ログインDania Regita, seorang dokter spesialis anak yang memiliki paras cantik dan hati baik. Namun, siapa sangka, ujian hidup menerpanya secara bertubi-tubi. Wanita berusia dua puluh delapan tahun yang akrab disapa dokter Dania itu, dikejutkan dengan sebuah kenyataan. Suami yang sangat ia cintai, ternyata telah berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Dania tak pernah menaruh kecurigaan apapun, ia selalu bersikap baik kepada sepupunya bahkan Dania juga pernah memberikan tumpangan tempat tinggal untuk sepupunya yang bernama Lila Sulistianii. Bagaikan memelihara ular di rumah sendiri, sepupu yang ia berikan belas kasihan, ternyata malah menyebar racun untuknya. Yang lebih menyakitkan lagi, Dania baru mengetahui perselingkuhan suaminya yang bernama Hadi Prayoga dengan Lila, setelah mereka mempunyai seorang anak. Hati Dania hancur, dunianya runtuh, langkah kakinya tak lagi terasa menginjak tanah. Dania memutuskan ingin berpisah dengan Hadi, namun pria itu malah memberikan tekanan dan ancaman yang membuat Dania seakan terjebak di dalam labirin. Apakah Dania akan terbebas dari ancaman Hadi dan berhasil meninggalkan pria itu? Atau, Dania malah tetap bertahan di dalam pernikahannya meskipun beribu sembilu telah menggores jiwanya?
もっと見るTalia’s POV
For three years of marriage, I have been hiding the truth from my alpha husband—I am the daughter of the Alpha King, rather than the omega he knows me to be.
The drums thundered through the clearing as torches lit the night sky. I stood at the center of it all, cloaked in silver and pride, watching the gates with a heart full of hope.
Jason was finally home after a brutal war. As Luna, I’d spent days making sure every detail was perfect tonight, from the linens to the floral centerpieces. I even assisted the omegas with the cooking just to make sure everything was just right.
A month ago, the almighty Alpha King sent Jason to eliminate the rogue wolves at the border of our pack grounds.
Some people might think it’s a bad thing, but I know what it really was. It was good, my dad is slowly coming to accept him. He is giving him more responsibilities to see if he can handle the truth that he married his daughter.
The pride I feel for Jason is indescribable. Finally, everything is falling into place and my dad will recognize that there is no better mate for me than him.
I waited patiently, smiling as I imagined the surprise on his face when I finally had the opportunity to confess everything to him.
“The Shadowclaw Pack welcomes home its future heir!” Jason’s voice rang out, commanding.
The cheers rose instantly. I blinked, confused, until I saw her.
Viki Mayers.
Clinging to his arm like she’d always belonged there. Her dress hugged a gently swollen belly, and Jason’s hand… settled there, proudly.
“This is Viki, our top warrior’s daughter,” he said, turning to face me. “And she’s carrying my pup.”
Gasps rippled. My vision blurred.
My mate. My Alpha. The man I had waited for… had returned to me with another woman carrying his pup.
And Jason didn’t even have the decency to tell me beforehand. Instead, he humiliated me at the celebration I had organized for him.
It felt like my heart was tearing in two. Every inhale was a struggle to maintain my composure. I could hear every whisper that slithered through the crowd:
"Luna Talia never conceived in three years..."
"Viki should have been Luna in the first place..."
“Luna Talia should step down now…”
Jason’s gaze swept over the room and he held no regret. He looked at me with cool indifference, as if I should’ve expected him to make a laughingstock of me.
"To a prosperous future for Shadowclaw!" Jason raised his goblet.
Everyone raised their wine glasses, cheering and clapping. The pack’s elders smiled and nodded, satisfied with the young Alpha’s accomplishments.
And I wanted to scream.
I slipped away during the congratulations and returned to our chamber. No one came looking for me. No one cared.
I allowed myself to fall apart without prying eyes there to mock me.
My heartbreak soon became rage. I was not going to stand for this. Jason would answer for what he had done.
When Jason finally returned to our chamber, I was already there, waiting.
“You shouldn’t have left. You should be happy for me,” Jason said.
“Happy about you betraying me and having a bastard?” I scoffed.
“Enough of the tantrum. I just made it home and I would like a nice evening with my mate,” Jason sighed.
“So, now you see me as your mate,” I laughed bitterly. "How could you do this to me?”
"You’re being unreasonable," he growled.
"Unreasonable?" My voice rose. "You humiliated me in front of the entire pack, and you expect me to just accept it?”
Jason removed his armor, piece by piece, not even bothering to look at me. "It’s done. She’s pregnant. The pack has an heir. You need to accept this.”
“How do you expect me to accept this?” I took a step forward, snarling. “You caused me pain for AN ENTIRE MONTH because you were betraying the mate bond by sleeping with that slut!”
“I advised the pack doctor to give you pain killers. I will make sure he is punished for not properly taking care of you while I was away,” Jason said nonchalantly.
I balked at his audacity. “And that is supposed to make it right?” I demanded.
"You’ve been Luna for three years and haven’t given me an heir," he said simply, as if that justified everything. "Did you expect me to wait forever?”
“I expected you to treat me as your Luna. I expected you to discuss with me if you wanted a breeder, not…”
“Do you even hear yourself, Talia? Did you forget who you are?” Jason snarled, interrupting me.
“I am your Luna,” I responded, not backing down.
“And a Luna provides heirs, and you can’t even do that. If you can’t provide me with an heir, you’re a Luna in name only. I need more than a worthless barren omega cosplaying as a Luna!”
