Share

Bab 413. Makan Dua-duanya!

Author: weni3
last update publish date: 2026-10-29 17:02:41

Tangan Bejo merambat menuju punggung Mila. Masuk dari bagian depan yang sudah dia buka kancingnya dan mencari pengait bra ingin dilepaskan. Bejo ingin membebaskan dada Mila yang masih terhimpit.

Sungguh, semakin bertambah berat badan tentu saja pengaruhnya besar ke dada tetapi kalau dilihat memang dada dan bokong Mila saja yang bertambah besar. Perut Mila masih rata dan bagus.

"Ah...."

Mila menjambak rambutnya. Dada wanita itu berdebar kencang dan nafas mulai tersengal menimbulkan geraka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 414. Ngokop

    Bejo menjulurkan lidahnya, menyesap sampai membuat Mila tersentak, mendongak dengan senyuman yang melegakan. Mila semakin tak karuan sedangkan Bejo begitu sangat menikmati kegiatan ini. "Gue pastikan Nyonya bakal lebih sehat lagi pikirannya. Dia nggak akan gila walaupun dihantam banyak serangan dari orang-orang yang nggak waras. Selama ada gue, mentalnya aman." Bersamanya, Bejo pastikan Mila akan aman. Sakit hati wajar, tapi obat mujarab jarang ditemukan dan ada pun itu sangat mahal. Keysa saja mengincarnya, apalagi Mila yang sudah mendapatkan sentuhan pertama darinya. Sudah pasti akan selalu ketagihan dan meminta. "Ngokop, Jo! Ngokop! Bukan bibir atas tapi bibir bawah. Udah dijamin nano rasanya. Lebih legit dari yang ada giginya. Kalau yang ini udah nggak diragukan lagi. Udah kayak permen yang ada tulisannya 'Selamat menikmati!'." Bejo semakin dalam menyesap hingga ujung hidung pun ikut menggelitik tubuh Mila. Lidah, bibir bekerja sama memberikan sesapannya semakin kuat, me

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 413. Makan Dua-duanya!

    Tangan Bejo merambat menuju punggung Mila. Masuk dari bagian depan yang sudah dia buka kancingnya dan mencari pengait bra ingin dilepaskan. Bejo ingin membebaskan dada Mila yang masih terhimpit. Sungguh, semakin bertambah berat badan tentu saja pengaruhnya besar ke dada tetapi kalau dilihat memang dada dan bokong Mila saja yang bertambah besar. Perut Mila masih rata dan bagus. "Ah...." Mila menjambak rambutnya. Dada wanita itu berdebar kencang dan nafas mulai tersengal menimbulkan gerakan naik turun tak beraturan. Apalagi kini pengait bra sudah berhasil Bejo lepaskan. Kedua buah pepaya yang besar itu menggelantung menggoda dan siap Bejo lahap berbarengan. Bejo sedikit beranjak. Dia menyeringai melihat dada Mila dan meraih keduanya yang tidak benar-benar bisa terjangkau hanya dengan satu tangan saja. Padahal kedua tangan Bejo sudah memegang kedua buah tersebut tetapi tetap tak mudah menjangkau semua benda kenyal itu hingga Bejo sengaja menyatukan, menempelkan satu sama lai

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 412. Pelan-pelan

    "Nggak mungkin, Jo." "Mungkin aja." Bejo berusaha untuk memberikan kode tetapi sialnya Mila tidak sama sekali menghiraukan itu. Mila menggelengkan kepala tidak membenarkan ataupun setuju dengan pemikirannya. Kalau seperti ini saja sudah tidak percaya, ya Bejo jalan perlahan dalam membuka pikiran Mila. Biar wanita itu sendiri yang mencari juga menemukan bukti dari kecurigaan dan apa yang sudah dia sampaikan. "Nggak, Jo. Kalau aku pribadi, seperti tidak mungkin itu terjadi. Walaupun memang aku curiga Mas Saka mengincar Mala tapi kalau bisa jangan sampai hal demikian terjadi. "Ya semoga saja apa yang Nyonya harapkan bisa benar adanya. Kalau saya pribadi udah nggak bisa berpikir positif. Ya sama Tuan, ya sama adiknya Nyonya." "Kenapa dengan Mala, Jo?" "Ya kalau memang Mala itu benar orangnya. Nggak mungkin diam aja melihat ayah sampai seperti itu, Nyonya. Begitulah! Nyonya mau percaya syukur, nggak ya udah. Kita lihat aja nanti." Pelan-pelan, jangan langsung dikasi

