Share

**RITUAL KONDOM**

Penulis: Jubril Zainab
last update Tanggal publikasi: 2026-08-02 04:41:51

**RITUAL KONDOM**

**SUDUT PANDANG NOAH**

Kamar asrama terasa sunyi mencekam saat aku menatap pintu yang tertutup, ruangan itu seakan masih bergetar akibat bantingan keras Madison beberapa detik lalu. Aku berdiri mematung di tengah ruangan, menatap kosong ke arah pintu tempat Madison menghilang, otakku berjuang keras memproses seluruh kejadian gila dalam lima belas menit terakhir.

“Apa-apaan yang baru saja terjadi?”

Sebuah helaan napas berat terlepas dari bibirku saat jariku perlahan menyentuh m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **RITUAL KONDOM**

    **RITUAL KONDOM****SUDUT PANDANG NOAH**Kamar asrama terasa sunyi mencekam saat aku menatap pintu yang tertutup, ruangan itu seakan masih bergetar akibat bantingan keras Madison beberapa detik lalu. Aku berdiri mematung di tengah ruangan, menatap kosong ke arah pintu tempat Madison menghilang, otakku berjuang keras memproses seluruh kejadian gila dalam lima belas menit terakhir.“Apa-apaan yang baru saja terjadi?”Sebuah helaan napas berat terlepas dari bibirku saat jariku perlahan menyentuh mulutku sendiri. Lidahku secara tidak sengaja menjilat rasa permen karet yang bercampur dengan pelembap bibir rasa stroberi yang kupakai tadi.“Oh, sama sekali tidak!”Dengan panik, aku mengusap bibirku menggunakan lengan *hoodie*. Sekali, dua kali, tiga kali sampai aku yakin rasa itu benar-benar hilang. Aku menjilat bibirku lagi untuk memastikan, tapi rasanya masih sedikit tertinggal.“Aku baru saja dicium oleh cewek ciuman-semalam-nya saudaraku sendiri.” Aku bergaya hendak muntah secara dramati

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **KAMU AKAN BUTUH KONDOM**

    **KAMU AKAN BUTUH KONDOM****SUDUT PANDANG NOAH.**Tamparan itu bergema di seluruh ruangan saat kepalaku tersentak ke samping, begitu keras hingga aku tersandung mundur satu langkah. Satu tanganku terbang melayang ke pipiku yang terbakar, dan selama tiga detik penuh, otakku benar-benar berhenti bekerja.A-apa aku baru saja dianiaya?“Apa-apaan ini?!” Bentak Jace. Sebelum aku sempat pulih, si gadis berambut pirang itu meluncur menerjangku lagi.“Oh tidak, kamu tidak boleh!” Jace melompat ke depanku, menangkap pergelangan tangannya tepat sebelum dia bisa menjangkauku. Dia menarik tangannya ke belakang saat gadis itu menendang dan menjerit seperti wanita yang kesurupan.“LEPASKAN AKU!” Jeritnya. “Aku belum selesai dengannya!”“Aku bisa melihatnya,” Dengus Jace, berjuang menahannya agar tetap diam. “Madison, apakah kamu sudah benar-benar kehilangan akalmu?”“Aku menyangkanya tiga hari yang lalu!” Dia berteriak, menunjuk dengan jari menuduh tepat ke arahku. “Di detik teman terbaikmu yang b

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   **SIPENJATUH HANDUK**

    **SIPENJATUH HANDUK****SUDUT PANDANG NOAH.**Di detik dia mendorong pintu hingga terbuka, aku melompat ke depan. Meraih handuk cadangan di rak terdekat, aku melemparkannya ke wajahnya.“Oh! Apa-apaan ini?!” Desisnya, berjuang melepaskannya sementara aku berebut. Meraih wigku, aku menariknya terpasang, mengintipnya dari balik bulu mataku saat aku mengambil sisa barang-barkangku—bra olahraga, lakban—lalu aku menerjang keluar dari sana.Aku mendengarnya bernapas berat di belakangku tepat saat aku mendorong pintu lemari hingga terbuka. “Owen, ada apa denganmu?”“M-maaf!” Aku mencicit, menutup pintu tepat pada waktunya sebelum dia bisa berjalan ke arahku. Memutar kunci, aku mencoba menarik napas sambil membereskan barang-barangkus yang lain.“Kamu bersikap aneh, Bro.” Katanya dari balik pintu yang tertutup.“Maaf, hanya sedikit gugup, kurasa.” Aku berdehem, memperdalam suaraku lagi. “Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu cari?”“Ya, sudah dapat.”Dia menjawab tepat pada waktunya saat aku m

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   LEPAS KAOS!

