Share

Bab 4

last update Last Updated: 2025-07-24 16:53:30

Helena duduk seorang diri, menyaksikan para tamu undangan yang terlihat mencari muka satu sama lain.

“Ch, aku tahu, mereka semua hanya berdusta,” gumamnya menatap malas lada semuanya.

Tatapannya tertuju ke arah Topan—suaminya yang tampan dan berkarisma. Pria itu, adalah cinta pertamanya, tetapi dia bukan cinta pertama bagi Topan.

“Sangat miris sekali,” desahnya memikirkan nasibnya yang malang.

Helena menyesap pelan minuman di tangannya ketika Hani datang mendekatinya dengan wajah palsu.

“Selamat malam, Nyonya,” sapanya, “jika tidak keberatan, aku bisa menemanimu di sini.”

“Jangan pura-pura baik padaku, Hani. Pergilah, wangi parfummu membuatku mual.”

“Kau!” Hani memejamkan mata, ia mendekat ke arah Helena dan duduk di sebelahnya.

“Dengar, ya. Topan itu tidak mencintaimu, jadi tolong sadar diri dan bercerai saja darinya,” bisik Hani mencoba terlihat tenang di antara banyak tamu.

Ia menatap Helena lagi, tatapan wanita itu tetap sama—datar dan tidak berperasaan padanya, “Jangan kira karena kau itu memiliki banyak uang lantas bisa seenaknya,” tukas Hani lagi memanasi, hanya ini cara lain untuk menyelamatkan Topan dari Helena.

“Tidak bisakah kau menjauh Hani. Aku tidak suka dengan aromamu!” usir Helna dengan bibir mencebik, “jangan takut, aku juga sudah tidak peduli ada priamu itu. Kalian sama-sama tidak berguna bagiku.”

Merasa terhina dengan ucapan menohok Helena, Hani lantas berdiri dan hendak menampar, tetapi ketika para tamu menyebut nama Reygan ia segera menoleh dengan senyum merekah.

“Akhirnya dia datang juga,” katanya dengan senyum merekah, lalu dengan senyum mengejek melihat pada Helena yang tampak masa bodoh.

“Lihatlah, setelah Topan bekerja sama dengan tuan Reygan, kau akan semakin terabaikan,” ujarnya merasa yakin bisa mendapatkan kerja sama dengan CEO BMS.

Berdecih, Helena menatap malas ada kekasih suaminya, “Pergilah Hani. Atau benar telingamu bermasalah hingga tidak mengerti jika aku tidak suka dekat denganmu.”

“Kau!” Hani mengepalkan tangan, tetapi karena tidak ingin membuat keributan, ia segera angkat kaki dan mencari keberadaan Topan.

“Pria seperti apa sih sampai semua orang harus ber—” Mata Helena terbelalak ketika tatapannya langsung tertuju pada sosok pria yang tengah berdiri di hadapan Topan saat ini.

Dia berdiri dengan tubuh bergetar. “Di-dia, bagaimana bisa dia ada di tempat ini?”

Berharap tidak ada yang menyadari ekspresinya, Helena berusaha untuk meninggalkan acara, tetapi sayangnya, Topan menyadari itu dan memanggilnya.

“Helena, berhenti!”

Menelan ludah susah payah, Helena menoleh pelan ke arah Topan yang sudah menyambutnya dengan senyum aneh.

“Kau mau kemana?” bisik Topan segera, “jangan sampai kerja sama dengan tuan Reygan batal karena kau tidak bisa kerja sama,’ ujarnya kembali lagi.

“Tuan Reygan,’ ucap Helena tidak melihat pria yang Topan maksud selain pria yang malam itu bersamanya.

“Aku mendadak tidak enak badan,’ kilahnya, ‘kau bisa meminta Hani menyakinkannya seperti biasa, kan?”

“Helena, jangan cari masalah,’ ucap Topan mencoba tidak terpancing, ‘ini adalah kesempatan baik untuk perusahaan juga, ikut denganku atau kau tahu akibatnya.”

“Tidak mau!’ tolak Helena dengan yakin, baginya lebih baik bermasalah dengan Topan dibanding bertemu dengan pria asing di sana.

