SECRET VENGEANCE of BluePurple Eyed Bride(series 1)

SECRET VENGEANCE of BluePurple Eyed Bride(series 1)

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-05-03
Oleh:  Bing TadeoOngoing
Bahasa: Filipino
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
40Bab
1.4KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

TEASER Abelina was forced to enter a terrifying life in the hands of leonardo da villo. the only son of the murderer of her beloved parents. she was full of courage when she decided to marry him,even though she didn't love him.so she can take revenge on the family she hates so much.even though Leonardo was so handsome and muscular,she still couldn't love him because of the anger and hatred she felt. But how can she carry out her long-planned revenge if all Leonardo shows and does for her is kindness?or is he just pretending to be nice to win her heart? WARNING:SPG This story contains strong language and scenes. If you are eighteen or under, strict parental guidance is required.

Lihat lebih banyak

Bab 1

PROLOGUE

“Ternyata kamu gadis nakal.”

Aku tersentak mendengar suara berat Aaron tepat di belakangku. Kurasakan tubuhnya menempel rapat, panasnya menembus tipis kain bajuku.

“K-Kak… aku tidak–”

Bibirku dibekap telapak tangannya, sementara pinggangku dicekal kuat.

“Lanjutkan menonton,” bisiknya, serak, menggoda. “Jangan pejamkan matamu.”

Melalui celah kecil pintu yang terbuka, tatapanku kembali terarah pada Aresh, kakak tiri pertamaku, yang tengah menghunjam tubuh wanita di bawahnya tanpa ampun.

Ranjang berderit, desahan bercampur raungan sensual, membuat darahku mendidih.

Leherku meremang saat napas panas Aaron menyapu kulitku. Ia terkekeh pelan.

“Kamu tampak sangat menikmatinya,” bisik Aaron, suaranya menancap di telingaku.

“Jadi, bagaimana kalau kita mencobanya juga malam ini, Adik Tersayang?”

Suara dalam Aaron, mengirim getaran aneh ke tubuh bagian bawahku, aku pun gemetar tanpa sadar.

***

Beberapa hari sebelumnya....

“Waaah, besar sekali!”

Aku meloloskan desah penuh kekaguman saat melihat rumah megah di hadapan. Hal itu memancing tawa dari ayah baruku, sementara pipi ibuku bersemu kemerahan–mungkin malu karena ucapanku yang polos tersebut.

“Manis sekali anak gadis ini,” komentar ayah baruku sambil tersenyum. Beliau menepuk-nepuk puncak kepalaku pelan.

“Ayo masuk dulu, Sherry. Saya kenalkan dulu pada kakak-kakakmu.”

Belum lama ini, ibuku yang cantik menikah lagi dengan seorang milyuner tua yang membawa tiga orang putra ke dalam pernikahan. Ayah baruku itu adalah orang yang hangat dan humoris, membuatku sulit untuk tidak menyukainya.

Apalagi memang ia membuat ibuku tampak bahagia setelah bertahun-tahun sengsara bertahan hidup tanpa dukungan suami.

Aku masuk ke dalam rumah megah yang tidak pernah kubayangkan akan bisa kutinggali.

Ruang utamanya begitu lapang, dengan langit-langit tinggi yang membuat segalanya terasa lebih besar dari seharusnya. Semua tampak bersih, teratur, dan mahal–sungguh mencerminkan betapa kayanya pria yang menikahi ibuku tersebut.

“Itu kakakmu yang nomor dua,” kata ayah baruku saat seorang pria berbadan tegap berjalan menuruni tangga. Membuatku langsung mengarahkan pandangan ke arahnya.

Tatapan mata tajamnya yang sempat melihatku tampak dingin, sementara setengah wajahnya yang lain tertutup masker hitam.

“Aku pergi dulu. Ada masalah kantor,” kata pria itu pada ayah baruku dengan nada datar. Lalu tanpa menunggu respons, ia langsung keluar rumah.

Ayah baruku menghela napas. “Haa. Anak itu….”

Tatapanku tiba-tiba tertuju pada sesuatu di atas lantai. Sebuah kunci motor.

Apakah pria tadi menjatuhkannya?

