The Ex-convict Wife and Her Affair with Billionaire Uncle

The Ex-convict Wife and Her Affair with Billionaire Uncle

last updateHuling Na-update : 2025-10-16
By:  Shea.anneOngoing
Language: Filipino
goodnovel18goodnovel
10
20 Mga Ratings. 20 Rebyu
259Mga Kabanata
8.0Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Akala ni Evan ay tama ang desisyon niyang pakasalan ang lalaking pinapangarap niya---hanggang sa ang desisyong iyon ay nauwi sa isang bangungot. Naipit siya sa isang loveless marriage, muntik makunan ng dinadalang sanggol, at sa huli’y nakulong pa ng limang taon. Hindi naman siya masamang tao, ngunit hindi niya alam kung bakit naging ganito ang takbo ng buhay niya. Ngunit tila may ibang plano ang tadhana, dahil ang dinadala pala niya ay hindi kay Kenneth. Isang pagkakamaling hindi sperm cell ng asawa ang naiturok sa kaniya sa ospital. Dahil sa takot, inilayo niya ang anak kay Kenneth at iniwan ang pangangalaga nito sa isang kaibigan. Paglaya ni Evan, nalaman niyang ang malamig at tahimik na tiyuhing si Kevin ay nagkaroon ng anak habang siya’y nasa kulungan. Pero ang mas ikinagulat niya ay nang makaramdam ng kakaibang koneksyon sa bata. Mas lalo siyang naguluhan nang hindi na niya mahanap ang kaibigang pinag-iwanan sa sariling anak. "Ella, kapag nahanap mo ang file ng doktor na iyon para sa akin, I will divorce Kenneth immediately. Ang kailangan ko lang ay mahanap ang taong inaasam ko buong buhay ko sa kulungan, hindi ako narito para makipag-agawan sa'yo sa asawa ko."

view more

Kabanata 1

Chapter 1

“Pak, paket buat Nyonya Sintya. Katanya penting, harus sampai tangan sekarang,” ujar kurir itu buru-buru.

Malam itu, gerimis tipis membasahi aspal kompleks perumahan elit Citra Kencana. Heri Hermawan, pria berusia 35 tahun dengan badan tegap sisa latihan bela diri masa muda, menghela napas panjang. Pikirannya sempat melayang pada anak perempuannya yang berusia tujuh tahun yang sedang butuh biaya sekolah, sebelum sebuah motor kurir berhenti di gerbang pos.

Heri melihat labelnya: Express – Fragile. Karena ia tahu suami Sintya sedang di luar kota dan asisten rumah tangga mereka sedang pulang kampung, Heri mengambil alih tanggung jawab itu. Ia pun berjalan menuju rumah megah bernuansa minimalis modern tersebut. Pintu depan rupanya tidak terkunci rapat, mungkin Sintya lupa karena merasa aman di dalam kompleks.

“Nyonya? Permisi, Nyonya Sintya? Ini ada paket penting,” panggil Heri pelan saat kakinya melangkah masuk ke ruang tengah yang dingin karena AC sentral.

Tidak ada sahutan. Namun, saat ia melewati lorong menuju kamar utama di lantai bawah, sebuah suara menghentikan langkahnya. 

“Ahhh... mmmhh... sedikit lagi...”

Langkah Heri membeku. Itu bukan suara rintihan sakit, melainkan sebuah simfoni hasrat yang murni. Jantungnya berdegup kencang, menghantam rusuknya seirama dengan denyutan yang mulai menjalar ke arah selangkangannya. Heri adalah seorang duda yang sudah terlalu lama memendam gairah, dan suara itu bertindak seperti bensin yang menyiram bara api di dalam dirinya.

Ia seharusnya berbalik. Ia seharusnya meletakkan paket itu di meja ruang tamu dan lari keluar. Namun, rasa penasaran yang primitif justru membelenggu kakinya. Dengan gerakan setenang predator, ia mendekat. Matanya tertuju pada celah pintu yang hanya terbuka beberapa senti.

