Mag-log inBerkorban demi menutupi kekurangan sang suami, adalah hal yang saat ini dilakukan Zahra, setelah lima tahun menikah, kini Zahra tiba tiba mengaku tak dapat memiliki keturunan karena mandul. Setelah mendengar kabar tak menyenangkan itu, kini Fatimah hilang respeck pada Zahra menantunya, hingga ia mencoba menjodohkan Roni pada wanita pilihannya, dan memaksa Roni untuk menceraikan Zahra.
view more「今夜、あなたの夫は初恋の人との記念日を祝っている。真実を知りたければ、グランド・オーロラ・ホテルのメインボールルームへ来なさい」
ローズマリーの心臓が激しく脈打った。その怪しげなメッセージを読んでいる彼女の指先は、小刻みに震えていた。 「まさか……ただの悪質な冗作よね」と彼女は小さく呟いた。しかし、無視しようとすればするほど、好奇心という名の棘が彼女の心を締め付けた。 彼女は慌ただしくコートを掴み、バッグを握りしめると、メッセージに書かれたホテルへと急いだ。小雨が街路を濡らし、街灯の光が霧の向こうでぼんやりと浮かんでいた。 グランド・オーロラ・ホテルのボールルームは、クリスタルグラスが触れ合う音と、客たちの笑い声に満ちていた。優雅なオーケストラの調べが会場を包み込み、ワインの香りと高級な香水の匂いが漂っていた。 ローズマリーの視線が会場中をさまよった。 そして……彼女は彼を見た。 夫の――エイドリアンだった。 彼は上品な黒のスーツに身を包み、堂々と立ち、温かい笑みを浮かべていた。彼の前には真っ赤なドレスを着た若い女性が立ち、今夜のためにこの夜が用意されたかのように、その顔を輝かせていた。 そして、エイドリアンの手元には……。 黒いベルベットの箱が、ゆっくりと開かれていた。 「君へ捧げるよ、愛しい人」マイクを通したエイドリアンの声が、会場に鮮明に響き渡った。「このダイヤモンドのネックレスは、僕の初恋の証だ。時がどれだけ流れようと、決して色あせることのない愛の証として」 会場中に拍手が響き渡った。歓声と笑い声が空気を満たした。 ローズマリーは凍りついた。 目の前の光景を前に、足が大理石の床に張り付いたように動かない。 ダイヤモンドのネックレス? 初恋の証? 彼女は唾を飲み込み、胸の中で沸き起こる怒りを必死に抑え込んだ。そして、力強い足取りで人混みをかき分けた。 「エイドリアン!」 ローズマリーの声が鋭く響き、オーケストラの演奏がピタリと止まった。すべての視線が彼女に集まった。 エイドリアンは振り返り、その笑みを消した。 「ローズマリー?」 赤いドレスの女が、驚いた顔で彼女を見つめた。客たちはひそひそと囁き始め、中には笑いをこらえる者もいた。 ローズマリーはさらに歩み寄り、怒りに満ちた瞳で彼を睨んだ。 「これはどういう意味なの、エイドリアン? みんなの前で他の女性にダイヤモンドを贈るなんて。一体何の記念日を祝っているつもり?」 エイドリアンは深く溜息をついた。彼は箱をその女性の手に握らせると、一歩前に出た。 「ローズマリー……君がここに来るべきじゃなかった」 「来るべきじゃなかったですって?!」ローズマリーは震える声を抑えようとした。「私はあなたの妻よ! なぜ夫が公の場で他の女に愛をひけらかしているのか、知る権利があるわ!」 客たちの囁き声がさらに大きくなった。中にはスマホを取り出し、このスキャンダルを録画し始める者もいた。 赤いドレスの女が、冷ややかに微笑んだ。 「多分、私が彼の初恋の人で、あなたは……ただ後から現れた存在に過ぎないからよ」 「黙って!」 ローズマリーは鋭く彼女を射抜いた。 「私はあなたと話しているんじゃない。夫と話しているの」 エイドリアンの顔が強張った。 「もういい、ローズマリー。君はただ自分自身の価値を下げているだけだ」 ローズマリーはさらに距離を詰めた。怒りで声が震えていた。 「ここで恥をかいているのはあなたよ、エイドリアン! 聖なる誓いを裏切るような夫がね!」 会場のあちこちから驚きの吐息が漏れた。嘲笑う者もいれば、緊張した面持ちで見守る者もいた。 突然、エイドリアンが司会者からマイクを奪い取った。彼の顔は強張っていたが、その声は大きく響き渡った。 「わかった。真実が聞きたいのなら、ここで、全員の前で言ってやろう」 ローズマリーの目が大きく見開かれた。 「今夜をもって」エイドリアンは冷たく告げた。「僕たちは離婚だ、ローズマリー」 ローズマリーの世界は、その瞬間に崩れ去った。 心臓が止まったかと思った。 会場のいたるところから笑い声が漏れた。 「あ……今、何て言ったの?」 震える声は、かろうじて聞き取れるほど小さかった。 エイドリアンの視線は揺るぎなかった。 「聞き間違いじゃない。離婚だ。今から君は、僕の人生の一部ではない」 「エイドリアン!」ローズマリーは絶望的に叫んだ。「どうしてそんなことを、みんなの前で言えるの? 私があなたのためにしてきたことのすべてを忘れたの?」 赤いドレスの女が、勝者であるかのようにエイドリアンの腕に自分の腕を絡めた。 「すべては終わりよ、ローズマリー。あなたは過去の人。今のエイドリアンが選んだのは私」 ローズマリーはよろめき、倒れそうになった。バッグを握りしめる手には力が入っていた。 「これ……これは狂ってる」 瞳に涙が溢れた。 「本当に、みんなの前で私に恥をかかせるのね」 人混みの中の一人の男が、クスクスと笑った。 「かわいそうに。妻がゴミのように捨てられてやがる」 嘲笑が続いた。何人かの女性は口元を覆いながら忍び笑いを漏らした。 ローズマリーの顔は屈辱で赤く染まった。 全身が震え、怒りと失意の間で心が引き裂かれそうだった。 「私を裏切るだけじゃ足りないの、エイドリアン? 私をみんなの前で侮辱しなければ気が済まないの?!」 エイドリアンは冷たく顔を背けた。 「帰れ、ローズマリー。騒ぎを起こすな」 「騒ぎ?」ローズマリーはエイドリアンの胸元に触れるほど近づいた。「騒ぎを起こしたのはあなたでしょう! 背中から私を刺し、世界の面前で私のプライドを剥ぎ取ったのはあなたよ!」 赤いドレスの女が小さく笑った。 