공유

Bab 328 Main Denganku

last update 게시일: 2026-08-27 15:08:04

Diego menarik sudut bibirnya, wanita itu sudah menggodanya tetapi tidak bertanggung jawab. Diego bahkan sudah berpikir untuk pulang dan membawa Silvi bersama dengannya.

“Apa dia hanya mengetesku?” tanya Diego dengan kesal.

Sialan! Diego tidak senang diperlakukan seperti ini. Padahal ia sudah sangat baik membantu Silvi untuk menyelesaikan masalahnya.

Silvi sedang menunggu taxi saat Diego melewatinya.

“Belum pulang?” tanya Diego.

“Susah dapat taxinya, dok. Ini lagi nunggu masih sepuluh menit l
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Asy Nahak
lanjut donkkkkkk ceritanya..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 728 Terlalu Cemburu

    Laura akhirnya memilih untuk menginap di rumah Karin, menempati kamar lama saudara kembarnya yang sudah cukup lama kosong.Tak lama setelah taksi sampai, Dimas ternyata sudah tiba di sana. Pria itu menolak menyerah, ia dengan setia menunggu di ruang tamu, berharap besar Laura mau keluar untuk menemuinya.Dimas benar-benar tidak sanggup jika harus berada di rumah sendirian tanpa kehadiran sang istri tercinta.“Kalian kenapa?” tanya Mommy Angelina dengan dahi berkerut cemas saat melihat penampilan Dimas yang begitu kacau duduk termenung di sofa ruang tamu.“Hanya masalah kecil, Mom. Boleh Dimas masuk ke kamar menemui Laura?” tanya Dimas dengan suara serak, menatap memohon pada mertuanya.Mommy Angelina menghela napas panjang, melirik ke arah lorong kamar Karin, lalu perlahan menganggukkan kepalanya memberikan izin.Dimas langsung bangkit dan melangkah cepat menuju depan pintu kamar.Tok... Tok…Ia mengetuk pintu itu dengan perlahan namun penuh harap.“Sayang, buka pintunya!” seru Dimas

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 727 Kamu Sudah Berubah

    Kesempatan emas yang ditunggu-tunggu oleh Moreno akhirnya tiba.Memanfaatkan celah di mana pertahanan kepercayaan Laura terhadap suaminya sedang berada di titik terendah, ia langsung bergerak cepat.Tanpa membuang waktu, Moreno meminta orang suruhannya yang selama ini memata-matai Dimas untuk mengirimkan rentetan foto kedekatan Dimas dengan beberapa mahasiswi koas ke ponsel Laura.Mengingat Laura adalah tipe wanita yang sangat pencemburu, taktik ini terbukti menjadi senjata yang paling mematikan.“Pernikahanmu akan hancur, Dokter Dimas!”Suasana di dalam rumah mereka yang semula tegang seketika memanas hingga ke titik didih begitu layar ponsel Laura menampilkan foto-foto ambigu tersebut.“Ini apa, Sayang?” tanya Laura dengan suara bergetar pelan namun terdengar teramat menusuk, menyodorkan layar ponselnya tepat di depan wajah Dimas.Dimas yang melihat foto-foto itu seketika menundukan kepalanya, benar-benar murka dengan kelicikan Moreno.Rivalnya itu tahu betul bagaimana cara mengambi

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 726 Please, Jangan Pergi!

    “Laura, ikut aku!”Silvi segera menarik lengan Laura, mengajak wanita itu melangkah cepat menjauh dari ruangan VIP yang terasa begitu mencekik.Ia membawa Laura keluar dari restoran menuju area parkiran yang lebih terbuka.Sebagai sesama wanita, Silvi sebenarnya tidak tahu pasti apa yang benar-benar terjadi di balik pintu rumah sakit itu, namun ia mencoba menenangkan Laura yang tubuhnya masih gemetar hebat.“Laura, tenang dulu! Moreno sengaja memprovokasi agar kamu cemburu,” ucap Silvi, mencoba menyuntikkan logika di tengah emosi Laura.“Dokter Dimas tidak mungkin sendirian melakukan pemeriksaan, meskipun situasi bimbingan itu benar terjadi.”Silvi pernah melewati masa-masa menjadi mahasiswi koas, jadi ia paham betul bagaimana prosedur lingkungan medis bekerja.Tapi….Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Silvi sebenarnya juga didera keraguan yang sama.Sudah menjadi rahasia umum di dunia medis bahwa beberapa dokter konsulen memang kerap terlibat hubungan terlarang dengan koas mereka.

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 725 Percaya Padaku!

