Home / Romansa Pria / TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA / Bab 432. Jangan Kenceng-kenceng!

Share

Bab 432. Jangan Kenceng-kenceng!

Author: weni3
last update publish date: 2026-11-03 14:22:08

"Oh.... Gue bikin hilang sekalian, stress anak Lo!"

Bejo mendengus kesal mendengar ocehan mamah dari Saka. Jadi ingin geber Ninja sungguhan di depan keluarga Saka.

"Tuh nenek-nenek kalau ngomong nggak pake otak!"

Bejo melihat situasi di sana. Papah dan juga Saka terlihat tidak terima dengan apa yang mamah sampaikan. Memang Mamah sekata-kata kalau bicara. Susah kalau sudah menghadapi seorang pembenci.

"Tenang, Nyonya! Tenang! Tuh nenek bau tanah bentar lagi juga dikubur. Malah bisa ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 432. Jangan Kenceng-kenceng!

    "Oh.... Gue bikin hilang sekalian, stress anak Lo!" Bejo mendengus kesal mendengar ocehan mamah dari Saka. Jadi ingin geber Ninja sungguhan di depan keluarga Saka. "Tuh nenek-nenek kalau ngomong nggak pake otak!" Bejo melihat situasi di sana. Papah dan juga Saka terlihat tidak terima dengan apa yang mamah sampaikan. Memang Mamah sekata-kata kalau bicara. Susah kalau sudah menghadapi seorang pembenci. "Tenang, Nyonya! Tenang! Tuh nenek bau tanah bentar lagi juga dikubur. Malah bisa jadi duluan dia dari pada Nyonya yang disumpahin." Mila sendiri hanya tersenyum mendengar penuturan tajam dari ibu mertuanya. Mila terlihat tidak menjadikan beban atas apa yang mamah sampaikan. Tanpa mereka tau kalau tangan Mila tengah mengetikkan sesuatu. [Usaha kita harus berhasil, Jo! Aku harus bisa hamil lagi.] "Mah jangan bicara seperti itu pada Mila! Sebenci itukah Mamah pada Mila? Dia istriku, Mah! Sudah sepantasnya Mamah menghargai dan saling menjaga." "Betul! Mulut kamu itu loh

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 431. Hilang Atau Mati

    "Kamu tidak mendengar jika itu semua keluar dari mulutku?" tanya Mila dan Saka menyeringai mendengar itu. Saka menggelengkan kepala tanpa mengatakan apa-apa. Mereka pun sampai di rumah Mamah. Mila sudah menyiapkan hati walaupun dalam diri sangat berat dan malas untuk singgah lagi ke rumah ini. "Ayo!" ajak Saka kemudian meraih tangan Mila mengajak untuk masuk. Mila sendiri sangat berat sekali tetapi sebisa mungkin dia berusaha untuk patuh, masuk ke dalam rumah mertua mengikuti langkah Saka. Mereka saling bergandengan tangan. Tepatnya Mila yang digenggam tangannya oleh Saka. Mereka pun saling pandang kala melihat Mamah menangis sesegukan di pelukan Papah. "Mamah kenapa, Mas?" tanya Mila dan Saka menggelengkan kapala. Mereka pun mendekati hingga kedatangan keduanya menarik perhatian keduanya tersebut. "Pah .." Papah dan Mamah menoleh pada mereka. Tiba-tiba sekali Mamah melepaskan pelukan Papah dan berganti pada Saka. Gerakan beliau sangat cepat seperti orang yang tak

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 430. Geber Ninja

    "Kecupan Sayang emuuuaaacchhh.... " "Bejo diberi kecupan.... Bejo diberi kecupan .... Bejo diberi kecupan ... Kecupan Sayang emuuuaaacchhh..." Mila menutup mulutnya kala Bejo bersendung setelah mendapatkan kecupan yang sebenarnya diminta langsung oleh Bejo. Wanita itu sampai terkejut mendengar Bejo malah bernyanyi sekarang. Bahkan Mila menoleh ke kanan kiri takut ada yang melihat mereka saat ini. Memang ketengilan Bejo selalu membuat Mila geregetan dan hanya pada Mila saja. "Jo kamu tuh ada aja!" Mila menepuk lengan Bejo yang kemudian disambut dengan tawa tetapi tangan lembut Bejo tetap hangat menyentuh jemari Mila menyambut tak kalah lembut. "Kenapa, Nyonya?" "Kamu ada aja tau nggak!" "Tapi suka kan? Ya udah sana nggak usah minta pamit sampe segitunya. Saya tau kok Nyonya kalau sehari nggak ketemu saya bakal rindu berat. Pokoknya good luck ya, Nyonya! Hempaskan semua belatung-belatung nangka yang mengusik hidup Nyonya!" Mila menggelengkan kepala seraya ter

