Share

Chapter 113

Author: Brille23
last update publish date: 2024-05-15 13:58:37

"Em, bisa Kau katakan apa maksudnya itu?" ucap Wendy memastikan karena entah mengapa apa gang pria itu ucapkan sangatlah serius.

"Kau masih ingat dengan peringatanku, bukan?" timpal Chris mempertanyakan hal yang selalu ia wanti-wantikan pada bawahannya itu.

"Tentu saja! Mana pernah Aku mengabaikan peringatanmu," tegas Wendy meski sebenarnya perasaannya sendiri tidak yakin akan hal itu.

Chris mendelik, dan memalingkan wajahnya dari wanita itu seakan merasa tidak puas dengan jawabannya.

"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 135

    Pada pukul sepuluh tepat, dosen pun memasuki kelas. Namun, pada saat itu, Wendy tetap tidak menampakkan batang hidungnya. Hal itu sebenarnya membuat Reynold merasa semakin penasaran. Dia kembali melirik ke arah Viona untuk memastikan, tetapi dia tidak menyangka bahwa saat ini, gadis judes itu juga sedang memperhatikannya. Ketika mata mereka bertemu, dengan santainya Viona menampakkan senyum miring, mengandung sebuah arti di baliknya. Menyadarinya, secara alami, tanpa merasa gugup sedikit pun dia kembali mengalihkan pandangannya pada dosen yang sedang menyampaikan kuliahnya.Beberapa jam kemudian, perkualiahan mereka pun berakhir, dan setelah dosen yang mengajar meninggalkan kelas, para mahasiswa mulai pergi juga. Ketika orang-orang sudah pergi, Viona bangkit berdiri. Gadis itu menghampiri Reynold yang terlihat akan melangkah pergi keluar, lalu menghentikannya, "Reynold, apakah kau mau bicara sesuatu padaku? Well, kulihat selama perkuliahan sesekali kau melirik ke arahku."Reynold men

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 134

    Keesokan harinya.Pintu kamar Michael tiba-tiba terbuka sangat keras. Namun, itu bukan karena si pembuka pintu merasa kesal atau marah, melainkan karena dia terlihat begitu bahagia. Senyum sumringah tersungging di wajahnya yang menawan dan langkah kakinya membawanya pergi ke dapur.Di sana, pria paruh baya itu sudah disambut oleh dua piring nasi goreng yang sudah dihidangkan di atas meja. "Wah, wah, nasi goreng ... pas sekali dengan suasana pagi yang cerah dan menyenangkan ini," komentarnya sembari duduk di kursi makan dengan semangat.Reynold yang sudah berpakaian olahraga tampak berjalan sambil membawa seteko air putih beserta gelasnya menuju meja makan dengan tampang dingin biasanya. Dia menuangkan air untuk ayahnya, lalu meletakkannya di hadapan pria itu. "Suasana hatimu sepertinya sedang sangat bagus, Ayah," komentarnya sembari duduk di seberang tempat duduk Michael.Michael meneguk air putih pertama di pagi itu, dan wajahnya terlihat semakin segar. "Fuah! Segar sekali!" Dia sama

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 133

    JBUR!Aku melempar pria yang tidak sadarkan diri ke danau setelah kumasukan beberapa batu berat dan kuikat tangan dan kakinya menggunakan tali yang mengejutkannya kutemukan secara kebetulan di sekitar danau.Tak butuh waktu lama, tubuh pria itu pun tenggelam.Kucondongkan tubuhku, menatap dingin ke arah tubuhnya yang kian lama kian samar terlihat ditelan oleh kegelapan dasar danau."Kau akan berakhir seperti itu setelah ini," ucapku datar, ditujukan pada pria yang masih sadar di belakangku.Setelah itu, aku berbalik, memandang ke arah pria yang tengah berlutut dengan tangan dan kakinya yang sudah kuikat kuat. Wajahnya bonyok setelah kuhajar habis-habisan, dan saat ini tubuhnya terlihat gemetar, jelas dia sangat ketakutan."Baiklah ... Sekarang, Andre Hugh. Siapa dia? Dan apa yang dia inginkan dariku?" Tanpa basa-basi aku langsung mempertanyakan hal itu padanya. Tatapanku menajam ketika melanjutkan perkataanku, "Katakan, atau kau akan kuhabisi dengan cara yang jauh lebih menyakitkan."

