Compartir

Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka
Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka
Autor: Renita April

Bab 1

Autor: Renita April
last update Fecha de publicación: 2026-10-03 17:54:55

“Nyonya Nerisa, apa Anda mau dipanggilkan pelayan pribadi khusus selama di rumah sakit?”

Nerisa menoleh pada perawat yang baru saja bertanya. Tampaknya, wanita itu prihatin akan nasib Nerisa, nyaris seperti kasihan.

Tidak bisa disalahkan juga. Ia kemarin datang sendiri ke rumah sakit karena nyeri perut dan pendarahan. Kondisinya membutuhkan tindakan segera, tapi meski mereka sudah menghubungi suami Nerisa puluhan kali, pria itu tetap tidak mengangkat panggilan tersebut.

Pada akhirnya, Nerisa harus mengisi dan menandatangani formulir tindakan di tengah rasa sakit yang ia rasakan.

Malam itu sebenarnya seharusnya menjadi malam istimewa. Nerisa berniat memberi tahu Alexander mengenai kehamilannya. 

Setelah tiga tahun pernikahan, akhirnya keinginannya dan Alexander untuk memiliki seorang anak akan menjadi kenyataan. 

Namun, pada jam yang telah ditentukan, Alex tak kunjung datang.

Sampai sebuah notifikasi muncul di layar ponselnya. Sebuah unggahan dari Amelia, adik angkat Alexander. Pesta ulang tahun di club malam ternama. Di sana tampak Alexander sedang bersenang-senang bersama Amelia dan teman-temannya–bahkan tampak nyaris berciuman.

Tak berapa lama, Nerisa merasakan nyeri di perutnya, diikuti sesuatu mengalir dari sela kakinya.

"Da-Darah?" Wajah Nerisa memucat kala itu. 

Sejak awal dokter memang sudah mengatakan jika kehamilan ini beresiko, tapi Nerisa tidak menyangka bahwa ia akan kehilangan janinnya setelah mengetahui kabar perselingkuhan sang suami.

Nerisa menghela napas pelan, lalu fokus pada suster yang masih menunggu jawabannya.

“Apa ada orang yang mencariku?” Nerisa justru bertanya.

Suster itu menggeleng. “Tidak, Nyonya.”

“Baiklah.”

Sudah 24 jam Nerisa berada di rumah sakit ini, tetapi tidak ada satu pun orang yang mencarinya. Bahkan suaminya pun tidak. Mungkin jika ia mati tak akan ada yang mau mengambil jenazahnya.

“Suster, tolong bantu aku mengambil tasku,” pinta Nerisa. “Aku ingin menyewa perawat khusus sekaligus membayar lunas administrasi rumah sakit.” 

Nerisa kemudian memberikan kartu hitam kepada suster itu setelah dibantu dengan tasnya.

“Baik, Nona. Saya akan segera kembali.” Suster itu mengambil black card, lalu bergegas pergi.

Nerisa bisa bernapas lega. Ia baru saja keguguran, dan membutuhkan perawat khusus selama beberapa hari ke depan. Ponselnya menyala ketika ia meratapi kesedihan. Panggilan dari Alexander tiba. Pada akhirnya, pria ini ingat masih memiliki istri.

“Halo.”

[ Nerisa, kamu di mana? ]

“Rumah sakit.”

[ Rumah sakit? Memangnya kamu sakit apa? Apa kamu sengaja mengatakan ini agar aku kembali? ]

Nerisa terdiam mendengarnya. Apa kemarin Alexander pun tidak kunjung pulang ke rumah. Ia tersenyum pahit, jika tidak pulang itu berarti dia bersama adik tercintanya.

“Aku memang di rumah sakit. Aku sekarat, Alex. Aku baru saja kehilangan … .”

[ Cukup, Nerisa! Aku muak mendengar alasanmu itu. Kamu baik-baik saja saat kita bertemu terakhir kali. ]

Nerisa tertawa pelan. “Kamu masih bersama Amelia? Apa kabar adik kecilmu itu?” ejeknya.