“Helena, jangan cari masalah,’ pungas Topan sekali lagi, ia menarik tangan Helena dan membawanya bertemu dengan Reygan.

Topan menggeser Hani dengan pelan agar Helena bisa berdiri dengan tenang di sebelahnya. Sikap terkesan lucu yang hanya beberapa orang saja yang mengetahui tentang hubungan mereka.

"Tuan Regan, perkenalkan istri saya Helena Kinara,” ucap Topan memperkenalkan Helena pada Reygan yang tak berkedip melihat Helena yang berusaha untuk menghindari tatapannya.

“Helena, ya,’ ucapnya terdengar mengerikan di telinga yang punya nama.

“Cepat beri salam,’ tegur Topan dengan suara pelan, ‘jangan sampai tuan Reygan tersinggung dan kau kena masalah.”

Helena mengangkat wajah perlahan, menatap dengan takut pria di hadapannya seraya mengulurkan tangan. ‘Senang bertemu denganmu, Tuan Reygan.”

Tidak menyiakan kesempatan, Reygan segera meraih tangan halus yang dirindukan dan menggenggamnya lembut. “Benarkah? Aku juga senang bertemu denganmu lagi.”

“Bertemu lagi?” Topan menoleh curiga pada Helena yang segera melepas tangannya paksa.

“Nyonya, ternyata Anda pernah bertemu dengan tuan Reygan sebelumnya?” Hani yang mendapatkan kesempatan untuk menjebak Helena segera buka suara.

“Saya tidak mengira jika—”

“Topan, bisa kau minta sekretarismu diam.” Helena melirik Topan malas untuk menegur Hani yang selalu merusak situasi.

Hani menghentakkan kaki lantas meninggalkan perkumpulan dengan kesal. Melihat iu, Topan khawatir kekasihnya marah dan hubungan mereka bermasalah.

“Maafkan saya Tuan Reygan, saya harus ke toilet.” Topan meninggalkan Helena sendiri dalam masalah besar. Pria itu, tidak tahu, jika pria yang tengah menatap istrinya sedang dalam rencana besar.

“Senang bertemu dengan Anda, Tuan. Saya juga harus—”

“Jika senang kenapa harus terburu-buru Sayang?”

Fandy melotot, ia tidak pernah mendengar kata itu selama ia bekerja dengan Reygan. Bahkan wanita-wanita banyak yang mendekatinya, tetapi justru bosnya terjebak pada istri orang lain.

Helena meremas gaunnya kuat, ia menoleh pelan ke arah Reygan dengan senyum canggung. ‘Tuan, tidak bisakah kau kecilkan suaramu?”

Reygan mendekat, meniup daun telinga Helena hingga wanita itu menutup mata.

“Jangan kira kau bisa lolos, Nona. Kau bahkan tidak berterima kasih setelah memberikan—”

“Tutup mulutmu!’ Helena segera melangkah cepat meninggalkan pesta dengan wajah merah karena malu.

“Helena, kamu dalam masalah.” Helena tidak memedulikan siapa pun, ia bahkan tidak peduli ketika melihat Topan dan Hani bermesraan di tempat gelap.

“Haha, dia sangat manis,’ tawa Reygan melihat tingkah menggemaskan Helena.

______________

“Sudah kau dapatkan alamatnya?” tanya Reygan dengan tatapan lurus ke arah jalan. Mereka telah kembali setelah semalaman menghabiskan waktu berbasa-basi dengan orang-orang yang bermuka dua.

“Nona tinggal di Vila yang tidak jauh dari tengah kota, Tuan. Mereka tinggal bertiga dengan Hani yang menjadi kekasih suaminya.”

Reygan terkekeh kecil, ia tidak tahu bagaimana bisa Helena bisa hidup dengan lelaki yang tidak berperasaan seperti Topan.

“Tuan, apa Anda benar-benar jatuh cinta padanya?”

Reygan tidak menjawab, tatapannya tetap lurus dan dingin, “Urus pertemuan selanjutnya dengan Topan. Kita bisa memberikan kesempatan bekerja sama dengannya.”