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 411. Lebih Legit

    "Maunya Nyonya saya jawab apa?" tanya Bejo dengan seringai tipis di wajahnya yang membuat Mila melengos melihat itu. Mila mulai melahap ramen yang masih mengeluarkan kepulan asap. Mila begitu sangat menikmati tetapi tak lama kemudian tubuh wanita itu menegang saat Bejo meraih tangan Mila yang tengah memegang sendok hingga mulut Mila terbuka kala melihatnya. "Makannya nggak usah terlalu buru-buru, Nyonya. Kuahnya mengotori bibir Nyonya." Cup Bejo menyerusup bibir Mila. Dia memagut bibir itu yang terdapat kuah ramen, menyapu membersihkan hingga Mila mengangkat kepala dengan bibir yang masih terbuka. Mila pasrah kemudian membalas kecupannya tetapi tidak lama Bejo melepaskan sapuan lidahnya di bibir Mila. Terlihat jelas, Mila seperti kehilangan dan segera menelan salivanya. Bejo mengusap bibir Mila dan meminta wanita itu untuk melanjutkan makannya. "Makan lagi, Nyonya! Kalau dingin nggak enak." Bejo tersenyum tipis melihat ekspresi Mila. Pipi wanita itu semakin merona d

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 410. Meliuk-liuk

    "Buat...." Mila menggigit bibir bawahnya kemudian melirik ponsel yang ada di atas meja. Dering ponsel itu membuat Bejo pun menoleh dan bergerak meraihnya. "Siapa, Jo?" "Suami Nyonya." "Oh Mas Saka. Bawa sini, Jo!" perintah Mila dan Bejo kembali duduk seraya memberikan ponsel pada majikannya. "Semangat amat dapet telepon dari suami," sindir Bejo dan Mila hanya berdecak kemudian menggelengkan kepala. "Hallo, Mas." "Sudah makan siang? Katanya mau ke sini. Padahal aku sedang senggang." "Tadi kamu menolak aku datang, sekarang kamu menagih inginku. Ucapanmu nggak bisa dipegang, Mas!" Mila menarik nafas dalam dan menghembuskan pelan-pelan. Bejo pun menoleh memerhatikan mimik wajah Mila yang terlihat jengah. Dia tidak bicara, tetapi bergerak menempelkan telinga ke ponsel yang ada di telinga Mila. "Aku tidak menolak, tapi aku mengatakan kalau kamu harus buat janji dulu padaku." "Kapan-kapan saja!" celetuk Mila. "Kamu merajuk terus, Sayang. Sudah ada Bejo kan di

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 409. Aba-aba dulu!

    Mila mengecek perlengkapan di gudang. Semua yang sekiranya habis dan stok-stok yang menipis segera dia catat. Belum lagi semua keluhan dan juga saran di tampung dengan telinga, pikiran dan tangan terbuka. Namun berulang kali Mila memijit pelipisnya karena pekerjaan tersebut harus berperang dengan masalah pribadi. Badan di sana tetapi pikiran ke mana-mana. Mila tidak bisa fokus hanya dengan satu pikiran saja. "Ini repeat ordernya, Nyonya!" "Sudah menjangkau semua?" tanya Mila setelah menerima berkas dari pekerjanya. "Sudah, Nyonya. Itu sudah mencangkup area depan dan juga kamar mandi. Kalau untuk bagian cafenya itu masih proses katanya, Nyonya." "Oke kalau begitu saya tunggu di ruangan ya. Batasnya sampai jam satu. Kalau untuk bahan basah harian bisa langsung diorder saja!" kata Mila. "Baik, Nyonya." "Kerjanya yang semangat ya! Jangan sampai kasih kendor. Kalau penjualan mencapai target atau syukur-syukur bisa melebihi, akan saya berikan bonus untun kalian." "Sia

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status