Share

Bab 449

Author: Citra Sari
Ini bukan pertama kalinya Shanaya menyebutkan hal itu.

Bukan juga pertama kalinya membuat Lucien sedikit kehilangan fokus.

Lucien jelas sudah memikirkan untuk langsung memberitahunya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat itu.

Namun, kini ketika Shanaya sendiri dengan jelas menanyakannya, menatap mata bening Shanaya yang basah dan bersinar itu, dia justru tak tahu harus mulai dari mana.

Rasanya terlalu sombong untuk dianggap bisa mengatur semuanya sendiri.

Shanaya terdiam menatapnya. Jari-jari
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Jasmin Alora
ngulang" Mulu deh
goodnovel comment avatar
Triany Andiastuty
ceritanya selalu di ulang2..jd mls bacanya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 795

    Ada.Jawaban itu benar-benar terlalu lugas dan tegas.Bukan hanya Rivaldi, bahkan Shanaya yang diam-diam ikut mengetahui masalah mereka pun sedikit terkejut.Bagaimanapun, antara Caleb dan Aurelia … selain perbedaan usia, ada juga pernikahan Aurelia dengan kakaknya.Dia melirik Aurelia, hanya untuk melihat gadis itu seolah tidak mendengar apa-apa. Dia menunduk sambil memainkan ponselnya, seakan sedang menangani pesan pekerjaan.Berbeda dengan Shanaya yang diam-diam menyindir, Rivaldi justru mengangkat alisnya. "Kak, kamu dengar, 'kan? Orang ini sudah punya gadis yang disukainya."Punggung Caleb menegang. Dia bahkan belum sempat merasa gugup, ketika Aurelia langsung berkata tanpa mengangkat kepala, "Dengar. Dia sudah dua puluhan, memangnya kamu tidak mengizinkannya menyukai seorang gadis?"Baiklah.Rivaldi pun tidak mengatakan apa-apa lagi.Dia hanya tahu bahwa jalan yang dipilih Caleb akan penuh dengan kesulitan dan rintangan.Tidak lama kemudian, satu putaran permainan berakhir dan gi

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 794

    Karlina pandai berbicara. Dia menyodorkan secangkir teh kepada Arman, lalu dengan mudah membuka percakapan."Pak Arman, menurut Anda, bagaimana sebaiknya orang-orang seusia kita menjaga kesehatan tubuh?"Begitu membahas bidang yang menjadi keahliannya, Arman pun mulai banyak bicara.Dia menjelaskan semuanya dengan runtut, mulai dari pola makan hingga waktu istirahat, dari perubahan musim hingga kondisi tubuh. Setiap hal dijelaskan dengan jelas dan terperinci.Karlina dan Nadira tanpa sadar mendengarkan dengan saksama, sesekali menyelipkan beberapa pertanyaan untuk memperjelas detail.Aroma teh mengepul harum dari ruang minum teh. Suara tawa dan obrolan para orang tua terdengar samar-samar dari balik pintu geser yang setengah tertutup, sampai ke ruang tamu.Rivaldi membawa sebotol bir dan berjalan menghampiri sofa. "Ayo, ayo. Selagi para orang tua sedang mengobrol di sana, kita main sebentar."Dia menepuk sandaran sofa, lalu menyapu pandang ke semua orang yang hadir.Lucien mengangkat a

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 793

    Nayla tersenyum ringan. "Aku senang kalau Anda suka. Nanti kalau aku mendapatkannya lagi, aku akan mengirimkannya kepada Anda."Setelah berkata demikian, dia kembali menyapa satu per satu Keluarga Wirantara yang hadir di sana, begitu juga dengan pasangan Arman.Malam ini, dia bukan hadir sebagai sekretaris Lucien, melainkan sebagai putri Keluarga Larasati. Berkenalan dan menjalin hubungan baik dengan lebih banyak orang akan bermanfaat baginya ketika kelak mengambil alih bisnis keluarga.Tidak lama kemudian, makan malam pun dimulai. Semua orang duduk di tempat masing-masing.Melani tidak bisa menahan diri untuk menghela napas kagum. "Sudah lama sekali tidak seramai ini."Putranya berada jauh di seberang lautan, sementara Arman juga tidak suka bergaul dengan orang-orang yang hanya mendekat karena kepentingan dan kekuasaan.Karena itu, kehidupan pasangan tua itu sehari-hari sangat tenang dan sepi. Namun, Melani sebenarnya cukup menyukai suasana yang ramai.Karlina tersenyum dan menyambung

