Share

12. Rasa yang Tak Diakui

Author: Sandra Dhee
last update publish date: 2025-05-31 15:46:17

Bara menatap kosong ke arah cangkir kopi hitamnya yang sudah dingin. Laptop di hadapannya menyala, namun belum ia sentuh sejak ia datang sejam yang lalu. Pikirannya terlalu rumit untuk menyentuh pekerjaannya pagi itu. Tak ada yang lebih menarik baginya daripada menikmati perasaannya sendiri, dan membayangkan apa yang sudah terjadi semalam.

Bara menghela nafas saat menyandarkan tubuhnya di kursi. Ia menoleh ke arah langit cakrawala, memandang jauh ke depan. Langit kota tampak begitu cerah, terli
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   88. Pertemuan Kembali

    Becca berjalan mengikuti Tama hendak keluar dari rumah sakit. Berdasarkan instruksi Tama sebelumnya, mereka akan membagi tugas. Tama menghandle perusahaan, sementara Becca memegang urusan keluarga dan sisanya. Mereka pun berpisah di lobby, untuk menuju mobil masing-masing. Tapi saat Becca melangkah menuju tempat parkir, seseorang menarik tangannya dengan kasar. "Hhhmmpphh!!" sebuah tangan membekap mulutnya, dan memeluknya dari belakang sehingga ia tak bisa bergerak. Becca berusaha memberontak, namun tenaga orang itu lebih kuat darinya. Dengan mudah orang itu menyeret Becca menuju sebuah mobil, membuka pintu mobil itu dan mendorong Becca masuk. "Siapa kamu! Lepaskan aku! Tolooonggg!!" teriak Becca. Tapi kemudian orang itu mengeluarkan sebuah pisau dan menempelkannya ke leher Becca, membuat Becca langsung diam membeku ketakutan. "Jangan berani berteriak atau memberontak. Turuti saja apa kataku, maka kamu akan selamat," kata sosok yang ternyata seorang pria bertopeng. B

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   87 Kelahiran dan Kematian

    "Nyonya Rania harus segera dioperasi secepatnya," tegas dokter yang menangani Rania. Reyhan mendelik. Selama ini kandungan Rania baik-baik saja, bahkan Rania berencana melahirkan secara normal. Tapi... Mengapa mendadak ada kejadian seperti ini? Lalu... Bagaimana dengan semua biayanya? "Apa tidak ada cara lain, Dok?" tanya Reyhan penuh harap. Dokter itu menggeleng pelan, "Kondisi Rania dan janinnya sama-sama sudah lemah. Jika tidak segera dilakukan tindakan, maka..." Reyhan menegang. Ia mengerti apa kelanjutan kalimat dokter tersebut. "Tapi... Saya butuh waktu buat..." Reyhan bingung harus menjelaskan seperti apa. Disini posisinya adalah sebagai seorang adik, yang bahkan belum memiliki pekerjaan yang mapan. Dia sadar biaya operasi cesar tidaklah kecil, jadi dia bingung harus kemana dia mencari uang sebanyak itu dalam waktu dekat. "Jangan pikirkan biayanya dulu. Tanda tangan saja, biar operasi segera dilakukan. Soal administrasi, bisa dipikirkan nanti. Takutnya kalau ditunda,

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   86. Dua Tragedi

    Rania mengusap peluh di dahinya. Nafasnya tersengal. Perutnya memang sudah membesar dan membuatnya cepat merasa lelah. Dulu ia sanggup bersih-bersih rumah seharian, tapi sekarang belum ada setengah jam membersihkan kamar mandi, dia sudah merasa capek setengah mati. Sebenarnya Reyhan sudah melarangnya terlalu bekerja keras karena khawatir pada keadaan kakaknya itu. Tapi Rania sendiri yang memaksa. HPL sudah semakin dekat, dan Rania pikir dengan banyak bergerak akan membuat proses persalinannya semakin lancar. Rania mengelus perutnya dengan lembut sambil tersenyum. Terima kasih sudah kuat dan sangat pengertian sejauh ini, batinnya. Sejak awal kehamilan, kandungannya memang sangat sehat dan hampir tak ada keluhan. Rania sangat bersyukur karena ia bisa melalui semuanya dengan mudah. Walau tanpa kehadiran seorang suami di sisinya. Rania menghela nafas, kembali meraih sikat toilet. Ia menggosok lantai toilet hingga bersih, dan beberapa kali menuangkan cairan pembersih ke lantai. "Kak,

