Share

53- Sesuai Selera.

Author: A Yunisa
last update publish date: 2026-09-12 23:59:28

Anastasia tertegun.

Jasper melihat wajahnya dan berkata lebih pelan, "Kakakmu seorang rakyat biasa yang ingin mendapatkan gelar bangsawan. Dia punya banyak kekayaan, tetapi kekayaan itu juga membuat banyak orang memperhatikannya."

Anastasia mengepalkan tangannya.

"Jika seseorang ingin menjatuhkan Ansel, mereka tidak perlu melakukan banyak hal. Cukup buka beberapa catatan perdagangannya. Periksa dari mana senjata-senjata itu berasal. Periksa jalur barang yang dia gunakan."

Wajah Anastasia perlah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   74- Berharap Pada Suamimu?

    Tidak ada lagi yang dikatakan Jasper, ia hanya berdiri di sana seolah tidak percaya bahwa kata-kata itu benar-benar keluar dari mulut Anastasia.Namun Anastasia tidak menarik kembali ucapannya. Ia sudah terlalu lama menahan semuanya.Jasper akhirnya berbalik dan meninggalkan kamar.Pintu tertutup perlahan.Begitu ia benar-benar pergi, lutut Anastasia kehilangan kekuatannya. Tubuhnya merosot ke lantai di sisi ranjang. Tangannya buru-buru menarik gaun yang robek untuk menutupi tubuhnya, lalu ia menyandarkan punggung pada ranjang.Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh tanpa bisa dihentikan.Anastasia menundukkan kepala. Tangannya menggenggam erat kain gaunnya yang koyak, seolah sedang berusaha mengumpulkan kembali sisa harga dirinya yang terasa telah dihancurkan di hadapan orang yang seharusnya melindunginya.Bahu Anastasia bergetar.Ia tidak menangis karena Jasper pergi. Ia menangis karena untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar kehilangan harga dirinya sebagai seorang

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   73- Aku Masih Suamimu.

    Mary membelalak."Anastasia!""Aku serius."Anastasia menatap Jasper."Setelah kita bercerai, Anda bisa menikahi Mary secara resmi. Dia tidak perlu lagi merasa terganggu dengan keberadaanku, dan aku juga tidak perlu terus berada di antara kalian."Jasper membeku. Ia jelas tidak menyangka Anastasia akan mengucapkan hal itu dengan begitu mudah. Anastasia kemudian melanjutkan dengan suara tetap tenang."Kalian berdua bisa hidup bahagia tanpa seorang pengganggu seperti saya."Mary justru menjadi orang pertama yang bereaksi."Baron, setujui saja. Wanita seperti ini memang tidak tahu diri."Jasper menoleh tajam kepadanya. Mary masih belum menyadari bahwa ucapannya justru membuat suasana semakin buruk."Dia sudah tidak menghormatimu sebagai suaminya. Untuk apa mempertahankan wanita seperti itu?"Jasper membuka mulut. Namun sebelum sempat menjawab, suara dingin terdengar dari belakang mereka."Mary."Semua orang menoleh.Nyonya Tua Silas berdiri di ujung koridor. Wajahnya tidak menunjukkan ke

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   72- Istri Sah.

    Tatapan Lior tidak berubah, Anastasia merasa pria itu sedang memperhatikannya lebih lama dari sebelumnya."Kenapa?"Anastasia mengerutkan kening."Kenapa apa?""Kenapa kau ingin membantuku?"Pertanyaan itu membuat Anastasia kembali diam.Ia sebenarnya bisa memberikan banyak alasan. Karena Jasper menginginkannya mati. Karena Lior mungkin tidak bersalah. Karena keberadaannya berkaitan dengan rencana Jasper. Karena Ansel mungkin bisa mendapatkan keuntungan jika Lior selamat.Tetapi entah mengapa, tidak satu pun jawaban itu terasa tepat untuk dikatakan sekarang."Karena saya tidak ingin melihat seseorang mati hanya karena saya tahu ada cara untuk menyelamatkannya." Jawab Anastasia.Lior tidak menjawab. Ia hanya menatap Anastasia beberapa saat, lalu kembali melangkah dan Anastasia mengikutinya."Jangan membicarakan tempat itu kepada siapa pun." Ucap Lior akhirnya.Anastasia sedikit terkejut."Yang Mulia?""Aku akan mempertimbangkannya.""Anastasia."Anastasia mengangkat wajah.Lior menoleh

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   71- Bagaimana Jika Tidak Disini?

