Share

Mencari Alasan

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-05-14 11:02:03

​"Duduk dulu, Git. Jangan berdiri terus begitu, nanti makin emosi kamunya," ucap Dayat dengan nada setenang mungkin.

​Gita menurut, meski ia duduk dengan punggung tegak dan tangan bersedekap di dada. "Ya habisnya Mas aneh. Ngapain coba jam sepuluh malam ada di hotel? Anggun sampai heran pas cerita ke aku tadi."

​"Tadi itu aku dipanggil mendadak sama pihak hotel, Git," Dayat memulai alibinya, tangannya bergerak seolah-olah sedang menjelaskan teknis pekerjaan. "Ada pemanas air di salah satu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Servis Spesialis   Full Services?

    Setelah menyelesaikan makan malam dan membayar tagihan, Dayat dan Astrid berjalan keluar dari rumah makan menuju area parkir. Begitu merogoh saku dan merengkuh ponselnya, mata Dayat membelalak melihat deretan notifikasi merah di layar."Beneran dong... lima panggilan tak terjawab sama belasan pesan WA dari Bu Clara," gumam Dayat sambil meringis ke arah Astrid."Nah kan, dibilang juga apa. Buruan telepon balik gih, daripada besok pas ketemu mukanya makin tekuk," celetuk Astrid terkekeh pelan sambil menyandarkan tubuhnya di kap mobil.Tanpa buang waktu, Dayat menggeser layar dan langsung melakukan Panggilan Telepon ke atasaannya itu. Tak butuh waktu lama, sambungan langsung terhubung."DAYAT! Kamu itu ke mana aja sih?! Telepon gak diangkat, WA gak dibalas! Kamu piker saya nelepon cuma mau ngajak ngobrol biasa?!" suara Clara langsung menyambar nyaring dari speaker ponsel, membuat Dayat refleks menjauhkan ponselnya sebentar dari telinga."Aduh, maaf banget, Bu Clara... Maaf," potong Dayat

  • Tukang Servis Spesialis   Panggilan Penting?

    Mendengar ucapan Dayat, Astrid tertawa kecil lalu makin merapatkan tubuh polosnya ke pelukan pria itu. Mereka berbaring berdua di balik selimut tipis, saling melempar senyum danusapan mesra di bawah semilir angin sepoi-sepoi yang masuk dari celah jendela vila.Jemari Astrid menelusuri dada tegap Dayat yang masih hangat, membelai pelan otot-ototnya yang rileks. Namun, di tengah keheningan yang romantis itu, mendadak terdengar suara keroncongan pelan dari perut Astrid.Astrid tersentak kecil, lalu tertawa malu sambil menutupi wajahnya di dada Dayat."Duh, Mas... gara-gara kamu nih," keluh Astrid manja sambil mendongak. "Aku jadi laper banget..."Dayat terkekeh geli melihat tingkah wanita di sampingnya. Ia mencium kening Astrid singkat lalu mengusap rambutnya yang sedikit berantakan."Ya iyalah laper, kan tadi udah ngeluarin tenaga ekstra," goda Dayat sambil mencubit pelan hidung Astrid. "Yaudah, ayo kita cari makan."Astrid memiringkan kepalanya, menatap Dayat penasaran. "Makan di mana

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Gairah

    Astrid merayap pelan di atas tubuh Dayat, gerakannya begitu santai dan tenang namun sarat akan godaan. Luapan kehangatan dari tubuh mulusnya terasa begitu dekat saat ia mengangkangi paha tegap pria itu.Dengan tatapan mata sayu yang mengunci pandangan Dayat, Astrid memposisikan dirinya tepat di atas kejantanan Dayat yang kembali menegang keras."Mas... liat aku," bisik Astrid halus. Bibirnya mengukir senyum tipis yang nakal.Dayat menelan ludah, memegangi kedua pinggul mulus Astrid dengan cengkeraman erat. "Jangan pelan-pelan banget, Mbak... makin bikin gemes kalau digantungin gini."Astrid terkekeh pelan. Jemarinya yang lentur bergerak ke bawah, meraih batang perkasa Dayat lalu mengarahkannya tegak lurus, menyejajarkannya tepat di bibir kewanitaannya yang sudah sangat basah dan hangat."Sabar dong, Mas Montir... yang nikmat itu justru pas proses masuknya," goda Astrid sambil menggoyangkan pinggulnya perlahan, membiarkan kebasahan intinya mengolesi ujung kejantanan Dayat."Shhh... uda

