共有

Bab 9

作者: Zhar
last update 公開日: 2026-08-19 20:09:25

"Saya meminta Hakim Ketua untuk menghukum Laras dan Tania dengan hukuman penjara selama 7 tahun! Dijalankan segera!!"

Suara Yudha menggelegar, memecah keheningan.

Seketika itu juga, tepuk tangan meriah meledak di ruang sidang! Buktinya terlalu kuat dan tidak bisa dibantah!

Fakta sudah sangat jelas: Video Bimo adalah bentuk pembelaan hak asasi yang wajar. Sedangkan Laras dan Tania? Mereka adalah pelaku utama fitnah dan cyberbullying yang sangat kejam!

Bimo berdiri terpaku di tempatnya.

'Pengacara gue ini beneran monster, ya? Dari cuma minta maaf, sekarang mau masukin mereka berdua ke penjara?'

Di dalam hati Bimo memberikan jempol berkali-kali. 'Gokil! Luar biasa!'

Ini pengacara magang? Bukan! Ini adalah pembawa keadilan yang siap menghancurkan kejahatan!

TOK! TOK! TOK!

Hakim Santoso mengetuk palu.

"Tertib! Pengacara Pembela, apakah masih memiliki pembelaan?"

Wajah Hakim Santoso tampak sangat serius. Dia tidak menyangka di balik wajah cantik kedua wanita itu, tersimpan niat jahat yang begitu busuk. Semua bukti sudah terang benderang.

Mendengar tuntutan 7 tahun penjara, wajah Laras dan Tania langsung pucat seperti mayat hidup. Tubuh mereka gemetar hebat, mata membelalak ketakutan.

'7 tahun?! Kita cuma nulis beberapa postingan doang kok?!'

'Masa cowok itu sekejam itu? Kenapa gak bisa legowo sedikit aja sih?!'

Mereka panik setengah mati. Bayangkan saja, kalau masuk penjara, akan ada catatan kriminal seumur hidup. Gak bisa tes CPNS, susah cari kerja, bahkan berdampak buat keluarga dan anak cucu nanti! Hidup mereka bakal hancur lebur!

Laras langsung menatap Bimo dengan wajah memelas, tapi masih ada nada menyalahkan.

"Bimo... apa perlu segitunya sih? Kan kamu cowok, kenapa gak bisa pemaaf sedikit? Kita cuma ngomong dikit doang kok, masa harus masuk penjara? Kita nuduh kamu itu karena kita emang takut dan merasa difoto. Kenapa kamu tega menindas kami yang lemah ini?"

Tania ikut panik, mencoba memutarbalikkan fakta lagi.

"Iya, Bimo, jangan gitu dong... Kalau mau minta maaf, kita minta maaf sekarang. Tapi ingat ya, waktu di stasiun itu kan HP kamu juga ada foto cewek-cewek lain? Bukannya kamu emang suka ngintip dan motret orang lain?!"

Bimo menjawab dengan tenang,

"Foto di HP saya itu foto normal. Kebetulan tertangkap saat ambil gambar pemandangan. Itu bukan foto mesum dan bukan rahasia umum!"

Laras dan Tania semakin gelisah. Mereka menatap panik ke arah Rina Wijaya, memohon pertolongan.

Rina Wijaya, sang pengacara sekaligus sepupu Laras, berdiri dengan wajah tenang namun licik.

"Yang Mulia, saya punya BUKTI BARU!"

"Ini adalah surat keterangan medis yang menyatakan bahwa klien saya, Laras dan Tania, mengalami DEPRESI BERAT! Bahkan sebelum mereka membuat postingan, mental mereka sudah hancur karena video Bimo! Mereka sampai butuh obat penenang kuat untuk bisa hadir di sidang ini!"

"Mereka bahkan memiliki kecenderungan bunuh diri yang sangat tinggi! Makanya ucapan dan tindakan mereka agak tidak wajar. Semua ini pemicunya adalah Bimo! Oleh karena itu, justru sayalah yang menuntut pertanggungjawaban hukum atas penderitaan mental klien saya!"

"Dua hari lalu mereka bahkan sempat mencoba mengakhiri hidup dan diselamatkan guru serta orang tua! Beritanya juga ada! Jadi bagaimana mungkin orang dengan gangguan jiwa separah ini bisa berpikir jernih untuk memfitnah? Mereka butuh perlindungan, bukan hukuman!"

Rina menyerahkan berkas tersebut. Setelah diverifikasi tim medis pengadilan...

"Bukti dinyatakan ASLI."

DOR!

Situasi langsung berbalik 180 derajat!

Netizen di kolom komentar langsung heboh.

[GILA! TEKNIK KLASIK KEMBALI LAGI! DEPRESI!]

[WOY! ITU DEPRESI ATAU DEPRESI SANKI? 6666]

[Udah tamat kayaknya... Orang depresi mah gak bisa dihukum berat. Paling cekakak-cekukik doang.]

[Jahat banget sih! Fitnah orang habis-habisan, terus ngeles depresi biar lolos?]

[Aku mah udah pasrah ah, nasib Bimo pasti kalah lagi nih.]

