Teilen

SALTING

last update Veröffentlichungsdatum: 06.11.2026 23:01:48

Wajah Nael langsung panik. Telinganya pun memerah seketika. Wajahnya pun segera dipalingkan ke arah lain.

Bersamaan dengan itu, ponselnya berdering. Tangannya dengan cepat meraih ponsel yang tadi disembunyikan di belakang tubuh lalu lekas beranjak pergi menjauh.

“Nael Mami belum selesai bicara!”

Seruan Claudia smaa sekali tidak digubris Nael. Pria itu segera menerima panggilan dari Gyana tersebut begitu sesampainya di kamar.

Kamar dengan interior bernuansa cozy itu menjadi saksi betapa leba
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   HADIAH KHUSUS

    “Tuan bukannya Nona Tania tidak suka baju yang seperti itu?” Mike yang sejak tadi bingung sekaligus diam akhirnya tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bersuara. Pasalnya sudah beberapa butik yang mereka datangi dan pilihan gaun beserta aksesoris perempuan yang dipilih atasannya adalah model yang simpel dan elegan. Sesuatu yang tidak pernah Sean pilih sebelumnya. Mike mengetahui dengan pasti apa yang biasa Sean belikan untuk Tania. Gaun dengan model feminim dan mini, aksesoris yang ramai dan girly serta sesuatu yang identik dengan warna biru muda. Sementara yang dipilih Sean hampir semuanya bernuansa elegan dan clean. Mike bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana Tania memakai gaun dengan look seperti itu. Pasti akan sangat berbeda dengan image manja dan ceria yang selama ini Mike lihat pada diri wanita yang selalu dimanjakan tuannya. Butik-butik yang mereka datangi juga berbeda dengan butik yang yang biasa menjadi langganan mereka. Mike benar-benar dibuat bingung oleh sikap Sea

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   SEBAGAI SAHABAT

    “Jadi cafe ini sebenarnya punya kamu? Dan makanan ini adalah resep dari kamu?” Nael mengangguk dengan senyum kecil yang tertahan. Ingin sekali ia menjulurkan tangannya untuk sekedar mencubit kedua pipi Gyana yang terlihat semakin chubby dan menggemaskan. “Hmmh, pantesan rasa makanannya nggak begitu asing di lidah. Ternyata….” Kalimat Gyana spontan tertahan begitu saja. Sementara matanya melirik Nael dengan bangga. “Hebat banget sih!”Saat ini Gyana sudah berada di ruang VIP 2 Flower Cafe and Resto. Sebuah tempat yang menurut Gyana terlalu berlebihan karena niat awalnya hanya makan di meja biasa alih-alih meja VIP. Lagipula pembahasan mereka bukanlah sesuatu yang besar sehingga membutuhkan ruang khusus yang terjaga dari banyak orang. Di bawah cahaya lampu dengan kilauan emas, Gyana menikmati hidangannya dengan sangat puas. Senyum bibirnya tidak kunjung hilang sejak pertama kali makanan menyentuh lidahnya. Mata Gyana bahkan terpejam beberapa saat untuk menikmati lebih lama makananny

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   TITIK PENYESALAN

    “Kak Sean kenapa diam saja? Gyana sudah menghinaku, Kak! Seharusnya Kak Sean memarahi Gyana dan membelaku.” Rengekan Tania terus saja mengalun di telinga Sean tanpa bosan. Gadis ini bahkan tidak berniat pulang sama sekali meski Sean sudah memasang wajah datar dan mengode untuk memintanya pulang. Namun, alih-alih pulang. Tania justru mengekor Sean kemana pun ia pergi. Seperti saat ini. Sean sedang membaca laporan tebal di perpustakaan rumahnya dan Tania malah duduk di sofa sebelahnya seraya mengeluarkan rengekan yang sangat mengusik telinganya. Ruangan kedap suara dengan deretan buku yang tersusun rapi di rak kayu mengkilat itu mendadak menjadi tempat menyebalkan. Padahal di saat hatinya tidak tenang seperti sekarang, hanya tempat ini yang menjadi tempat persembunyiannya. Padahal saat berdua dengan Gyana di tempat ini, sepatah suara pun tidak Gyana keluarkan demi tidak mengganggu waktu rehat Sean. Gyana juga kerap turut membaca buku hanya demi menunggu Sean selesai. “Kak Sean, kam

