Teilen

bab 247 menikah

last update Veröffentlichungsdatum: 07.10.2026 20:39:43

Istri Pak Kodir menghampiri pria itu dan mempersilakan masuk. Jasmine masih bingung siapa yang mau menikah. Sebelum gadis itu bertanya lagi, Mario langsung memberikan jawaban.

"Kita yang akan menikah!"

Sontak Jasmine membulatkan matanya mendengar ucapan Mario.

"Maksud kakak apa? Kita menikah?" seru Jasmine tak percaya. Dengan tegas Mario menjawabnya lagi.

"Ya, kita menikah sekarang. Aku sudah memikirkannya masak-masak. Jika ini tidak kita lakukan maka hubungan kita akan semakin terlarang, k
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 248 berhati mulia

    Istri Pak Kodir tampak gelisah. Wanita itu tahu apa yang sedang dibicarakan oleh suaminya. Akankan pria itu mengatakan yang sebenarnya jika Nyonya Ratih mendapatkan donor jantung dari Almarhum Ana yang tak lain adalah ibu kandung Jasmine. Tentu saja mereka belum mengetahui berita itu karena saat itu Mario masih kecil dan Jasmine juga baru lahir. Pak Kodir menatap wajah mereka bergantian. Mungkin sudah saatnya ia mengatakan yang sebenarnya supaya Jasmine tahu jika jantung ibunya masih berdenyut di tubuh Nyonya Ratih. "Ada apa, Pak? Siapa yang Bapak maksud?" sambung Jasmine yang juga penasaran. Sedangkan yang ia tahu Nyonya Ratih tidak pernah menyia-nyiakan anak siapa pun kecuali dirinya. Namun, jika itu dirinya, artinya sang ibulah yang mendonorkan jantung untuk Nyonya Ratih. Pak Kodir menarik napas dalam-dalam. Mungkin sudah saatnya ia berterus terang agar Jasmine tahu yang sebenarnya dan Nyonya Ratih bisa menghargai gadis itu. Lantaran pria itu tak tega mendengar cerita bagaimana

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 247 menikah

    Istri Pak Kodir menghampiri pria itu dan mempersilakan masuk. Jasmine masih bingung siapa yang mau menikah. Sebelum gadis itu bertanya lagi, Mario langsung memberikan jawaban. "Kita yang akan menikah!" Sontak Jasmine membulatkan matanya mendengar ucapan Mario. "Maksud kakak apa? Kita menikah?" seru Jasmine tak percaya. Dengan tegas Mario menjawabnya lagi. "Ya, kita menikah sekarang. Aku sudah memikirkannya masak-masak. Jika ini tidak kita lakukan maka hubungan kita akan semakin terlarang, kau tahu aku tidak bisa menahan diri saat di sampingmu. Toh, kamu bukan adik kandungku, bukan? Jadi kita halal untuk menikah!" ucap Mario lagi. "Tapi, Kak! Bagaimana dengan Mama, Papa...!" Belum sampai Jasmine merampungkan kata-katanya, Mario langsung menutup bibir gadis itu dengan satu jarinya. "Ssstt! Aku pasti bisa meyakinkan mereka. Mama dan Papa tidak seperti Oma. Mereka pasti mengerti, oke!" kata Mario. "Kakak yakin?" "Sangat yakin! Percayalah, semua pasti baik-baik saja. Untuk saat ini

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 246 siapa yang mau nikah?

    "Oma bagaimana ini? Sepertinya Mario marah sama aku," seru Cerry dengan manja. Nyonya Ratih tampak menenangkan gadis itu. "Jangan khawatir, Sayang! Oma pasti akan membantumu untuk mendapatkan Mario. Kamu yang sabar, ya!" jawab Nyonya Ratih. Setelah kejadian itu, Mario dan Jasmine makin dekat. Bahkan pemuda itu sudah bersiap menikahi Jasmine meskipun harus diam-diam. Jika dirinya mengatakan sekarang, mungkin keluarganya tidak akan menrestui hubungan mereka. Daripada hubungan mereka tidak jelas dan semakin menambah dosa. Mario memutuskan untuk menikahi Jasmine secara diam-diam. Setelah tiba waktunya, Mario pasti akan mengatakan kepada keluarganya tentang hubungan mereka. Siang itu, tanpa ada pemberitahuan, Mario datang ke sekolah Jasmine. Pemuda itu menjemput sang adik dan membawanya ke sebuah tempat yang sudah disiapkannya. Pria itu sudah menyiapkan segalanya bahkan ia juga sudah menyiapkan jawaban untuk Emma yang pasti tanya kenapa dirinya menjemput Jasmine agar tidak ada yang cu

