แชร์

Bab 101

ผู้เขียน: Langit Berawan
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-10 20:46:34

"Satrio, energimu semakin besar, namun hatimu semakin dingin. Kamu mulai memperlakukan wanita bumi seperti mainan," tegur Putih lembut di atas ranjang. Suaranya tidak meledak-ledak penuh kemarahan, melainkan berbisik halus, bergetar langsung di dalam gendang telinga dan lubuk jiwa Satrio.

Satrio terdiam. Ia tidak mampu menyangkal kata-kata itu. Bayangan wajah Adirah yang menangis ketakutan, Maya yang tersenung licik setelah menghancurkan Dokter Manda, serta Selina yang memohon kepastian dengan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 130.

    Hati Sisilia terasa sangat panas terbakar api cemburu yang teramat sangat. Pengaruh mistis liontin giok telah merusak seluruh akal sehatnya, memicu obsesi gila yang tidak bisa ia kendalikan lagi. Ia menatap tajam ke arah kerumunan wanita yang mengelilingi Satrio dengan pandangan penuh kebencian.Sisilia melirik suaminya, Darma, yang masih sibuk tertawa bersama kerabatnya yang lain di atas pelaminan untuk persiapan foto. Waktunya sangat sempit. Sebelum sesi foto keluarga selesai dan sebelum Debby kembali ke sisi Satrio, Sisilia harus bergerak.Jemari Sisilia meremas tas tangan kecilnya dengan kuat. Pikirannya berputar hebat, menyusun taktik kilat. "Aku tidak peduli dengan apa pun lagi," bisik Sisilia di dalam hatinya dengan napas yang memburu. "Aku harus memisahkan Satrio dari wanita-wanita murahan itu. Aku harus membuat Satrio bersamaku dan memuji kecantikanku malam ini. Walaupun hanya untuk satu menit di pesta ini, aku harus mendapatkannya!"Dengan tekad yang sudah bulat dan mata yan

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 129

    Ketegangan yang tak kasat mata kini mulai merayap di sela-sela denting gelas kristal dan obrolan formal para tamu VIP. Satrio, yang masih berjalan dengan langkah tegap di samping Debby, dapat merasakan puluhan pasang mata wanita sedang menguliti punggungnya. Pusaran asmara yang diciptakan oleh kekuatan mistis liontin giok di dadanya benar-benar telah membuat atmosfer ballroom mewah itu menjadi medan pertempuran emosi yang sunyi namun membara.Di sudut lain area VIP, tepat di barisan meja bundar khusus keluarga besar Prambudi, sosok Sisilia duduk dengan tubuh yang kaku. Wanita sosialita bertubuh sintal itu mengenakan dress malam terbaiknya malam ini—sebuah gaun mahakarya desainer papan atas berwarna hitam legam dengan taburan payet berkilau yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sangat sempurna. Potongan leher gaunnya yang rendah sengaja dirancang untuk memamerkan kulit leher dan dadanya yang seputih pualam, sebuah penampilan yang sudah ia persiapkan sejak jauh-jauh hari khusus demi memika

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 128

    Satrio mengulas senyuman yang sangat hangat dan teduh, senyuman palsu yang dikemas dengan begitu rapi hingga tampak seperti ketulusan yang nyata. Ia mengulurkan kedua tangan kokohnya, menangkup kedua pipi lembut Debby dengan gerakan yang sangat protektif, lalu menghapus sisa air mata yang sempat menetes di pipi mulus gadis itu menggunakan ibu jarinya."Debby, dengarkan aku," ucap Satrio dengan suara rendah, berat, dan tenang yang seketika memberikan efek menenangkan pada jiwa Debby yang sedang bergejolak. "Aku sangat menghargai dan memahami setiap jengkal perasaanmu. Kamu adalah wanita yang sangat luar biasa dan berharga bagi jas yang kupakai malam ini."Debby menahan napas, matanya berbinar penuh harap menanti kalimat selanjutnya."Pesta malam ini adalah malam milik Kak Aizar dan Mbak Furi, kita tidak boleh mencuri panggung kebahagiaan mereka dengan pengumuman hubungan kita sekarang," lanjut Satrio dengan alasan yang sangat masuk akal, menolak secara halus tanpa sedikit pun menyakiti

