Share

Bab 3

Author: Mariahlia
last update publish date: 2025-11-15 05:26:42

Febi terhenyak dengan perkataan pria itu. Ada rasa takut dan cemas bercampur jadi satu.

Sungguh ia tidak mengerti dengan perkataan dari dosennya itu.

‘Seseorang yang dipilih? Pak Langga pasti melantur,’ batin Febi.

Ia ingin sekali berlari keluar dari apartemen ini. Membuka pintu di depannya, turun ke lantai dasar, dan menghirup udara bebas kemudian melupakan semua ini.

Namun sialnya, ia sama sekali tidak punya kekuatan apa pun. Dihadapi dengan pembayaran penalti dua kali lipat, tentu saja Febi langsung tidak mampu berkutat.

Febi menghela nafasnya kasar. Matanya melirik ke arah pria tampan itu. Ia sedang sibuk mengutak-atik tablet yang ada di tangannya. Pria itu bahkan terlihat sangat santai sekali, seperti tidak terjadi sesuatu di antara mereka.

Mata Febi kembali memindai apartemen mewah itu.

Apartemennya terlihat betul-betul mewah bahkan barang-barang yang ada di sana terlihat begitu mengilap dan mahal. Febi menelan ludah.

Keadaannya benar-benar jauh dari kondisinya, tidak seperti rumahnya seolah yang hampir ambruk.

“Pak..” suara Febi pelan masuk ke dalam gendang telinga Langga, membuat pria tampan itu mendongak, menatap Febi.

Febi kembali menghela nafasnya kasar.

“Bapak tau itu saya… Lalu … Ehm… kenapa bapak memilih saya?” tanya Febi dengan hati-hati, matanya bahkan bergerak gelisah ke sana kemari, ia takut salah bicara.

Langga mengangkat alisnya. “Saya hanya ingin.”

Febi terdiam mendengar dua kata yang keluar dari mulut pria tampan itu.

Itu saja?

“Maksudnya, Pak?” Febi memberanikan diri untuk bertanya lagi.

Langga menghembuskan nafas, raut wajahnya yang sempat tenang berubah menjadi kesal.

“Kamu terlalu banyak tanya,” ucap Langga singkat. Febi yang masih mematung hanya bisa menelan ludahnya lagi.

Febi bergerak gelisah di tempatnya.

“Lagipula,” lanjut Langga tiba-tiba. “Kalau melanggar kontrak ini, bukan saya yang rugi. Tapi kamu.”

Febi terbelalak mendengarnya.

Febi hampir berlari keluar dari lobi apartemen itu.

*

Udara malam langsung menyergap wajahnya begitu pintu kaca otomatis terbuka. Angin kota berembus lebih kencang daripada biasanya, atau mungkin hanya perasaannya saja yang sedang tidak stabil.

Ia masuk ke dalam sebuah taksi online yang tadi ia pesan.

“Pak, ke rumah sakit pelita ya.” Ucap Febi pada supir itu.

“Baik mbak.”

Mobil melaju meninggalkan gedung unit mewah itu, Febi menjatuhkan tubuhnya pada sandaran kursi, pikirannya benar-benar sangat kacau.

Ia masih terngiang begitu jelas percakapan ia dengan dosennya itu. Ck, statusnya bukan hanya sebagai mahasiswi pria itu lagi, tapi sekarang menjadi sugar Baby Dosen Tampan itu.

‘Saya sama sekali tidak rugi. Kamu yang rugi.’ Langga kembali mengambil map yang ada di atas meja lalu memberikannya pada Febi.

Kembali Febi mengambilnya dengan tangan yang gemetar hebat. Ia kembali membaca beberapa point yang memang jujur saja belum sempat ia baca, dan langsung tanda tangan saja.

Bodohnya Febi yang tidak teliti dan terkesan terburu-buru.

‘Bagaimana? Semua keputusan ada di tangan kamu.’ Suara Langga kembali terdengar, membuat Febi menelan ludahnya susah payah.

Ia tidak bisa berbuat apapun.

Ia tidak bisa menolak lagi seperti ini.

‘Ba–baik. Saya mau’ sahut Febi terbata.

