แชร์

Bab 107. Hukuman

ผู้เขียน: weni3
last update วันที่เผยแพร่: 2026-07-28 15:21:48

"Apa Nyonya sudah lebih lega sekarang?"

Mereka duduk di atas pasir putih dengan memandang langit malam yang mulai memberikan angin dingin menyapa kulit. Kedua tangan Mila memeluk dada seraya bersandar di pundaknya. Wanita itu belum mau pulang dan masih betah disana.

"Kalau sudah sedikit lega, kita pulang, Nyonya. Nanti Nyonya masuk angin kalau lama-lama di sini. Saya nggak bawa jaket soalnya."

Bejo melirik wajah Mila, wanita itu anteng sekali dan wajahnya pun terlihat tenang. Tidak ada
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 114. 4XL

    "Bejo menghalangi saya untuk bertemu Nyonya dengan alasan Nyonya sedang istirahat dan tidak bisa diganggu. Bejo menantang saya juga, Tuan. Dia benar-benar sok berkuasa soal Nyonya. Saya yakin Bejo itu ada hati dengan Nyonya. Dia menjalankan pekerjaan tambahannya bukan hanya karena uang tetapi karena memang sudah suka pada Nyonya sejak awal. Bisa jadi melamar menjadi sopir pun karena mengincar Nyonya, Tuan." Saka terdiam memikirkan apa yang Tama sampaikan. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Saka sampai dimana Tama mendekati dan kembali bicara. "Apa Tuan tidak curiga dengan kedekatan keduanya yang semakin dekat bahkan kalau berdua sudah tidak ada lagi sekat atau tembok pembatas? Lagi pula pekerjaan Bejo bukannya sudah berakhir andai sudah berhasil tapi mana? Tuan malah tidak mendapatkan keuntungan apa-apa atas itu. Harusnya Bejo Tuan gantikan!" Saka kembali mendongak memperhatikan wajah Tama yang terlihat mencoba menghasut Saka. Namun Saka masih diam memperhatikan asi

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 113. Penyok

    "Minggir!" Kedua alis Bejo terangkat mendengar perintah dari pria yang ada di hadapannya. Dia tersenyum kecut tanpa ingin bergeser sama sekali. Tak membiarkan pria itu masuk begitu saja tanpa alasan. "Minggir kemana maksudnya?" tanya Bejo terlihat menantang dan pria yang ada di hadapannya pun terlihat tidak suka. "Kamu selalu menantang saya." "Apa ada yang salah? Kita sama, Bung!" sahutnya dengan tegas tetapi masih santai dalam bersikap. Bejo terkekeh dan lanjut bicara, "masih makan nasi 'kan?" "Saya tidak mengajak kamu bercanda. Minggir! Saya ingin bertemu Nyonya dan memberikan keperluannya." Tama mendorong tubuhnya dan hendak menerobos masuk tetapi Bejo tetap menghalangi dan tidak semudah itu memperbolehkan pria itu masuk begitu saja. Tangannya mendorong Tama yang besikeras ingin masuk. "Nggak usah maksa! Anda itu asisten Tuan dan saya tangan kanannya Nyonya. Ini daerah Nyonya dan itu artinya saya yang lebih berhak menentukan di saat Nyonya sedang sakit seperti ini.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 112. Berarti Untukku

    "Jo apa kamu nggak jijik?" "Sudah saya rasakan juga Nyonya tapi nggak pernah saya nolak." Bejo mendongak menatap Mila yang kedapatkan menggigit bibir bawahnya kala tangannya masuk ke sela paha dan jemarinya menari di antara daging kecil hingga membuat Mila menahan nafas merasakan sentuhan itu. "Nyonya aman? Kayaknya udah bersih." Bejo menarik tangannya dan Mila menghela nafas lega setelah itu. Kedua mata Mila terlihat khawatir kala melirik tangan yang ia gunakan untuk membersihkan si manis tadi. "Langsung bersihkan dengan sabun tangan kamu, Jo! Saya kotor soalnya." "Nggak masalah Nyonya," jawabnya menenangkan agar Mila tidak kepikiran. Sebenarnya agak gimana gitu juga. Namun Bejo menganggap ini simulasi jika dia kelak memiliki istri dan harus membersihkan milik istrinya yang sedang berdarah. "Tapi aku..." "Sepertinya sudah tinggal sedikit, Nyonya. Mungkin lusa selesai ya, Nyonya?" tebaknya yang membuat mila malah berpikir. "Mungkin, bisa jadi, Jo." Dia tersenyum mend

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 111. Nggak Tahan, Jo!

