Startseite / Romansa / Simpanan Nyonya CEO / Bab 29. Akibat Bulan Terang

Teilen

Bab 29. Akibat Bulan Terang

last update Veröffentlichungsdatum: 19.06.2024 04:58:04

“Ya, Papaku dan Papanya sepakat untuk menjodohkan kami dari jauh-jauh hari. Hingga Papa memberikan perusahaan itu kepadaku sebagai hadiahnya, perjodohan itu datang secara tiba-tiba tanpa dapat aku berfikir cara menolaknya. Akhirnya beginilah yang aku rasakan akibat nikah di dasari sebuah perjodohan,” kembali Angel menghela nafas berat karena tekanan batinnya.

“Sulit memang untuk menolak dalam keadaan terdesak, apalagi masalah perjodohan yang telah mereka rencanakan tanpa sepengetahuan Bu Angel
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 240. Aulia Terbang Ke Jakarta

    Cuaca hari itu di Pulau Bali sangat cerah, di ruang tunggu keberangkatan di bandara I Gusti Ngurah Rai tampak tiga orang yang duduk berdekatan. Dua orang wanita dan satu lagi seorang pria, mereka tampak asyik ngobrol sembari menunggu jadwal penerbangan pesawat yang akan mereka naiki.“Apa Bang Ardi udah kasih tau Mas Roy jika hari ini kita terbang ke Jakarta menemuinya?” salah seorang dari dua wanita itu bertanya pada pria yang duduk tak jauh di depannya.“Aku sengaja nggak kasih tau Roy, biar kesannya surprise secara aku datang dengan kamu Viola.” Jawab pria itu yang ternyata Ardi dan yang bertanya adalah Viola, sementara seorang wanita lagi yang duduk di sebelah Viola adalah Puspa.“Jujur aja dari tadi malam sampai sekarang aku masih deg-degan, aku kuatir Mas Roy nggak sudi menerima kedatangan kita.” Cemas Aulia.“Hemmm, itu hanya perasaan mu saja. Nggak mungkinlah seorang Roy menolak kita yang datang dari jauh untuk bertemu dengannya.” Ujar Ardi.“Kalau sama Bang Ardi tentu aja Mas

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 239. Ketulusan Friska

    “Tak ada cara lain selain bertemu dan berbicara langsung padanya.” Tutur Viola.“Hemmmm, ya. Itu emang benar, meskipun aku sebenarnya di minta merahasiakan keberadaannya tapi demi masalah kalian clear aku bersedia mengantarmu bertemu dengan Roy di Jakarta.” Ujar Ardi.“Benarkah Bang?!” Viola terkejut tak menyangka dengan yang di ucapkan Ardi, Ardi menanggapi dengan anggukan kepala.“Tapi Bang, tentunya nggak dalam waktu dekat ini karena masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor.” sambung Viola.“Hemmm, ya tentu saja. Kapan pun kamu inginkan aku akan luangkan waktu ku untuk menemanimu bertemu dengan Roy di Jakarta.” Ulas Ardi diiringi senyumnya.“Terima kasih Bang,” ucap Viola.“Sama-sama.” Balas Ardi.Lebih kurang setengah jam kemudian mereka pun beranjak dari Mall itu dan kembali ke kediaman mereka masing-masing, Viola benar-benar ceria karena tak disangka apa yang selama ini menjadi beban pikirannya tentang keberadaan Roy telah ia ketahui dari Ardi meskipun permasal

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 238. Memberitahu Keberadaan Roy

    “Alhamdulilah juga lancar,” balas Ardi diiringi senyumnya.“Oh ya Bang, kebetulan sekali bertemu Bang Ardi di sini kami ingin bertanya perihal Mas Roy.” kali ini Puspa yang bicara sembari melirik ke arah Viola, sosok yang dilirik tersenyum dan mengangguk.“Tentang Roy? Maksudnya gimana nih?” Ardi berpura-pura kaget dan tak mengerti padahal dia tahu jika Ryan dan Viola memiliki hubungan selama Roy berada di Pulau Bali itu.“Aku rasa Bang Ardi udah tahu dan Mas Roy mungkin juga udah pernah cerita mengenai hubungan ku dengannya?” ulas Viola, Ardi tersenyum dan mengangguk.“Sejak kejadian itu Mas Roy memutuskan untuk resign dari kantor dan pergi meninggalkan Bali. Nomor ponsel yang biasa dia gunakan sejak hari itu juga nggak pernah aktif lagi, aku nggak tahu ke mana dia pergi apakah kembali ke Jakarta atau pulang ke desanya. Apakah Bang Ardi tahu atau mungkin Mas Roy pamitan hari itu pada Bang Ardi dan bilang ingin ke mana?” sambung Viola.“Roy emang temui aku dan bahkan menginap di hotel

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 237. Roy Dan Friska Makin Dekat

