공유

057

작가: Thato Kent
last update 게시일: 2026-02-20 08:05:53

"...hentikan! Jangan sok jago kamu di sini!'

"Siapa yang sok jago, ha? Lagipula, apa kau tahu apa yang dia bicarakan barusan?" Aku tidak terima disalahkan begitu saja, hingga memaki, dasar perawan tua! Tapi hanya tega dalam hati.

"Tahan Bang, tahan, aku mohon, tolong jangan buat keributan."

Yang berteriak lalu berkata-kata dengan tajam, dia adalah Agnes. Entah muncul muncul dari mana manusia satu ini?

Sedangkan yang menyela dengan cemas seraya masuk secepat itu juga di antara aku dan pria asing
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   204

    Dialog sukma yang kubangun pada akhirnya berhasil membuat Bu Saodah buka mulut, membuatnya mengakui apa yang telah dia lakukan pada Mariana. Aku tinggal membuatnya untuk menyebut nama Mariana secara langsung, bukan hanya sebatas menggunakan kata ganti orang kedua.Tapi sekarang Bu Saodah sedang terbatuk-batuk. Cara batuknya, itu seperti yang dibilang orang batuk kering. Dadanya yang hampir rata itu bahkan sampai terangkat-angkat, leher seakan-akan bertambah panjang. Bu Saodah tampak menderita. Akan tetapi, ternyata masih ada selain aku yang tidak seberapa mempedulikan itu."Siapa yang kau maksudkan, Saodah? Cepat katakan padaku, apakah dia Mariana?"Pertanyaan yang diajukan Edy Hidayat sekarang, sedianya ini juga yang akan kuajukan pada Bu Saodah."Aku mengaku salah, Yayat, aku sungguh-sungguh khilaf saat itu, aku akan membayarnya dengan nyawaku, mohon kalian memaafkan aku..""Setelah apa yang ibu saya berikan pada kalian selama ini, dan kau? Oh, saya benar-benar tidak menyangka kau

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   203

    "Benar, Bu Saodah. Tolong cepat masuk temui dia. Kasian, dia sudah terlalu lama menahan rasa sakitnya."Sedari barusan, Pak Nasrullah ini sudah sangat menjiwai setiap kekata yang dia ucapkan. Jelas ada empati mendalam di sana. Namun, sayang sekali, beliau tidak tahu bahwa saat ini aku justru sedang dirundung tetanyaan.Sejak mula aku sudah menanam keyakinan bahwa, demi membalaskan dendam Mariana, Bu Saodah wajib merasakan penderitaan panjang yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang diderita oleh Mariana.Malam ini adalah malam ke-40 yang berarti akan menjadi hari terakhir bagi Bu Saodah! Satu hal yang juga sangat aku yakini, paling lambat pukul delapan malam ini Bu Saodah akan 'melunasi' hutang-hutangnya pada Mariana.Akan tetapi, sekarang sudah pukul berapa, kenapa Bu Saodah belum 'pergi-pergi' juga?"Bara, ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat tegang seperti ini? Apakah kamu benar-benar mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan kejadian yang menimpa Bu Saodah?"Aku sudah menduga

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   202

    Aku mengumpat frustrasi seraya spontan mengayun tinju siku. Dikarenakan Edy Hidayat mengekor di sisi kiriku, sejatinya rusuk kanannya yang akan menjadi sasaran. Namun, si Edi Tansil ini ternyata dapat menangkisnya dengan mudah. "Gerakanmu terlalu lamban, brother," ejeknya dan menggerak-gerakkan bahu, membetulkan posisi jas yang tampaknya barusan sedikit berantakan. Tampak pula ia menepis-tepis lengan jasnya.Aku tahan napas sejenak.Hanya dengan melihat ketenangannya, orang bisa langsung mengambil kesimpulan kalau laki-laki ini punya kemampuan beladiri yang tidak bisa dipandang sebelah mata!Ah aku hampir lupa, kalau suatu ketika dulu Nola sudah pernah bercerita tentang kemampuan beladiri si laki-laki tulen tapi 'kasim' ini.Akan tetapi, sekarang dia sedang berhadapan dengan Bara Maradika, seseorang yang juga pernah dilatih secara khusus untuk melumpuhkan lawan-lawannya!"Bagaimana dengan ini?" Kali ini aku melompat lalu memberinya tendangan salto, seperti pukulan smes dalam permain

