Share

Bab.5. Mulai kuliah.

     Ningsih  sangat senang anaknya bisa lolos, itu artinya anaknya akan mendapatkan masa depan cerah. Amelia juga sangat bersyukur ini adalah Anugerah yang indah. Saking senangnya orang tua Amelia   mengadakan syukuran kecil- kecilan. Sebenarnya Amelia tak ingin mengadakan itu, tapi mereka  bersihkeras untuk melakukanya. 

 Tak lama kemudian Amelia  packing baju, setelah siap Amelia berpamitan pada orang tuanya. Amelia harus kembali ke kosan, Setelah perjalanan hampir memakan waktu empat jam, akhirnya Amelia sampai di Kosan. Ia menaruh baju di lemari juga perlengkapan dirinya yang lain. 

Amelia kemudian merebahkan di bed. Tapi mengingat dirinya belum sholat isya, ia pun beranjak dan wudhu dan menunaikan Sholat Isya. Kantuk menghinggapi mata Amelia, ia kemudian memeluk guling dan tak lama kemudian menjemput mimpi.  

Adzan subuh mengudara, Amelia terbangun. Ia membuka matanya, walau kantuk masih mengelayut, ia paksakan. Amelia menuju kamar mandi dan berwudhu. Segera ia tunaikan sholat subuh.

Selesai sholat subuh, Amelia membuka korden, orang lalu lalang melakukan aktifitas. Amelia kemudian mandi dan  bersiap ke kampus.

  Pukul delapan Aula kampus sudah mulai rame, Amelia masih merasa asing karena tak ada yang kenal di sana. Seseorang berkaca mata dan berhijab warna peech coba menyapa Amelia.

"Hai, kamu dari dari mana? Namaku Maryam aku dari kota L."

Amelia menyambut tangan Maryam dan tersenyum.

"Kalau aku dari kota p." Ucap Amelia tersenyum ramah pada teman barunya.

Mereka langsung akrab. Tak lama kemudian Ryan masuk. Ia memberitahu beasiswa yang harus di terima. Kampus ini sebenarnya ada Mesnya, tapi Amelia ingin kos saja. Untuk memenuhi kebutuhan serta uang kos, ia mencoba jualan online. 

  Ryan menatap wajah Amelia, tapi ia cuek saja. Tak ingin hatinya tercuri oleh Ryan, dia juga ingin fokus kuliah.

Esok hari. 

Hari pertama Amelia masuk kuliah,  ia duduk di sebelah Maryam, Amelia  sudah akrab dengan Maryam. Karena Maryam orangnya pandai bergaul juga ceria. Jam pertama kuliah di isi oleh dosen Ryan. Amelia membulatkkan matanya. 

Kenapa dirinya selalu melihat dosen tampan ini? Membuatnya jantungku berirama, batin Amelia. Setelah mata pelajaran pertama selesai Dosen Ryan memanggil Amelia untuk masuk ke ruanganya. Kebetulan sekali hanya ada satu mata pelajaran. 

"Amelia  nanti ke ruanganku !" Kata Dosen Ryan. 

"Iya...pak..." Jawab Amelia. Gugup dan grogi menguasai hati Amelia. 

"Maryam, aku di panggil kenapa ya? Tanya Amelia pada Maryam. Ia tahu Amelia binggung tapi sebegai temanya ia hanya bisa menguatkan. 

"Nggak apa- apa. Mungkin penting, aku pulang dulu. Aku tunggu ditempat parkir  depan ya." 

"Iya."  Ucap Amelia sambil menganguk. 

Amelia segera melangkah ke ruangan dosen di lantai dua. Dosen Ryan sudah menunggu sesekali melihat ke arah pintu harap cemas kalau Amelia tak ingin menemuinya. Sesosok gadis tinggi semampai memakai hijab abu- abu tersenyum manis ke dosen Ryan. Ryan lega Amelia mau menemuinya. Amelia duduk di hadapan dosen Ryan.

"Siapa yang menyuruhmu duduk !" Amelia langsung berdiri. 

"Maaf pak.." Ucap Amelia mengigit bibir bawahnya. Dosen Ryan merasa senang mengerjai mahasiswanya. 

"Duduklah !" Amelia geram ingin rasanya nimpuk dosenya pakai sepatu yang ia kenakan. 

"Ya, makasih pak." 

Amelia kemudian duduk di hadapan dosen Ryan. 

"Ada apa Bapak memanggil saya?" 

"Kau memanggilku bapak? Sedangkan umurku saja baru 25 tahun. 

'Nggak nanya' batin Amelia. 

 Ryan masih terus memandangi Amelia, membuat Amelia merasa tak nyaman. Apalagi netra coklatnya berhasil menembus jantungnya. Tapi segera Amelia tenangkan batinya. Tak ingin larut dalam pesonanya. 

Bersambung..

Comments (1)
goodnovel comment avatar
alanasyifa11
suka banget sama cerita yang kayak giniiiii ga sabar baca lanjutannya btw author ada sosmed ngga? aku pingin follow dong
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status