共有

20.

作者: Al_Fazza
last update 公開日: 2026-03-20 01:04:38

Tersadar jika ia terus diam masalah akan semakin rumit. Fang Zhe akhirnya mulai berbicara.

“Cukup.”

Satu kata. Tidak keras. Namun cukup dalam. Seolah ada tekanan tak terlihat yang langsung menekan suasana di sekitar mereka.

Seketika Erina dan Irma sama-sama terdiam.

Dan kini, Fang Zhe melangkah maju satu langkah. ia benar-benar berdiri di antara mereka.

“Kalau kalian ingin saling menjatuhkan,” lanjutnya datar, “kalian salah tempat.”

Ia menoleh sedikit ke arah Erina.

“Ini paviliunmu.”

Lalu ke ar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   201. Sistem aneh.

    Pintu logam ruangan itu dihantam terbuka hingga membentur dinding dengan keras. Faiye dan Lei Ba melesat masuk dengan senjata yang setengah terhunus dan ekspresi wajah yang penuh ketegangan. Mereka berdua panik setelah mendengar suara ledakan energi yang dahsyat, disusul oleh makian penuh amarah dari Fang Zhe yang menggema hingga ke luar ruangan. "Tuan Muda! Apakah ada penyusup?!" teriak Lei Ba, matanya menyapu sekeliling ruangan dengan liar, mencari musuh yang mungkin bersembunyi di dalam kegelapan. Namun, tidak ada siapa-siapa di sana. Hanya ada Fang Zhe yang berdiri di tengah ruangan dengan jubah hitam yang masih berkibar pelan sisa gelombang kejut tadi. Hanya saja Urat-urat di pelipisnya menonjol, dan sepasang matanya menyiratkan kekesalan yang begitu mendalam. Memang benar aura yang menguar dari tubuh Fang Zhe kini telah jauh lebih kuat dan padat menandakan ia telah resmi menginjak ranah Pengumpul Roh bintang tiga... Tetapi ekspresinya justru tampak seperti orang yang baru

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   200.

    Fang Zhe menatap reaksi berlebihan dari kedua bawahannya dengan pandangan datar, seolah-olah sumber daya yang sanggup memicu perang di penjara naga hitam itu, tak lebih dari sekadar vitamin penambah stamina biasa. "Kalian berdua, berjaga di luar sekarang," perintah Fang Zhe, suaranya pelan namun mengandung otoritas yang tidak menerima bantahan. "Jangan biarkan siapa pun mendekat atau mengintip ke dalam ruangan ini selama aku menyerap khasiat dua sumber daya ini." "Baik, Tuan Muda!" jawab Faiye dan Lei Ba serentak. Mereka berdua segera mundur dengan langkah cepat, menutup pintu logam ruangan dengan rapat. Di luar, keduanya langsung memasang posisi siaga penuh, melepaskan aura kewaspadaan tertinggi untuk memastikan tidak ada mata-mata faksi lain atau sipir yang berani mendekat. Begitu situasi di luar dipastikan aman, Fang Zhe tidak langsung menyentuh kotak cendana di atas meja. Ia justru memejamkan matanya sejenak, mengalirkan indra spiritualnya ke seluruh penjuru ruangan un

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   199.

    Fang Zhe menatap gulungan bambu giok yang berkilauan di atas meja. Matanya memicing, menganalisis fluktuasi energi spiritual yang menguar samar dari tulisan-tulisan kuno di atasnya. Cairan Sumsum Naga Bumi dan Pil Pemurni Jiwa Sembilan Transformasi. Menurutnya ini sudah cukup. "Ambilkan semuanya untukku," ujar Fang Zhe tanpa keraguan sedikit pun. Suaranya terdengar mutlak, sebuah titah dari seorang pria yang tahu persis apa yang dia inginkan. Li Shian tersenyum lebar, binar matanya memancarkan kepuasan seorang pebisnis yang baru saja memenangkan lotre terbesar dalam hidupnya. "Keputusan yang sangat bijaksana, Tuan Muda Fang Zhe. Mohon tunggu sebentar." Dengan gerakan anggun namun cekatan, Li Shian menggunakan segel giok khususnya untuk memproses transaksi fantastis tersebut. Puluhan kartu ATM di atas meja tersedot saldonya secara masif, meninggalkan angka yang pas untuk menebus dua sumber daya terlarang itu. Tak lama kemudian, Li Shian kembali dengan sebuah kotak kayu cenda

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   198. Penolakan Fang Zhe dari tawaran Li Shian