Fandy mengerutkan kening, tetapi ia tetap menyetujui permintaan tuannya.

“Saya akan urus secepatnya, Tuan.”

Sementara itu di tempat lain, Helena tidak bisa tenang setelah bertemu dengan Reygan. Setiap kali ia memejamkan mata, kemesraan mereka kembali terbayang dengan jelas.

‘Ingatan apa ini?” teriaknya seraya melempar selimut tebalnya turun dari ranjang.

Pintu kamarnya terbuka, Topan masuk dengan keadaan berantakan—pria itu mabuk. Ia mendekati Helena, menatap istrinya yang ternyata lebih menarik dari wanita mana pun.

“Helena, tidak kusangka jika kau sangat cantik,” katanya.

‘Jangan berani–”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 123

    Masih di kediaman Hani, Topan masih berdiri di halaman belakang dengan segala pertanyaan di dalam benaknya. Ia penasaran, tetapi juga tidak yakin ada sesuatu di rumah yang sudah lama ditempati.“Hani, kau di sana?” tanya Topan dengan suara pelan. Rasa penasarannya semakin besar, ketika sekali lagi telinganya mendengar suara lain. Ia mengerutkan kening, mencoba menerka-menerka apa yang berada di sana.Suara langkah kaki Topan semakin terdengar mendekat. Pria itu sengaja memelankan suara agar apa pun yang berada di sana tidak terkejut. Namun, ketika tangannya hendak menggapai dedaunan untuk mengungkap isi di baliknya. Suara Hani terdengar dari arah belakang.Topan menoleh dengan kening mengkerut, sebab rambut dan pakaian Hani terlihat berantakan, berbeda dari sebelum ia masuk ke dalam kamar tadi.“Dari mana saja, kau?” tanya Topan curiga dengan penampilan Hani, “aku mencarimu sejak tadi.”“A-aku,” jawab Hani tergagap, diam-diam ia mengintip ke belakang punggung Topan untuk memastikan ke

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 122

    Di luar, Reygan yang menahan diri untuk tidak ikut campur urusan Helena dan Topan mencoba untuk tetap tenang, meski dadanya sudah hampir meledak ingin memastikan istrinya baik-baik saja.Saat istrinya keluar, hatinya merasa lega. Akan tetapi, ketika melihat wajah Helena yang kesal, hatinya mendadak terbakar.“Dia melakukan sesuatu padamu?” bisik Reygan dengan tangan mengepal, “aku akan–”“Duduklah, jangan katakan apa pun padanya dulu,” balas Helena berbisik. Ia duduk di sebelah Reygan tanpa canggung, tetapi tatapannya dingin pada Topan yang semakin terlihat kebingungan.“Sepertinya kerjasama kalian semakin membaik,” tukas Topan menepis rasa tidak nyaman di dalam hati, “aku hanya berharap tidak ada yang salah paham nantinya,” lanjut Topan kemudian.Di sebelah Helena, Reygan mencoba untuk tetap tenang, meski ia sudah semakin geram. Apalagi, ketika mendapati tatapan Topan yang begitu dalam untuk istrinya.“Tidak hanya semakin baik.” Reygan meraih tangan Helena dan menggenggamnya erat di

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 121

    “Nona, maafkan kami.” Salah seorang pelayan mendekat dengan wajah pucat. Ia mewakili beberapa temannya untuk minta maaf secara langsung.“Helena, bukan mereka yang salah,” ucap Vincent menengahi, “Ayah yang memaksa untuk jalan-jalan ke kebun belakang.”Menarik napas pelan, Helena meminta semua pelayan ayahnya untuk keluar. Ia duduk di pinggir ranjang seraya mendesah pelan. “Ayah, apa kau tidak sayang pada dirimu sendiri? Lihat usiamu, kau masih muda, tapi terlalu memaksa untuk melakukan semuanya sendiri.”Tersenyum tipis, Vincent memegang tangan putrinya. Putri kecil yang diasuh dengan banyak air mata dan kenangan dalam kesunyian. Ia banyak bersalah pada Helena, karena keegoisannya, ia merebut kasih sayang seorang ibu untuk putri mereka.“Ayah sudah banyak membuat kesalahan di masa muda,” kata Vincent tiba-tiba dengan suara seraknya.Helena terdiam, ia mengamati wajah ayahnya yang kin terlihat kurus. Entah apa saja yang selama ini dirasa hingga membuatnya terlihat memprihatinkan.“Apa