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 792

    Namun, tidak ada seorang pun yang berpikir lebih jauh tentang hal itu.Caleb dan Keluarga Wirantara memang cukup sering berhubungan, jadi wajar jika Shanaya pernah mendengar tentang dirinya.Elvano tersenyum sambil menyerahkan semua hadiah di tangannya kepada para pelayan. Hanya hadiah terakhir yang ia berikan langsung kepada Shanaya, lalu berkata sambil tersenyum tipis, "Ini hadiah ulang tahun untuk Lucien. Bisa tolong simpan dulu?""Baik, terima kasih, Kak Elvano."Shanaya melengkungkan bibirnya membentuk senyum, sepasang matanya pun ikut berbinar. "Sebenarnya aku cuma mencari alasan supaya kita semua bisa kumpul bersama. Tidak perlu repot-repot bawa hadiah."Elvano tanpa sadar mengangkat tangannya, seolah ingin mengusap kepala Shanaya. Namun, tepat saat tangannya hampir menyentuh puncak kepala gadis itu, dia menariknya kembali. "Hadiah tentu harus ada. Aku juga sudah menyiapkan hadiah untukmu.""Aku juga dapat?"Shanaya tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Ulang tahunku masih lama."E

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 791

    Delara sedang menunduk mengganti sepatu. Mendengar itu, dia melirik pria yang terlihat tenang itu, lalu menjawab dengan agak canggung, "Aku sudah bilang tidak perlu dia datang menjemput, tapi dia bersikeras mau datang."Nada suaranya terdengar seperti sedang mengeluh, tetapi setelah selesai memakai sepatu, dia secara alami bergeser setengah langkah ke samping, memberi ruang untuk Rivaldi. Dari gerakannya, tidak terlihat ada maksud untuk sengaja menghindar.Shanaya sudah memahami situasinya dalam hati, jadi dia tidak bertanya lebih jauh. "Kebetulan, Nenek tadi masih mengomel kenapa kamu belum datang."Dia sambil merangkul lengan Delara, lalu menoleh ke arah Rivaldi. "Kak Rivaldi, Lucien ada di ruang kerja lantai atas. Dia bilang kalau kamu datang, suruh kamu naik sebentar. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganmu."Mendengar perkataannya, Rivaldi juga tahu apa yang ingin Lucien bicarakan dengannya.Tidak lain adalah soal Herman.Orang ini, latar belakangnya yang begitu b

  • Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!   Bab 790

    Lucien bersandar di sandaran kursinya, lalu tertawa kecil mengejek. "Kalau kamu iri, lain kali saat ulang tahunmu, aku sendiri yang akan mengadakan pesta untukmu.""Berengsek, kamu .…"Rivaldi dibuatnya terdiam sesaat, lalu tertawa sambil memaki, "Sudahlah, siapa juga yang mau kamu yang mengadakan pesta untukku."Meski berkata begitu, setelah ucapannya selesai, dia kembali terdiam selama dua detik, seolah sedang memikirkan sesuatu yang serius. "Ngomong-ngomong, apa masih belum ada perkembangan dari pihak Herman?"Mendengar nama itu disebut, nada bicara Lucien pun ikut menjadi dua tingkat lebih berat."Mario masih selidiki. Latar belakang Herman di Negara Meridia terlalu bersih, bersih sampai terasa agak mencurigakan. Untuk detailnya, nanti kita bicarakan saat kamu datang malam ini.""Selain itu, hari ini dia tiba-tiba pergi ke klinik pengobatan untuk mencari Shanaya.""Herman mencari Shanaya untuk apa?"Suara Rivaldi menjadi serius. "Apa yang sedang dia rencanakan?""Sulit untuk dikata

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status