共有

Bab 2

作者: Shiskaco
last update 公開日: 2026-05-07 12:12:35

Aku hanya bisa tercengang ketika sadar bahwa aku telah masuk ke salah satu novel yang aku baca beberapa minggu lalu. Dari banyaknya novel, kenapa harus yang itu. Novel penuh karakter psikopat gila!

Dulu, aku membelinya karena tertarik dengan judulnya. Ditengah Hujan Deras. Menarik bukan? Tak ada sinopsis ataupun review dari orang-orang. Novel itu hanya punya cover laki-laki yang berdiri di tengah hujan.

Amat sangat misterius dan menarik. Aku cukup berbangga diri menemukan novel yang bagus, tapi ternyata ... Ceritanya buruk sekali. Cerita itu sampah dan yah, novel psikopat yang tidak akan aku baca kembali.

Novel itu bercerita tentang Dayana, seorang Polisi jujur yang cantik. Dia sangat menentang segala hal tentang kejahatan apalagi hal-hal berbau mafia. Meski begitu, ia sangat mencintai Ivander Hetal, tangan kanan bos mafia Blood Moon. Dan tebak, siapa bosnya, tentu saja Cashelion. Cashelion mewarisi organisasi gelap itu dari mendiang ayahnya.

Meski begitu, Cashelion tidak begitu aktif di organisasi itu dan lebih fokus ke perusahaan dikarenakan penyakit Mysophobianya.

Suatu saat, Dayana bertemu Cashelion yang waktu itu penyakit mysophobianya kambuh. Sejak saat itu, pertemuan-pertemuan tak sengaja antara Dayana dan Cashelion selalu terjadi hingga akhirnya Cashelion jatuh cinta pada wanita itu dan membuat penyakit Misogininya perlahan membaik.

Ketika mengetahui Dayana sudah menikah dan hamil anak orang, Cashelion amat sangat sedih. Kepribadian gandanya yang bernama Lion muncul. Ia menggunakan trik kotor dengan membuat Dayana keguguran dan menyekapnya di mansion pribadinya menjadikannya sebagai sebuah mainan. Ia kemudian aktif di organisasi gelapnya dan membunuh Ivander. Sayangnya, Ivander masih hidup dan diselamatkan oleh Cendric. Musuh dari keluarga Cashelion dan orang yang sangat dibenci Cashelion.

Dan aku ... malah jadi ibu dari Cashelion. Orang pertama yang akan dibunuh oleh bajingan kecil itu.

Cashelion kecil yang tidak bersalah apapun menginginkan perhatian dari ayah dan ibunya. Namun, ia tidak mendapatkan kedua hal tersebut karena memang ia bukan anak yang diinginkan. Ayahnya tidak peduli dengannya dan ibunya sangat membencinya hingga sering melakukan pelecehan secara verbal ataupun fisik.

Lunaria sering menyiksa putranya yang memiliki kemiripan dengan suaminya. Setiap harinya, Luna selalu memaki anak itu dan berharap anak itu mati. Bahkan Lunaria pernah dengan sengaja melukai wajah itu hanya karena sangat membenci suaminya.

Lunaria sering melakukan berbagai rencana pembunuhan untuk putranya, dan Cashelion maupun Cavero mengetahui hal itu. Mungkin karena kasihan dan juga rasa benci yang dimiliki Cavero terhadap istrinya. Psikopat itu memberitahu putranya jika ia tidak ingin disakiti oleh ibunya lagi, maka ia harus membunuh ibunya sendiri.

Dan Cashelion kecil terpengaruh hingga kepribadian gandanya Lion muncul dan membunuh ibunya yang tengah tertidur akibat obat tidur dengan menikamnya berkali-kali menggunakan pisau daging.

Aku meringis jika ingat itu.

Aku masih teringat rasa sakit dan tak berdayanya akibat tikaman itu. Dan aku tidak mau hal itu terjadi kembali. Satu-satunya cara adalah, memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Namun, aku tidak tau apakah kepribadian ganda itu sudah muncul atau belum. Jika sudah muncul lebih baik aku pergi saja dari sini. Untuk apa aku hidup dengan para psikopat sinting itu.

Sebenarnya aku juga tidak menyalahkan Lunaria yang menyiksa anaknya. Bagaimanapun semua itu berawal dari Cavero.