Langga menarik satu sudut bibirnya ke atas, sebuah senyum kecil terbit di bibirnya. Namun, Febi sama sekali tidak melihatnya.

Langga berdekhem. ‘Oke. Sekarang kamu boleh pulang,’

Febi mengerjap. ‘Bapak tidak–’

‘Kenapa? Kamu berharap melakukan hal yang seperti orang pada umumnya saat bertemu dengan –” belum sempat perkataan Langga selesai, Febi langsung bangkit dan berlari keluar dari unit itu dengan terburu-buru.

Di dalam mobil taksi online, Febi berulangkali memukul kepalanya, “Ck, otak kamu Febi. Kenapa wajah pak Langga nggak bisa hilang sih!!” Gerutu Febi kesal.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 104

    Ruangan itu berubah kacau dalam sekejap. Samuel masih berdiri membeku di tengah pecahan kaca. Dadanya naik turun tidak beraturan. Matanya merah. Namun bukan hanya karena menangis saja. Melainkan karena rasa hancur yang perlahan berubah menjadi kemarahan. “Kamu juga?” Pertanyaan itu kembali terdengar lirih dari bibirnya. Namun kali ini terdengar lebih menusuk. Lebih menyakitkan dari sebelumnya. Febi menangis sambil menggeleng cepat. “Sam… dengerin aku dulu…” “Dengerin apa?!” Bentakan Samuel langsung menggema memenuhi rumah. Deg!! Tubuh Febi langsung tersentak ketakutan. Bahkan Sintia ikut membeku karena tidak pernah melihat anaknya semarah ini. Samuel tertawa kecil. Namun tawanya terdengar hancur. “Aku hampir mati karena mikirin kamu…” suaranya mulai pecah. “Aku nangis tiap malam nyariin kamu…” Air matanya jatuh semakin deras. "Aku sampai bingung kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku. Apa karena aku yang pergi ke Swiss. Padahal aku selalu setia sama kamu walaupun aku di sa

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 103

    Ruangan langsung sunyi. Samuel perlahan mengangkat wajahnya dari bahu Febi. Tatapannya lurus ke arah Langga. Dan ia melihat ada sesuatu yang berubah di mata lelaki itu.yaitu rasa terusik. “Kenapa?” tanyanya pelan. Langga berdiri tegak dengan rahang mengeras. Tatapannya masih tertuju pada tangan Samuel yang menggenggam Febi terlalu erat. “Nggak semua hal harus diumbar.” jawabnya dingin. Samuel tertawa kecil samar. “Ummbar?” ulangnya pelan. “Dia pacar aku, Pa.” Febi langsung menunduk cepat. Sedangkan Langga terlihat semakin kehilangan ketenangan. "Aku cuma meluk pacar sendiri.” lanjut Samuel sambil mengusap pelan jemari Febi. “Apa itu salah?” Sunyi. Namun ketegangan di ruangan itu semakin terasa jelas. Febi bahkan mulai sulit bernapas. Karena sekarang, mereka tidak lagi terdengar seperti ayah dan anak yang sedang bicara biasa. Mereka seperti dua orang yang sedang saling menahan sesuatu. Dan dirinya berada tepat di tengah-tengahnya. “Sam…” suara Febi mulai gemetar. “Udah

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 102

    Sore itu hujan turun pelan membasahi halaman rumah Samuel. Dan lagi-lagi, Febi berada di sana. Samuel yang sejak siang terus menghubunginya akhirnya berhasil membujuk perempuan itu datang dengan alasan kondisinya kembali drop. “Aku cuma pengen lihat kamu…” ucapnya tadi di telepon dengan suara lemah. “Sebentar aja.” Dan Febi, lagi-lagi tidak tega menolaknua. Rasa bersalah membelenggu dirinya, sehingga ia tidak bisa berkutik sama sekali saat pemuda itu mengancam. Kini perempuan itu duduk di ruang keluarga bersama Samuel yang tampak jauh lebih sehat dibanding beberapa hari lalu. Namun lelaki itu justru terus menempel padanya sejak tadi. “Sam…” Febi berusaha menarik tangannya pelan. “Duduk yang bener.” “Nggak mau.” Samuel malah menyandarkan kepalanya ke bahu perempuan itu dengan mata terpejam. Seolah tempat paling nyaman di dunia memang hanya ada di dekat Febi. “Aku kangen…” bisiknya lirih. Tubuh Febi langsung menegang. Ia bisa merasakan beberapa pasang mata pelayan rumah

