共有

Bab 35

作者: Rana Semitha
last update 公開日: 2025-04-02 17:03:34
Bab 35

Wang Tian Xin menjura. “Tian Xin menyapa Lingling jiejie.”

Wang Lingling memegang bahu Wang Tian Xin dan memintanya kembali duduk.

Pemuda itu mengangguk dan kembali duduk. Pandangannya menatap kedua orang itu bergantian.

“Selama ini kalian saling menyapa?”

Wang Lingling mendengus. “Kami hanya saling mengenal. Dia bahkan sudah sepuluh tahun tidak mengunjungiku.”

Qin Guan menggelengkan kepalanya pelan, tersenyum tipis sebelum berbicara. “Aku hanya ingin kalian tetap aman.”

Kini giliran Wan
Rana Semitha

Hallo... maaf karena beberapa hari kemarin tidak ada kabar. Laptop yang saya pakai tidak bisa tersambung ke internet sejak beberapa hari.

| 1
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru dan penasaran
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Sang Naga Bumi   Bab 57

    Bab 57Malam itu, kesunyian kediaman Keluarga Qin hanya dipecahkan oleh suara kayu bakar yang berderak di perapian. Di ruang tengah yang terbuka ke arah taman dalam, Qin Guan duduk berseberangan dengan Wang Tian Xin. Aroma lembut dari teh krisantimum mengepul dari cangkir mereka, memberikan sedikit ketenangan di tengah hawa dingin yang menusuk tulang.Tian Xin menatap uap tehnya dengan saksama, sebelum akhirnya mengangkat wajah. Matanya yang tajam menatap luka di pinggang kakaknya yang tersembunyi di balik jubah tidur yang longgar."Ge," suara Tian Xin berat, "Daftar pengawal yang dibawa Menteri Li memang berisi veteran, tapi mereka adalah tentara. Mereka terbiasa dengan medan perang terbuka, bukan serangan gelap dari orang-orang seperti Naga Hitam atau pengikut Ouyang Mu."Ia meletakkan cangkirnya dengan bunyi denting pelan. "Izinkan aku ikut. Aku tidak perlu ada di dalam daftar resmi. Aku bisa bergerak sebagai bayangan di antara pepohonan atau menyelinap di barisan belakang. Jika se

  • Sang Naga Bumi   Bab 56

    Bab 56Langkah kaki mereka menuruni ribuan anak tangga Bukit Bunga Matahari terasa lebih ringan meski beban di pundak Qin Guan semakin nyata. Sepanjang perjalanan pulang, Mei Ling lebih banyak terdiam, jemarinya sesekali menyentuh lengan mantel bulunya, masih berusaha memproses pertemuan ajaib dengan Lu Yuan.“Kita pulang sekarang,” ucap Qin Guan tenang. Dia tahu jika pertemuan antara Mei Ling dan Lu Yuan membuat gadis itu sedikit gelisah. Meneruskan perjalanan ini tidak akan membuat kondisi gadis itu membaik.Mereka berdua menunggangi sepasang kuda putih yang tertambat di kaki bukit dan kembali menuju ibukota.Setibanya di kediaman Keluarga Qin, hari sudah beranjak sore. Wang Lingling sudah berdiri di pelataran dengan wajah yang tidak bisa dikatakan ramah."Bagus sekali," sindir Lingling saat melihat kakaknya turun dari kuda. "Jenderal Pemberani kita baru saja mendaki bukit dan berkuda keliling kota dengan luka yang jahitan luarnya baru saja diperbaiki semalam. Apa kau ingin aku seka

  • Sang Naga Bumi   Bab 55

    Bab 55Qin Guan terdiam sejenak mendengar peringatan tajam dari Lu Yuan. Suasana di pelataran kuil yang tadinya tenang mendadak terasa berat, seolah udara musim dingin di puncak bukit itu membeku lebih cepat.Qin Guan melangkah maju, berdiri tepat di samping Mei Ling, lalu secara alami meletakkan tangannya di bahu gadis itu, sebuah gerakan protektif yang tenang namun penuh wibawa."Pendeta Lu," suara Qin Guan rendah namun berwibawa, "Aku menghormati masa lalumu dengan Mei Ling, dan aku memahami kekhawatiranmu. Dunia persilatan mungkin mengenalmu sebagai pendekar yang telah mati, tapi dunia militer mengenalku sebagai seseorang yang tidak pernah meninggalkan apa yang ia lindungi."Qin Guan menatap Mei Ling sejenak, sorot matanya yang tajam melembut hanya untuknya."Aku tahu bayang-bayang yang mengikutiku. Aku tahu Naga Hitam dan intrik istana bukanlah lawan yang mudah. Tapi perlu kau ketahui ..." Qin Guan kembali menatap Lu Yuan dengan tatapan tak tergoyahkan, "... Mei Ling bukan sekada