Lunaria mencintai Elard, seorang Perwira Tentara yang tengah berkuliah di kampus yang sama dengannya. Mereka berpacaran cukup lama dan berjanji akan menikah ketika Lunaria lulus kuliah. Sayangnya, Lunaria dijodohkan dengan Cavero.

Cavero menjanjikan banyak hal ketika nanti ia berhasil menduduki posisi Presdir dari Oliver's Grup. Keluarga Lunaria yang memiliki saham besar di perusahaan itu pun akhirnya setuju dan memaksa Lunaria untuk menikah dengan Cavero.

Tentu saja, Lunaria menolak. Ia kemudian menyuruh keluarganya untuk membuat perjanjian diatas materai yang diawasi notaris jika ingin keuntungan-keuntungan yang dijanjikan. Sayangnya, usul itu tidak diterima dan ia tetap dipaksa menikah dengan Cavero.

Cavero yang sudah marah dengan sikap Lunaria kemudian membuat trik kotor untuk menjebak wanita itu. Ketika pesta ulangtahun sepupunya berlangsung, Cavero menyuruh pelayan membawakan minuman yang telah dicampur obat. Ketika obat bereaksi, Cavero mendekatinya dan membawanya ke hotel untuk menidurinya.

Lunaria yang mengetahui keesokannya sangat histeris. Seolah menambahkan luka, Cavero mengancam akan menyebarkan video mereka ke kampus Lunaria agar seluruh teman-teman dan juga Elard kekasihnya mengetahuinya. Jika Lunaria tidak ingin semua itu terjadi, Luna harus menikah dengannya.

Lunaria yang diancam malah memberitahukan hal itu ke orangtuanya. Ia tidak mau dinikahkan dengan psikopat gila itu.

Orang tua Luna pun murka ketika tahu putrinya dilecehkan oleh Cavero. Ia tidak akan mendukung Cavero menjadi pewaris dan akan membuat Cavero menderita.

Cavero yang semakin murka akhirnya membunuh ayah Lunaria. Ia juga memberikan video itu ke Elard kekasih Luna.

Luna yang sangat marah mendatangi Cavero untuk memaki dan memukul laki-laki itu. Sayangnya, Cavero malah menyekapnya dan memperkosa Lunaria berkali-kali hingga akhirnya perempuan itu mengandung Cashelion.

Barulah pelecahan itu berhenti. Dan Lunaria dibebaskan dari sekapannya.

Lunaria sangat frustasi dan hendak mengugurkan janinnya. Sayangnya, ia tidak bisa melakukannya akibat manipulasi dari Cavero. Ia akhirnya menurut dan menikah dengan Cavero.

Pernikahan itu terjadi dan lahirlah Cashelion.

Luna sangat membenci putranya dan enggan menyentuh anak itu. Meski begitu, awalnya Luna tidak pernah memukul atau memberikan makian ke Cashelion. Namun, dengan seiringnya waktu, Cashelion tumbuh semakin mirip dengan Cavero hingga membuat Luna sangat membencinya.

"Mama, Cashel ..."

"Enyah sana. Dasar menjijikan."

"Suruh orang menjijikan itu pergi!"

"Jangan pernah muncul di hadapanku!"

"Anak sialan!"

"Dasar binatang menjijikan."

"Lebih baik kamu mati saja."

"Anak kotor."

"Menjijikan,"

"Dasar kotor!"

"Bajingan sialan!"

Aku hanya bisa memegangi kepalaku depresi ketika ingatan tubuh ini muncul. Sepertinya aku tau kenapa Cashelion menderita Mysophobia akut.

Setiap Luna mengalami depresi, wanita itu akan memanggil Cashelion dan menghajarnya. Anak itu sering memohon ampun namun Luna mengabaikannya dan tetap memukulinya. Ketika Cashelion hampir mati barulah Lunaria akan berhenti memukulinya.

Ingatan-ingatan tentang Cashelion yang aku pukuli berdatangan.

"Mama ampun."

"Maafkan Cashelion mama."

"Cashel nakal. Cashel minta maaf."

"Cashel tidak akan muncul dihadapan mama. Ampuni Cashel mama."

Aku hanya bisa menutup mulutku.

Sepertinya aku benar-benar gila. Mana mungkin aku bisa memperbaiki hubungan dengan anak yang setiap saat aku siksa itu?