    **LEPAS KAOS!!****SUDUT PANDANG NOAH.**“Lepas kaos, semuanya!!!!” Suara perintah pelatih membahana di seluruh gelanggang es sebelum aku sempat menarik napas setelah berlari mengelilingi lapangan selama lima belas menit yang baru saja dia paksakan pada kami. Tubuhku membeku, mataku terbelalak saat menatap sekelilingku. Tak satu pun dari anak-anak laki-laki itu yang bereaksi; mereka melepas kaos mereka, meninggalkanku berdiri di sana……dengan kaos tetap terpasang.Aku menelan ludah, sudah merasakan tatapan dingin pelatih tertuju padaku sebelum aku meliriknya.“Kamu!” Dia menunjuk tepat ke arahku. “Boneka muka bayi!” Setiap detik terasa seperti paku lain di peti matiku. Aku tahu ini bukan ide yang baik… tamatlah sudah, aku akan tertangkap dalam waktu kurang dari empat puluh delapan jam.“Aku?” Aku berkedip.“Bukan, Zamboni sialan itu.” Tatapannya semakin tajam. “Tentu saja kamu!” Anak-anak laki-laki itu terkikik lagi.“Ya, Pelatih!”“Kamu tuli?”“Tidak, Pelatih!”“Lalu kenapa kamu masih

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   SANGAT TIDAK ADIL

    **SANGAT TIDAK ADIL****SUDUT PANDANG NOAH.**Mencuri identitas kakak laki-lakiku untuk membuktikan kepada ayahku bahwa perempuan juga punya tempat di atas es terdengar jauh lebih mudah beberapa jam yang lalu. Saat itu, aku membayangkan mencetak gol, memenangkan kejuaraan, menyaksikan rahang ayahku jatuh ke lantai saat aku membuktikannya salah……aku tidak pernah membayangkan dibungkus dengan lakban yang cukup untuk bertahan dari bencana alam.Atau memakai tiga lapis pakaian hanya untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Tuhan sedikit terlalu pemurah saat menciptakan tubuhku. Wig yang menempel di kulit kepalaku terasa seperti terbuat dari kaktus, alis palsu yang ditempelkan Ernesto di atas alisku terasa sangat gatal, aku hanya berjarak satu garukan dari membongkar seluruh identitasku bahkan sebelum kami mendarat.Jangan mebuatku mulai bicara soal cambang ini.Dan entah bagaimana, itu bukanlah masalah terbesarku.Masalah terbesarku duduk persis delapan belas inci dari sisiku. Jace Donovan. A

  • TAPI KAMU SEHARUSNYA SEORANG LAKI-LAKI   *AKU BUTUH KAMU MENGUBAHKU MENJADI SEORANG LAKI-LAKI**

    **AKU BUTUH KAMU MENGUBAHKU MENJADI SEORANG LAKI-LAKI****SUDUT PANDANG NOAH.**“Kamu ingin aku melakukan apa?” Sahabatku, Tara, mengedipkan matanya dengan cepat padaku.“Ubah aku menjadi seorang laki-laki, khususnya Owen. Dan kamu harus melakukannya hari ini.”“Kamu ingin aku mengubahmu menjadi kakak laki-lakimu?”“Ya, aku akan pergi ke Akademi Blackridge sebagai Owen, bergabung dengan tim laki-laki mereka di sana, dan dalam enam minggu, aku akan mengalahkan tim Justin. Kemudian, Ayah akan melihat bahwa seorang perempuan bisa menjadi jenius hoki.”“Itu benar-benar gila, Noah.”“Ayo, Tara. Kamu tahu aku membutuhkan ini.” Aku mengerang. “Para pemandu bakat datang untuk anak-anak perempuan, mereka menyukai penampilan kami! Jika Ayah tidak ingin melihat seberapa bagus kami nantinya, mungkin menunjukkan padanya seberapa bagus diriku akhirnya akan membuatnya sadar.”Dia meletakkan gelas anggurnya di atas meja sebelum menghela napas. “Apakah kamu mengerti seberapa gila ini? Bagaimana jika s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status