Partager

Jamu Tokcer Joss

Auteur: NomNom69
last update Date de publication: 2026-05-10 10:50:02

"Mas, aku berangkat dulu ya! Jangan lupa kunci pintu kalau mau tidur!" seru Gita sambil membetulkan letak jaket tebalnya. Ia tampak bersemangat, matanya berbinar di bawah cahaya lampu teras.

Dayat bangkit sebentar, memberikan senyum tipis yang menenangkan. "Iya, Git. Hati-hati di jalan. Jangan pulang kemalaman kalau emang jadi nginep di rumah Sifa."

"Beres, Mas! Dahhh!" Gita melambaikan tangan, lalu naik ke boncengan Sifa. Deru motor itu perlahan menjauh, meninggalkan Dayat kembali dalam kesuny
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Tukang Servis Spesialis   Kain Penggoda

    Dayat melangkah santai mengiringi Astrid yang sibuk mengamati deretan gaun dan pakaian santai di dalam toko bertata cahaya hangat itu. Namun, langkah Dayat mendadak terhenti ketika matanya menangkap sudut khusus di area ujung toko. Di sana, terpajang jajaran pakaian dalam wanita dengan berbagai warna dan model, termasuk koleksi lingerie transparan berbahan renda dan sutra yang sangat menawan.Astrid yang menyadari pandangan Dayat langsung menyunggingkan senyum nakalnya. Tanpa ragu, ia melangkah mendekati deretan lingerie tersebut, lalu mengambil salah satu lingerie bermodel babydoll berbahan satin halus dengan renda tipis transparan di bagian dada.Seorang pelayan toko wanita yang ramah segera menghampiri mereka sambil tersenyum manis. "Selamat sore, Kak. Ada yang bisa dibantu? Koleksi yang dipegang itu seri terbaru kami, bahannya sangat lembut dan nyaman."Sebelum Dayat sempat bersuara, Astrid lebih dulu merapat ke samping Dayat, melingkarkan tangannya di lengan kokoh pria itu dengan

  • Tukang Servis Spesialis   Pekerjaan Tambahan?

    Dua cangkir kopi sudah kandas, menyisakan obrolan hangat dan tawa kecil yang masih mengudara di dalam kamar. Namun, momen santai mereka mendadak terhenti ketika ponsel Astrid yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.Astrid menjangkau ponselnya. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ia menatap Dayat sambil meringis pelan."Pihak resort, Mas..." bisik Astrid. Ia lalu menggeser tombol hijau. "Halo, selamat sore, Pak?""Selamat sore, Mbak Astrid. Maaf mengganggu waktunya," suara manajer resort terdengar dari seberang telepon. "Ini pengelola sudah selesai mengecek dan meriksa seluruh perbaikan kelistrikan di resort. Hasilnya aman, tapi kalau Mbak Astrid dan Mas Dayat ada waktu, bisa tolong ke kantor sebentar? Ada beberapa hal dan berkas administrasi yang mau kita selesaikan.""Oh iya, Pak, siap! Ini kami langsung bersiap-siap ke kantor ya," jawab Astrid kooperatif."Baik, Mbak. Terima kasih banyak ya, saya tunggu di kantor check-in."Sambungan telepon pun terputus. Astrid mengh

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Yang Tuntas

    Astrid mendesis sangat kesal. Wajahnya memerah padam bukan lagi karena gairah, melainkan karena emosi yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun."Ckk! Apalagi sih sekarang ini?!" bisik Astrid berang dengan suara bergetar menahan marah. "Bangsat banget... orang udah mau di ujung juga, malah diganggu begini!"Dengan napas memburu dan raut muka ditekuk, Astrid terpaksa mencabut penyatuan mereka. Ia turun dari tubuh Dayat, meraih handuk yang tergeletak di dekat meja, lalu menyertakannya dengan cepat membalut dadanya hingga bawah pinggul.Tanpa membuang waktu, Astrid melangkah lebar-lebar dengan kekesalan yang membuncah menuju pintu kamar. Sambil menghentakkan kaki, ia memutar kunci dan membuka pintu cukup lebar dengan wajah bersiap menyemprot siapa pun yang berdiri di luar.Namun, kalimat makian yang sudah di ujung lidah Astrid seketika tertahan.Bukan manajer resort atau pengelola yang berdiri di sana, melainkan seorang petugas penginapan lain yang tersenyum sopan sambil menyodorkan sekant

