata, “Karena memang Kiran yang pertama kali menabrak Kak Mia,” jawab Stevi lirih sambil tersenyum seperti orang bodoh. “Maksudmu?” Dalam kondisi setengah sadar, Stevi menjawab, “Kiran menabrak mobil Kak Mia dari belakang hingga bergeser beberapa meter, kemudian aku yang menabrak mobilnya hingga terpental jauh di pinggir jalan.” “Jadi, maksudmu, Mia masi

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 12

    Melihat dia akan terjatuh ke bawah, Kiran berusaha menggapai pegangan di pinggir tangga. Namun, gagal karena tangannya licin. Sebelum Kiran sempat terjungkal di anak tangga pertama, Stevi dengan cepat maju dan menarik tangan Kiran dan menukar posisinya menjadi terbalik. "Kiran, tolong aku." Ki

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 7 Demam

    Kiran langsung bangun dari tidurnya begitu air membasahi wajahnya. Dia mengusap wajahnya dengan cepat, lalu menatap Raka yang sedang berdiri di samping ranjangnya. "Sudah saatnya bangun. Kamu bukan lagi tuan putri sekarang. Cepat bersihkan tubuhmu, aku tunggu di ruang makan." Setelah Raka pergi,

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 6 Tinggal Serumah

    "Ini rumah siapa?"Kiran menatap rumah besar di depannya dengan heran setelah turun dari mobil Raka."Rumahku." Tanpa melirik pada Kiran, Raka berjalan melewatinya dengan acuh tak acuh.Kiran yang tidak tahu alasan Raka membawanya ke sana, akhirnya bertanya, "Kenapa aku dibawa ke sini?"Raka menghe

  • Revenge (Derita Tersembunyi)   Bab 5 Dibawa Pergi

    "Mau ke mana?" Gery menahan lengan Raka ketika melihat pria itu melangkah."Masuk ke dalam.""Eh, tunggu dulu." Baru sempat melangkah, Raka kembali ditahan oleh Gery. "Kau mau melakukan apa di dalam, menghampiri Kiran?""Menurutmu?" tanya Raka dengan malas."Jangan membuat keributan di rumah sakit.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status