[ Apa maksudmu berkata begitu? Jika kamu mau bertengkar, aku tidak punya waktu. Yang jelas, saat aku pulang nanti, kamu sudah harus ada di rumah. ]

Sambungan telepon dimatikan. Nerisa tertawa, ia telah berkata jujur, tetapi Alexander menganggapnya menipu. 

Setelah Alexander menelepon, Nerisa mendapat notifikasi dari ponselnya. Ia membuka foto serta update status media sosial Amelia yang memposting sebuah kalung permata dengan caption yang membuat semua orang iri padanya.

Kalung itu memang mahal dan termasuk langka. Hanya orang tertentu yang bisa mendapatkannya. Amelia mendapatkan perhiasan tersebut, lalu dibawahnya tertulis nama Alexander. Sudah pasti pria itu yang memberikannya. Nerisa memberi like di postingan tersebut, kemudian Alexander menelepon kembali.

“Kamu mau apa lagi?” tanya Nerisa.

[ Jangan salah paham. Aku memberikan kalung itu kepada Amelia sebagai kompensasi karena kamu membuatnya sedih. Sebagai kakak iparnya, kamu harus sedikit pengertian. Tenang saja, aku juga menyiapkan hadiah untukmu. ]

“Terima kasih.” Nerisa mematikan sambungan telepon tersebut. Ia malas mendengar alasan Alexander yang terlalu dibuat-buat itu. Lalu pesan dari suaminya tiba, pria itu masih membujuk. Malas menanggapi, Nerisa mematikan telepon, kemudian memejamkan mata. Ia sudah sangat lelah dengan semua ini.

Besok harinya, Alexander masih juga tidak menunjukkan batang hidungnya, meski Nerisa telah berulang kali mengatakan ia tengah dirawat di rumah sakit. Ia memang belum mengatakan soal keguguran ini, dan sepertinya pria itu pun tidak percaya dengan apa yang ia katakan.

Selama berada di ruang rawat, Nerisa merenung. Apa yang salah darinya? Dulu Alexander begitu mesra, menyayanginya, lalu semenjak kedatangan wanita itu, semua berubah. Amelia memang cantik, dia juga seksi. Namun, Nerisa tidak kalah cantiknya. Bahkan lebih dari Amelia. Ia menolak setiap pria yang datang karena hati telah jatuh kepada Alexander.

Nerisa mulai mencari tahu apa yang kurang selama ini dalam pernikahannya. 

Mungkinkah ia yang kurang menggoda hingga Alexander menjadi bosan? 

Ya, sudah lama ia tidak memakai lingerie di rumah, menggoda suami seperti di awal-awal pernikahan. Ia sibuk bekerja, memikirkan pewaris, dan pada akhirnya suami sibuk sendiri. 

Ketika keluar dari rumah sakit, Nerisa berjanji pada diri sendiri, ia masih memberi kesempatan pada pernikahannya. Ia akan berubah. Ia akan merebut Alexander kembali ke pelukannya.

…

Tiga hari berlalu, Nerisa diperbolehkan pulang setelah kondisinya dipastikan membaik. Ia tidak langsung kembali ke kediaman, tetapi menuju salon. Nerisa perlu merias diri dan berpenampilan seperti Amelia.

Begitu tiba di sana, Nerisa meminta karyawan salon merapikan rambut lurusnya. Ia ingin bagian ujungnya di curly karena itu sesuai dengan penampilan adik kesayangan Alexander.

Tidak hanya itu, Nerisa memilih dress bunga untuk dikenakannya. Amelia suka berpenampilan manis dan centil. Sementara Nerisa lebih menyukai penampilan elegan yang menunjukkan dirinya dewasa serta mandiri.

“Ini sedikit aneh,” ucap Nerisa, ia merasa penampilan ini sangat tidak cocok dengan kepribadiannya.

“Loh, siapa ini?”