[Beneran deh, sekarang mah apa aja bisa dibilang depresi. Mulut busuk tapi mental kacau.]

Hakim Santoso mengangguk-angguk. Dalam pandangan hukum, orang dengan depresi berat memang memiliki pertimbangan khusus dan bisa dimaafkan atau hukumannya diperingan. Apalagi ada kabar mereka baru mau bunuh diri.

Tapi... Hakim tidak tahu bahwa itu semua hanyalah DRAMA!

Itu semua taktik kotor Laras dan Tania untuk mencari simpati! Mereka pura-pura bunuh diri biar netizen makin membenci Bimo!

Bahkan saat ini pun, di grup-grup kampus dan forum rahasia, postingan dari akun palsu mereka masih terus bermunculan:

[Bimo itu bajingan! Motret cewek terus disebar! Kami temannya Laras, dia sampai mau bunuh diri karena trauma!]

[Polisi gak becus, Bimo tetep aja ngeles! Padahal jelas-jelas dia mesum! Dukung Laras dan Tania bunuh diri biar Bimo masuk penjara!]

[Beginilah aslinya Bimo anak perdagangan internasional! Jangan dekati dia, bahaya!]

...

Pada saat semua orang mengira kasus ini sudah selesai dan Bimo pasti kalah...

Yudha perlahan mengangkat tangannya.

"Yang Mulia, saya punya bukti tambahan!"

Semua mata tertuju padanya. Bahkan Bimo sendiri sudah pasrah, mengira mustahil bisa melawan kata "depresi".

Yudha berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah Rina Wijaya, lalu mengeluarkan sebuah berkas tebal.

"Yang Mulia, ini adalah tuntutan kedua saya!"

"Saya menuduh Pengacara Rina Wijaya dengan sengaja melanggar hukum dan MEMALSUKAN BUKTI! Tindakannya sangat serius!"

"Berdasarkan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen, jo Pasal 1 ayat 1 UU Advokat, SAYA MENUNTUT HUKUMAN PENJARA SELAMA 6 TAHUN UNTUK RINA WIJAYA SERTA PENCAABUTAN IZIN PRAKTIK SECARA TETAP!"

"Karena bukti depresi yang dia ajukan itu... PALSU!"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Si Pengacara Gila   Bab 13

    Sidang pengadilan kembali dibuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, suasana ruangan terasa tegang namun penuh perhatian. Semua mata tertuju ke meja hakim, di mana Hakim Ketua Santoso kini berdiri tegak, suaranya menggelegar memenuhi ruangan. “Setelah melalui proses verifikasi mendalam, Pengadilan menemukan fakta bahwa Pengacara Rina Wijaya telah dengan sengaja melanggar aturan hukum. Ia terbukti menyuap pihak lain, memalsukan alat bukti, bahkan berulang kali melakukan pemalsuan berkas selama menjalankan profesinya. Sidang hari ini akan dilanjutkan dengan pertimbangan baru,” ucap Hakim Santoso dengan nada tegas. Berita itu seketika memicu kehebohan luar biasa di dunia maya. Siaran langsung sidang ini dibanjiri ribuan komentar dalam hitungan detik. [Wah, gila sih! Keren banget! Pengacara Yudha beneran bakal bikin pengacara lawan masuk penjara ya?!] [Kok bisa sampai sejauh ini ya? Dikit lagi kayaknya Rina Wijaya kena deh!] [Hahaha, Pengacara Yudha emang beda level! Keren banget s

  • Si Pengacara Gila   Bab 12

    Rina Wijaya kini sudah terborgol rapi di tangan petugas kepolisian, resmi ditahan dan menjalani proses penyidikan. Kariernya yang sudah dibangun bertahun-tahun hancur lebur dalam sekejap. Masa depannya gelap gulita. Dia sudah tamat. Wajahnya pucat pasi, seputih kertas. Dalam hati dia mengutuk, Yudha... pengacara magang sialan ini benar-benar kejam! Dia sudah tidak punya waktu lagi untuk memikirkan nasib Laras dan Tania. Dia sendiri pun belum tahu berapa tahun jeruji besi yang akan menunggunya. "Kakak! Kak Rina!" Laras mencengkeram lengan Rina erat-erat, matanya memanas. "Kakak harus bantu kami! Siapa lagi yang mau bela kami kalau bukan Kakak? Kan Kakak bilang pasti menang? Terus sekarang gimana? Apa aku sama Tania harus minta maaf sama cowok menyebalkan itu? Kenapa sih?! Aku nggak salah! Aku cuma kira dia mau rekam aku diam-diam! Kenapa sekarang giliranku yang harus minta maaf?!" Tania berdiri di samping dengan wajah manyun dan kesal setengah mati. "Aku nggak peduli keputusan peng