  • Tukang Servis Spesialis   Tarik Ulur Kenikmatan

    "Eits, maksudnya vila penginapan kita, Mas Dayat! Mikir apa kamu? Kok mukanya langsung panik gitu, hahaha!" tawa Astrid meledak melihat reaksi kaget Dayat. Ia melepaskan genggaman tangannya sambil menepuk bahu Dayat gemas."Aduh, Mbak... ngomong tuh yang jelas, bikin kaget aja," gerutu Dayat sambil mengelus dadanya yang sempat berdebar kencang, meski akhirnya ikut tertawa pasrah."Ya udah, yuk! Mumpung laporan udah dikirim dan kita lagi 'bebas tugas' nunggu arahan Bu Clara, mending kita geser ke vila penginapan sekarang. Bisa rebahan beneran, mandi, terus santai," ajak Astrid bersemangat.Tanpa membuang waktu, mereka berdua langsung merapikan perlengkapan yang berserakan. Astrid memasukkan laptop dan dokumennya ke dalam tas, sementara Dayat membereskan tas perkakas serta memastikan pintu dan jendela proyek resort sudah terkunci rapat.Setelah semua barang masuk ke bagasi mobil, Dayat melajukan kendaraannya pelan menelusuri jalanan kecil nan asri menuju kompleks vila penginapan yang ta

  • Tukang Servis Spesialis   Kesempatan Dalam Kesempitan

    Dayat menyingsingkan lengan bajunya sampai ke siku, menatap langit-langit dapur yang masih terbuka itu dengan raut wajah mantap."Mbak, aku bakal naik ke dalam plafon sekalian," ujar Dayat sambil memeriksa saku celananya untuk memastikan ponselnya aman. "Aku mau rayap seluruh celah di atas, ngecek sejauh mana kerusakan kabelnya sekaligus foto-fotoin tiap sudut buat bukti."Astrid menatap Dayat dengan rasa khawatir yang tidak bisa disembunyikan. "Hah? Kamu mau masuk ke dalam sana, Mas? Maksudku... di atas kan gelap, pengap, terus takutnya roboh atau ada binatang...""Tenang aja, Mbak. Kayu penopangnya masih kuat kok. Lagian kalau cuma diliat dari bawah sini gak bakal keliatan seberapa parah hancurnya," potong Dayat menenangkan. "Mbak Astrid tunggu di bawah aja ya, pegangin kursinya pas aku naik."Dengan sigap, Dayat memanjat kursi lalu mendorong tubuhnya ke atas lewat lubang kontrol plafon. Hanya dalam hitungan detik, tubuh Dayat sudah menghilang di kegelapan langit-langit, disusul sua

  • Tukang Servis Spesialis   Inspeksi Resort

    Keesokan harinya, perjalanan panjang mereka akhirnya sampai pada tujuan. Mobil yang dikendarai Dayat memasuki area proyek pembangunan resort yang tampak megah sekaligus asri. Dayat memarkirkan mobilnya di area parkir yang agak teduh, lalu turun untuk meregangkan otot-otot tubuhnya setelah berjam-jam menyetir.Dayat bersandar di depan kap mobil sambil menyalakan sebatang rokok. Dari posisinya, ia memperhatikan sekitar area proyek yang masih setengah jadi, sembari menunggu Astrid yang sedang pergi ke kantor pengelola untuk mengambil kunci akses.Tidak lama kemudian, langkah kaki Astrid terdengar mendekat. Dayat menoleh dan langsung mendapati Astrid berjalan ke arahnya dengan senyuman cerah, sambil menggoyangkan gantungan di tangannya. Dayat memperhatikan jemari Astrid yang ternyata memegang dua buah kunci dengan gantungan yang berbeda."Gimana, Mbak? Udah beres urusan kuncinya?" tanya Dayat sambil mengembuskan asap rokoknya."Udah dong," jawab Astrid riang. Ia menunjukkan kedua kunci it

  • Tukang Servis Spesialis   Jamu Tokcer Joss

    "Mas, aku berangkat dulu ya! Jangan lupa kunci pintu kalau mau tidur!" seru Gita sambil membetulkan letak jaket tebalnya. Ia tampak bersemangat, matanya berbinar di bawah cahaya lampu teras.Dayat bangkit sebentar, memberikan senyum tipis yang menenangkan. "Iya, Git. Hati-hati di jalan. Jangan pula

  • Tukang Servis Spesialis   Keputusan Berat & Momen Nikmat

    Suasana di ruang tamu villa kecil itu mendadak sunyi senyap, hanya menyisakan suara detik jam dinding yang terasa menghujam jantung Dayat. Kopi di tangannya tak lagi terasa hangat. Permintaan Teh Yuni barusan benar-benar di luar nalar sehatnya. Dayat meletakkan cangkirnya pelan, tangannya sedikit

  • Tukang Servis Spesialis   Next Job!

    Dayat tetap memasang wajah tenang, meski dalam hati ia cukup terkejut dengan ketelitian Linda. Ia memperbaiki kerah kemejanya sambil menatap Linda santai. ​"Oalah, soal itu. Gita itu adiknya temenku, Lin. Kemarin temenku itu minta tolong banget buat jemput dia pagi-pagi," jawab Dayat dengan nada y

  • Tukang Servis Spesialis   Kehangatan Tanpa Hasrat

    Dayat menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa, mencoba meredakan sisa-sisa denyut nikmat yang masih terasa. "Ya sudah, kalau gitu nanti Mas temenin sampai kamu tidur deh," ucap Dayat sambil mengusap kepala Gita. ​Gita langsung mendongak, matanya berkilat nakal mendengar jawaban itu. "Nemenin doang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status