    Ponsel di dalam tas Laura berdering nyaring, menampilkan nama Dimas di layarnya.Sebelum beranjak ke restoran Jepang ini bersama Silvi, Laura memang sempat mengirimkan pesan singkat berisi lokasi makan siang mereka kepada sang suami.Tepat saat ketegangan di ruangan sepi itu memuncak, pintu mendadak didobrak dari luar.Dimas yang baru saja tiba di restoran langsung bergegas masuk dan matanya seketika menyalang merah saat melihat Moreno tengah mencengkram paksa pergelangan tangan istrinya.“Lepaskan istriku, Moreno!” bentak Dimas dengan suara baritonnya yang menggelegar, langsung memasang badan dan menyentak tangan Moreno menjauh dari Laura.Dimas pun sudah berada di batas puncak kesabarannya dalam menghadapi segala kegilaan dan teror obsesif yang dilancarkan Moreno selama berbulan-bulan ini.“Oh, Dokter Dimas,” sahut Moreno, perlahan mundur satu langkah sambil merapikan jasnya yang sedikit kusut.Sebuah seringai licik dan penuh kemenangan perlahan terukir di wajah tampannya.“Bagaiman

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 724 Peringatan Terakhir Untukmu

    “Boleh ikut bergabung?”Suara berat yang sangat familiar itu tiba-tiba memecah keheningan meja makan.Sedang asyik menikmati hidangan Jepang premium di depan mereka, Laura dan Silvi terkejut saat Moreno dengan santai langsung menarik kursi dan duduk tepat di sebelah Laura.Laura tidak menyangka Moreno sampai nekat menyusulnya ke restoran ini.Padahal, ia dan Silvi sudah sengaja mengendap-endap pergi lewat pintu belakang galeri demi menghindari pengintaian pria itu.Tetap saja pergerakan mereka ketahuan. Jaringan mata-mata Moreno rupanya bekerja terlalu rapi.“Gak!” jawab Laura ketus dan malas. Ia bahkan tidak sudi lagi menatap wajah Moreno.Matanya tetap fokus menatap potongan A5 Wagyu Beef di piringnya, mencoba mengabaikan kehadiran sang mantan.Moreno sama sekali tidak peduli dengan penolakan kasar itu. Ia tetap bergeming di posisinya, lalu dengan gerakan tenang meletakkan sebuah kotak beludru kecil di atas meja, tepat di samping lengan Laura.Kotak itu terbuka, menampilkan sebuah j

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 723 Dia Tidak Mau Melepaskanku!

    Napas Silvi tertahan sejenak. Ia melihat sosok Moreno sedang duduk santai di sudut luar kafe sembari memegang cangkir kopi, dengan sepasang mata yang mengunci fokusnya menatap tajam ke arah Laura dari sana.“Gilaaa!!!!” pekik Silvi dalam hati, merinding melihat tingkat kepedulian yang sudah melampaui batas kewarasan itu.“Itu mantan pacar kamu, kan?” tanya Silvi pelan, menunjuk tipis dengan dagunya ke arah seberang jalan.Laura mengangguk lemas, bahunya merosot turun.Wajah cantiknya langsung diliputi awan mendung. Laura sudah benar-benar kehabisan cara dan bingung bagaimana lagi cara mengusir pria keras kepala itu.Moreno bahkan sanggup membawa laptopnya dan bekerja seharian penuh di kafe seberang, hanya demi memantau setiap gerak-gerik Laura dari pagi hingga galeri tutup.Kehadiran konstan pria itulah yang selalu memicu salah paham dan membuat ia bersama Dokter Dimas bertengkar hebat akhir-akhir ini.“Kamu stres gak sih kalau dia mulai menggila gitu?” tanya Silvi lagi, ikut merasaka

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 3 Pelajaran Menyentuh

    Suara dr. Arlan dari dalam ruangan terdengar datar. Tangan Karin terhenti di kenop pintu. Ia menunduk menatap penampilannya. Rok yang ia kenakan menggantung di atas lutut, mengekspos paha dan kaki jenjangnya dengan jelas. Masuk ke ruangan tertutup berdua saja dengan konsulen menggunakan pakaian se

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 7 Godaan Kecil

    “Makasih dokter,” jawab Karin dengan senyum yang dibuat-buat. Karin tidak tertarik sama sekali untuk ikut mandi dengan dr. Arlan meskipun sepertinya tubuh dr. Arlan atletis seperti yang Karin mau. “Aku pikir kita bisa mencobanya,” jawab Arlan dengan tawanya yang mengejek. Tidak lucu! Sungguh! K

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 2 Panggilan Pertama

    Tiba-tiba, dr. Arlan Pradipta datang. Rahangnya mengeras. Sorot matanya menyapu ruangan tanpa ekspresi empati sedikit pun. “Apa ini? Kenapa kau diam saja,” ucap Arlan sambil menatap tajam Karin. Koas ini mematung dengan tangannya yang gemetaran. “Lakukan! Periksa apa yang terjadi pada pasien,”

  • Stop, Dok! Ini Sudah Berlebihan   Bab 1 Sentuhan Pertama

    “Dok, jangan kenceng-kenceng! Aku udah basah ih!” Pintu berbunyi klik. Kunci berputar dari dalam. Seorang dokter senior melangkah masuk sambil menarik lengan seorang koas. Karin menatap mereka. Mulut Karin terbuka. Ia mengambil ancang-ancang untuk teriak dan lari. Namun tiba-tiba, tanpa ia sadar,

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status