Suara tawa terdengar dari belakang, Nerisa menoleh. Amelia dan Alexander berada di pusat perbelanjaan ini juga. Nerisa mengepalkan kuat tangannya.

“Nerisa, apa kamu mengganti gayamu agar terlihat mirip denganku?” Amelia tertawa.

“Apa-apaan ini, Nerisa?!” Wajah Alexander muram.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 8

    “Ini kamarku. Kalian lah yang tidak tahu tempat!” Nerisa meninggikan suaranya. Hatinya sangat sakit sekarang. Tidak cukup di ruang tamu, bahkan di kamar tidurnya pun Alexander dan Amelia melakukannya.“Ini juga kamar tidurku,” jawab Alexander.Hati Nerisa tersentak, ini kamar tidur dirinya dan Alexander, ruangan suami istri, tetapi Alex membawa wanita lain untuk masuk.“Kamu tahu apa yang baru saja kamu katakan?” Mata Nerisa berkaca-kaca.“Ini hanya sebuah kamar. Amelia menyukainya karena ruang tamu itu kecil.”“Kak Nerisa, tadi pagi kami juga melakukannya di sini. Tidak masalah dengan itu, kan?” Amelia menimpali.“Diamlah, Amel.” Alex menegurnya. “Sayang, kamu pindah ke ruang tamu saja. Kamar ini berikan pada Amelia.”Tangan Nerisa mengepal kuat, ia berbalik, kemudian melangkah pergi. Ia lekas menuruni anak tangga. Alexander ingin mengejar, tetapi Amelia meraih tangannya.“Dia hanya marah sebentar. Nanti juga balik lagi,” ucap Amel.Alexander menyugar rambutnya ke belakang. “Aku suda

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 7

    “Kamu masih punya dirimu.” L meneguk minumannya.“Oh, ya? Tadi siapa yang ingin bunuh diri karena putus cinta?” Nerisa sedikit menggodanya.“Kadang kala kamu berhak merasa tidak waras, tetapi jangan sampai akal sehat mengambil alih dirimu. Aku bersedih sepanjang hidup, tetapi aku mencintai diriku.”“Ini berbeda dari yang kamu katakan tadi.”“Sudah kubilang kan, seseorang berhak bersedih. Hidup tetap berjalan.” L mengulurkan tangan. “Mau berteman?”“Aku tidak semudah itu menganggap orang asing sebagai teman.”“Itu malah lebih bagus.”“Apa maksudmu?” Kening Nerisa berkerut. Dia tadi menawarkan pertemanan, sekarang malah merasa itu kurang pilihan bagus.L turun dari tempat duduknya, ia mendekat. Sangat dekat hingga Nerisa merasa terpojok. Pria ini menatapnya secara intens. Nerisa membasahi bibir, jantungnya berdegup kencang. Mata pekat pria ini terasa melucutinya.“Kamu lebih cocok dijadikan pasangan.”“Minggir.” Nerisa mendorong pria itu. Ia mencoba menenangkan diri. “Pria gila.”L tert

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 6

    Hari pertama pekerjaan Nerisa cukup lancar. Hampir sekitar dua tahun ini ia menganggur karena Alexander berjanji akan menghidupinya, asal bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik. Nerisa sudah berusaha menjadi istri yang diinginkan pria itu, tetapi Alexander punya tujuan sendiri.Alexander ingin bebas pergi menemui Amelia di luar negeri dengan alasan dinas. Tanda-tanda perselingkuhan itu sudah tampak, tetapi Nerisa masih membohongi dirinya. Ia percaya Alexander setia, ia tahu sebesar apa cinta pria itu kepadanya.Pertemuan dengan Amelia hanya kebetulan saja, begitulah yang Nerisa tanamkan dalam pikirannya. Amelia dan Alexander hanya sebatas kakak adik. Padahal Nerisa sangat tahu jika keduanya sama sekali tidak memiliki ikatan darah.Amelia diangkat adik oleh keluarga Valtheris karena ibunya. Sejak kecil tumbuh bersama, lalu wanita itu dibawa ke luar negeri. Bertahun-tahun putus kontak. Keduanya bertemu kembali saat Amelia menghadiri pesta ulang tahun Sebastian Valtheris.Pertama kaliny