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 245 panggil aku sayangg

    Tamparan itu sangat keras sampai-sampai membuat pipi Cerry memerah. Semuanya terkejut bukan main lebih-lebih Nyonya Ratih. Wanita itu langsung mengomel dan mengata-ngatai Jasmine. "Jasmine! Kamu sudah kurang ajar sama Cerrry. Sini! Biar Oma kasih pelajaran buat kamu!" Nyonya Ratih sepertinya ingin memberikan hukuman pada Jasmine. Wanita itu tampak menyeret tangan Jasmine namun dengan cepat Mario menghalanginya. "Jangan sentuh Jasmine, Oma! kata pemuda itu sembari menepis tangan sang Oma. Nyonya Ratih langsung marah pada sikap Mario yang lebih membela Jasmine. "Mario! Kamu ini kenapa sih?" seru Nyonya Ratih. "Oma yang kenapa? Harusnya Oma membela Jasmine daripada Cerry!" jawab Mario yang kini menjadi garda terdepan bagi Jasmine. "Loh! Apa yang dikatakan Cerry itu benar. Oma setuju dengannya. Si Jasmine itu cuma anak pungut. Dia anak nggak jelas dan anak haram! Harusnya dia sadar diri dong. Dia ada di rumah ini karena kebaikan Mama dan Papa kalian saja. Oma sebenarnya tidak pernah

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 244 di pinggiran sampah

    "Jangan bicara begitu, sebentar lagi Oma pasti akan mengakuimu sebagai cucunya!" sahut Mario. "Nggak mungkin!" "Kenapa nggak mungkin? Semuanya bisa saja terjadi. Kamu memang bukan cucu kandungnya tapi kamu akan menjadi cucu menantunya, aku pastikan itu!" ahut Mario. Kali ini pernyataan pemuda itu sukses mmebuat Jasmine tersipu malu. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Jasmine berpindah duduk di kursi depan menemani Mario menyetir. Pemuda itu tampak begitu bahagia ketika Jasmine sudah menjadi miliknya. Sekaranga ia harus mempersiapkan untuk menikahi Jasmine secara sah. Dengan begitu hubungan mereka akan jelas. Sekitar satu jam setengah perjalanan, akhirnya mobil Mario tiba di rumahnya. Ternyata bukan cuma Nyonya Ratih dan Emma saja yang mencemaskan kedatangan Mario, tapi ada seorang wanita yang merupakan teman kkuliah Mario datang ke rumah untuk mengetahui bagaimana kabar Mario secara langsung. Dialah Cerry, gadis yang menyukai Mario dan berharap bisa mendapatkan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 243 posisi wenak

    Sedangkan Nyonya Ratih dan Emma bingung setengah mati menunggu kepulangan Mario dan Jasmine. "Aduhhh, kakakmu ini pada ke mana sih? Mereke ini bikin panik aja!" gerutu Nyonya Ratih yang tak mendapati panggiannya dijawab. "Kita tunggu aja, Oma. Mungkin bentar lagi mereka datang!" jawab Emma. "Semua ini memang gara-gara si Jasmine. Kalau saja dia nggak pergi sama teman-temannya mungkin nggak jadi kayak gini. Ngerepotin aja tuh anak!" gerutu Nyonya Ratih lagi. Emma sendiri juga masih belum tahu ke mana dua kakakanya itu. Sedangkan menurut pengakuan Hilda saat Emma bertanya di mana Jasmine, ia mendapati informasi jika Jasmine sudah pergi bersama Mario semalam. "Kakak pada ke mana, ya? Semoga saja mereka ngggak kenap-kenapa. Mana ponselnya sama-sama nggak diangkat lagi!" gumam Emma. Sementara itu, Jasmine dan Mario sedang menikmati kebersamaan mereka. Napas mereka saling berkejaran seiring kenikmatan yang sangat mencengkeram hati mereka. "Ahhhhhh!" Lenguhan panjang itu mengisi selu

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status