Home / Male Adult / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 358. Ular Kadut Berurat

Share

Bab 358. Ular Kadut Berurat

Author: weni3
last update publish date: 2026-10-13 03:31:28

"Kamu dimana, Jo?"

Bejo menoleh pada Mila yang memandang lagi penuh tanya. Bejo menutup speaker ponselnya dan berbisik lagi di telinga Mila.

"Tuan tanya kita dimana. Saya jawab jujur? Terserah Nyonya sih!"

"Menurut kamu?"

"Tuan biar tau. Jadi nggak gampang kena hasut juga sama Ibunya Nyonya. Selama ini gampang banget kan ngasih uangnya?"

Mila menganggukkan kepala dan memberi ibu jari padanya. Bejo mengangguk dan kembali bicara pada Saka.

"Sedang di rumah sakit, Tuan. Nyonya mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 373. Genit Banget!

    "Jo aku seriusan loh. Gimana Jo badan aku gemuk sekarang? Nggak mau, Jo! Pasti aku berat banget, nggak bisa di atas juga karena keberatan, nggak bagus juga dipandang. Mas Saka aja loh paham. Dia aja udah protes. Masa' kamu nggak ngerti juga?" "Kalau standar Nyonya itu adalah Tuan, nggak akan ada bersyukurnya. Tuan terus begitu aja dia mah. Kalau saya yang penting Nyonya sehat. Ini masih pas kok, Kecuali kalau udah over. Nggak akan diam saya juga. Pasti saya ngomong sama Nyonya. Tenang aja!" "Mana tadi yang mau dikempesin! Sini saya gigit biar kempes! Kali aja nanti anginnya ilang." Mila malah merengut sedangkan Bejo kini agak sedikit beban memikirkan untuk menenangkan wanita yang tengah protes keras. Apalagi yang dibahas berat badan. Semua wanita pasti akan insecure jadinya. Tangan Bejo meraih tangan Mila kemudian memandang wajah cantik Mila yang nampak lesu. Jemarinya menarik dagu Mila dan memandang dengan penuh perhatian. "Mau diet? Pagi kita joging mau? Bangun pagi t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 372. Mau digigit atau ditarik?

    "Nggak apa-apa. Keselek sambel tadi. Lagian pada bahas apaan sih?" Bejo kembali duduk dengan tenang setelah meminum air dan melegakan dirinya. "Kamu yang nggak jelas banget, Jo! Begitu kok bisa sampai batuk-batuk. Kamu tersinggung atau gimana?" tanya Bibi dan Mila menggelengkan kepalanya. Mila tau apa yang terjadi sehingga Mila memilih diam. Mila kemudian melanjutkan makannya. Namun Mila mendadak galau dan menghitung hari terakhir menstruasi. "Siapa yang tersinggung? Kebetulan aja tadi. Untung aja nggak kelolotan sendok. Kalau sampai kemasukan apa nggak repot," sahut Bejo kemudian melirik Mila. "Ngapain, Nyonya? Makan aja! Nggak perlu ngelamun. Bahaya kalau salah masuk ke hidung!" Mila meliriknya, hanya singkat saja, kemudian kembali lagi fokus pada makanan. Bibi pun segera mendekati Bejo dan hendak sarapan. Bertepatan dengan itu, Saka menuruni tangga dan duduk membersamai Mila. "Makan apa itu Sayang?" "Nasi kuning, Mas." "Sejak kapan kamu suka makanan itu? Buan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 371. Nyonya Hamil?

    "Aku akan berikan asal kamu mau membuka kaki untukku malam ini, Sayang." Mila tersenyum miris mendengar itu kemudian menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak mau, Mas. Aku harus menunggu Ayah. Bagaimana kalau diganti dengan aturan yang lain?" tanya Mila dan Saka menggelengkan kepala. "Tidak bisa, Sayang! Kamu tentu paham apa yang aku mau. Apa yang aku inginkan. Sejak awal hanya satu itu. Aku akan berikan apapun yang kamu minta asal kamu mau memberikan kepuasan untukku." "Baik, Mas." Saka menyeringai mendengar jawaban dari Mila. Tangan Saka terangkat mengusap pipi Mila dan memandang dengan kedua mata berbinar. Saka sangat bahagia. Tentu saja! Inginnya bisa terpenuhi itu membuat Saka seperti di atas awan. "Tapi tidak sekarang, Mas." "Kapan, Sayang?" "Apa yang akan kamu berikan padaku, Mas?" tanya Mila memastikan dulu apa yang Saka akan berikan. Satu kali membuka kaki, sudah pasti akan ada kedua, ketiga dan keempat atau selanjutnya yang tak mungkin bisa Mila hindari