  • Sang Naga Bumi   Bab 54

    Bab 54Mei Ling perlahan memutar tubuhnya. Jantungnya berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Di depannya, berdiri seorang pria dengan pakaian pendeta yang sedikit lebih tebal, namun bekas luka panjang di pelipis kirinya tidak bisa menyembunyikan identitas aslinya."Kakak Lu ... Lu Yuan?" suara Mei Ling bergetar, nyaris tidak terdengar.Pria itu tersenyum pahit. "Aku tidak menyangka akan melihatmu di sini, Mei Ling. Dunia ini benar-benar sempit, atau mungkin Dewa memang ingin aku melihatmu sekali lagi sebelum aku benar-benar melupakan masa lalu."Mei Ling menutup mulutnya dengan tangan. Ingatannya kembali ke dua tahun lalu, sebuah misi pengawalan di perbatasan barat yang berakhir menjadi pembantaian. Mereka terjebak dalam badai salju dan serangan mendadak dari kelompok bandit bayaran. Saat itu, Lu Yuan mendorong Mei Ling ke dalam celah tebing untuk menyelamatkannya, sementara pria itu sendiri tersapu oleh longsoran salju bersama para pengejarnya."Bagaimana bisa?

  • Sang Naga Bumi   Bab 53

    Bab 53“Kuil?” Mei Ling mengerutkan keningnya, tidak menyangka jika Qin Guan memiliki sisi religius seperti ini.Qin Guan mengangguk. Tatapannya melembut, seolah sedang menantikan sesuatu yang sangat dia rindukan. “Besok adalah tugas yang cukup berbahaya, aku ingin berdoa agar Dewa memberkatiku.”Setelah itu, Mei Ling tidak bertanya lebih jauh. Keduanya memacu kuda dengan lebih cepat. Kuil Bunga Matahari berada di puncak bukit Bunga Matahari.“Kita akan segera sampai,” ucap Qin Guan ketika mereka sampai di kaki bukit.“Kudanya tetap di sini?”Qin Guan mengangguk pelan. “Kita harus jalan kaki.”“Baiklah.”Kuda-kuda itu tidak bisa membawa mereka hingga puncak bukit. Mereka harus mengikat kuda itu di kaki bukit dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Ada ribuan anak tangga batu yang tersusun begitu rapi. Qin Guan menggenggam tangan Mei Ling dan membawanya hingga puncak bukit.Ada kehangatan yang menjalar di hati Mei Ling. Sesuatu yang dia rasakan hanya jika sedang bersama Qin Gu

  • Sang Naga Bumi   Bab 52

    Bab 52Suara Bibi Guo bergetar, dia tidak menyangka jika pemuda yang selama ini menjadi langganannya adalah salah satu orang yang paling terkenal di Ibukota. Dia buru-buru bangkit dan memberi hormat.“Maaf karena kelancangan hamba.”Qin Guan menghela napas panjang. “Bibi Guo, apa-apaan ini? Duduklah.”Bibi Guo tidak bergerak dari tempatnya. Qin Guan akhirnya bangkit dan menyentuh pundak Bibi Guo. “Duduklah. Bersikaplah seperti biasa. Itu akan membuatku nyaman.”Bibi Guo tampak ragu. Dia masih menunduk karena takut dianggap tidak hormat. “Bagaimana bisa hamba melakukannya?”“Kenapa tidak?”“Anda adalah Jendral Pemberani, sosok yang sangat disegani oleh seluruh Rakyat Yin.”Qin Guan menarik napas panjang. Identitas Jendral Pemberani memang terlalu mengerikan untuk dibuka. “Kau mengatakan apa tadi? Jendral Pemberani? Nama kami memang sama, tetapi aku bukan dia.”“Be … benarkah?”Qin Guan mengangguk, berusaha meyakinkan. “Aku hanya orang biasa. Jangan berlebihan.”Suasana menjadi canggung

  • Sang Naga Bumi   Bab 7

    Bab 7Sebuah belati kecil melesat menuju tempat Mei Ling berdiri. Qin Guan yang baru saja mendaratkan tubuhnya, kembali menjejakkan kaki dan melompat ke arah Mei Ling.“Terlalu jauh ….”Dia berniat untuk menangkis serangan tersebut, tetapi sapuannya tidak cukup cepat. Pisau tersebut bergerak lebih

  • Sang Naga Bumi   bab 6

    Bab 6Suara derap langkah kuda yang mendekat membuat Qin Guan seketika waspada. Dia segera menyambar pedang yang dia letakkan di samping api unggunnya dan bersiaga. Dia menajamkan pandangannya dan memperhatikan sekeliling.Ekspresi Qin Guan berubah serius ketika menyadari arah tamu tak diundang itu

  • Sang Naga Bumi   Bab 5

    Qin Guan mengepalkan tangannya dengan erat. Kelompok ini menghancurkan sebuah Sekte hanya untuk kitab pusaka, mereka benar-benar serakah. "Apa kitab itu benar di wilayah Sekte?" Salah satu orang mengangguk. "Menurut informasi yang aku dapat, Lin Tian membawa kitab itu bersamanya. Dia sudah masuk

  • Sang Naga Bumi   Bab 4

    Kotak kayu itu terbuka, terlihat sebuah pedang berwarna putih yang mengeluarkan hawa dingin. Sarung dan badan pedang itu terpisah, di bagian badan pedang terukir tiga karakter yang berarti pedang musim dingin. Wang Jiang melihat sebuah tulisan di dalam kotak kayu. "Jangan pergi sebelum mengambil

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status