Dari celah sempit itu, mata Heri membola. Sintya, wanita berusia 33 tahun yang biasanya terlihat sangat anggun dan berwibawa dengan pakaian kantor, kini tampil tanpa sehelai benang pun di atas ranjang king size. Kulitnya yang putih mulus tampak berkilat karena keringat tipis di bawah lampu tidur yang temaram.

Heri menelan ludah dengan susah payah. Sintya sedang telentang, kedua kaki jenjangnya terbuka lebar. Tangan kanannya memegang sebuah alat sex toy berwarna merah muda yang bergetar hebat, bekerja keras di antara kedua pahanya. Sementara tangan kirinya meremas payudaranya yang montok dan berisi, membuat pucuk dadanya menegang menantang langit.

“Gila... montok banget,” bisik Heri dalam hati, matanya tak lepas dari pemandangan itu.

Di balik celana seragamnya, 'sang pengawal setia' milik Heri mulai menuntut kebebasan. Senjata pria itu menegang hebat, berdenyut keras mengikuti ritme napas Sintya yang makin memburu. Heri merasakan sesak yang luar biasa. Ada dorongan purba untuk mendobrak pintu itu, membuang alat plastik tak bernyawa tersebut, dan menggantikannya dengan jemarinya yang kasar, atau membenamkan wajahnya di antara gundukan kenyal yang terus membusung setiap kali Sintya menarik napas.

“Aku nggak nyangka Nyonya se-agresif ini kalau sendirian,” batin Heri lagi, sambil terus menelan ludah yang terasa kering.

“Oohh... iya, di situ... Ahhh! Mas... kamu nggak pernah ada buat aku!” Sintya mengerang keras, tubuhnya melengkung indah saat mencapai puncak. Alat itu ditarik keluar, meninggalkan kilatan cairan yang memantulkan cahaya lampu.

“Coba aja aku yang di sana, pasti Nyonya bakal lebih puas,” ucapnya dengan pelan sambil terus menahan ‘burung’-nya yang hampir lepas yang berdenyut hebat di bawah sana.

Heri terengah-engah hanya dengan menontonnya. Pikirannya sudah kacau balau, membayangkan betapa hangatnya tubuh majikannya itu. Ia terlalu fokus menikmati pemandangan hingga lupa bahwa ia sedang berdiri di ambang pintu orang lain.

“Apa Nyonya sering kayak gini kalau suaminya lagi nggak ada?”

Pikiran Heri terus melayang sambil terus menelan ludahnya berulangkali. Betapa beruntungnya dia, pikirnya. Karena melihat pemandangan surga dunia yang tak pernah dia lihat sebelumnya.

Sintya mulai mengatur napas, lalu menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan. Heri sadar ia harus segera pergi sebelum tertangkap basah. Ia membalikkan badan dengan terburu-buru, namun gerakannya yang kikuk menjadi bumerang.

Prang!

Siku Heri menyenggol vas bunga keramik kecil yang terletak di atas meja konsol tepat di samping pintu. Bunyi pecahannya terdengar seperti ledakan bom di tengah keheningan malam itu. Darah Heri seolah berhenti mengalir. Ia mematung, matanya melotot menatap pecahan keramik di bawah kakinya.

Di dalam kamar, suara desahan itu langsung hilang, berganti dengan keheningan yang mencekam. Heri bisa mendengar suara gesekan kain, tanda Sintya sedang meraih jubah mandinya dengan cepat.

“Siapa di sana?!”

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang  manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.


RebyuMore

Shea.anne
Shea.anne
Thanks sa 5k views!!
2025-08-18 17:10:18
0
0
JMG XXVIII
JMG XXVIII
Update ms. A!! Happy 4k views
2025-07-04 13:18:06
1
1
Nhing Nhing
Nhing Nhing
sensya na pero bakit mas kinikilig ako kay kennenth at evan?!parang mas hot sya...cold kasi....
2025-06-30 12:53:54
1
0
Shea.anne
Shea.anne
Thanks sa 3k views!!!
2025-06-30 08:09:11
1
0
Shea.anne
Shea.anne
OMG!! AFTER MANY MONTHS PROMOTED KA NA!! THANKS GN! MAG UPDATE NA AKOOO
2025-06-29 19:45:01
2
0
259 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status