Teilen

SOMASI

last update Veröffentlichungsdatum: 23.09.2026 03:58:57

Jam 9 pagi, kantor Om Brian bau kacang goreng dan kopi sachet.

Di atas meja ada satu kertas somasi yang kalau dibaca orang normal, pasti dikira surat cinta yang salah kirim.

Om Brian pakai kacamata bacanya setengah turun, kayak mau ngintip janda mandi.

Ia baca dengan suara khidmat:

_"Dengan hormat, kepada Saudara Nofal bin Junaidi dan Saudari Sasmitha binti Hartono di Griya Permata No.7..."_

_"Sehubungan dengan ditemukannya BUG pada sistem kehamilan Anda..."_

Arnita yang lagi minum teh langsung
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   SOMASI

    Jam 9 pagi, kantor Om Brian bau kacang goreng dan kopi sachet.Di atas meja ada satu kertas somasi yang kalau dibaca orang normal, pasti dikira surat cinta yang salah kirim.Om Brian pakai kacamata bacanya setengah turun, kayak mau ngintip janda mandi.Ia baca dengan suara khidmat:_"Dengan hormat, kepada Saudara Nofal bin Junaidi dan Saudari Sasmitha binti Hartono di Griya Permata No.7..."__"Sehubungan dengan ditemukannya BUG pada sistem kehamilan Anda..."_Arnita yang lagi minum teh langsung keselek."BUG, Om?""Iya. Kan kehamilannya nge-bug. Masa nikah 14 Juli, Agustus hamil 3 bulan. Ini bukan hamil, ini update software yang gagal."Darius yang duduk di sofa sambil mainin helm langsung tepuk tangan."Gila, Om. Ini somasi paling berfaedah se-Indonesia. Biasanya somasi isinya pasal-pasal bikin ngantuk, ini isinya roasting."Om Brian lanjut baca, makin serius:_"Bahwa berdasarkan kalender Masehi, kalender Hijriyah, kalender Jawa, bahkan kalender promo Indomaret, jarak antara 14 Juli

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Bukti

    Jam tiga sore, Kantor KUA sepi kayak kuburan. AC mati, kipas angin bunyi krek-krek-krek kayak lagi batuk TBC.Pak Haji Ridwan membuka buku nikah segede bantal guling."Ah, ketemu. Sasmitha binti Hartono dengan Nofal bin Junaidi. Tanggal 14 Juli tahun ini."Di dalam otak Arnita langsung ada kalkulator meledak._Oke, 14 Juli nikah, sekarang Agustus ngaku hamil 3 bulan. Juli ke Agustus itu baru satu bulan. Satu bulan hamil tiga bulan? Ini hamilnya pakai paket express Shopee? Pesan hari ini, hamil tiga bulan besok sampai? Atau jangan-jangan dia pakai ilmu mengkoding? Hamilnya di-download dulu file-nya 3 bulan baru di-install bulan Juli?_Mak Yati yang dari tadi pura-pura jadi patung di pojokan langsung kesetrum.Matanya melotot, dasternya hampir melorot."14 JULI? AGUSTUS HAMIL 3 BULAN? HEH! Ini hamilnya pakai tol langit? Ngebut amat! Baru nikah 30 hari kok isi perutnya sudah 90 hari! Ini bayi apa cicilan panci? Bunga nya kebanyakan!"Darius berbisik ke Arnita sambil nutupin mulut pakai h

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Tante Gosip

    Jam tujuh pagi, suara motor CBR sudah meraung di depan rumah petak Arnita.Darius datang tepat waktu. Memakai kemeja batik yang kebesaran, rambutnya disisir rapi ke belakang, dan memakai sepatu pantofel yang ujungnya sudah mengelupas. Ia terlihat berusaha tampil meyakinkan sebagai sopir profesional.Narendra yang sedang menyapu halaman menghentikan sapunya. Tatapannya masih tidak suka, tapi kali ini ia tidak langsung marah."Darius sudah datang, Mas," kata Arnita dari dalam rumah sambil memakai jilbab. "Aku pergi dulu ya. Titip rumah.""Mau kemana lagi, Sayang? Kemarin kamu belum cerita jelas," Narendra berbisik pelan, menarik lengan Arnita ke sudut teras agar tidak didengar Darius.Arnita menatap suaminya. Wajah Narendra terlihat lelah. Sejak perusahaannya diambil, ia belum mendapatkan pekerjaan tetap. Janggutnya mulai tumbuh tidak rapi."Mas percaya sama aku nggak?" Arnita balik bertanya."Mas selalu percaya sama kamu.""Kalau Mas percaya, izinkan aku pergi hari ini. Aku nggak akan