    Jarak di antara mereka kini begitu dekat. Aroma lembut bunga melati yang menguar dari tubuh Li Shian kembali menyapa indra penciuman Fang Zhe, berpadu dengan kehangatan napas wanita itu yang berembus tipis di udara. Tatapan mata Li Shian yang seindah bintang tampak mengunci penuh selidik, mencoba mencari celah di balik ketenangan wajah pria di depannya. Namun, alih-alih terpesona atau merasa terintimidasi oleh kedekatan yang sengaja diciptakan Li Shian, Fang Zhe justru memundurkan tubuhnya setengah langkah dengan gerakan yang sangat natural. Ekspresi wajahnya mengeras, menjadi begitu dingin dan acuh tak acuh. "Rahasia," jawab Fang Zhe singkat dengan nada suara yang judes dan sangat jutek. "Dan kurasa, bagaimana cara aku berkultivasi sama sekali bukan urusan Toko Sumber Daya Naga Langit." Li Shian sempat terpaku sejenak. Sebagai wanita yang terbiasa dipuja dan dipatuhi oleh banyak kultivator tangguh di penjara ini, respons judes dan penolakan mentah-mentah dari Fang Zhe bena

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   197. Bagi Li Shian Fang Zhe adalah Anomali.

    Li Shian berjalan dengan keanggunan seorang dewi yang terasing di tempat pembuangan, jubah putihnya menyapu lantai kayu spiritual dengan desir halus yang menenangkan. Fang Zhe mengikuti dari belakang, membiarkan jubah hitamnya menyembunyikan setiap riak energi yang bergejolak di dalam meridiannya. Creeek... Klek. Begitu pintu kayu giok ruang kerja pribadi Li Shian tertutup, keheningan mutlak langsung menyelimuti mereka. Ruangan ini dilapisi oleh formasi kedap suara tingkat tinggi, mengisolasi setiap kata yang terucap dari dunia luar yang bising. Li Shian tidak langsung duduk. Ia membalikkan tubuhnya perlahan, melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap lurus ke arah rongga tudung jubah hitam Fang Zhe. Sepasang matanya yang seindah bintang malam berkilat dengan kecerdasan yang mendalam. "Anda bisa melepaskan tudung Anda sekarang... Fang Zhe," ucap Li Shian tenang, suaranya mengalir datar namun sarat akan keyakinan mutlak. Di balik kegelapan tudungnya, sudut bibir Fang

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   196. Li Shian yang cantik, dan Li Yin yang kepo.

    Sreeet... Suara desas-desus yang semula memenuhi ruangan Toko Sumber Daya Naga Langit mendadak hening. Kata-kata yang keluar dari bibir Fang Zhe, meskipun lirih, itu cukup bisa didengar oleh beberapa pelanggan lain. Seketika itu juga, beberapa pasang mata dari para pelanggan kaya yang sedang memilih barang di sudut-sudut toko langsung tertuju padanya. Alis mereka mengernyit serentak, memancarkan kombinasi antara rasa tidak percaya, kebingungan, dan rasa ingin tahu yang membuncah. "Pengumpul Roh? Apakah telingaku tidak salah dengar?" bisik seorang pria paruh baya berjubah brokat merah yang dikenal sebagai saudagar kaya dari luar penjara. "Ranah Pengumpul Roh di dalam Penjara Naga Hitam ini bisa dihitung dengan jari sebelah tangan! Siapa pria berjubah hitam itu? Apakah dia salah satu penguasa blok? Katanya semuanya terbunuh ketika melawan penguasa blok baru itu?" sahut kultivator lain di sebelahnya, menatap punggung Fang Zhe dengan pandangan menyelidik. "Heh, apa dia Fang Z

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   32. JACKPOT

    Fang Zhe mengabaikan tarikan tangan Erina yang gemetar. Ia justru menumpuk chip emas bernilai jutaan dolar itu dengan suara dentingan yang memuaskan telinga."Fang Zhe! Cukup! Jangan dengarkan hasutan ular ini!" teriak Erina, wajahnya kembali memucat. "Satu juta delapan ratus ribu dolar! Kau bisa

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   31. BARU Permulaan!

    Fang Zhe tidak langsung meletakkan chip-nya. Ia membiarkan suasana hening sejenak, membiarkan tatapan remeh dari para penjudi kelas kakap di sekeliling meja menusuk punggungnya. Mata Dewanya juga masih aktif, menangkap getaran frekuensi magnetik yang dimainkan sang bandar di bawah meja. "Baik aku

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   29.

    Fang Zhe berbalik dengan tenang, jubah abunya berkibar pelan seolah-olah ditiup oleh angin beku yang ia ciptakan sendiri.Di belakangnya, Tuan Muda Zhao masih terduduk lemas dengan napas tersengal yang mengeluarkan uap putih, sementara ayahnya, sang Kepala Keluarga, mematung dengan wajah pucat pasi

  • SISTEM GILA MENGUBAHKU JADI DEWA   26. RANAH KULTIVASI!

    Fang Zhe meletakkan cangkir tehnya yang masih mengepulkan uap. Kehangatan cairan itu perlahan mengusir sisa-sisa kristal es yang membeku di dalam pembuluh darahnya. Ia menatap Wali Kota Shange dengan pandangan yang menusuk, seolah sedang menimbang harga dari nyawa yang baru saja ia selamatkan."Sat

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status