مشاركة

Bab 59 Evelyn

مؤلف: Sasha S.Y
last update تاريخ النشر: 2026-08-20 20:55:10

Aku masih duduk di pangkuannya.

Dan Mattheo masih memegang pinggangku.

Entah kenapa tidak ada satu pun dari kami yang bergerak.

Pesawat kembali berguncang pelan.

Namun kali ini aku tidak lagi memikirkan turbulensi.

Aku justru terlalu sadar dengan jarak kami yang begitu dekat.

Mattheo menatapku.

Tatapannya berbeda.

Lebih dalam.

Lebih sulit kubaca.

Kemudian wajahnya perlahan mendekat.

Aku langsung menahan napas.

Jantungku seperti ingin keluar dari dada.

"Mattheo..."

"Hmm?"

Wajahnya semakin dekat.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 60 Evelyn

    Akhirnya...Kami sampai di London.Begitu roda pesawat menyentuh landasan, aku spontan menoleh ke luar jendela.Langit London terlihat sedikit kelabu.Berbeda dengan Italia.Namun entah kenapa, aku sangat senang."Yeay....London."Mattheo yang duduk di sebelahku menoleh."Aku sudah lama tidak ke sini.""Kapan terakhir kali?"Aku berpikir sebentar."Beberapa tahun lalu.""Lalu?"Aku menunjuk ke luar jendela."Aku selalu menyukai kota ini."Mattheo hanya mengangguk.Pesawat perlahan bergerak menuju area parkir pribadi.Aku memperhatikan segala sesuatu dari balik jendela seperti seorang anak kecil yang baru pertama kali bepergian.Beberapa kendaraan hitam sudah menunggu.Begitu pesawat berhenti sempurna, para staf mulai bersiap.Aku melepas sabuk pengaman."Sudah?"Mattheo mengangguk.Aku berdiri.Namun sebelum keluar, aku tiba-tiba teringat sesuatu."Mattheo.""Hmm?""Terima kasih."Ia menatapku."Untuk apa?""Mengajakku."Ia diam sebentar.Kemudian menjawab singkat."Sama-sama."Aku te

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 59 Evelyn

    Aku masih duduk di pangkuannya.Dan Mattheo masih memegang pinggangku.Entah kenapa tidak ada satu pun dari kami yang bergerak.Pesawat kembali berguncang pelan.Namun kali ini aku tidak lagi memikirkan turbulensi.Aku justru terlalu sadar dengan jarak kami yang begitu dekat.Mattheo menatapku.Tatapannya berbeda.Lebih dalam.Lebih sulit kubaca.Kemudian wajahnya perlahan mendekat.Aku langsung menahan napas.Jantungku seperti ingin keluar dari dada."Mattheo...""Hmm?"Wajahnya semakin dekat.Aku menelan ludah."K-kau mmau ap-apaa..."Entah kenapa suaraku justru terdengar seperti orang gagap.Sudut bibirnya sedikit terangkat."Apa?""Kau..."Aku tidak sanggup melanjutkan kalimat.Jarak kami hanya tinggal beberapa sentimeter.Aku bahkan bisa merasakan hangat napasnya.Matanya turun sebentar ke bibirku.Dan refleks...aku menutup mata.Ya Tuhan.Apa yang sedang kulakukan?Kenapa aku menutup mata?Apa aku benar-benar berharap ia menciumku?Aku bahkan tidak sempat menemukan jawabannya.

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 58 Evelyn

    Hari keberangkatan akhirnya tiba.Sejujurnya, aku masih belum terbiasa dengan kenyataan bahwa aku akan pergi ke London bersama Mattheo.Semuanya terasa terlalu mendadak.Kemarin kami baru saja kembali bertemu setelah dua bulan.Dan sekarang...Aku sudah berdiri di parkiran.Dan menatap sekeliling.Tidak ada gedung bandara.Tidak ada antrean penumpang.Tidak ada suara pengumuman keberangkatan.Bahkan tidak ada satu pun pesawat komersial yang terlihat.Aku menoleh kepada Mattheo yang berjalan beberapa langkah di depanku."Tunggu."Ia berhenti.Aku menghampirinya."Di mana bandaranya?"Mattheo menatapku."Bandara?""Iya."Ia mengangkat salah satu alisnya."Kau mengira kita akan naik pesawat komersial?"Aku mengerutkan kening."Memangnya tidak?""Kenapa harus?"Aku terdiam."Karena... biasanya orang pergi ke London