  • Si Pengacara Gila   Bab 11

    INI BUKTINYA!!Bukti transaksi pribadi antara pengacara lawan, Rina Wijaya, dan dokter Hari Darsono!Sebagai seorang psikiater, tentu saja sangat mudah bagi Hari untuk mengeluarkan surat keterangan gangguan jiwa atau depresi berat. Di zaman sekarang, isu kesehatan mental sedang ramai dibicarakan, jadi siapa pun bisa dengan mudah mengaku sakit jiwa untuk lepas dari tanggung jawab.Dan bukti yang dilayangkan Yudha bagaikan bom nuklir yang meledak seketika!Siaran langsung yang ditonton ribuan orang langsung heboh! Komentar-komentar berjejalan membanjiri layar.[APA?? SERIUS??][GILA! JADI DEPRESINYA PALSU SEMUA?!][BISA GITU YA CARANYA? SURAT DOKTER BISA DIBELI GITU AJA?][JAHAT BANGET! JADI LARAS SAMA TANIA ITU CUMA BERAKTING YA? MEREKA YANG REKAM ORANG, TERUS NUDUH ORANG REKAM MEREKA, BIKIN THREAD FITNAH, PAS UDAH KETAHANAN LEMAH, LANGSUNG PAKE ALASAN SAKIT JIWA. JIJIK BANGET SI!][MEREKA HARUS DIHUKUM! GAK BISA DIAM AJA INI!][EMANG BOLEH ADA DOKTER KAYA GINI? KELUARIN SURAT PASTU SE

  • Si Pengacara Gila   Bab 10

    Begitu kalimat itu meluncur dari mulut Yudha, suasana di ruang sidang langsung berubah 180 derajat. Keributan pun tak terelakkan, apalagi di kolom komentar siaran langsung yang langsung meledak.[Hah? Seriusan?][Maksudnya gimana? Sertifikat depresinya palsu dong?!][Gila, tadi kan bilang udah diverifikasi dan asli? Kok bisa berubah gitu?][Wah, ada apa-apa nih ceritanya! Ada skandal besar kah?][Asiiik, makin seru nih! Kalau beneran mereka cuma pura-pura sakit, pasti bakal kocak banget endingnya!]Hakim Ketua Santoso menatap Yudha dengan wajah serius dan tatapan tajam, seolah ingin menelusuri isi pikiran pengacara muda itu.Di sisi lain, wajah Rina Wijaya, pengacara dari pihak lawan, langsung berubah pucat. Ekspresinya sempat terlihat panik dan bingung, tapi ia buru-buru menguasai diri dan berusaha tetap terlihat tenang.Nggak mungkin!Gimana caranya Yudha bisa tahu soal ini?Meskipun jantungnya rasanya mau copot, Rina tetap mempertahankan wajah datarnya."Pengacara penggugat," tegur

  • Si Pengacara Gila   Bab 9

    "Saya meminta Hakim Ketua untuk menghukum Laras dan Tania dengan hukuman penjara selama 7 tahun! Dijalankan segera!!"Suara Yudha menggelegar, memecah keheningan.Seketika itu juga, tepuk tangan meriah meledak di ruang sidang! Buktinya terlalu kuat dan tidak bisa dibantah!Fakta sudah sangat jelas: Video Bimo adalah bentuk pembelaan hak asasi yang wajar. Sedangkan Laras dan Tania? Mereka adalah pelaku utama fitnah dan cyberbullying yang sangat kejam!Bimo berdiri terpaku di tempatnya.'Pengacara gue ini beneran monster, ya? Dari cuma minta maaf, sekarang mau masukin mereka berdua ke penjara?'Di dalam hati Bimo memberikan jempol berkali-kali. 'Gokil! Luar biasa!'Ini pengacara magang? Bukan! Ini adalah pembawa keadilan yang siap menghancurkan kejahatan!TOK! TOK! TOK!Hakim Santoso mengetuk palu."Tertib! Pengacara Pembela, apakah masih memiliki pembelaan?"Wajah Hakim Santoso tampak sangat serius. Dia tidak menyangka di balik wajah cantik kedua wanita itu, tersimpan niat jahat yang b

  • Si Pengacara Gila   Bab 8

    Yudha melanjutkan dengan suara tegas dan tak tergoyahkan,"Bimo hanya menceritakan pengalaman yang dia alami. Apakah itu disebut melakukan pelecehan online? Ratusan ribu komentar yang menyerang itu adalah tulisan netizen lain. Apa hubungannya dengan Bimo?""Saya ingin bertanya pada pengacara lawan, apakah berbagi fakta dan pengalaman pribadi di media sosial sekarang sudah dikategorikan sebagai tindak pidana?"Pertanyaan logis Yudha sekali lagi membuat seluruh ruangan hening dan tak bisa membantah.Namun Rina Wijaya tetap berusaha memutarbalikkan logika,"Tapi dampak buruk yang dialami klien saya karena video itu adalah FAKTA! Mental mereka hancur, depresi berat! Itu tidak bisa disangkal! Jadi kalau Bimo tidak upload video, mereka tidak akan menderita! Maka Bimo harus bertanggung jawab!"Yudha tersenyum miring, lalu melontarkan serangkaian pertanyaan yang mematikan logika lawan."Pengacara lawan sedang mendistorsi konsep! Kalau logikanya begitu... Jika hari ini Pengacara Rina tidak sen

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status