「ああ、ローズマリー。知っておくべきだったわね。初恋は、いつだって勝者なのよ」 ローズマリーは鋭く彼女の方を向いた。 「初恋? 真実の愛は、他人の家庭を破壊したりなんてしないわ!」 会場が再びざわめいた。 エイドリアンは手を上げ、まるでドラマを終わらせるかのように、オーケストラに演奏の再開を促した。 しかし、ローズマリーがそれを制止した。 「いいえ、エイドリアン。そんなに簡単に終わらせはしないわ」 彼女の声は震えていたが、決意に満ちていた。 「あなたが一体どんな人間なのか、みんなに教えてあげる。卑怯者で、裏切り者で、結婚の誓いの尊さを知らない最低の男だってことをね」 エイドリアンは彼女を睨みつけ、会場の全員に届くような冷徹な声で言い放った。 「君はもう僕の妻じゃない、ローズマリー」 頬を涙が伝った。 「すべてがこんなに簡単に終わると思わないで、エイドリアン。今夜、私に恥をかかせたことを、必ず後悔させてやる」 ローズマリーは背を向け、ボールルームを後にした。嘲笑する客たち、そしてただ冷ややかに見つめる客たちの間をすり抜けて。 彼女の背後では、女の笑い声と音楽が、彼女のプライドの残骸を飲み込んでいった。 ローズマリーは足を引きずりながらボールルームを出た。 しかし、その瞳からは熱が消え、冷酷な決意が宿っていた。 涙が一粒こぼれ落ちそうになったが、彼女は心の中で荒れ狂う嵐の中で、小さく唇を噛み締めて呟いた。 「このドラマ、あなたの思い通りにはさせないわ、エイドリアン」Hari ini adalah hari bahagia yang dinanti Rina dan Rizki tiba, hari pernikahan yang hendak mengubah status mereka menjadi menikah.Pagi ini, Zahra yang telah bersiap dengan penampilan elegannya, penampilannya cantik namun wajahnya tak berhias senyuman.Matanya meremang, penuh air mata yang seketika dapat menghapus make up di wajahnya."Kalau ini memang takdir kita, aku akan terima mas," ucap Zahra yang berusaha tegar.Sementara Rina dan Roni yang kini telah bersiap dengan penampilannya masing masing, sebuah gaun berwarna putih menghiasi tubuh mungilnya dengan sangat cantik.Bibir nya tersenyum, dan merona. Ekspresi wajah bahagia itu tak hilang dari wajah ayu gadis mungil yang akan segera mendapat gelas istri tersebut.Masalah akan Zahra, sementara terlupakan. Belum lagi memikirkan kemana pergi nya Zahra setelah kembali ke Jakarta?Dan Roni yang kini sudah siap menyambut kedatangan calon menantu yang tidak lain adalah sahabatn
"Gimana Jes, udah jadi kan? undangannya juga udah disiapkan?""Udah Ron, ini udah aku siapin semuanya," ucap Jesika seraya memberikan sejumlah undangan pada Roni.Lagi lagi perkara sakit hati, Zahra tak dapat menahan air mata kala melihat keakraban yang terjadi kepada Jesika dan suaminya.Meski mulut sudah mencoba mengucap iklas namun hati rasanya masih belum bisa. Berat dan sulit adalah rasa untuk mengikhlaskan cintanya."Lusa hari pernikahannya, akan kah aku sanggup?" batin Zahra dengan air mata yang kembali menetes."Jes, setelah ini kita cek gaun nya ya, kalau sudah siap langsung saja dibawa pulang, waktunya kan udah ngga lama lagi.""Iya Ron, mungkin lebih baik begitu. biar kita jadi lebih santai nantinya," jawab Jesika yang membuat Roni mengangguk.Entahlah, pemandangan yang terjadi rasanya mengarahkan pikiran Zahra pada pernikahan mereka, meski sebenarnya tidak ada hubungannya.Ditengah tengah perbincanga
