LOGINA Xiong langsung menghilang dan secepatnya dia menyusul rombongan Guru Besar Nim. Di tengah perjalanan yang ada di perbatasan ibu kota dan mendekati luar gerbang ibu kota. Rombongan Guru Nim yang mendapatkan kabar bahwa putranya akan di hukum mati karena ketahuan memiliki hutang besar dan tidak dapat membayarnya. Putra Guru Besar Nim bisa diselamatkan jika Guru Besar Nim sendiri yang datang menghadap ke hakim di wilayah asalnya. Inilah yang Li Jing ketahui itu adalah jebakan. Saat pengawal rahasia Li Jing yang dari awal di tempatkan Li Jing di dalam rombongan Guru Besar Nim mengkonfirmasi hal itu ternyata keluarga Guru Besar Nim semua baik-baik saja. Putranya juga sedang belajar bersiap mengikuti ujian negara setelah acara Bunga Jade selesai. Tiba di jalanan yang sudah jauh dari ibu kota, rombongan Guru Besar Nim benar-benar di hadang oleh pasukan khusus yang memakai seragam lengkap pasukan elite. Mereka menghadang dan menangkap Guru Besar Nim serta murid terakhirnya yang dia gad
Ibu Suri menatap Li Jing lekat dengan pandangan menelisik. "Apakah masih sama, dia adalah Li Jing, putri dari Jendral Lie Hyun, yang dulu manis, polos, penurut, suka gugup, mudah dikendalikan dan baik hati? Mengapa sekarang aku merasa dia berbeda dan seperti bukan dirinya?" gumam Ibu Suri dalam hatinya. "Yang Mulia, mari kita lanjutkan untuk berkeliling melihat apa saja yang ada dan jadi kesibukan mereka di waktu seperti ini," bisik Bibi An pada Ibu Suri. Membuat Ibu Suri tersadar dalam lamunannya tadi. "Bi, aku merasa ada yang berbeda pada Li Jing. Coba kau utus beberapa orang untuk mengawasi kegiatan Li Jing di kediamannya. " Baik, Yang Mulia Ibu Suri."Kecurigaan akan perubahan sikap Li Jing tidak sampai di situ saja. Ibu Suri langsung memanggil Pangeran Sulung. "Han'er, apakah kau juga merasa seperti yang Nenek rasakan?""Apakah itu?""Sikap Li Jing wanita genit itu, sekarang seakan memiliki aura yang berbeda, seakan dia bukan orang yang sama?""Hm, ternyata perasaan Nene
"Salam, Yang Mulia 'Ratu' yang terhormat di Kerajaan Langit," salam Mei Ling dengan nada menyindir dan mencibir. "Aku kira kau sudah melupakan tata krama dan etika yang dijunjung tinggi di istana dalam ini, Selir Utama Mei Ling," ganti Li Jing menyindir dan mencibir ke arah Mei Ling. Tatapan tajamnya yang bagaikan belati beracun mengintimidasi tepat di netra Mei Ling membuat Mei Ling sedikit bergidik. Suaranya yang tegas dengan nada soprannya yang khas, kali ini sungguh membuat Mei Ling sedikit bergetar. "Sejak kapan dia begitu mendominasi aura di sekitarnya," gumam Mei Ling dalam hatinya. "Maafkan Hamba, Yang Mulia, beberapa hari ini hamba tidak enak badan, sehingga hamba tidak bisa menghadap untuk memberi salam pada Yang Mulia," jawab Mei Ling yang sedikit melemah dan melembut merasakan bahwa saat itu adalah saat yang sangat tidak tepat untuk memprovokasi Li Jing dengan perkataannya, karena bagaimana juga Li Jing adalah Ratu Kerajaan Langit, apalagi Mei Ling mendengar bahwa Ra
Malam itu seperti yang telah di putuskan oleh Wang Ming, mereka menuju Paviliun Mawar Phoniex. Ketika mendekati tempat kediaman Li Jing, terdengar suara merdu yang menyanyikan lagu cinta yang hangat. Wang Ming akhirnya tergoda untuk melihat pemandangan indah di depannya. Seorang wanita sedang mengenakan pakaian sedikit terbuka, namun jelas memperlihatkan lekuk tubuh dan kemolekan tubuh pemiliknya. Wang Ming yang sudah terpengaruh dengan dupa khusus yang ada di area tersebut mulai mendekati wanita yang sedang menyanyi dan menari itu. Wang Ming memeluk pinggang ramping wanita tersebut dan mencium aroma sejuta bunga yang menjadi parfum wanita itu di lehernya yang putih dan tanpa noda. Dupa asmara seribu cinta pun membuat Wang Ming semakin mabuk dan tidak bisa mengendalikan hasrat yang tiba-tiba mencuat. Milik kebanggaan Naga itu sudah mencuat kokoh dan keras di balik jubah Kekaisarannya yang dia kenakan. Kasim Liang dan semua pelayan yang mengikuti Raja tahu diri dan melangka
Kedua Selir itu kembali saling lempar pandangan satu dengan yang lain. "Ampun, Yang Mulia, mengapa Yang Mulia mengatakan kita harus minimal setara dengan kemampuan Selir Mei Ling?" tanya Selir Kim memberanikan diri. "Karena dia yang pandai membuat hati Raja luluh. Jika kalian tidak bisa setara kemampuan Selir Mei Ling, maka hati Raja juga tidak akan luluh pada kalian. Setelah pesta perjamuan Bunga Jade, biasa akan diadakan pemilihan Selir lagi, sebab hingga hari ini Raja kita belum mempunyai keturunan, itu pasti membuat para menteri cemas." "Hah, pemilihan Selir baru?" lirih Selir Yen. Wajahnya sudah pucat pasi. Harem istana memang terlalu beresiko. "Ya, dan pastinya akan lebih banyak lagi Selir baru yang lebih muda dan cantik dari kita. Jika kita tidak memiliki kelebihan apapun untuk memenangkan hati Raja, kita akan tersingkir!"Selir Yen dan Selir Kim terdiam. Apa yang dikatakan oleh Li Jing benar adanya. Sekarang semua ini bergantung pada usaha diri sendiri. Bukan lagi pada ya
Pagi itu di kediaman Li Jing, "Pagi Yang Mulia Baginda Raja dan Yang Mulia Ratu, sarapan sudah kami siapkan, di tambah tonik untuk memulihkan stamina juga," "Hmm, hmmm," Li Jing berdehem pada Xiao Xing dengan tatapan mata membunuh. Membuat Xiao Xing langsung pergi sambil senyum-senyum. "Minum dulu, Ratu ku, hmm?" Wang Ming langsung menyodorkan secawan air untuk Li Jing minum. "Terima kasih, Yang Mulia," sahut Li Jing. "Ratu ku, mulai hari ini, aku akan lebih memperhatikanmu, aku akan lebih bijaksana dan akan menyelidiki segala sesuatu dengan baik. Maafkan aku... telah lama abaikan dirimu dan selalu menyalahkan Ratu ku yang cantik dan bijaksana," ucap Wang Ming. Tangan Li Jing langsung digenggam dan dicium oleh Raja Wang Ming. "Yang Mulia, sebenarnya apa yang terjadi, Hamba selama ini juga berterima kasih kepada Yang Mulia." "Ratu ku, aku akan kembali ke sidang pagi, aku serahkan kembali urusan istana dalam harem ini padamu, aku kemarin sudah mengambil segel Phoniex yang
“Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun
Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka
Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,
“Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji