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Bukan Lagi Milikku

    "Loh, mama Mbak? Mama yang mana?"Pertanyaan itu meluncur dari mulut perempuan muda yang berdiri di depan pintu dengan daster bermotif bunga dan rambut yang masih basah. Di sampingnya, seorang lelaki dengan kaos oblong putih menatap Arnita dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tatapan curiga.Arnita menelan ludah. Tenggorokannya kering. Perjalanan empat jam di atas motor dengan jok belakang yang tinggi, di bawah terik matahari yang menyengat, membuat bibirnya pecah-pecah. Tapi bukan itu yang membuat napasnya memburu."Paula. Yang jual rumah ini namanya Paula? Perempuan paruh baya, kulitnya putih, rambutnya diwarnai cokelat?"Perempuan berdaster itu mengangguk."Iya, Mbak. Tante Paula. Katanya ini rumah warisan anaknya yang sudah meninggal. Jadi dijual murah ke kami karena butuh uang buat biaya haji. Katanya anaknya kecelakaan. Kami juga kasihan, makanya kami beli. Surat-suratnya lengkap kok, Mbak. Ada sertifikat, ada akta jual beli. Tante Paula juga bawa pengacara waktu itu."Set

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Diantar Raja Buaya

    20Arnita duduk termenung di dalam kamar setelah mengantarkan suaminya ke depan untuk berangkat mencari pekerjaan. Dia memikirkan langkah-langkah yang harus dia lakukan untuk menjalankan misinya. Segala rencana di susunnya, bahkan Arnita sampai harus menuliskan di sebuah note kecil agar tak ketahuan suaminya."Aku tak boleh gegabah. Aku harus menyusunnya dengan sangat matang agar rencanaku berjalan dengan lancar tanpa hambatan."Rencana awal Arnita hari ini yaitu datang ke kota A dan mengintai segala aktivitas para targetnya. Dia ingin memperhatikan setiap gerak gerik ketiganya agar mudah untuk Arnita menjalankan misinya. Namun, untuk menuju ke kota A yang membutuhkan waktu berjam-jam, tentu Arnita butuh kendaraan, sedangkan disini dia hanya punya mobil yang saat ini sedang di pakai oleh Narendra.Arnita keluar rumah dan berjalan-jalan di dekat rumahnya. Kali ini bukan untuk ke warung, melainkan ingin mencaritahu dimana letak pangkalan ojek atau angkot yang dekat dengan kediamannya. D

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Kobaran Api Dendam

    19"Sebenarnya perusahaan itu bukan milik kita lagi, Ar." kata Narendra dengan berat hati."Maksudnya, perusahaan itu sudah di jual ke orang lain gitu?" Arnita mengira kalau perusahaan itu di jual ke orang lain karena Narendra menurutnya tak mampu menutupi semua kerugian perusahaan akibat masalah yang timbul di tempat produksi."Bukan gitu, kita, kita di tipu oleh Nofal dan Sasmitha serta ibumu."Arnita diam, dia berusaha mencerna setiap kata demi kata yang baru saja terlontar dari mulut Narendra. Pikirannya masih tak mampu mencerna akan apa yang baru saja disampaikan oleh suaminya tersebut. Nofal? Sasmitha? Paula?"Maksudnya gimana, Mas, aku masih belum faham? Memang apa hubungannya Nofal dan kak Sasmitha?""Mereka berdua bersekongkol untuk merebut semua harta milik kita, Ar. Mereka menipu kita dan mungkin juga menipu semua orang di perusahaan. Nyatanya sekarang pabrik berjalan seperti biasa, tak ada masalah apa-apa. Mereka memindahkan semua aset kita menjadi milik mereka. Ini juga s

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Operasi

    6"Sayang, semangat ya berjuangnya! Ingatlah, bahwa ada aku disini yang selalu menunggu kamu. Kamu harus semangat, harus berjuang untuk sembuh!"Narendra menggenggam tangan sang istri yang saat ini sudah siap untuk di operasi. Hatinya merasakan ketakutan yang luar biasa. Begitu takut akan kemungki

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Jangan tinggalkan aku, Sayang!

    5"Lalu, pesangon kami bagaimana, Pak?"Narendra memijit pelipisnya dikala pertanyaan itu terlontar dari salah satu karyawan yang mengundurkan diri."Nanti langsung datang ke ruang HRD untuk mendapatkan sisa gaji kalian juga pesangon untuk kalian, tapi, saya benar-benar mohon maaf karena pesangon a

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Resign berjamaah

    4"Maaf, Pak. Kami memutuskan untuk resign. Anak istri kami di rumah butuh makan, sedangkan kami belum tahu sampai kapan pabrik di tutup. Kami akan mencari kerja di tempat lain,""Betul, Pak. Apalagi SPP kedua anak saya harus segera dibayar untuk bulan ini,""Apalagi istri saya, Pak. Sering marah-m

  • TERBAKAR DENDAM KESUMAT   Pemeriksaan

    3"Menurut hasil pemeriksaan, ibu Arnita mengalami kelumpuhan akibat pukulan atau benturan pada tulang belakangnya. Tak ada penanganan yang tepat sehingga menyebabkan ibu Arnita tak kunjung sembuh bahkan semakin parah. Dari riwayat penyakit, sebelumnya ibu Arnita pernah mengalami retak pada tulang

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status