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 5

    Pukulan di meja itu cukup mengejutkan, tetapi Nerisa menikmatinya. Alexander mengamuk hanya karena istrinya tidak lagi menyiapkan sarapan dan kembali memulai karier yang baru setelah dipecat. Lalu bagaimana dengan perasaan istrinya yang telah lama dikhianati? Apa Alexander tidak bisa berpikir sakit hati Nerisa? Dia mau dimaklumi, tetapi sulit memberikan timbal balik. “Oh, ya, aku mungkin jarang pulang. Kamu sudah bersama Amel, dan aku juga punya keinginan untuk mencari kesenangan di luar sana,” ucap Nerisa. “Berani sekali kamu bicara seperti itu, Nerisa. Kamu sadar akan statusmu sendiri. Dengan kamu mencari kesenangan di luar, kamu hanya akan membuat malu keluarga Valtheris.” “Kalau kamu malu, ajukan saja perceraian.” Nerisa membalikkan perkataan Alexander. Jika pria ini mau bercerai, maka dia lah yang harus memberikan hartanya senilai 10 juta dollar. Ucapan Nerisa membuat Alexander ingat dengan setiap perkataan yang ia lontarkan pada istrinya itu. Ia sadar jika Nerisa pasti senga

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 4

    Air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga. Alexander melakukan hubungan intim bersama wanita lain di kediaman ini. Tempat di mana Nerisa menaruh harapan bahagia semenjak ditinggal keluarga. Mereka tidak perlu sembunyi lagi. Bermain adik kakak seolah-olah hubungan tersebut suci. Selama ini ia dibodohi oleh Alexander. Pria itu selalu menyangkal, tetapi sekarang kebenarannya telah terbukti. Keduanya menjalin hubungan. Kali ini dengan alasan soal harta dan pewaris. Fakta yang Nerisa ucapkan pun dianggap hanya khayalan belaka. Hati Alexander sudah tidak ada lagi untuk seorang Nerisa. Semuanya tertuju pada perempuan baru. Tersisa dua tahun lagi sampai perjanjian pernikahan itu batal. Nerisa harus bertahan. Ia telah dibodohi soal perasaan, dan ia tidak mau mengalah soal harta. Warisan itu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Nerisa berhak untuk mengambil alih. Meski harus tertusuk duri, hancur berkeping-keping, ia akan mendapatkannya. Jika keinginan Alexander seperti demikian,

  • Suamiku Ingin Pernikahan Terbuka   Bab 3

    “Apa maksudmu? Pernikahan terbuka apa?” Nerisa tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh Alexander. Sikap Amelia tadi sudah keterlaluan. Dia melarang Alex menyentuh istrinya sendiri, dan pria ini tampaknya setuju. “Open marriage, aku ingin menjalin hubungan dengan Amelia. Aku ingin dia menjadi kekasihku.” Telinga ini masih bisa mendengar dengan jelas kata-kata yang baru saja Alexander ucapan. Sebuah pernikahan terbuka, di mana pasangan boleh menjalin hubungan dengan wanita lain atau laki-laki sesuai kesepakatan. Nerisa tertawa sembari memandang suaminya. “Ternyata kamu punya maksud tertentu di sini. Kamu ingin kita menjalani pernikahan terbuka, di mana aku setuju kamu menjalin hubungan dengan Amelia. Apa kamu sudah gila?!” “Dengarkan aku dulu, Nerisa. Aku melakukan ini demi kita berdua. Selama tiga tahun ini tidak ada anak di antara kita, sedangkan keluargaku menuntut seorang pewaris. Aku ini calon kepala keluarga Valtheris.” “Tidak harus menjalin hubungan dengan wanita lain.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status