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 85

    Luna menatap perutnya yang mulai membesar. Sejak tau dia hamil, ia dapat melihat perutnya membesar dan merasakan gejala kehamilan yang semakin jelas. Nyidam? Tentu. Luna sangat ingin mendengar suara Cavero. Namun jelas, hal tersebut tidak mungkin dia lakukan karena sekarang, posisinya dia sedang kabur dengan memalsukan kematiannya. Luna harus segera mengenyahkan perasaannya. Sejak hamil, perasaannnya untuk Cavero semakin jelas. Entah itu bawaan anak atau perasaan Luna sendiri. Luna tak dapat menilainya. Akhirnya setiap malam, Luna harus mengigit bibirnya menahan tangis agar putranya Cashelion tidak mengetahuinya. Semakin dia merindukan Cavero, semakin ingatan kebejatan dan kejahatan Cavero semakin muncul seolah mengingatkannya bahwa perasaan itu dilarang, perasaan itu tabu. Anggap saja ini adalah hukuman untuknya dan Cavero karena saling memiliki perasaan yang tak semestinya.Luna menghapus air matanya. Dan berjalan menuju kamar mandi. Tepat di depan kaca wastafel, Luna melihat pena

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 84

    Beberapa hari setelah peristiwa malam yang berdarah itu, suasana kota perlahan mulai berubah. Kehancuran tim penyerbu Black Cobra di kediaman Cavero hanya menjadi permulaan. Cavero kini berdiri di balkon lantai teratas gedung pusat Oliver Group, menatap lanskap kota yang berada di bawah kekuasaannya. Dia memegang segelas whiskey tua, mengamati garis cakrawala dengan tatapan penuh perhitungan."Gimana perkembangan serangan finansial kita?" Tanya Cavero tanpa menoleh.Wilhelm tersenyum tipis, "Saya sudah memutus jalur pendanaan mereka dari kasino-kasino di Makau dan Singapura. Pagi tadi, saham perusahaan cangkang mereka di bursa jatuh sejatuh-jatuhnya. Investor mereka mulai panik dan menarik modal secara masif. Bisa dibilang, secara ekonomi, sang kobra sudah kehilangan bisanya.""Bagus. Bagaimana dengan pemimpin Black Cobra? Dia masih sembunyi di pusat logistik di pelabuhan lama?" tanya Cavero."Benar, Tuan. Informan saya bilang mereka membawa sekitar tiga puluh warga sipil dari perumah

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 83

    Beberapa hari setelah peristiwa malam yang berdarah itu, suasana kota perlahan mulai berubah. Kehancuran tim penyerbu Black Cobra di kediaman Cavero hanya menjadi permulaan. Cavero kini berdiri di balkon lantai teratas gedung pusat Oliver Group, menatap lanskap kota yang berada di bawah kekuasaannya. Dia memegang segelas whiskey tua, mengamati garis cakrawala dengan tatapan penuh perhitungan."Gimana perkembangan serangan finansial kita?" Tanya Cavero tanpa menoleh.Wilhelm tersenyum tipis, "Saya sudah memutus jalur pendanaan mereka dari kasino-kasino di Makau dan Singapura. Pagi tadi, saham perusahaan cangkang mereka di bursa jatuh sejatuh-jatuhnya. Investor mereka mulai panik dan menarik modal secara masif. Bisa dibilang, secara ekonomi, sang kobra sudah kehilangan bisanya.""Bagus. Bagaimana dengan pemimpin Black Cobra? Dia masih sembunyi di pusat logistik di pelabuhan lama?" tanya Cavero."Benar, Tuan. Informan saya bilang mereka membawa sekitar tiga puluh warga sipil dari perumah

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 82

    Mobil mendadak mengerem tajam di pinggiran area industri yang terbengkalai. Asap hitam mengepul hebat dari salah satu gudang besar milik Blood Moon. Seth yang duduk di depan segera keluar lebih dulu, tangannya sudah memegang senjata otomatis yang ia tarik dari balik pintu mobil. Tak lama kemudian, dari arah tumpukan kontainer, Asael muncul dengan pakaian taktis lengkap. "Aku sudah mengepung titik koordinat utama! Dan para pasukan elit mereka juga sudah dikirim keluar untuk menangani Zeyan." lapor Asael ke Cavero. "Posisi sniper kita sudah di tempatnya masing-masing?" tanya Wilhelm pada Asael. "Semuanya siap," Cavero melangkah keluar dari mobil. Angin malam yang dingin menyapa wajahnya, membawa aroma menyengat dari bahan kimia yang terbakar dan debu mesiu. Ia menatap kobaran api di depannya dengan pandangan yang hampir terlihat penuh apresiasi. Baginya, kehancuran ini memiliki simetri tersendiri. Ia berjalan menuju bagasi mobil yang terbuka otomatis, mengeluarkan sebuah tas jinjing

