Partager

Menepati Permintaan

Auteur: NomNom69
last update Date de publication: 2026-07-09 10:50:58

"Mas, aku ke kamar mandi sebentar ya, mau bersih-bersih dulu," pamitnya sebelum melangkah hilang di balik pintu.

Begitu Gita pergi, Dayat langsung memejamkan matanya. Rasa kantuk dan lelah yang luar biasa setelah "maraton" bersama Tante Clara tadi mendadak menyerang pertahanannya. Ia berharap bisa mencuri waktu untuk tidur ayam walau hanya beberapa menit.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara pintu kamar mandi yang terbuka perlahan membuat Dayat sedikit tersadar, tetapi ia masih
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Bertubi-tubi

    Astrid mendecak kesal dengan napas yang masih memburu. Wajahnya yang semula memerah akibat kenikmatan kini berganti menjadi raut sebal karena momen indahnya terpotong di tengah jalan."Ckk! Kampret banget sih..." bisik Astrid setengah berbisik tapi sarat akan rasa jengkel. "Lagi enak-enaknya full service malah diganggu room service!"Dengan malas dan setengah cemberut, Astrid menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Dayat membebaskan diri dari atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutup dadanya yang masih bertelanjang bulat, lalu menatap Dayat dengan pandangan menuntut."Mas, cepetan buka pintunya! Jangan lama-lama ya... aku lagi nanggung banget ini, buruan suruh pergi!" gumam Astrid serak sambil menggigit bibir bawahnya, menahan sisa-sisa gejolak gairah yang masih menggantung tinggi.Dayat terkekeh pelan melihat tingkah Astrid yang gemas dan tidak sabaran. Dengan cepat Dayat menarik celana fisiknya, membenahi kausnya yang sempat agak berantakan, lalu menepuk pelan paha Astrid di b

  • Tukang Servis Spesialis   Room Service

    Setelah merapikan seluruh peralatan dan memasukkannya ke dalam kotak perkakas, Dayat dan Astrid menyusuri setiap sudut ruangan sekali lagi. Mereka memastikan sakelar, kabel, serta stopkontak berfungsi sempurna dan aman. Yakin tidak ada yang tertinggal, mereka keluar dari bangunan resort, mengunci pintu rapat-rapt, lalu bergegas menuju kantor check-in untuk mengembalikan kunci.Di meja resepsionis, Astrid menyerahkan kunci sekaligus menyampaikan laporan singkat bahwa seluruh perbaikan kelistrikan di resort sudah rampung dikerjakan.Sang manajer resort menyambut mereka dengan ramah, lalu teringat sesuatu. "Oh iya, Mas Dayat, Mbak Astrid... tadi Pak Handoko sempat telepon saya. Beliau minta tolong menyampaikan ke kalian berdua untuk stay dulu di penginapan."Dayat menaikkan alisnya. "Oh, gitu ya, Pak? Ada arahan apa lagi dari Pak Handoko?""Pak Handoko minta pihak pengelola resort untuk ngecek dan tes jalan dulu seluruh hasil perbaikannya," terang manajer itu menjelaskan. "Jadi maksud be

  • Tukang Servis Spesialis   Menyelesaikan Yang Tertunda

    Astrid membebaskan kuluman bibirnya sejenak, mendongak menatap Dayat dengan binar mata nakal seraya menyunggingkan senyum polos yang dibuat-buat."Lho, aku kan juga lagi kerja ini, Mas... Lagi nyervis montirnya biar semangat kerjanya," kilah Astrid santai tanpa rasa dosa, jemarinya malah makin asyik mengelus bagian sensitif Dayat.Dayat menghela napas panjang, berusaha mempertahankan keseimbangannya di atas kursi sambil menahan gejolak nikmat yang mendadak menyengat tubuhnya."Bukan gitu cara kerjanya, Mbak Astrid..." ucap Dayat menggeleng pelan sambil merapikan kembali posisinya. "Minimal kita beresin dulu ini kabel-kabel sama kelistrikan resort. Nanti kalau perbaikannya udah beres semua... abis itu mau full service lagi juga gak apa-apa, bebas."Mendengar janji manis itu, mata Astrid seketika berbinar terang. Wajahnya langsung sumringah kesenangan seperti anak kecil yang baru saja dijanjikan hadiah manis."Beneran ya, Mas?! Janji lho ya! Awas kalau bohong!" seru Astrid antusias. Ia

  • Tukang Servis Spesialis   Keusilan Bergairah

    Sinar matahari pagi menyusup dari celah tirai vila, menggantikan riuhnya suara hujan semalam dengan udara segar pegunungan. Di atas tempat tidur, Astrid perlahan membuka matanya. Merasakan kehangatan tubuh Dayat di sisinya, ia langsung merapatkan diri, melingkarkan lengan mulusnya di dada Dayat dan mendaratkan manja kepalanya di sana."Pagi, Mas Dayat..." bisik Astrid dengan suara khas bangun tidur yang serak namun manis, jemarinya mengusap pelan dada pria itu. "Masih pegel semua nih badan aku gara-gara full service kamu semalam..."Dayat tersenyum tipis, mengusap rambut Astrid yang berantakan dengan lembut, lalu mengecup keningnya singkat. Namun, teringat akan tugas penting yang menanti hari ini, Dayat menghentikan usapannya dan menatap Astrid."Pagi, Mbak," sahut Dayat santai namun tegas. "Udah, makin manja aja nih. Ayo bangun, kita harus buruan mandi terus jalan."Astrid menyunggingkan bibir meweknya, cemberut manja. "Ih, Mas Dayat mah... masih betah di kasur tahu. Buru-buru banget