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 370. Jaminan

    "Kalau memang Nyonya sudah saya hangatkan dan saya puaskan. Tidak mungkin Nyonya bisa berlari menaiki tangga dan mendekati Tuan. Lihat saja kaki Nyonya! Tidak gemetar sama sekali dan tetap kokoh berdiri di hadapan anda!" tunjuk Bejo dan Saka menunduk memandang kaki Mila. Saka memperhatikan kedua kaki telanjang Mila yang masih kuat berhadapan dengan mereka. Mila pun menoleh memperhatikan. "Aman!" ucap Bejo lirih tanpa terdengar oleh Saka dan Mila menganggukkan kepala merespon dirinya. Saka kembali mendongak, berdiri dan memandang lagi wajah Mila. Saka melihat lagi bagaimana ekspresi Mila. Wanita itu diam dengan bibir merapat membiarkan Saka sibuk dengan pikirannya. "Mandi sana!" perintah Saka dan Mila menganggukkan kepala kemudian melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Mila meninggalkan kedua pria yang masih bersitegang rasa. Rasa ingin dan rasa nanggung yang ditahan oleh kedua pria tersebut membuat mereka campur aduk. Saka dan Bejo kembali memandang satu sama lain. Kedua

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 369. Ocehan

    "Nyonya dipanggil Tuan." "Baik, Bi." Mila keluar seraya merapikan pakaiannya. Langkah kaki jenjang wanita itu kembali menaiki tangga. Terlihat buru-buru dengan pakaiannya yang semakin berantakan. Pergerakan yang sangat mencurigakan. Tentu saja karena setelah memperhatikan majikan, Bibi langsung menoleh menatap Bejo yang berdiri memperhatikan Mila dari ambang pintu kamar. "Haish! Ngawur kamu, Jo!" oceh Bibi dan Bejo melirik beliau dengan tenang dan santai seraya menarik turunkan alisnya. "Ada Tuan juga kamu gas. Nggak ngerti wayah kalau kata orang Jawa!" "Wayah apaan?" "Waktu! Kamu tuh parah! Kalau sampai Tuan ngamuk gimana? Itu air kecilin! Kasihan orang sampai teriak-teriak di atas. Kayaknya udah kemana-mana itu air. Buruan! Jangan kebangetan!" ujar Bibi seraya meraih tangannya. "Malas banget! Biarin aja aturan mah!" "Yeee... Ya jangan gitu! Dendam banget kamu sama Tuan." "Lebih tepatnya memberikan pelajaran sih. Ngasih masalah kecil dari banyaknya masal

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 368. Hangatkan Tubuhku!

    Bukan Bejo namanya kalau tidak bisa menaklukkan majikannya. Bejo mendorong Mila ke ranjang hingga tubuh wanita itu terhempas. Kedua mata Mila terperanjat. Tubuh itu begitu ringan terjatuh tanpa ada perhitungan. Namun semua sudah Bejo perkirakan tanpa ada keluhan bagi Mila. Hanya sedikit terkejut tak menjadi masalah. Bejo menyeringai mengkukung tubuh Mila yang basah. Bahkan pakaiannya pun sudah ikut basah tetapi Bejo tidak memperdulikan itu. Mila memandang dengan kedua mata penuh tanya padanya. "Jo..." "Tidak perlu lagi bertanya hal yang sepele, Nyonya! Bukankah sebelumnya kita sudah pernah membahas yang lebih serius? Apa yang saya mau Nyonya sudah tau. Ringan tapi seriusan. Jangan membuat saya tertawa dengan pertanyaan yang tidak perlu lagi ditanyakan!" "Jo nanti kalau Mas Saka ke sini bagaimana?" "Sekarang khawatir Tuan tau?" Kedua alis Bejo terangkat dan jengah dengan pertanyaan itu. "Ya kamu juga yang kena, Jo!" jawab Mila terdengar geregetan padanya. "CK, jangan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status