“How dare you speak to me like that!”
Jason’s expression was unreadable. It was as if I was looking at a stranger. His voice was firm and cold as he said, “You have two options. You can leave, lose your status as Luna, and go back to being an omega. Or you can stay and support.”
Dania ingin memberikan banyak pertanyaan untuk Disa, namun sepertinya anak itu terlihat ngantuk karena telah minum obat juga. Dania tak ingin mengganggu pasiennya dengan pertanyaan yang mungkin tidak penting. Akhirnya, Dania membiarkan Disa beristirahat karena ia juga harus memeriksa pasien yang lain. Anehnya, dari kemarin Dania tidak bertemu dengan orang tua Disa. Entah mungkin karena kedua orang tua anak itu sedang sibuk atau bagaimana. “Disa istirahat saja ya,” ucap Dania sebelum keluar dari ruangan itu. “Dokter cantik mau kemana?” tanya Disa yang masih menatap ke arah Dania. “Dokter mau memeriksa pasien yang lain,” jawab Dania yang diiringi dengan senyum manis. “Pasien dokter banyak ya?” tanya anak itu yang terdengar lebih ceria. “Iya, pasien dokter kebanyakan anak-anak seperti Disa.” Lagi-lagi Dania menjawab diiringi dengan senyuman. “Wah, asik dong aku kalau keluar pasti banyak teman. Aku bosen disini terus, Dok. Aku mau keluar,” ucap anak itu dengan wajah yang berubah
Tangan Dania bergetar hebat, bahkan ponsel Hadi yang berada di dalam genggamannya hampir terjatuh. Dadanya terasa sesak, ia takut ada kenyataan besar yang menghantamnya setelah ini. Dania takut ada sesuatu diantara Hadi dan juga Lila. Dania akan sangat hancur jika Hadi berani menduakan Dania dengan sepupunya sendiri. Seorang sepupu perempuan yang dulu pernah ia berikan tumpangan hidup di rumahnya itu. Ya, Lila adalah sepupu perempuan Dania, wanita itu juga pernah tinggal di rumahnya beberapa bulan ketika Lila baru lulus sekolah dan bekerja menjadi seorang SPG di daerah Surabaya. Dania meremas ponsel yang digenggamnya. Tak lama kemudian terdengar suara gumaman dari arah ranjang yang membuatnya langsung menoleh. Hadi menggeliat dan berganti posisi. Dania mengambil ponselnya, dengan cepat ia memfoto layar ponsel Hadi yang masih menampilkan bukti transfer ke ATM atas nama Lila. Setelah itu, ia segera mengembalikan ponsel Hadi ke dalam tas, karena takut pemiliknya bangun.
Dania memutuskan untuk pulang ke rumah, karena ia juga merasa lelah setelah seharian bekerja di rumah sakit. Terlebih lagi, hari ini ada beberapa pasien kritis yang ditanganinya. Termasuk anak yang bernama Disa. Sepertinya anak itu akan menginap beberapa hari di rumah sakit, karena kondisinya yang memungkinkan harus tetap rawat inap. Dania tiba di rumah sebelum adzan maghrib berkumandang. Wanita itu segera membersihkan diri dan mengambil wudhu. Ia menunaikan sholat Maghrib seorang diri. Karena sekalipun Hadi ada di sana, pria itu tidak pernah mau diajak sholat berjamaah oleh Dania. Ia juga tidak terlalu mempermasalahkan itu, Dania tak ingin terlalu mengatur suaminya, karena Hadi juga bukan anak kecil. Pria itu sudah bisa berpikir sendiri. Hanya saja, mungkin Hadi belum mendapat hidayah sehingga pria itu jarang mendekatkan diri kepada sang kuasa. Sekitar pukul delapan malam, Hadi baru tiba di rumah. Dania segera menyambut kedatangan suaminya seperti biasa. Ia juga menawari Ha
Dania menjalankan mobilnya dengan cepat, ia ingin mengetahui keberadaan Hadi. Kemana perginya Hadi dari semalam? Tidak mungkin pria itu pergi tanpa tujuan. Jika tujuannya baik, kenapa juga Hadi sampai tidak izin padanya. Saat ini, Dania tak tahu dimana keberadaan suaminya. Karena Hadi juga tak dapat ia hubungi. Wanita itu sengaja berangkat lebih pagi, karena ia akan datang ke sebuah tempat sebelum ia ke rumah sakit. Dania datang ke toko terlebih dahulu. Meskipun jaraknya cukup jauh, tapi ia tetap pergi ke tempat itu untuk mencari keberadaan Hadi. Setelah tiba di toko, Dania segera turun dari mobil dan berjalan dengan cepat. Toko oleh-oleh khas Surabaya miliknya itu baru buka sebagian. Dania yakin yang berada di sana baru sebagian karyawan saja. “Selamat pagi, Bu!” sapa seorang karyawan wanita yang menyambut kedatangannya di depan pintu. Mereka tahu itu adalah pemilik toko tersebut. Oleh karenanya mereka memberikan sambutan hangat. “Pagi, apa Bapak ada di sini?” tanya Dan
Dania membuka WhatsApp di hp Hadi, fokusnya langsung kepada pesan teratas dari kontak yang bernama Imron. “Imron siapa ya?” gumam Dania dengan wajah bingung. Namun, jari jempolnya segera mengklik pesan dari kontak tersebut. (Makasih ya, Mas transferannya)Dania mengerutkan kening, ia tidak bisa memba






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.