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 101

    “Bisa ikut saya sebentar?” Deg. Kalimat itu langsung membuat suasana koridor terasa semakin canggung. Beberapa mahasiswa yang sejak tadi diam-diam memperhatikan mereka langsung saling melirik kecil. Febi menegang. Sedangkan Nisa tampak salah tingkah di sampingnya. “Iya, Pak…” jawab Febi pelan. Langga mengangguk singkat lalu berjalan lebih dulu menyusuri koridor kampus. Langkah pria itu tenang seperti biasa, terlihat sangat berwibawa. Namun entah kenapa, punggung itu justru membuat jantung Febi semakin tidak tenang.Ia mengikuti dari belakang sambil menundukkan wajah. Dan semakin jauh mereka berjalan, bisik-bisik mahasiswa mulai terdengar samar. “Itu Febi kan?” “Seriusan dipanggil ke ruangan Pak Langga?” “Fix ada sesuatu deh…” Tangan Febi langsung mengepal kecil di sisi tubuhnya. Ia ingin pergi. Ingin berhenti. Namun semuanya terasa terlambat. Ia tidak bisa juga menolak permintaan Langga, sebab pria itu dosennya. Sedangkan Langga, ia tampak acuh, ia sama sekali t

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 100

    Sejak pagi itu, pikiran Samuel tidak pernah benar-benar tenang. Kalimat yang ia lontarkan saat sarapan beberapa hari lalu terus terngiang di kepalanya. 'Papa jangan sampai suka sama pacar aku ya.' Awalnya ia memang hanya bercanda. Namun semakin dipikirkan, semuanya justru terasa semakin aneh. Ayahnya terlalu emosional saat ia bersama dengan Febi. Terlalu memperhatikan. Dan yang paling membuat Samuel tidak nyaman, Febi juga terlihat berbeda setiap ada Langga di dekatnya. Seolah mereka menyimpan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Malam itu Samuel duduk sendirian di kamarnya sambil memainkan ponsel pelan. Tatapannya kosong. Sudah hampir lima menit ia membuka chat Febi tanpa benar-benar mengetik apa pun. Sampai akhirnya, Ting Sebuah notifikasi masuk. Samuel langsung menegakkan tubuhnya sedikit. Namun senyum kecil di wajahnya perlahan hilang saat membaca pesan itu. Dari salah satu temannya di kampus. Fadel. |Bro, cewek lo tadi ngobrol lama sama bokap lo di koridor kampus 😭| |

  • Sugar Baby Dosen Tampan   bab 99

    Dua hari setelah menginap di rumah Samuel, Febi akhirnya kembali ke kampus. Pagi itu udara terasa mendung. Langit abu-abu menggantung rendah seolah ikut membawa berat yang sejak beberapa hari terakhir terus menekan dadanya.Febi turun dari ojek online di depan gerbang kampus sambil menggenggam tasnya erat. Sudah cukup lama ia tidak datang ke tempat itu. Dan anehnya, langkahnya terasa jauh lebih berat dibanding biasanya. Banyak hal berubah terlalu cepat dalam hidupnya. Ibunya pergi. Samuel kembali hadir. Dan Langga… Febi langsung menghela napas pelan. Nama itu saja sudah cukup membuat pikirannya kembali kacau. “Febi!” Suara seseorang membuat perempuan itu tersentak kecil. Nisa langsung berlari kecil menghampirinya dengan wajah kaget sekaligus lega. “Ya Allah, akhirnya kamu muncul juga!” sahut sahabatnya itu sambil memeluk Febi cepat. “Aku khawatir banget tau!” Febi tersenyum kecil lemah. “Maaf…” Nisa langsung melepas pelukan lalu memperhatikan wajah Febi lama. Dan seket

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status