Compartilhar

12. Ruy Forest

Autor: Qima
last update Data de publicação: 2025-06-01 11:53:38

Yukine terbangun dari tidurnya yang panjang meskipun tidur pagi bukanlah kebiasaannya namun mungkin karena merasa tubuhnya kurang nyaman dan insiden bubur pagi ini membuatnya malas untuk bergerak terlebih bertemu dengan orang-orang rumah namun sekarang sudah siang hari, perutnya benar-benar kosong karena terkuras habis pagi tadi.

"Kamu sudah bangun?"

Yukine menoleh dan mendapati Balryu baru saja masuk tanpa suara dengan membawa nampan ditangannya.

"Emm," sahutnya sambil bangkit dan menyibakkan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   265. Rubah penuh tipu daya

    Bumantara dan Xiyun datang dengan tergesa-gesa melihat ruangan yang sunyi hanya ada dokter Halaong yang berdiri di dekat jendela sedangkan Yukine masih menatap Balryu yang masih belum sadarkan diri, gaun pengantin yang ternoda darah itu membuat Xiyun merasa sakit melihatnya. Pasangan suami istri itu melihat keadaan putra mereka setelah itu Xiyun mendekati Yukine. "Kata dokter Halaong Balryu tidak apa-apa," ujar Xiyun pada Yukine. Dokter Halaong juga menjelaskan keadaannya Yukine pada wanita itu membuat Xiyun berusaha untuk menghibur menantunya. "Ibu Balryu terluka karena aku, mungkin Fe Fei benar jika seharunya aku tidak pernah hadir di antara mereka. Sebaiknya aku meninggalkan Balryu agar dia bisa hidup tidak celaka karena aku," ucap Yukine dengan lambat dan pelan namun ucapannya sanggup membuat tiga orang yang ada di sana terkejut. "Mahima, apa yang kamu katakan? " "Aku hanya ingin Balryu hidup mungkin, ia akan celaka lagi jika terus bersamaku." Xiyun tidak bicara lagi

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   264. Kamu menjadi bodoh

    "Kalian menikah diam-diam apakah takut denganku. Kalian takut aku akan mengacaukan pernikahan kalian?" tanya Fe Fei dengan emosional. "Kami tidak takut padamu, kami hanya malas berurusan denganmu yang tidak tahu malu, keras kepala, dan kekanak-kanakan," sahut Yukine sambil melepaskan mahkota di kepalanya. "Kamu takut aku akan merebut Balryu dirimu?" "Aku tidak akan menahannya jika dia akan meninggalkanku. Namun apakah kamu tidak sadar selama 6 tahun dia bertahan denganmu tapi dia tidak kuat dan memilih untuk melarikan diri." "Diam!" Fe Fei berteriak."Itu adalah fakta. Apa kamu tidak sadar dengan keegoisan mu tidak hanya Balryu yang tersakiti tapi ayah dan ibu juga." "Apa yang aku lakukan pada mereka?""Kelurga itu sebelumnya sangat harmonis mereka tidak pernah bertengkar, rumah itu begitu damai dengan kehangatan di dalamnya tapi lihatlah kamu merusak semuanya.""Omong kosong, seolah kamu tahu semuanya tentang keluargaku. ""Tidak hanya keluargamu aku tahu semua tentangmu, awalny

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   263. Foto wedding

    Meskipun Balryu dan Yukine telah menikah tapi mereka masih ingin memiliki foto wedding, keesokan harinya mereka melakukannya dengan dua kali ganti baju. Pertama menggunakan pakaian kebaya kemudian berganti baju pengantin modern. "Kenapa memilih kebaya ini?" tanya Yukine saat sesi pemotretan di outdoor. "Entahlah aku paling suka ketika kamu menggunakan kebaya, aku merasa auramu seperti seorang dewi, betapa senangnya aku bisa menikahi seorang dewi yang turun ke bumi," jawab Balryu sambil menyibakkan anak rambut di wajah perempuan itu. Meskipun menggunakan kebaya, Balryu menyuruh penata rias itu membiarkan rambutnya tergerai dan hanya ada aksesoris kecil di kepalanya. "Sekarang kamu pandai sekali menggoda," ucap Yukine sambil memukul dada lelaki itu. "Kemampuan itu secara otomatis aku download ketika bersamamu."Mereka bicara hal-hal kecil sambil terus mengambil pemotretan. Matahari tidak terlalu terik cukup nyaman untuk mereka mengambil beberapa foto. "Sepertinya aku salah memilih