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 81

    Suara tetesan air yang jatuh secara ritmis dari pipa bocor di langit-langit menjadi satu-satunya melodi di dalam ruangan kedap suara itu. Aris tersentak saat sebuah tamparan keras mendarat di pipinya, membuatnya hampir tersungkur bersama kursi kayu tempatnya terikat. Napasnya terengah, berbau darah dan keputusasaan. Di hadapannya, Seth berdiri dengan tenang sambil menyeka tangannya yang berlumuran darah dengan sapu tangan putih. Mata Seth dingin, seolah sedang menatap seonggok daging tak berharga, bukan seorang manusia.Aris hanya bisa mengerang. Dia mencoba menggerakkan lidahnya untuk mencari kapsul sianida yang seharusnya ada di gigi gerahamnya, tetapi dia hanya menemukan kekosongan yang perih. Dia mendongak dan melihat Wilhelm duduk di pojok ruangan dengan tablet di tangannya, menatapnya dengan raut wajah bosan."Kamu cari ini?" ucap Wilhelm tanpa menoleh, mengangkat sebuah wadah plastik kecil berisi dua gigi geraham yang sudah hancur. "Sudah ku cabut tiga jam yang lalu saat kamu p

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bba 80

    Tiga minggu telah berlalu sejak hari ia pingsan di dapur. Kondisi Luna tidak juga membaik. Nafsu makannya hilang total untuk nasi dan lauk berminyak, tapi dia terus merasa lapar di tengah malam secara tidak masuk akal. Berat badannya sedikit menurun di area wajah, membuat tulang pipinya terlihat menonjol tajam, mempertegas kecantikan yang penuh dengan kesedihan.Luna berdiri di depan cermin lemari plastik miliknya. Nafasnya mulai menderu tidak beraturan saat tangannya gemetar menyingkap kaos tipis yang ia kenakan.Matanya terbelalak melihat apa yang tampak di sana.Perutnya tidak lagi rata. Ada sebuah lengkungan kecil namun nyata di sana, tepat di bawah pusarnya. Luna meraba area itu dengan jemari yang terasa dingin. Ada sesuatu yang keras, sesuatu yang mulai menuntut ruang di dalam sana. "Nggak mungkin," bisik Luna dalam keheningan yang menyesakkan. "Ini beneran gak mungkin."Dia menghitung hari demi hari, mencoba mengingat-ngingat siklus bulanannya yang memang tidak pernah teratur.

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 4

    "Cashel," panggilku ketika kita sudah ada didalam mobil. Tadi sedikit ada drama Cashelion tidak mau masuk kedalam mobil. Dan sekarang, Anak itu diam tak meresponnya. "Cashelion." panggilku dengan menyentuh bahunya. Anak itu terkejut kemudian menatapku. Tak lama ia menunduk dan tak mau menun

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 3

    Setelah satu minggu merenung aku akhirnya menyadari bahwa tidak mungkin aku bisa kembali ke duniaku. Aku yang disana, sudah pasti mati. Karena itu, aku punya tiga cara untuk menyelamatkan hidupku. Pertama, aku harus memperbaiki hubunganku dengan Cashelion. Dan tidak membuat masalah dengan psi

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 1

    Aku meregangkan badanku sebelum akhirnya melenguh puas. Pekerjaan hari ini sudah usai dan aku bisa langsung pulang dan tidur. Hari ini, tenagaku sudah habis menerima omelan dari para customer. Namaku Lunaria Sirius, seorang pegawai biasa saja yang punya gaji diatas UMR sedikit. Setelah lulus kuli

  • TERJEBAK DI NOVEL PSYCOPATH   Bab 6

    "Tuan muda sepertinya memiliki kepribadian ganda." Cavero terkejut. "Ja ... jangan-jangan nyonya juga begitu tuan. Dia memiliki kepribadian ganda juga." Ekspresi Cavero kembali ke semula. "Enyah sana!" "Tuan, saya serius. Tadi saya berniat menemui tuan muda namun saya mendapati tuan mud

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status