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 132

    Aku hanya melirik padanya, sehingga aku bisa mendapati dalam pandanganku seorang pria asing berparas lumayan tengah tersenyum ke arahku. Setelah memastikan dia bukanlah orang penting bagiku, Aku pun memutar bola mata dan tidak mengacuhkannya. "Apakah Kau sedang kesepian, Nona Cantik?" tanya pria itu, tanpa menghiraukan ketidakpedulianku atas keberadaannya. "Bolehkah aku menemanimu minum?" "Ini minuman Anda, Nona," ucap bartender sembari meletakkan mocktail yang kupesan padanya. Aku menghadapkan badanku ke depan meja bar, dan mulai menegak sedikit minuman yang menyegarkan itu. "Well, jika kau diam, berarti kau tidak keberatan jika aku duduk di sampingmu seperti ini." Pria itu masih tidak menyerah untuk menggangguku, dan malah duduk di kursi kosong tepat di sampingku. Aku berusaha untuk tidak menghiraukannya dan lanjut menegak minumanku. "Aku ingin sekali menghajarnya, tapi apa yang dilakukannya sekarang belum cukup untuk menjadi alasan menghajarnya sampai mati!" pikirku. "

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 131

    Saat ini hari sudah sore. Setelah mendapatkan titik lokasi tempat saat ini Hilde dan Michael berada, tanpa menunggu lama, aku pun langsung berangkat menuju ke tempat itu. Beberapa saat kemudian, aku sampai di depan sebuah gang gelap yang di mulut gangnya tampak cukup ramai karena saat ini adalah jam-jam pulang bagi para pekerja kantoran. Mendapati hal itu, aku hanya mengernyitkan dahi, benar-benar tidak habis pikir mengapa Michael membawa Hilde ke tempat seperti itu. "Hm, titik lokasi yang dikirim Chris sudah benar, tetapi aku tidak melihat mereka ... sebenarnya apa yang sedang mereka berdua lakukan di dalam gang itu?" pikirku dengan memusatkan pandanganku pada gang yang berada tepat di depanku. Wajahku sudah kututup oleh masker, jadi dengan begitu penampakkan wajahku bisa sedikit tersamarkan. Aku harus berhati-hati karena mengingat Michael pernah berinteraksi denganku ketika kami berada di pesta Hilde waktu itu. Dia pria jenius, aku yakin hanya dengan sekali lihat saja dia pa

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 130

    POV Wendy. "Misi apa yang akan pria itu berikan dengan membuat kita bertiga berkumpul seperti ini?" pikirku sembari menatap sosok Chris yang tengah duduk sembari menatap kami bertiga dengan serius. "Si bajingan Vincent kemarin buka mulut. Dia terus mengoceh, sehingga pada akhirnya mengatakan bahwa ada hal serius yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dan itu berhubungan Coltello. Mau tidak mau organisasi akan terlibat dalam sebuah perang antar organisasi kecil dan itu tidak bisa dihindari!" Chris mulai menuturkan hal yang menjadi penyebab yang sepertinya membuat pikirannya terganggu. Mendengar hal itu, sontak saja semua orang terlihat semakin serius. "Dia tidak mengatakan detailnya, tetapi itu berhubungan dengan tuan Jimmy Heartnewt. Dia hanya bilang bahwa dengan adanya pejabat itu di sisi mereka, maka Coltello pasti tidak akan baik-baik saja!" Chris melanjutkan perkataannya. Pria itu, melirik ke arahku, kemudian berkata, "Wendy, kuperintahkan Kau untuk mengawasi

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 91

    Tak berselang lama, akhirnya kami sampai di depan gedung apartement-ku. Martin menghentikan mobilnya tepat di depan pintu gedung, dan setelah itu menatapku dengan penuh arti, tetapi aku tidak tahu yang mana artinya.Aku menampakkan senyum polos Bella seperti biasa padanya, dan membungkuk sedikit untu

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 90

    "Pak Martin, Bella, terima kasih ... Ulang tahun kali ini benar-benar yang terbaik," ucap Viona sembari menggenggam erat-erat kotak musik biru hadiah dari aku dan Martin."Aku akan menjadikan kotak musik ini sebagai harta karunku, dan akan kujaga dengan sebaik-baiknya!" gumam gadis itu.Aku dan Martin

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 88

    Martin yang sedang bergumul dengan si perampok cebol itu langsung menoleh ke arah mahasiswinya setelah mendengar teriakan pria yang menyergap gadis itu karena sesungguhnya ia begitu sangat khawatir kedua pria itu melukainya."Sial-" Baru saja hendak memaki, perkataannya terjeda ketika ketika bujang l

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 78

    POV Wendy."Aku tidak boleh membuat Chris curiga!" pikirku. Aku yang berusaha senatural mungkin, dengan sangat meyakinkan langsung menerima panggilan dari 'Deliverman' itu.Tep!Panggilan pun tersambung dan tepat setelah itu, si orang di ujung sambungan pun mulai berkata dengan begitu ramah layaknya se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status