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 429. Dikecup Kanan Kiri

    "Nyonya tenang saja! Insyaallah selama ada saya, Nyonya nggak akan kenapa-kenapa." Bejo bicara dengan sangat meyakinkan. Dia memandang penuh keyakinan hingga membuat Mila mengangguk tenang. Bejo sendiri hanya butuh Mila percaya. Mila segera menghubungi perawat yang ditugaskan untuk menjaga ayah kemudian pamit pada beliau. Begitu juga dengan Bejo yang kini mengantri di belakang Mila. "Mila pulang dulu ya Ayah. Ayah jangan tunggu-tunggu kedatangan Mila ya. Hari ini jadwal Mila penuh. Kalau nanti Mila sudah selesai dan ada kemungkinan bisa datang, Mila akan mampir tapi kalau tidak, tunggu besok ya Ayah. Ayah tahan dulu rindunya untuk Mila!" "Biar Bejo aja yang rindu sama Nyonya, Pak." Sontak Mila menoleh memandangnya. Bejo pun menyambut dengan kedua alis naik turun. Bejo membuat Mila menatap gemas padanya. Bukan hanya itu saja Mila pun terlihat ketar-ketir kemudian menoleh kembali memandang ayah dengan bibir meringis pada beliau. "Jangan didengarkan ocehan random Bejo, Ay

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 428. Kriminal

    "Jo jangan! Ada Ayah yang sedang memperhatikan kita. Nggak mau!" tolak Mila saat Bejo mau mendekati. Bisa-bisanya mau asal ngokop saja padahal ada orang tua di sana. Melihat luka sedikit di bibir Mila membuat Bejo tak tahan ingin mengobati. Bejo pun menoleh melihat Ayah kemudian mengangguk seraya melebarkan senyuman. "Suruh pakai helm dulu bapaknya, Nyonya! Biar nggak lihat kita ngapain." "Hush! Jo nggak boleh begitu sama orang tua!" kata Mila mengingatkan dan Bejo terkekeh lanjut makan buburnya. "Te sate! Nggak pakai sate, Nyonya?" tanya Bejo mengalihkan perbincangan mereka tentang kokop mengokop. Mila menggelengkan kepala dan Bejo mengangguk paham. Pahamnya kalau Mila mungkin tidak suka dengan sate usus macam ini. "Orang kaya dikasih jeroan. Lo juga ngadi-ngadi, Jo!" ucap Bejo dalam hati dan melahap semua tanpa menyisakan satu sate pun. Dari pada mubadzir, kalau sudah kenyang begini tinggal gas untuk beraktivitas mendampingi Mila karena Bejo tidak berencana ke kampus.Dia

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 427. Dikokop

    "Bang buryam tiga ya!" pinta Bejo kemudian duduk di kursi kayu yang ada di pinggir pagar rumah sakit. Bejo melihat jalanan yang masih sepi tetapi udara masih asri. Jarang-jarang kan bangun pagi langsung keluar beli bubur ayah begini. Situasi di rumah sakit juga masih sepi. Belum banyak orang berdatangan untuk memeriksakan diri. "Siap!" "Udah lama Bang dagang di sini?" tanya Bejo basa basi dari pada gabut nungguin. Lebih baik ajak ngobrol tukang bubur yang sedang bergerak cepat menyajikan pesanannya. "Lumayan, Mas. Ada kali sepuluh tahunan mah. Masnya ke sini nganter siapa?" "Nganter calon mertua," jawab Bejo asal. Dia sendiri cekikikan geli setelah menjawab demikian. Bejo pun kemudian beranjak dari sana dan mendekati Abang penjual yang sudah menyelesaikan pesanannya. "Wah udah punya calon mertua. Semoga langgeng ya, Mas! Siapa tau besok langsung ijab. Udah sakit kan?" "Lah si Abang doain cepat mati gitu maksudnya? Jangan, Bang! Air mata cewek saya mahal soalnya.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status