  • Tukang Servis Spesialis   Kegilaan Satu Sentuhan

    Dayat mematikan ujung rokoknya di asbak, lalu kembali menyeruput kopi panasnya yang masih mengasap tipis."Aku selesain kopi dulu ya, Mbak," ujar Dayat santai sambil menyandarkan punggungnya di sofa. "Sambil nunggu momen yang pas."Astrid memiringkan kepalanya, menatap Dayat dengan alis terangkat penasaran. Jemarinya yang lentur tak berhenti mengusap lengan tegap Dayat."Momen yang pas kayak gimana maksudnya, Mas?" tanya Astrid penuh selidik, nada suaranya mengalun manja.Dayat cuma menyunggingkan senyum misterius, melirik wanita di sampingnya dari sudut mata. "Ya liat aja nanti, Mbak. Pokoknya ada waktunya.""Ih... bikin penasaran aja," senggol Astrid pelan.Meski sengaja digantung rasa penasaran, Astrid justru makin gemas. Ia mengangguk pelan lalu merapatkan tubuh polos di balik piyamanya semakin menempel pada Dayat. Astrid melingkarkan kedua tangannya di pinggang Dayat, menyandarkan dagunya di dada pria itu sambil mendongak, memamerkan tatapan mata yang manis sekaligus sarat godaan

  • Tukang Servis Spesialis   Full Services?

    Setelah menyelesaikan makan malam dan membayar tagihan, Dayat dan Astrid berjalan keluar dari rumah makan menuju area parkir. Begitu merogoh saku dan merengkuh ponselnya, mata Dayat membelalak melihat deretan notifikasi merah di layar."Beneran dong... lima panggilan tak terjawab sama belasan pesan WA dari Bu Clara," gumam Dayat sambil meringis ke arah Astrid."Nah kan, dibilang juga apa. Buruan telepon balik gih, daripada besok pas ketemu mukanya makin tekuk," celetuk Astrid terkekeh pelan sambil menyandarkan tubuhnya di kap mobil.Tanpa buang waktu, Dayat menggeser layar dan langsung melakukan Panggilan Telepon ke atasaannya itu. Tak butuh waktu lama, sambungan langsung terhubung."DAYAT! Kamu itu ke mana aja sih?! Telepon gak diangkat, WA gak dibalas! Kamu piker saya nelepon cuma mau ngajak ngobrol biasa?!" suara Clara langsung menyambar nyaring dari speaker ponsel, membuat Dayat refleks menjauhkan ponselnya sebentar dari telinga."Aduh, maaf banget, Bu Clara... Maaf," potong Dayat

  • Tukang Servis Spesialis   Lolos Dan Di Nanti

    Dayat memacu motornya seolah-olah sedang dikejar malaikat maut. Deru mesin tuanya menjerit di sepanjang jalan aspal perumahan elit yang senyap. “Gila.. Gilaa.. Apa si Luki ngerjain gue yaa!” Gerutu Dayat. Pikirannya masih kacau, bau parfum amber milik Clara seolah menempel permanen di jaket ke

  • Tukang Servis Spesialis   Godaan Dalam Kegelapan Yang Sempit

    “Hati-hati gimana?”Mendengar ucapan itu Dayat sempat terdiam, ia tahu betul sedikit kesalahan yang ia lakukan nanti atau hal yang membuat Istri dari Bos-nya tidak suka dapat memutus langsung jalur rezekinya.Dayat terkekeh sinis. "Lo tenang deh. Iman gue kuat. Tadi aja di rumah Mbak Niken, gue ham

  • Tukang Servis Spesialis   Peringatan Tak Kasat Mata

    "Aduh… M-Mbaakk!! Ati-ati dong!" seru Dayat panik. Ia langsung bergerak maju, berusaha meraih lengan Niken. Waktu seolah membeku. Dayat terpaku di tempatnya. Matanya yang tak sempat berpaling merekam dengan sangat jelas setiap inci kulit Niken yang tanpa sehelai benang pun. Dari dada yang berd

  • Tukang Servis Spesialis   Langkah Yang Salah!

    "Maaaass!! Udah belum!! Buruan masukin! Aku gerah!”Suara lengkingan itu memecah konsentrasi Dayat. Ia mengembuskan napas pendek, mencoba menahan gerutu yang hampir lolos dari bibirnya. Mbak Niken, pemilik rumah ini, adalah tipe pelanggan yang tidak punya kamus kata "sabar". Sejak Dayat menginjakk

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status