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   SALTING

    Wajah Nael langsung panik. Telinganya pun memerah seketika. Wajahnya pun segera dipalingkan ke arah lain. Bersamaan dengan itu, ponselnya berdering. Tangannya dengan cepat meraih ponsel yang tadi disembunyikan di belakang tubuh lalu lekas beranjak pergi menjauh. “Nael Mami belum selesai bicara!” Seruan Claudia smaa sekali tidak digubris Nael. Pria itu segera menerima panggilan dari Gyana tersebut begitu sesampainya di kamar. Kamar dengan interior bernuansa cozy itu menjadi saksi betapa lebarnya senyum Nael saat mendapatkan telepon dari Gyana. Namun, suaranya dibuat se normal mungkin agar tidak terlalu kentara. Nael sangat khawatir Gyana akan menjauh jika wanita itu tahu tentang perasaannya. “Halo, Gy. Ada yang bisa aku bantu?” tanya Nael berusaha menyembunyikan rasa senangnya. [“Hari ini bisa ketemu gak? Aku butuh saran kamu. Tapi kayaknya bakal susah kalau lewat telepon.”]Nael duduk santai di sofa kamar. Kemudian langsung menjawab permintaan Gyana dengan antusias. “Tentu saja

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   KAMU CIUMAN?

    "Jangan pergi, Gya.” Sean menahan tangan Gyana lebih cepat dari kaki wanita itu terayun. “Tetap di sini. Aku akan menegaskan kalau Tania bukan siapa-siapa untukku.” Gyana belum sempat bersuara saat Tania sampai dengan wajahnya yang tersenyum cerah. Rambutnya tergerai indah dan wangi seperti biasa. Matanya langsung berbinar saat berhadapan dengan Sean. Tampaknya Tania belum menyadari genggaman tangan Sean di pergelangan Gyana. “Kalian berdua lagi ngapain? Kak Sean nggak keberatan aku ikut gabung, kan?” Dengan tidak tahu malunya Tania bergerak kegirangan mendekati Sean. Maksud hatinya ingin memeluk lengan Sean seperti biasa. Hanya saja tangannya membeku di udara saat melihat tangan Sean justru menggenggam tangan Gyana. Raut cerah Tania lambat laun berubah bingung. “Ada apa kamu ke sini pagi-pagi begini?” tanya Sean tanpa basa basi dengan nada datar hingga memberi kesan dingin. Tania langsung mengalihkan pandangannya dengan menatap Sean. Dipaksakan bibir tipis berpoles lipstik berw

  • Setelah Pisah Ranjang, Suamiku Baru Mengejar Cinta   PENYESALAN SEAN

    [Kemeja Sean ada di apartemenku][Dari semalam aku hubungi tapi hpnya gak aktif][Oh ya jangan salah paham gya. Kemeja itu udah lama di sini. Kayaknya pas dia nganterin aku pulang setelah pemotretan minggu lalu]Pesan dari Tania hanya dibalas dengan tatapan datar Gyana. Wanita itu menggeser layar untuk menutup aplikasi pesan yang seharusnya tidak ia buka sepagi ini. Dalam sekejap pesan yang dikirim Tania membuat suasana hatinya memburuk. Gyana sedang duduk santai di pergola garden belakang rumah. Ditemani dengan segelas teh melati yang hangat dan sebuah buku di pangkuan, Gyana bermaksud mencari kesibukan untuk menenangkan hatinya setelah apa yang terjadi kemarin sore. Rambut panjangnya dibiarkan terurai dan bergerak lambat tertiup angin. Sesekali ia menyelipkan sisi tepi rambutnya untuk diselipkan di daun telinga agar tidak mengganggu penglihatannya. Kedua kakinya diangkat ke atas dan menyatu ke samping bersandar dengan pinggiran sofa yang terdapat bantal. Perlahan jemarinya menye

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status