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 127

    Kemegahan Grand Ballroom Hotel Ritz-Carlton malam itu benar-benar merepresentasikan kelas sosial tertinggi di ibu kota. Ribuan lampu kristal yang menggantung di langit-langit aula besar memancarkan cahaya keemasan yang berkilau, memantul sempurna pada gaun-gaun malam mewah dan setelan tuksedo para tamu undangan. Alunan musik orkestra simfoni mengalun lambat, memenuhi setiap sudut ruangan dengan atmosfer yang sangat elegan dan berkelas.Satrio berdiri di dekat pilar marmer besar di area VIP, memegang sebuah gelas berkilau berisi minuman soda dingin. Penampilannya malam ini benar-benar mencuri perhatian banyak orang. Ia mengenakan setelan tuksedo hitam pekat yang melekat sempurna pada tubuh tegapnya, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi kupu-kupu yang rapi. Pakaian itu adalah setelan jas mewah yang dikirimkan oleh Debby secara khusus ke unit apartemennya beberapa hari lalu.Sebagai eksekutif muda yang baru saja menerima bonus saham fantastis setelah meruntuhkan Trust Corp, Satr

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 126

    "Satrio, tunggu sebentar. Ini jalan ke arah mana lagi? Kenapa kita malah berbelok ke arah deretan gedung tinggi?" tanya Ningrum, suaranya dipenuhi keheranan yang amat sangat saat sedan mewah inventaris kantor itu melambat di sebuah persimpangan besar.Sepasang mata bulat milik gadis desa itu menatap bingung ke luar jendela. Hari sudah benar-benar gelap, dan lampu-lampu jalanan ibu kota telah menyala benderang. Jalur yang mereka lewati saat ini dipenuhi oleh jajaran gedung pencakar langit yang megah, sangat bertolak belakang dengan jalanan sempit berdebu menuju area pemukiman padat tempat kontrakan sederhananya berada.Satrio memutar kemudi dengan santai, mengarahkan moncong mobilnya memasuki lobi sebuah gedung apartemen menara kembar yang sangat eksklusif. "Kita tidak langsung pulang ke kontrakannmu, Ning. Aku ingin membawamu mampir sebentar ke tempat tinggalku saat ini," jawab Satrio tenang sembari menghentikan mobil tepat di depan pintu masuk lobi yang dijaga oleh beberapa petugas k

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 125

    Matahari sore meredup, menyisakan semburat warna jingga yang memantul di kaca depan sebuah mobil sedan mewah. Di depan gerbang sebuah pabrik tekstil yang padat, ratusan buruh mulai berhamburan keluar setelah bel tanda berakhirnya jam kerja berbunyi nyaring. Di antara kerumunan pekerja yang tampak lelah, sosok Ningrum berjalan perlahan dengan tas kain sederhana di pundaknya. Satrio yang sejak tadi menunggu segera mengarahkan kendaraannya mendekat, lalu menurunkan kaca mobil sembari memberikan isyarat agar gadis desa itu segera masuk. Kehadiran mobil mewah di depan pabrik tersebut seketika mencuri perhatian puluhan mata memandang, membuat beberapa rekan kerja Ningrum berbisik penuh rasa ingin tahu dan kagum.Ningrum bergegas membuka pintu dan duduk di samping Satrio, wajahnya tampak sedikit memerah karena merasa menjadi pusat perhatian. "Maaf ya, Satrio, kalau membuatmu menunggu lama. Tadi antrean absen pulangnya agak panjang," ucap Ningrum sembari merapikan anak rambutnya yang sediki

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 47

    "Kenapa melamun, Satrio? Pak Aizar paling tidak suka orang yang lambat. Sebaiknya kamu segera naik ke lantai atas sekarang," sindir Selina. Suaranya terdengar sangat renyah, dipenuhi kepuasan karena berhasil menjebak pemuda magang yang selama ini selalu tampak tenang itu.Satrio tidak menjawab. Den

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 6

    "Luar biasa... Rio, kamu..." Tante Inet seolah kehilangan kata-kata. Ia berlutut di depan Satrio, tangannya yang dingin perlahan meraih dan menggenggam milik Satrio. Ia belum pernah melihat milik lelaki yang begitu gagah dan menegang kuat seperti milik Satrio, apalagi dalam jarak sedekat ini. Getar

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 5

    Satrio mematung. Napasnya memburu, namun bukan karena gairah, melainkan karena syok. Miliknya yang tadi menegang hebat kini terasa ngilu karena interupsi yang mendadak. Ia menatap pintu dengan ngeri, seolah-olah Tante Inet bisa melihat apa yang baru saja ia lakukan melalui serat-serat kayu pintu ka

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 36

    Godaan demi godaan dari para wanita di kafe itu mulai bermunculan secara bergantian, membuat telinga Adirah terasa panas. Beberapa remaja di meja sebelah kanan sengaja tertawa kencang sambil berulang kali melirik Satrio, bahkan salah satu dari mereka sengaja menjatuhkan sapu tangan ke lantai dekat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status