Home / Romansa / Saat Aku Salah Membencimu / BAB 38 Rutinitas dan Jatuh Pingsan

Share

BAB 38 Rutinitas dan Jatuh Pingsan

Author: Adw_Canss781
last update publish date: 2026-05-08 11:15:53

Hari-hari berlalu begitu cepat sampai tanpa terasa pertengahan bulan Desember datang. Udara mulai lebih sering turun hujan, tugas kuliah menumpuk, jadwal praktik semakin padat, dan kampus mulai sibuk membicarakan ujian akhir semester yang akan dilaksanakan awal Januari.

Hazel pun ikut tenggelam dalam kesibukannya. Namun kali ini semuanya jauh lebih berat. Usia kandungannya sudah memasuki lebih dari tiga bulan, sekitar empat belas minggu. Dan karena ia mengandung kembar tiga, tubuhnya berubah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 119 Penyelidikan

    Malam di apartemen Lintang terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya. Lampu ruang tengah masih menyala redup. Sedangkan jas kerja yang tadi dipakai laki-laki itu bahkan masih tergeletak begitu saja di sofa. Lintang baru saja selesai mandi. Rambutnya masih sedikit basah. Kaos hitam dan celana training sederhana membuat dirinya terlihat jauh lebih santai dibanding saat di kantor. Namun wajahnya tetap terlihat lelah. Laki-laki itu berjalan pelan menuju dapur kecil apartemennya. Membuka kulkas, mengambil air mineral lalu kembali duduk di sofa sambil memijat pelan tengkuknya sendiri. Saat suasana mulai tenang seperti itu, bayangan wajah Hazel tadi sore kembali memenuhi pikirannya. Bagaimana perempuan itu menangis diam-diam di bangku taman. Bagaimana dirinya gemetar saat bicara soal perceraian. Bagaimana matanya terlihat benar-benar bingung dan kehilangan arah. Lintang mengembuskan napas panjang pelan. Kepalanya mendongak menatap langit-langit apartemen. Dadanya masih terasa berat samp

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 118 Berbeda

    Hazel masih duduk diam setelah mendengar penjelasan panjang Lintang tadi. Kepalanya terasa penuh, dirinya bahkan tidak pernah benar-benar berani memikirkan perceraian sejauh itu. Yang ada di pikirannya hanya bertahan, menjalani hari demi hari dan melewati semuanya sendirian sambil berharap keadaan membaik sendiri. Namun sekarang untuk pertama kalinya hidup Hazel terasa seperti memiliki arah lain, meski tetap menakutkan. Tangannya masih saling menggenggam erat di atas pangkuan. Sedangkan matanya terus sesekali mengarah ke anak-anak di depan sana. Leyan kembali heboh karena belalang yang ditangkapnya meloncat ke rambut sendiri. Sedangkan Liana sampai memegangi perut. Lintang berdiri sambil menghela napas kecil melihat dua adiknya terlalu ribut. Pemandangan kecil itu membuat mata Hazel kembali memanas. Semua yang dirinya lakukan selama ini selalu berakhir pada anak-anak. Lintang memperhatikan perempuan itu cukup lama. Semakin dirinya melihat Hazel, semakin kuat keinginannya untuk bena

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 117 Bukan Perempuan Buruk

    Hazel benar-benar merasa dirinya seperti sedang ditelanjangi sekarang. Duduk di bangku taman itu dadanya terasa penuh sesak. Tangannya masih menutupi sebagian wajahnya. Bahu kecilnya sedikit bergetar menahan tangis. Sedangkan Lintang duduk diam di sebelahnya. Laki-laki itu tidak menyela dan tidak mendesak. Tatapannya hanya tertuju pelan ke arah Hazel, yang membuat pertahanan Hazel semakin runtuh. Dirinya sadar satu hal yang sangat menyakitkan. Ternyata selama ini anak-anaknya jauh lebih tahu tentang dirinya daripada yang ia kira. Bahkan orang baru seperti Lintang, malah mengetahui banyak hal yang selama ini mati-matian Hazel sembunyikan sendiri. Hazel perlahan menurunkan tangannya dari wajah. Matanya merah, pipinya basah oleh air mata. Tatapannya langsung jatuh ke arah tiga anak kecil di depan sana. Leyan sekarang duduk di rumput sambil sibuk menghitung belalang mereka. Sedangkan Liana terus berbicara tanpa henti sambil menunjuk-nunjuk wadah plastik kecil itu. Lintang kecil dudu