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   201

    Dia yang baru muncul ini, tidak lain adalah si manusia sialan itu! Entah dia titip di mana Aditia dan Rafni. Padahal, aku pikir mereka sudah berangkat meninggalkan desa pada malam ini juga."Rifa'i, tolong!" Edy Hidayat bersuara lagi, mulai kental penekanan dalam gaung bicaranya. "Jangan biarkan para tetua di rumah Aziz sana menunggu tanpa ada kepastian," imbuhnya, jelas ada nuansa memaksa di sebaliknya.Tak suka dengan sikapnya yang berlagak sok memerintah di hadapanku, cepat aku menyela, "Hei brengsek, siapa kamu sampai merasa pantas mengatur-atur orang lain?""Siapa saya itu bukan pertanyaan yang tepat, brother," Edy Hidayat membalas dengan datar, tak ada kesan tersinggung atau semacam terprovokasi. Benar-benar nyaris tanpa emosi."Sebab yang benar adalah, siapkan dirimu untuk pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tetua pada dirimu!""Hah... bacot kau!" umpatku semakin jengkel saja, sangat ingin menumpahkan kekesalan yang sekian lama aku sembunyikan, tapi situasi dan kondisiny

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   200

    "Ba-Bara, si-si-siiapa yang kau bicarakan?" Rafika yang kini bersembunyi di balik punggungku, mendesis putus-putus, jelas sangat ketakutan. Aku mendengar itu dengan jelas, tapi aku juga sedang sibuk dengan apa yang harus cepat-cepat kulakukan!Tiba-tiba kedatangan sebuah bayangan yang sulit diterima akal sehat, siapa yang tidak mendadak disergap rasa takut? Bayangan yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali pula!Namun, itu hanya sebentar! Apa yang terjadi padaku barusan pun itu hanya reaksi alamiah semata saja juga!Saat ini aku sedang fokus melafazkan mantra-mantra, coba menghalau makhluk yang menyerupai Bu Saodah! "...pergilah kau ke alammu, atau aku akan membakarmu sekarang juga!"Mantra yang aku genapkan dengan ancaman usai, bayangan menyerupai Bu Saodah, yang barusan seakan-akan menyatu dengan daun pintu, pada akhirnya berangsur-angsur menghilang dari pandangan."Rafika, ayo cepat pergi dari sini!" ucapku setelah merasa yakin tidak ada lagi yang akan menjadi pengganggu.H

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   199

    "...jangan ganggu aku...""Tolong, aku tidak tahu apa-apa..."Ya Tuhan, apa itu?Rafika menjerit lalu memelas panik, aku berbisik tanpa nada seraya diam-diam menjiwai sekitaran setelah itu.Sementara ini, meskipun sekarang Rafika kembali menabrakkan diri ke tubuhku, bahkan kali ini lebih buruk dari sebelumnya, tapi tak ada lagi keluhan yang keluar dari mulutku.Namun, bagaimana aku sempat mengeluh, sedangkan apa yang terjadi terasa begitu nyata? Barusan itu, selain gemerisik di atas atap yang cukup lama, tiba-tiba saja pula seperti ada buah kelapa jatuh di hadapan kami. Bunyinya cukup jelas terdengar, dan itu yang membuat kami terkejut, hingga ambruk secara bersamaan.Daun pintu yang seharusnya jadi penyangga pula, lepas begitu saja dari penguasaanku tatkala konsentrasiku terbagi antara tabrakan Rafika yang tiba-tiba, serta dentum benda jatuh tersebut."Bara, antar aku pulang sekarang, aku takut sekali, Bara... tolong," desis Rafika lagi, pucuk kepala dia masih berada tepat di sampin

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status