“Maaf, permisi sebentar, Om,” kataku. Tanpa pikir panjang, aku ambil benda itu dan mengejar si kakakku yang nomor dua.

"Kak!" panggilku dengan suara cukup keras.

Pria itu menghentikan langkah, menoleh ke arahku dengan kening berkerut. Meski tampak tidak ramah padaku, aku tetap berjalan mendekat sembari mengulurkan kunci yang kutemukan tadi.

"Kak, ini tadi jatuh," ucapku sambil tersenyum.

Ekspresi pria itu tampak semakin dingin, kerutan di keningnya bertambah. Ia meraba sakunya terlebih dahulu sebelum kemudian tangannya terulur ke arahku.

Kupikir, ia akan mengambil kunci yang kusodorkan padanya ini, tapi hal yang mengejutkan terjadi.

Dengan satu gerakan keras, dia mencengkeram tanganku dan menyentakku mendekat untuk berbisik dengan suaranya yang dingin, “Siapa yang kamu panggil ‘Kak’? Tidak tahu malu.”

Tubuhku menegang. Aku tidak sempat bereaksi lebih jauh karena dia sudah mengambil kunci di tanganku dan berbalik untuk melangkah pergi

"Sialan, pagi yang menyebalkan," desisnya, terdengar sangat kesal.

Sepasang mataku membola.

Pria itu … benar-benar tidak menyukaiku ya?

Dengan hati terluka, aku kembali ke tempat ibu dan ayah tiriku menunggu.

Rupanya, selain Aaron, kakakku yang nomor dua tadi, saudara tiriku yang lain sudah tidak ada di rumah. Beliau pun baru mendapatkan kabar tersebut dari pelayan, bahwa Aresh dan Arsion, dua kakakku yang lain, sudah lebih dulu pergi dari rumah saat para orang tua menjemputku tadi.

Aku tidak terlalu ambil pusing dengan sikap mereka. Karena toh memang sulit menerima orang baru.

Apalagi, hari ini ayah tiri dan ibuku pergi berbulan madu. Aku tidak mau mereka melihatku sedih hanya karena sikap para kakak baruku.

Namun, setelah mereka berangkat ke bandara, tak urung aku merasa kesepian dan kurang kerjaan.

Karenanya, aku memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar rumah.

Langkahku membawaku ke tempat yang asing di tengah taman belakang. Ada bangunan kecil di belakang rumah—yang aku tidak tahu untuk apa kegunaannya.

Bangunan itu berdiri agak terpisah dari rumah utama. Ukurannya tidak besar, hanya satu lantai dengan cat dinding warna putih. Di bagian depan ada teras kecil dengan beberapa kursi kayu..

“Tempat apa ini…?” gumamku, menatap pintu kayu yang sedikit terbuka.

Dari dalam terdengar suara aneh. Suara desahan yang aku tidak tahu apakah pemiliknya sedang kesakitan atau tengah dibuai kenikmatan.

Tiba-tiba jantungku berdegup tak karuan.

"Suara apa itu?"

Karena penasaran, perlahan aku mendekat dan mengintip melalui celah pintu.

Dan pandanganku membeku.

Seorang pria tanpa busana tengah bergerak liar di atas seorang wanita. Otot-otot pria itu bergerak liar, keringat bercucuran.

“Aresh–ah! Lebih cepat lagi–”

Mataku membelalak. Napasku tercekat sementara wajahku memanas melihat adegan liar di depanku, apalagi saat tahu siapa pria yang membuat wanita itu mendesah dengan suara basah.

Bukankah itu Aresh? Kakak tiriku yang pertama?

“A-aku harus pergi…”

Merasa bahaya yang tak terkatakan, aku segera berbalik, berlari secepat mungkin.

Kakiku nyaris terantuk batu, jantungku berdetak seperti ingin meledak, tapi aku terus berlari secepat mungkin.

Malam itu aku tak bisa tidur. Bayangan pria entah siapa yang bercinta dengan begitu liar tersebut terus menari di kepalaku, membuat jantungku berdebar kencang.

Aku sama sekali tidak tahu bahwa saat meninggalkan bangunan tadi untuk kembali ke rumah utama, ada sepasang mata tajam yang mengamatiku.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


Tidak ada komentar
40 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status