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   85 3 Bulan Kemudian

    3 bulan berlalu. Bara mulai terbiasa menjalani hidupnya tanpa Rania. Walaupun sekarang semua terasa hampa dan kosong, tapi dia berusaha tetap berjalan. Karena ia percaya... jika memang berjodoh, sejauh apapun itu pasti mereka akan bertemu lagi. Becca juga merasa hubungannya dengan Bara mulai banyak kemajuan. Walaupun hingga detik ini Bara belum mau menyentuhnya, tapi paling tidak Bara mau membuka diri dan menerima Becca pelan-pelan. Mereka selalu menyempatkan untuk makan bersama. Bara juga tak pernah tidak mengantar jemput Becca kemanapun Becca pergi. Dan yang terpenting, Bara mau menunjukkan Becca pada dunia bahwa Becca adalah istrinya. Untuk saat ini, semua itu cukup. Becca yakin, untuk mendapatkan Bara sepenuhnya tentu tidak akan bisa terjadi secara instan. Ia harus bersabar, karena dengan bersabar maka ia akan mendapatkan lebih banyak lagi. "Kemana acaramu hari ini?" tanya Bara suatu pagi saat mereka sarapan bersama. "Nanti malam aku mendapat undangan di acara fashion show sal

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   84. Becca Keguguran?

    Aroma antiseptik menusuk ke dalam hidung Becca. Matanya terasa berat untuk dibuka, namun ia sudah sadar dan samar-samar mendengar aktivitas yang ada di sekelilingnya. Langkah kaki, percakapan, bahkan suara tetesan air yang merembes di kamar mandi. Becca berusaha bergerak, tapi seluruh tubuhnya terasa sakit. Tulang-tulangnya serasa remuk di dalam. Mau tak mau ia pun berusaha membuka matanya, ia ingin tahu apakah dia sudah berada di alam baka atau kah masih hidup di dunia ini. Yang pertama kali Becca lihat adalah langit-langit putih dengan lampu menggantung. Lalu... seorang wanita berpakaian putih yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Tunggu dulu. Apakah ini di surga? Batinnya. "Anda sudah sadar. Sebaiknya jangan bergerak terlalu banyak dulu," ujar wanita itu ramah. Wanita itu mengecek kondisi Becca dengan sangat teliti. Bagian bawah mata, lidah, serta suhu tubuh. Ia bahkan mengecek lengan Becca untuk mengukur tekanan darah. Saat itulah Becca menyadari sedari tadi ada Bara di dalam r

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   83. Seharusnya Kamu Bersamaku, Becca

    Klub itu ramai seperti biasa. Saat Bara masuk, matanya langsung tertuju ke sudut meja dimana ia biasa duduk. Dan seperti yang sudah ia duga, Tama sudah ada disana menunggunya. "Sialan. Aku harus melalui pertengkaran dulu sebelum keluar rumah. Lama-lama aku menjadi muak," gerutu Bara sambil duduk di samping Tama. Namun Tama tak berkutik. Ia hanya diam menatap gelas di tangannya seakan pikirannya sedang terbang ke suatu tempat yang jauh. Melihat itu, Bara pun mengernyit heran. "Tam! Kenapa sih?" panggil Bara sambil menyikut pundak temannya tersebut. Tama tersentak. Ia terkejut menyadari Bara sudah ada di depannya. "Sudah lama?" tanya Tama bingung. "Lah, Malah jadi bloon..." omel Bara tak jelas. Ia menuangkan campaign ke gelas kosong yang ada di meja dan meneguknya dalam sekali minum. Tama mulai gugup. Kepalanya dipenuhi dengan gambaran Rania yang sedang hamil. Ia ingin sekali memberitahu sahabatnya ini, tapi ia juga sudah berjanji pada Rania untuk menyimpan rahasia ini rapat-rapat

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   5. Pernikahan Kontrak

    Mobil Lamorghini hitam itu meluncur perlahan di jalanan mewah di salah satu sudut kota Jakarta. Rania duduk diam di kursi penumpang, menatap keluar jendela sambil menahan napas. Ini gila. Ini semua terlalu cepat. Batinnya. Baru dua hari sejak mereka bertemu, dan sekarang Bara membawanya ke rumah ke

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   4. Perjanjian

    Pagi itu, Rania bangun dengan tekad baru. Ia memantapkan hati untuk mengajar seperti biasa. Dunia mungkin tengah runtuh di sekelilingnya, tapi di hadapan anak-anak, ia harus tetap tersenyum. Itu adalah satu-satunya hal yang masih bisa ia kendalikan dalam hidup yang kini seperti perahu bocor di teng

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   3. Skandal Sang Pewaris

    Bara mengatupkan rahangnya sambil menatap kosong keluar jendela apartemennya. Benaknya mengingat kejadian dua hari yang lalu. Sebelumnya semua berjalan begitu damai dan tenang. Pekerjaan stabil, kehidupan percintaan yang lancar. Ia merasa tak ada masalah apapun sampai muncul berita itu di televisi

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   1. Dunia Runtuh

    Langit sore menggelayut manja. Rania melangkah kecil di jalan setapak menuju rumahnya dengan hati gembira. Seharian ini dia melakukan pekerjaannya seperti biasa. Mengajar anak-anak TK, menyanyikan lagu “pelangi-pelangi”, dan mengikat rambut salah satu siswinya yang cengeng. Dan yang paling menyenan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status