    Bejo tertidur di kursi saking ngantuknya. Dia juga lelah, alhasil tidak tau kalau Mila sudah terjaga. Kedua mata lentik itu mulai terbuka dan bibir yang pucat itu mendesis kala merasakan sakit di kedua kaki dan tangan. "Ssttt.... Sakit sekali ya. Perih!"Kedua mata Mila kembali terpejam tapi bayangan akan kejadian semalam membuat kepala Mila keliyengan. "Agghh...."Tangan Mila yang tiba-tiba menggenggam tangan Bejo seketika membangunkannya. Bejo langsung beranjak dari sandaran dan mendekati Mila kemudian menoleh padanya."Nyonya udah bangun? Apanya yang sakit, Nyonya? Tangan? Kaki? Apa, Nyonya?" cecarnya dan Mila menyentuh kepala yang membuatnya mengerutkan kedua alis. "Yang luka kaki sama tangan, yang sakit kepala? Emang bisa? Bluetoothnya nyala ya, Nyonya?" tanyanya lagi tetapi Mila malah kembali terpejam mengeluhkan itu yang membuatnya segera bergerak untuk memanggil dokter. Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa Mila dan Bejo berdiri memperhatikan dengan jarak yang cukup j

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 110. Keparat, Saka!

    "Saya lihat mentalnya terganggu Jo tapi dia cukup kuat hanya saja entah setelah ini bagaimana. Tadi sempat mengeluh dan agak terkejut kala kami hendak memeriksanya. Terlihat dia juga sangat ketakutan. Sebenarnya hubungan denganmu itu apa?" tanya Dokter padanya."Dokter tanya apa saya menyukainya tapi Dokter nggak tau kalau wanita itu adalah majikan saya. Saya hanya sopir di sana, Dok.""Begitu? Tapi saya dengar dia memanggil namamu bukan memanggil nama suaminya."Eheeemmm...Bejo berdehem setelah mendengar apa yang beliau sampaikan. Apalagi saat melihat pria itu menatapnya dengan tatapan penuh menyelidik. Terlihat sekali menaruh curiga padanya. Dia hanya tersenyum tipis menanggapi. Dalam hati jangan sampai beliau bisa menebak atau membacanya. "Bisa jadi karena memang dekat dengan saya dan Dokter tau sendiri ada trauma pada Nyonya yang membuat beliau tertekan pada suaminya. Itu saja mungkin.""Jadi nyaman sama kamu?""Hahahaha... Bisa jadi," jawab Bejo dengan santai menutupi apa yan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 109. Koyak

    "Jo kamu keluar juga akhirnya. Itu di kamar utama ribut-ribut ada apa ya, Jo? Kayaknya Nyonya dan Tuan bertengkar. Sampai kencang bange..... Eh Jo, kenapa main jalan aja?"Bejo tidak sama sekali menggubris apa yang Bibi tanyakan. Langkahnya panjang menuju kamar utama, disusul dengan Bibi yang mengikuti dari belakang. Beliau pun penasaran dengan apa yang terjadi dengan kedua majikannya itu. "Jo tunggu, Jo!"Namun Bejo tidak perduli dengan panggilan Bibi. Langkahnya terus saja sampai tiba di depan pintu kamar utama yang masih tertutup rapat. Bejo mengayunkan tangannya yang sejak tadi terkepal kuat hendak mengetuk pintu tetapi dari dalam sana Saka sudah lebih dulu membuka pintu kamarnya lebih dulu."Jo, kebetulan sekali kamu ke sini. Siapkan mobil sekarang untuk membawa istri saya ke rumah sakit!" perintah Saka. "Baik, Tuan."Mata Bejo melirik Mila yang terduduk di kursi rias tengah mendesis kesakitan sedangkan kedua kaki dan tangan bersimbah darah. Bibi yang ada di balakangnya saja sa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status