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Bertubi-tubi

    Astrid mendecak kesal dengan napas yang masih memburu. Wajahnya yang semula memerah akibat kenikmatan kini berganti menjadi raut sebal karena momen indahnya terpotong di tengah jalan."Ckk! Kampret banget sih..." bisik Astrid setengah berbisik tapi sarat akan rasa jengkel. "Lagi enak-enaknya full service malah diganggu room service!"Dengan malas dan setengah cemberut, Astrid menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Dayat membebaskan diri dari atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutup dadanya yang masih bertelanjang bulat, lalu menatap Dayat dengan pandangan menuntut."Mas, cepetan buka pintunya! Jangan lama-lama ya... aku lagi nanggung banget ini, buruan suruh pergi!" gumam Astrid serak sambil menggigit bibir bawahnya, menahan sisa-sisa gejolak gairah yang masih menggantung tinggi.Dayat terkekeh pelan melihat tingkah Astrid yang gemas dan tidak sabaran. Dengan cepat Dayat menarik celana fisiknya, membenahi kausnya yang sempat agak berantakan, lalu menepuk pelan paha Astrid di b

  • Tukang Servis Spesialis   Room Service

    Setelah merapikan seluruh peralatan dan memasukkannya ke dalam kotak perkakas, Dayat dan Astrid menyusuri setiap sudut ruangan sekali lagi. Mereka memastikan sakelar, kabel, serta stopkontak berfungsi sempurna dan aman. Yakin tidak ada yang tertinggal, mereka keluar dari bangunan resort, mengunci pintu rapat-rapt, lalu bergegas menuju kantor check-in untuk mengembalikan kunci.Di meja resepsionis, Astrid menyerahkan kunci sekaligus menyampaikan laporan singkat bahwa seluruh perbaikan kelistrikan di resort sudah rampung dikerjakan.Sang manajer resort menyambut mereka dengan ramah, lalu teringat sesuatu. "Oh iya, Mas Dayat, Mbak Astrid... tadi Pak Handoko sempat telepon saya. Beliau minta tolong menyampaikan ke kalian berdua untuk stay dulu di penginapan."Dayat menaikkan alisnya. "Oh, gitu ya, Pak? Ada arahan apa lagi dari Pak Handoko?""Pak Handoko minta pihak pengelola resort untuk ngecek dan tes jalan dulu seluruh hasil perbaikannya," terang manajer itu menjelaskan. "Jadi maksud be

  • Tukang Servis Spesialis   Menyelesaikan Yang Tertunda

    Astrid membebaskan kuluman bibirnya sejenak, mendongak menatap Dayat dengan binar mata nakal seraya menyunggingkan senyum polos yang dibuat-buat."Lho, aku kan juga lagi kerja ini, Mas... Lagi nyervis montirnya biar semangat kerjanya," kilah Astrid santai tanpa rasa dosa, jemarinya malah makin asyik mengelus bagian sensitif Dayat.Dayat menghela napas panjang, berusaha mempertahankan keseimbangannya di atas kursi sambil menahan gejolak nikmat yang mendadak menyengat tubuhnya."Bukan gitu cara kerjanya, Mbak Astrid..." ucap Dayat menggeleng pelan sambil merapikan kembali posisinya. "Minimal kita beresin dulu ini kabel-kabel sama kelistrikan resort. Nanti kalau perbaikannya udah beres semua... abis itu mau full service lagi juga gak apa-apa, bebas."Mendengar janji manis itu, mata Astrid seketika berbinar terang. Wajahnya langsung sumringah kesenangan seperti anak kecil yang baru saja dijanjikan hadiah manis."Beneran ya, Mas?! Janji lho ya! Awas kalau bohong!" seru Astrid antusias. Ia

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Di Tengah Gairah

    Setelah terdiam beberapa saat sambil menimbang-nimbang risiko yang paling aman, Dayat akhirnya mengembuskan napas panjang. Ia menunduk untuk menatap Ajeng kembali, memantapkan keputusannya."Ya sudah, Jeng, mendingan kita enggak usah ngomong dulu deh sama Gita," ucap Dayat pada akhirnya. "Nanti kal

  • Tukang Servis Spesialis   Tawaran Dan Pertanyaan

    Dayat masih termangu. Suara kipas angin kontrakannya memecah hening. Dayat baru saja memejamkan mata, tak lama, layar ponsel yang tergeletak di samping bantalnya menyala. Dayat melirik malas, namun keningnya berkerut saat membaca nama pengirimnya. “Yat! Mau jadi engineer nggak di kantorku? Mumpun

  • Tukang Servis Spesialis   Lolos Dan Di Nanti

    Dayat memacu motornya seolah-olah sedang dikejar malaikat maut. Deru mesin tuanya menjerit di sepanjang jalan aspal perumahan elit yang senyap. “Gila.. Gilaa.. Apa si Luki ngerjain gue yaa!” Gerutu Dayat. Pikirannya masih kacau, bau parfum amber milik Clara seolah menempel permanen di jaket ke

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Dalam Kegelapan Yang Sempit

    “Hati-hati gimana?”Mendengar ucapan itu Dayat sempat terdiam, ia tahu betul sedikit kesalahan yang ia lakukan nanti atau hal yang membuat Istri dari Bos-nya tidak suka dapat memutus langsung jalur rezekinya.Dayat terkekeh sinis. "Lo tenang deh. Iman gue kuat. Tadi aja di rumah Mbak Niken, gue ham

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status