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 120

    Raisa terperanjat hingga hampir terjatuh. Akan tetapi tubuhnya segera ditangkap oleh seseorang yang tadi menegurnya.“Kau mau apa?” tanya Helena sinis sudah berada di belakang Raisa yang pucat pasi tertangkap.“A-aku … bagaimana kau bisa di sini, tadi bukannya–”Tersenyum sinis, Helena semakin dekat pada Raisa yang sontak ikut mundur ke belakang. Ia tidak mengira jika Helena memiliki tatapan yang mengerikan seperti itu.“Ini adalah rumahku, di mana pun aku berada bukankah hal yang wajar?” tanya Helena menjawab pertanyaan, “yang harus ditanya adalah kau, nona Raisa!”Raisa menelan ludah kasar saat tubuhnya terpojok di dinding pegangan besi. Ia melirik ke bawah dan memperhitungkan nyawanya jika terpaksa memilih melompat untuk menghindar.“A-aku … ada urusan penting yang harus kami bicarakan, karena itu–”“Tidak dengan menyelinap naik ke kamar kami,” potong Helena sarkas, “kau adalah tamu, bersikap sebagaimana seorang tamu kebanyakan!”“Sayang ada apa?” Reygan terlihat keluar dari kamar

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 119

    Reygan melangkah pelan ke arah kamar mandi yang tertutup, berharap di sana ada wanita yang dicari dan dirindukan. Ia ingin melihat wanita itu meski sedang marah dan melemparnya dengan sesuatu. Reygan berharap ia salah dan berharap Helena masih berada di dalam kamar.Dadanya seperti dihantam benda keras ketika membuka pintu tidak menemukan siapa pun di dalam. Reygan segera berbalik dan hendak menyusul, tetapi saat langkah kaki seseorang mendekat, hatinya mulai tenang.Helena yang dari balkon masuk dengan kaki telanjang dan pakaian tipis. Sayangnya, Reygan yang tidak berani mendekat selangkah pun.Ia memandangi Helena dengan rasa bersalah yang mendalam.“Bajumu,” kata Reygan gugup. Ia mendekat selangkah, tetapi Helena segera merentangkan tangan ke depan sebagai penolakan.Wanita itu, sejak beberapa menit terakhir sudah berpikir banyak di balkon yang dingin. Ia menumpahkan semua kekecewaan pada bagian dirinya hingga rasa sakitnya mulai berkurang meski hanya sedikit.Pernikahan pertama ya

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 118

    Sejak kepergian Reygan, Helena tidak bisa tenang. Ia merasa ada yang sesuatu yang menyesakkan di dalam dada, tetapi ia tidak mengerti sesuatu itu.Hatinya terasa seperti diremas dengan begitu kuat. Lalu, dengan wajah sendu, Helena menatap bayangan dirinya dari cermin yang ada di dalam kamar.Ia memegang wajahnya yang terasa berbeda dan gemuk.“Ada apa denganku,” katanya merasakan hatinya berdebar kembali, “apakah aku cemburu, tapi cemburu kenapa?”Helena mengusap wajahnya perlahan, seolah membuang semua rasa tidak percaya diri yang timbul tiba-tiba.“Haruskah aku menelepon?” tanyanya pada diri sendiri, “bagaimana jika dia tidak suka dan kesal karena mengusiknya.”Helena mendesah pelan, perasaan seperti ini hanya ia rasakan ketika bersama Reygan. Ia mengingat kenangan selama menjadi istri Topan. Ia hanya kesal karena suaminya bermesraan di dalam rumah bersama Hani. Hanya kesal, tidak ada rasa cemas yang berlebihan yang ia rasakan seperti saat bersama Reygan.Tersenyum getir, ia menata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status