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   262. Perjamuan kecil

    "Kamu?" Geum terkejut melihat siapa yang mengetuk pintunya, laki-laki itu tersenyum cerah. "Kamu tahu aku baru kembali dan langsung mencariku?" tanya Geum dengan senyuman mengembang. "Lapar?" Yukine tidak berbasa-basi."Lumayan, aku belum makan apapun." "Datanglah ke tempat ku bantu aku habiskan makanan." "Sekarang?" Geum kembali terkejut.Yukine mengangguk kecil kemudian kembali dan tanpa pikir panjang Geum mengikuti perempuan itu kembali tapi Geum sama sekali tidak menyangka jika tempat itu begitu ramai. "Duduklah," Yukine menyuruh Geum duduk di samping Pitaloka. Dua orang itu saling pandang dan sama-sama sedikit terkejut. Meskipun sudah bertahun-tahun tapi mereka masih bisa mengenali masing-masing."Apa kalian saling kenal?" tanya Yukine memancing mereka berdua. "Tidak, aku hanya tahu jika dia pernah bekerja di toko bunga," jawab Geum sambil duduk."Ya, aku hanya tahu tapi tidak kenal, dia sering terlihat di sekitar toko bunga selalu beberapa Minggu saat itu. Tapi sampai seka

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   261. Dua cincin

    Balryu menaruh tubuh perempuan itu di antara kakinya dan mereka berdua memainkan ASMARALOKA dengan akun Big Gui, lebih tepatnya Yukine hanya menonton Balryu menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya menggunakan karakter beruang itu. Lelaki itu menaruh dagunya di pundak pihak lain dan begitu nyaman memainkan permainan itu berlama-lama. "Mereka datang," ujar Yukine ketika mendengar seseorang memasukkan pin ke pintu apartemen mereka. "Biarkan saja, ini masih sangat seru," jawab Balryu tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya."Biarkan aku pergi." Yukine ingin pergi dari dekapan lelaki itu namun Balryu semakin mempererat pelukannya hingga Yukine tidak berdaya untuk pergi sampai Imran dan seorang wanita berdiri dengan patuh di belakang laki-laki itu datang."Apa ini?" seru Imran langsung berteriak melihat kemesraan Balryu dan Yukine. "Kau menyuruhku datang bersama dengan Pitaloka hanya untuk menyaksikan kemesraan kalian?""Apa yang salah?" "Kamu masih bertanya?" "Kami pengantin

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   260. Cemburu yang telah mendarah daging

    Yukine berjalan pelan dengan bantuan tongkatnya sedangkan Geum lebih banyak bicara dari pada sebelumnya ketika mereka makan, laki-laki itu berjalan di sisi kanannya sambil bercerita juga mempraktekkan sesuatu hingga berpindah ke sisi kiri Yukine, laki-laki itu juga mengitari perempuan itu kadang di depannya juga kadang di belakangnya. Meskipun laki-laki itu terus bergerak mengelilinginya perempuan itu tidak merubah ritme jalannya, Yukine tetap berjalan santai meksipun Geum di depannya perempuan itu masih akan melangkah biasa hingga laki-laki itu minggir dengan sendirinya. Mulut dan tubuh Geum semuanya bergerak namun Yukine masih terus mendengarkan dan sesekali menanggapi dengan ekspresi wajahnya, Geum yang begitu antusias menceritakan pengalamannya bertahun-tahun menjadi tentara bayaran di negara Mosa cukup menarik untuk didengarkan."Dia seperti anjing yang sedang mengitari tuannya," komentar seorang laki-laki yang berdiri di balkon melihat adegan ini. "Kamu tidak cemburu pada lak

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   219. Aku menyukainya

    "Kenapa orang-orang itu tidak membiarkan aku beristirahat," gerutu Yukine dengan kepala terkulai. "Kapan liburanku akan datang!" Liburan dibenak kebanyakan orang adalah pergi ke suatu tempat yang indah, bersenang-senang melakukan hal yang menyenangkan dengan orang terdekat ataupun memanjakan dirin

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   218. Laki-laki itu dijahit lagi

    Geum datang bersama dengan Pillow ke rumah sakit untuk menjenguk teman-temannya juga untuk memeriksakan luka di lengan dan perutnya berapa sialannya laki-laki itu harus bertemu lagi dengan Yukine yang kebetulan sedang merawat teman mereka. "Kapten datang," ujar pasien dengan bersemangat dan Yukine

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   217. Sosis

    Ketika kembali ke rumah sakit Yukine masih tidak bisa memiliki waktu untuk berbaring dengan benar karena para korban ledakan itu menunggunya untuk ditindak lanjuti ada berbagai macam jenis korban yang membuat kepala semua dokter berputar, salah satu yang ditangani oleh Yukine adalah mengeluarkan pe

  • Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!   205. Kamera DSLR

    Setelah di rawat berhari-hari dan melakukan banyak pemeriksaan akhirnya Balryu bisa lolos dari para perawat dan dokter yang terus memeriksanya, kini lelaki itu bisa melenggang pergi meninggalkan ranjang itu walupun rasa pusing masih ada yang datang sesekali namun itu tidak menghentikan Balryu melak

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status