Share

20.

Author: Al_Fazza
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-20 01:04:38

Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.

“Cukup.”

Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.

Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.

Dan kini, Fang Zhe melangkah maju satu langkah. ia benar-benar berdiri di antara mereka.

“Kalau kalian ingin saling menjatuhkan,” lanjutnya datar, “kalian salah tempat.”

Ia menoleh sedikit ke arah Erina.

“Ini paviliunmu.”

Lalu ke ar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   110. Jenderal Guan yang tidak kenal menyerah!

    Ledakan itu menggelegar hebat, namun bukan menghancurkan sedan hitam Fang Zhe. Dengan ketenangan yang mengerikan, Fang Zhe menyalurkan Qi ke jari telunjuknya dan menyentil udara tepat ke arah moncong peluncur granat musuh di detik terakhir. Sontak Tekanan udara yang padat membuat granat itu meledak sebelum sempat keluar sepenuhnya dari larasnya. BOOOOM! Jip militer itu hancur berantakan, terpental ke sisi jurang dalam bola api yang membumbung tinggi. "Fang Zhe! Di depan! Jalannya habis!" Irma memekik, matanya membelalak melihat jalan setapak itu terputus oleh longsoran besar. "Bagi orang lain habis, tapi bagiku ini adalah landasan pacu," sahut Fang Zhe. Ia menarik tuas transmisi ke posisi manual, mesin mobil mengerang seperti naga yang marah. Dengan sinkronisasi [Keahlian Menyetir Tingkat Dewa], ia melakukan sideways drift ekstrim di tepi jurang, memanfaatkan momentum putaran untuk melompati celah longsoran. Criiiiiit! Seketika ban mobil mencengkeram tanah yang labil, mel

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   109. Menghindari kepungan militer Jendral Guan.

    Tanpa mempedulikan teriakan peringatan dari helikopter, Fang Zhe menyeringai. Begitu transfer pengetahuan [Keahlian Menyetir Tingkat Dewa] menyatu dengan saraf motoriknya, mobil sedan itu seolah-olah menjadi perpanjangan dari jiwanya sendiri. Wuuuush! "Pegang erat-erat, Irma!" "Fang Zhe! Apa yang kau— KYAAAAA!" Irma menjerit histeris saat Fang Zhe membanting setir ke arah berlawanan, melakukan Scandinavian Flick yang sempurna di atas aspal licin. Seketika Ban mobil menjerit, menciptakan kepulan asap karet yang pekat sebelum mobil itu melesat maju dengan akselerasi yang menentang logika fisika. Dan disaat yang sama... RATATATATATA! Senapan mesin dari jip militer di belakang mulai memuntahkan peluru. Kilatan api menerangi kegelapan malam. Irma meringkuk di bawah dasbor, menutup telinganya dengan tangan gemetar hebat. Suara logam yang beradu dengan peluru di badan mobil terdengar seperti lonceng kematian yang terus berdentang. "Kita akan mati! Fang Zhe, mereka menggunakan kalib

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   108.

    Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, Fang Zhe memutar tubuhnya. Langkah kakinya mantap, meninggalkan aura dingin yang masih membekas di ruangan VIP tersebut. Irma pun mengikuti dari belakang, mencoba mengatur napasnya yang masih terasa sesak akibat tekanan atmosfer yang luar biasa. Di sepanjang koridor kasino, para penjaga dan pengunjung memberikan jalan seolah-olah seorang kaisar sedang melintas. Tidak ada yang berani menatap langsung ke arah topeng perak Fang Zhe. Begitu mereka sampai di lobi utama, pintu kaca raksasa terbuka otomatis, menyambut mereka dengan udara malam Provinsi Nan She yang menusuk tulang. "Fang Zhe... kita benar-benar melakukannya?" bisik Irma saat mereka berjalan menuju area parkir yang gelap. Tangannya masih sedikit gemetar. "60 miliar dolar... kau baru saja merampok jantung finansial mereka." "Ini baru permulaan, Dokter," jawab Fang Zhe datar sambil membuka pintu mobil. "Mereka membakar gudangku, jadi aku menguras brankas mereka. Itu pertukaran yang

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   107. Tuan besar Paviliun turun tangan.

