Share

07. Malam Pertama dengan Preman

Suara bariton ditambah tatapan dingin Qasam melumpuhkan nyali Agata. Apa lagi tangan Qasam memegangi sebilah kaca tajam. Pria ini memang menakutkan baginya.

"Aku tidak suka orang mencelaku," sambung Qasam kemudian membuang potongan kaca ke lantai. Dentingannya menyakitkan telinga.

Agata menelan saliva. Mendadak saja nyalinya menciut. Keberaniannya terbang entah kemana melihat sikap Qasam.

"Masih mau bersikap kurang ajar pada menantumu ini, hm?" Sorot mata Qasam benar- benar gelap dan dingin.

Agata menggeleng dengan kaki menggelitik. Qasam memang menakutkan. Demikian juga Sina yang meringkuk ketakutan.

"Pak mertua, nasihati istrimu itu, jangan suka julid sama menantu!" Qasam mendekati Bily dan menepuk pundak mertuanya.

Bily hanya diam saja.

Qasam lalu menarik lengan Qizha, membuat tubuh wanita itu tertarik berdiri. Dan ia terkesiap saat lengan kekar Qasam merangkul lehernya. Langkahnya terseret menuju kamar.

Saat sampai di depan pintu kamar, Qasam menoleh pada Agata dan berkata,
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Renita gunawan
duuh.. jangan-jangan qasam bermaksud membalas dendam kepada qizha dengan cara menyiksa qizha selama menjadi istrinya qasam ya
goodnovel comment avatar
Renita gunawan
ternyata qasam udah mengetahui bahwa pelaku pembunuhan qansha itu adalah qizha.sebenarnya apa rencana qasam untuk membalas dendam kepada qizha ya
goodnovel comment avatar
Enisensi Klara
Ngeri2 sedap Qasam nih main perintah aja ke Qizha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status