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 57 Evelyn

    "Aku tidak percaya kita menghabiskan hampir seharian penuh untuk berbelanja."Kelly menatap tumpukan kantong belanja yang memenuhi kedua tangannya."Lalu kau mengeluh?""Tidak."Ia menggeleng cepat."Aku hanya kagum bagaimana orang Italia bisa membuatku ingin membeli semuanya."Aku tertawa kecil.Matahari sudah lama tenggelam.Lampu-lampu kota Roma mulai menyala satu per satu, membuat jalanan terlihat jauh lebih indah dibanding siang hari.Udara malam terasa sejuk.Orang-orang masih memenuhi trotoar.Suara musik dari restoran dan kafe bercampur dengan obrolan para wisatawan.Kelly menghela napas panjang."Aku suka kota ini.""Aku tahu.""Aku bahkan mulai mempertimbangkan pindah ke sini.""Kau baru dua hari di Italia.""Dua hari yang mengubah hidup."Aku menggeleng geli."Bagaimana dengan Evan?"Kelly langsung diam.Kemudian memalingkan wa

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 56 Evelyn

    Aku masih tidak percaya Kelly bisa berjalan secepat itu hanya karena melihat sebuah butik.“Evy, tunggu!”Aku mempercepat langkah.“Kau yang menyuruhku mengikuti.”“Iya.”“Lalu kenapa sekarang aku yang harus mengejarmu?”“Karena aku menemukan sesuatu yang sangat penting.”Aku menghentikan langkah.“Apa?”Kelly menunjuk sebuah butik besar di hadapan kami.“Gaun.”Aku menatapnya datar.“Itu yang sangat penting?”“Bagi seorang wanita, tentu saja.”Aku menghela napas.“Bukankah tadi kau bilang kita hanya akan melihat-lihat?”“Aku berubah pikiran.”“Kau selalu berubah pikiran.”“Karena aku fleksibel.”Aku hampir tertawa.Wanita ini benar-benar tidak berubah.Sejak dulu.Kelly selalu seperti ini.Ceria.Berisik.Dan entah bagaimana selalu berhasil membuat suasana menjadi lebih ringan.Mungkin itu alasan aku begitu merindukannya.Dua bulan terakhir terasa begitu panjang.Banyak hal terjadi dalam hidupku.Ayah meninggal.Warisan jatuh ke tangan orang lain.Nate mengkhianatiku.Sophia...Aku b

  • Terjebak dalam Dunia Bellucci   Bab 55 Mattheo

    Hari ini.Italia.Entah kenapa setelah aku melihat bola mata hazelnya...tanpa pikir panjang, aku bergegas memeluknya.Entah kenapa jantungku berdegup begitu kencang ketika melihatnya berlari ke arahku.Dan entah kenapa...aku mencium bibirnya.Untuk pertama kalinya.Apa yang kulakukan?Aku bergegas melepaskannya.Matanya terbelalak menatapku.“Apa yang kau lakukan barusan?” tanyanya lirih.“Ehem... bagaimana keadaanmu?”Ia mengerutkan kening.“Jangan mengalihkan pembicaraan.”Aku menghela napas.“Kau baik-baik saja?”Ia mengangguk pelan.“Baik.”“Kau ke mana saja?”“Ada urusan yang tidak bisa kutinggalkan.”“Hanya itu?”“Iya.”“Lalu apa yang kau lakukan tadi?”Aku menatapnya.“Kau memukuliku.”“Iya. Itu karena kau pergi tanpa satu kabar pun.”“Dan aku kembali.”“Setelah dua bulan.”Aku terdiam.Aku tahu.Aku menghitungnya.Setiap hari.Namun aku tidak mengatakan apa pun.Mataku beralih kepada wanita yang berdiri di belakangnya.Wanita itu justru melebarkan senyumnya.Kemudian melamba

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status