    Suasana di dalam ruangan VIP itu benar-benar mencekam. Luna dan Ariel kini bukan lagi sekadar dealer cantik yang berwibawa; mereka tampak seperti binatang buas yang terpojok. Rambut mereka berantakan, dan keringat dingin melunturkan riasan wajah mereka yang tadinya sempurna. "TIDAK! INI TIDAK SAH!" Luna berteriak histeris hingga suaranya melengking pecah. Ia memukul meja hijau itu dengan tinjunya, membuat beberapa chip platinum berhamburan. "Kau pasti melakukan sesuatu! Kau menggunakan sihir, atau kau meretas sistem kami! Tidak ada manusia yang bisa mendapatkan Four of a Kind dua kali berturut-turut di depan hidungku!" Ariel pun tak kalah emosi. Matanya memerah, menatap Fang Zhe dengan kebencian yang mendalam. "Putaran ketiga! Kita harus main putaran ketiga sekarang juga! Aku tidak peduli dengan sisa chip ini, aku akan mempertaruhkan nyawaku jika perlu! Dealer, bagikan kartu lagi! SEKARANG!" Keduanya benar-benar telah kehilangan akal sehat. Ego mereka sebagai ratu judi di Provi

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   106. Putaran pertama dan kedua.

    Ketegangan di ruangan VIP itu kini berada di titik didih. Dealer dengan sarung tangan putih mulai membagikan kartu dengan gerakan yang sangat mekanis, seolah setiap gesekan kartu di atas kain beludru hijau itu adalah bagian dari algoritma yang sudah diprogram. Sret! Sret! Sret! Dua kartu tertutup mendarat di depan Fang Zhe. Luna, yang mencoba menekan rasa takutnya dengan agresi, segera menaruh tumpukan chip buta (blind) dan menatap Fang Zhe dengan tajam. "Tuan, jangan hanya diam. Apa kartu Anda begitu buruk sampai Anda tidak berani menaruh taruhan tambahan? Atau Anda baru sadar bahwa menggertak dua wanita sekaligus adalah kesalahan terbesar dalam hidup Anda?" Ariel menimpali dengan senyum licik, jemarinya sengaja memainkan kartu miliknya agar Fang Zhe teralihkan. "Jangan bilang Anda hanya besar di mulut. Di tebak angka mungkin anda beruntung, tapi di sini... setiap kartu yang keluar adalah takdir yang sudah kami kunci." Fang Zhe hanya menyeringai di balik topengnya. Dengan M

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   105. Tantangan Luna dan Ariel bermain Kartu.

    Suasana yang tadinya penuh sorak-sorai mendadak mendingin saat dua sosok wanita berjalan menuruni tangga pualam di ujung aula. Langkah kaki mereka yang beradu dengan lantai marmer menciptakan irama yang penuh intimidasi. Luna dan Ariel. Dua nama yang sudah cukup untuk membuat nyali para penjudi kelas atas di Paviliun ini menciut. Sebagai orang kepercayaan sang Tuan Besar, kemunculan mereka menandakan bahwa situasi sudah tidak lagi berada di bawah kendali seorang bandar biasa. Luna, dengan gaun merah yang memeluk lekuk tubuhnya, menatap tumpukan chip senilai $30.000.000.000 itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Jelas Ada trauma yang mendalam di balik matanya. Ia teringat kembali pada kehancuran cabang di Kota Shange... Itu sebuah mimpi buruk di mana seorang pemuda misterius meratakan kasinonya hingga ia terpaksa merangkak kembali ke pusat untuk memulihkan reputasinya. "Tukarkan chip? Anda baru main di tebak angka, bagaimana bisa sudah merasa puas?" suara Luna bergema, membawa na

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   61.

    Tuan Bramasta menghela napas panjang, gurat kecemasan di wajahnya tidak bisa disembunyikan meski ia adalah salah satu pria paling berpengaruh di kota Shange. Ia melangkah mendekat, menatap Fang Zhe dengan tatapan yang sangat serius, seolah sedang mencoba menilai seberapa besar nyawa yang sedang dip

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   59. Luna melarikan diri.

    Luna menyesap sisa cairan merah di gelas kristalnya, lalu meletakkannya dengan dentingan halus di atas pagar balkon mezanin.Matanya yang indah namun berbisa mulai menatap Fang Zhe seolah-olah sedang melihat seekor serangga yang sedang menggeliat di bawah mikroskop."Fang Zhe, lihatlah sekelilingmu

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   8. Munculnya rasa suka Erina.

    Tuan Muda Brata menatap Fang Zhe beberapa detik. Tatapan itu penuh campuran emosi, antara marah, malu, dan juga takut yang tidak ingin ia akui.Lorong terasa sangat sunyi. Bahkan suara napas para pengawalnya yang kesakitan terdengar jelas.Ia juga tahu satu hal dengan sangat jelas. Jika pemuda di d

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   7. Tuan muda Brata ketakutan.

    Erina menatap punggungnya beberapa detik. Ia bisa merasakan aura aneh dari pria yang berdiri di depannya itu. Tenang. Stabil. Seolah situasi di lorong ini sama sekali tidak berbahaya. Ia hanya menjawab singkat. “Asal, jangan membunuh.” Sudut bibir Fang Zhe sedikit terangkat. “Itu sudah cukup.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status