    “Hemmm, ya aku mengerti dengan yang kamu maksudkan itu. Namun meskipun kamu teman biasa akan tetapi saat ini kamu lah wanita yang paling dekat dengan ku,” ujar Roy diiringi senyumnya, hal itu membuat hati Friska senang walaupun dia sendiri tak tahu sedekat apa dirinya yang dimaksudkan pria tampan di sebelahnya itu.Setelah acara makan bareng itu, mereka pun kembali ke kediaman masing-masing. Bagi Friska malam itu adalah malam yang paling membahagiakan yang pernah ia rasakan selama mengenal Roy walaupun di hatinya masih banyak tanda tanya dan belum yakin apakah dirinya cukup berarti bagi pria yang semakin hari membuatnya makin kagum serta makin nyaman bersamanya.Sementara bagi Roy sendiri masih saja sulit menerima kehadiran wanita lain di hatinya setelah Viola, meskipun Roy juga merasa cukup nyaman bertemu dan jalan dengan Friska akan tetapi hatinya tak bisa ia dustakan jika hal itu masih saja sebatas teman biasa baginya.*****Seiring waktu berjalan dan seringnya Roy dan Friska berte

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 236. Di Sela-sela Makan Malam

    Di dalam sebuah restoran tepatnya di sebuah meja malam itu Roy duduk berdua dengan Friska, tak beberapa lama mereka duduk beberapa orang pelayanan restoran datang mengantar menu-menu yang baru saja mereka pesan.“Yuk kita makan, mumpung semua yang dihidangkan masih hangat dan segar.” ajak Roy setelah para pelayan restoran meninggalkan meja itu, Friska mengangguk sembari tersenyum.“Gimana kuliah mu?” sambung Roy.“Alhamdulilah lancar, Mas.” Jawab Friska di sela-sela menyantap menu makan malam di atas meja itu.Tak berselang lama, ponsel Roy yg berada di atas meja pun berbunyi. Roy meraih ponselnya itu melihat sejenak nomor kontak yang melakukan panggilan, lalu ia pun mengangkatnya.“Assalamu alaikum, Bu.” ucap Roy.“Waalaikum salam.” Balas sosok wanita yang melakukan panggilan ke ponsel Roy dan dipanggil dengan sebutan Ibu itu.“Ada apa Bu, tumben nelpon ku malam ini?” tanya Roy penasaran.“Hemmm, ng ada apa-apa. Ibu kangen aja karena udah cukup lama juga kita nggak ngobrol, kamu ng s

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 235. Berusaha Lebih Dekat

    “Oma hanya ingin menyarankan jika memang hati mu belum benar-benar bisa melupakan Roy, sebaiknya jangan berikan harapan apapun pada Bobby. Kamu nggak bisa juga memaksakan diri yang ada nanti Bobby akan kecewa dan itu jelas tidak baik untuk hubungan bisnis kalian ke depannya,” Oma memberi saran.“Iya Oma, aku ngerti itu makanya sampai saat ini aku nggak pernah memberi harapan apapun pada Bobby. Aku hanya bilang sama dia untuk bersabar jika memang dia memiliki perasaan sama aku, jika memang suatu saat nanti aku memiliki perasaan yang sama padanya aku akan menerimanya tapi jika tidak aku nggak bisa memaksakan diri dan antara kami tetap berteman biasa saja.” tutur Viola.“Lalu apa tanggapan Bobby?” tanya Oma.“Dia setuju dan tak ingin pula memaksakan perasaan ku kepadanya.” jawab Viola.“Baguslah jika emang demikian, Oma lega dan tak ada yang perlu dikuatirin lagi.” ujar Oma tersenyum lega.****Malam itu di rumah Leni sahabat Angel, Leni duduk ngobrol bersama putrinya yang bernama Friska

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 126. Bertemu Para Sahabat Cindy

    Roy merasa lebih senang dapat mengirim uang buat Hesti dari hasil ia bekerja di kantor perusahaan Cindy, di bandingkan saat ia mendapat uang dari Ko Aheng dan para pemilik toko sewaktu dia masih tinggal di pos pemuda di kawasan kumuh di dekat jembatan.Bertepatan pula hari itu hari sabtu yang ke esok

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 125. Genk Tante-tante Sosialita

    Seperti biasanya setiap hari minggu atau hari libur kerja Cindy dan para sahabatnya yang tergabung dalam genk Tante-tante sosialita ngumpul bareng di suatu tempat, jika minggu lalu di restoran atau cafe di sebuah hotel mewah kali ini ngumpul sembari fitnes bareng di sebuah tempat khusus fitnes.Selai

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 124. Kembali Masuk Kantor

    Malam itu di vila yang disewa Cindy, dia dan Roy benar-benar menikmati sensasi bercinta di ranjang. Di samping hawa di vila itu sangat mendukung, di antara keduanya pun saling aktif saat melakukannya.Cindy yang ketagihan, begitu terbangun dari tidur menjelang pagi datang meminta kembali untuk bercin

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 121. Mengunjungi Roy

    Terbukti sejak hari pertama Vina membuka usaha kedai di bawah jembatan itu pengunjungnya ramai, mulai dari orang-orang yang berlalu lalang di jalan kecil di depan kedai hingga para pemulung yang juga tinggal di kawasan bawah jembatan itu.Roy dan para pemuda di daerah itu juga nongkrong di sana, begi

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status