    Mereka meninggalkan kandang babi dan berjalan kembali menuju bangunan utama. Haret masih berada beberapa langkah di belakang mereka sambil membawa babi yang tadi dipilih oleh para pengurus. Sesekali hewan itu meronta dan membuat Haret harus menarik talinya lebih kuat.Setelah berjalan cukup jauh dari kandang, Haret akhirnya bertanya,"Yang Mulia, babi ini harus saya bawa ke mana?"Lior tidak berhenti berjalan. Ia hanya melirik sekilas ke belakang,"Bawa pergi."Haret mengernyit. "Ke mana?""Ke tempat orang-orang yang membutuhkan."Langkah Haret sedikit melambat. Anastasia yang berjalan di sisi Lior juga menoleh kepadanya."Ada banyak keluarga miskin yang bahkan tidak memiliki cukup makanan untuk hari ini. Berikan kepada mereka." Ucap Lior lagi.Haret terdiam beberapa saat. Ia tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya memilih menyampaikan kekhawatirannya."Kalau sampai diketahui bahwa babi itu berasal dari kediaman Baron, bukankah masalahnya justru akan bertambah?"Anastasia men

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   70- Menyingkirkan Masalah.

    Para pengurus segera bergerak setelah menerima perintah Anastasia. Saat perhatian mereka teralihkan, Anastasia diam-diam mengeluarkan sisa makanan dari kantong di balik gaunnya dan memasukkannya ke tempat makan babi.Beberapa babi langsung mendekat dan melahapnya. Anastasia membeku. Ia tahu babi bisa memakan hampir apa saja, tetapi tetap saja melihat makanan yang sebelumnya disiapkan untuk Lior disantap oleh babi membuat perutnya terasa mual."Wah..."Anastasia segera memalingkan wajah. Rasa mual naik begitu cepat sampai ia harus menutup mulut dan membungkuk sedikit. Setelah beberapa saat, ia akhirnya muntah di sisi kandang.Ia mengusap bibirnya dengan sapu tangan dan menghela napas panjang."Menjijikkan..."Ia tahu makanan itu sebenarnya tidak berbeda dengan makanan lain. Ia juga tahu tidak ada alasan untuk merasa jijik hanya karena babi memakannya. Namun, melihatnya secara langsung adalah hal yang berbeda.Anastasia menarik napas beberapa kali sampai rasa mualnya berkurang.Setelah

  • Sembunyi, Duke! Suamiku Datang   69- Tidak Meragukan Keputusan.

    Anastasia menunduk sebentar, tapi bukan karena malu. Ia hanya sedang menahan napas.Baru sekarang ia menyadari bahwa aroma dari kantong makanan yang disembunyikannya memang mulai tercium. Dan Mary, dengan hidungnya yang terlalu peka terhadap kesempatan untuk menghina orang lain, telah menemukannya lebih cepat daripada yang ia duga.Anastasia mengangkat wajah kembali. Tatapannya tenang, tetapi ada sesuatu yang berubah di dalamnya."Begitu rupanya."Mary mengangkat alis."Apa?"Anastasia memandangnya sejenak."Aku kira kau sedang membicarakan sesuatu yang penting."Senyum Mary perlahan menghilang. Anastasia melanjutkan langkahnya melewati wanita itu, seolah percakapan tersebut sudah selesai. Namun, setelah melewati beberapa anak tangga, ia berhenti dan menoleh sedikit."Oh, Mary."Mary menatapnya dengan wajah tidak senang dan Anastasia tersenyum tipis."Kalau kau benar-benar merasa terganggu dengan baunya, sebaiknya jangan terlalu dekat."Mary mengerutkan dahi. Anastasia menatap perut w

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status