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 116 Takut

    Pertanyaan kecil dari Hazel membuat Lintang perlahan diam. Angin sore kembali berembus pelan melewati taman. Suara anak-anak masih terdengar samar di kejauhan. Leyan sekarang sibuk berlari sambil membawa wadah belalang mereka. Sedangkan Liana mengejar dari belakang sambil tertawa kerasn dan seperti biasa Lintang kecil tetap mengawasi dua adiknya sambil berjalan lebih tenang. Namun di bangku taman, suasananya kembali berat. Hazel masih menatap Lintang pelan. Matanya sudah tidak setegang tadi. Kini lebih banyak rasa penasaran dan iba di sana. “Apa mas… gak coba cari orangnya?” Suaranya lembut sekali. Tidak menghakimi hanya bertanya tulus. Lintang langsung tersenyum kecil samar namun senyum itu terlihat getir. Laki-laki itu menunduk sebentar sambil mengusap jemarinya sendiri pelan. “Cari?” Ia mengulang kata itu lirih. Lalu perlahan menggeleng kecil. “Awalnya… saya terlalu pengecut buat nyari dia.” Hazel langsung diam mendengarkan. Tatapan Lintang kosong mengarah ke rerumputan taman

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 115 cerita Lintang

    Suasana taman mulai sedikit lebih teduh. Matahari sore perlahan turun, membuat cahaya keemasan jatuh di rerumputan dan area bermain anak-anak. Di depan sana, Leyan kembali berteriak heboh karena belalang yang ditangkapnya meloncat ke baju sendiri. Sedangkan Liana tertawa sampai membungkuk sambil menunjuk wajah panik saudaranya dan seperti biasa Lintang kecil berdiri sambil menghela napas kecil melihat dua adiknya terlalu ribut. “Makanya jangan ditempel ke baju.” ucapnya datar sambil mengambil belalang itu pelan. Namun di bangku taman suasananya terasa jauh lebih sunyi. Hazel masih memegang kartu nama pemberian Lintang Aksara Narendra di tangannya. Tatapannya beberapa kali jatuh ke arah laki-laki itu. Karena semakin lama berbicara semakin dirinya merasa ada sesuatu yang sangat berat disimpan oleh Lintang. Sedangkan Lintang sendiri duduk diam beberapa detik. Tatapannya kosong mengarah ke depan. Lalu perlahan laki-laki itu kembali bicara. “Mungkin… orang lain yang lihat saya…” Lint

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 114 Masalah Luka

    Hazel masih diam setelah ucapan Lintang tadi. Tatapannya kosong mengarah ke rerumputan taman. Namun jelas sekali pikirannya sedang kacau. Tangannya masih saling menggenggam erat di atas pangkuan. Sampai jemarinya terlihat sedikit memutih.Sedangkan di depan sana, suara anak-anak masih terdengar riuh. Leyan kembali berteriak heboh karena berhasil menangkap belalang lain. Sedangkan Liana melompat-lompat sambil tertawa. Sementara seperti biasa Lintang kecil berdiri paling tenang di antara keduanya. Pemandangan hangat itu justru membuat dada Hazel makin sesak. Karena semakin dirinya melihat anak-anak, semakin besar rasa takut yang selama ini ia tekan sendiri.Lintang perlahan mengembuskan napas panjang. Lalu laki-laki itu menoleh sedikit ke arah Hazel. Tatapannya jauh lebih lembut sekarang. “Saya gak bermaksud mojokin kamu.” Suara Lintang rendah dan tenang, tidak ada nada memaksa sedikit pun.Hazel perlahan mengangkat wajahnya. Matanya masih merah dan basah.Sedangkan Lintang duduk dengan

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 42 Surat Cuti dan Tentang Bayu

    Seminggu kemudian, kampus memang sudah resmi libur. Koridor tidak lagi seramai biasanya, sebagian besar mahasiswa sudah pulang ke rumah masing-masing. Tapi tidak dengan mahasiswa tingkat akhir seperti Lintang dan teman-temannya. Mereka masih sering datang ke kampus. Proposal skripsi, bimbingan dan

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 40 Amarah Kevin

    Kevin tidak langsung pergi. Ia masih berdiri di depan rumah Hazel, tepat di samping mobilnya. Pagar rumah itu sudah tertutup. Hazel tadi sempat menoleh sekali sebelum masuk, lalu perlahan menghilang di balik pintu. Kevin tetap diam di tempat menunggu. Beberapa detik kemudian lampu ruang tamu meny

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 37 Deja Vu dan Sensitif Bau

    Hazel dan Miranti berjalan keluar dari warung. Sebelum benar-benar pergi, Lintang sempat mendengar suara Hazel. “Ibu... aku mau beli es krim sama biskuit dulu.” Langkah Hazel dan Miranti semakin menjauh. Tapi entah kenapa, kata-kata itu tertinggal di kepala Lintang. 'Es krim.' Tangannya yang se

  • Saat Aku Salah Membencimu   BAB 30 Kembali Ke Jakarta

    Sepanjang perjalanan pulang dari klinik, mobil terasa jauh lebih sunyi dari sebelumnya. Hazel duduk di kursi penumpang sambil memeluk tasnya erat. Tatapannya lurus ke luar jendela, tapi pikirannya jauh di mana-mana. Ia masih tidak percaya, tiga janin, tiga detak jantung kecil yang tadi pagi ia deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status