Rina gadis mungil yang kini tersadar paska operasi, perlahan matanya terbuka. Penglihatannya tampak buram, orang pertama kali yang ia lihat tampak tersenyum padanya, namun entah siapa pemilik senyum manis itu.Berulang kali Rina mengerjap ngerjapkan matanya, agar penglihatannya tak lagi buram, setelah cukup jelas memandang, ternyata wajah manis itu milik Rizki.Laki laki yang tidak lain adalah calon suaminya. laki laki itu tersenyum membuat hati Rina tenang, dengan pandangan mata yang tertuju tajam menatapnya."Abang," ucapnya lemah.Alih alih menjawab, laki laki berkaca mata itu justru meneteskan air mata. Tanda bahagia karena melihat orang tersayangnya membuka mata.Tak berkata apa pun, Rizki yang seketika mendekap tubuh Rina, dengan sangat erat, berharap tak akan terjadi hal sama diantara mereka."Abang kenapa nangis?" tanya Rina setelah dekapan Rizki terlepas.Perlahan jari jari lentik itu mengusap air mata yang tamp
Kembali dengan aksi pengintaian nya, Zahra yang kembali ke rumah Roni untuk mengintai Roni yang sedang mengurus pernikahan. Pagi ini kembali ia melihat Roni memasuki mobilnya, Namun pandangan nya seketika tertuju pada Fatimah yang kini keluar dengan sebuah kursi roda. Matanya terbelalak, kala ia melihat sang mertua."Loh ibu kenapa? kenapa dia pake kursi Roda?" gumam Zahra dengan pandangan tak berkedip.Pandangannya terputus setelah melihat mobil Roni melaju, dengan cepat Zahra pun mengikutinya."Ikuti mobil didepan ya pak," ucap Zahra pada sopir taxy.Setelah diikuti, ternyata mobil Roni terhenti dihalaman perusahaan tempat nya bekerja."Ternyata mas Roni mau kerja," batinnya dengan pandangan tak berkedip memperhatikan tubuh Roni yang kini sudah memasuki gedung.Sementara Roni yang kini melangkah menuju ruangan Jesika. Mengetuk pintunya, dan lalu masuk."Ron, ada apa?""Jes, aku minta bantuan boleh?"
Pagi ini, Zahra memulai aktifitasnya didapur, karna hari ini ART nya sedang cuti pulang kampung. Namun bukan hal baru bagi Zahra jika harus memasak untuk sarapan pagi suaminya, pasalnya ada ART sekali pun selalu ia yang menyiapkan sarapan khusus untuk Roni. Dengan gerak lincah dan luwes kini Zahr
"Sayang, tadi aku ketemu sama Aliya, ngga nyangka banget setelah sekian lama aku ngga ketemu dia, akhirnya aku bisa ketemu sama dia lagi," ucap Roni yang membuat Zahra mengerutkan dahi dan seketika terdiam.Ia berusaha untuk mengingat siapa wanita dibalik nama Aliya itu, namanya terdenga
"Jadi Jesika mau kamu yang pegang pembangunan hotelnya di Surabaya?""Iya sayang, aku terima kerjaan itu bukan karena apa apa, aku hanya ingin provesional aja dalam bekerja, jadi aku harap kamu ngerti ya, karena aku ngga akan mecem macem dan ngga akan aneh aneh. Makanya sebelum kerjaan i
"Roni, kamu harus lihat ini, ibu ngga nyangka kalau ternyata istri kamu itu ada main sama laki laki lain dibelakang kamu, keliatannya aja baik tapi ternyata..." ucap Fatimah seraya memberikan beberapa lembar foto pada Roni. Kali ini Fatimah yakin jika Roni akan marah dengan Zahra.Perlah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore