MasukJangankan mengetahui suami berselingkuh, baru mengetahui suami menyukai wanita lain saja rasanya sudah sakit. Apalagi jika sampai diceraikan karena suami lebih memilih pelakor? Sofia Storia, seorang wanita cantik, mandiri dan setia. Suatu hari, setelah kepulanganya dari urusan pekerjaan di luar kota, ia mendapati suaminya tengah berselingkuh di dalam kamar apartemennya bersama Clara, seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai ladies karaoke. Ia tak pernah menyangka, jika Alvian, suami yang telah menemaninya selama lima tahun akan tega mengkhianati dan menceraikannya, hanya karena perubahan bentuk tubuhnya yang menjadi gemuk. Ditengah kegalauanya, tanpa sengaja, ia bertemu dengan Reyfaldi, CEO tampan dan kaya raya berkepribadian introvert. Reyfaldi mengajak Sofia menikah untuk tujuan tertentu. Disisi lain, Sofia juga ingin membalaskan rasa sakit hatinya pada Alvian dan Clara. Dengan bantuan Reyfaldi, Sofia berubah menjadi wanita yang langsing dan cantik. Akankah Sofia berhasil membalaskan rasa sakit hatinya pada Alvian dan Clara?
Lihat lebih banyakChapter 1
I've been spying on my step-sister for about two months; watching her change her clothes through her bedroom window. I never thought I'd take it any farther than just spying. She is my step-sister , after all. To me it's just a good way to see some tits, ass and pussy on a regular basis.
My step-sister and I are like twins. We get along great, not like some brothers and step-sisters. Our dad is in the Navy and we've never lived anywhere long enough to develop close friendships with other kids, so we've become each other's best friend by default. We're both pretty smart and have tested in the top percentile of our classes academically. We do just about everything together. We go to the movies, hang out at the mall, sometimes we even double date. I also think we have a special connection.
After our senior year in high school, right after I turned 20, we moved to San Diego and our dad shipped out for a six-month tour of duty aboard a destroyer. My mum died when I was 7 years old and dad remarried her mum and brought her daughter who was 6 years old to live in the house.
Her mum works as a paralegal, for a law firm downtown, so we are home by ourselves after school every day. This is our third house with a pool and that's where my step-sister and I spend most of our time.
I've noticed my step-sister 's body developing over the last couple of years, but I was not prepared for the feast my eyes got when my sexy, step-sister started spending most of her time in a skimpy swimsuit. She's blossomed into a size 34B and the sexy curves of her tits, visible around the minimal material of her swimsuit top, captivate me. Her firm, young ass rounds out the bottoms of her swimsuit in a way that would make any guy look twice. Being around my step-sister , in our swimsuits every day, is getting to me. I find that I can't keep my eyes, or my mind, off of her firm, young tits or her cute little ass.
We are playing in our backyard pool one afternoon, dunking each other and generally fooling around, when my step-sister climbs her way up my body and tries to dunk me. She seems oblivious to the amount of bare skin contact between us, but my cock certainly isn't. I have to maneuver myself sideways so she won't feel my hard-on.
Her swimsuit top is stretched tightly across her breasts and, when it gets wet, her nipples make pretty obvious bumps in the thin material. Pushing on my shoulders, she lifts herself out of the water, trying to dunk me. At 18 I've had a few girlfriends, but I've never seen a sight as sexy as my step-sister 's tanned tits two inches from my face. I desperately want to see them uncovered.
We finish in the pool and my step-sister goes into the house to change. My cock hCollinss as I watch her tight ass wiggle across the patio toward the sliding glass door. I can't believe how badly I want to see her naked body. I tell her I'm going to check the filtration system and will be right in.
Instead, I walk around the side of the house to my step-sister 's bedroom window. This side of our house has a covered walkway with lots of bushes. I position myself to see in her window, without her or our nosy neighbors seeing me. I look for an opening in her blinds so I can watch her change, but the way the blinds are positioned, I can only see the ceiling. I give up (for that day) and go in to change.
The next day while my step-sister is watching TV in the family room, I sneak into her room and adjust her blinds, leaving about an inch and a half gap between the bottom of the blind and the windowsill. After changing into my swimsuit, I head out toward the pool.
"Hey Lilly, I'm going in the pool. Want to go?" I ask my step-sister casually as I walk through the family room and out the sliding glass door.
"Sure, I'll be there in a sec," she says, getting up from the couch and turning off the TV.
That's my cue. Around the house I go. I get to her window just in time to see her entering her bedroom. She is pulling her shirt up as she closes the door. I stand there mesmerized, as she tosses the shirt on her bed and begins taking off her bra. My cock jumps, creating a bulge in my swimsuit, when I get my first look at her teen sized mounds. I stare at them, enraptured by her inch and a half areolas and little pink nipples. But the real treat is watching her unzip her shorts and slide them down her tan legs.
My step-sister is average height, with a flat stomach, and a body that curves in all the right places. She turns from the window while taking her shorts off and I'm looking at her panty-clad ass, as she bends over. I start rubbing my cock through my swimsuit, to relieve some of the pressure, as she hooks her thumbs in the waistband of her panties and slides them down.
My god! Her ass is spectacular. Her firm, young cheeks curve just enough to make you want to grab a handful and plant kisses all over them. Bent over like that, a few blonde pubic hairs and just a hint of her pussy lips are visible between her legs. I can't wait for her to turn around so I can see the rest of her.
But, instead, as I'm admiring her ass, she slips her swimsuit bottom over her feet and pulls it up. I get one last peek at her ass, before she grabs the elastic on the sides of her suit and pulls them down to cover her cute round cheeks. Hooking her swimsuit top, she turns it around so the hook is in the back and the cups are in the front.
"Mbooook ...!" Teriak Ella memecah keheningan. Mbok Nah segera berlari menghampiri Ella. Ia kaget melihat cairan yang sudah tergenang di kaki Sofia. "Nona ... Anda akan melahirkan?!" "Segera hubungi Reyfaldi! Aku akan membawa Sofia kerumah sakit bersalin!" titah Ella panik. Dengan panik. Wanita itu segera memboyong Sofia masuk ke dalam mobil peninggalan orang tua Sofia yang terparkir di halaman rumah Reyfaldi. Kemudian, Ella menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit bersalin tempat Sofia memeriksakan kehamilannya. Untungnya, wanita yang sempat menjadi pengemis itu sudah ahli dalam mengemudikan mobil. Sehingga, tak membutuhkan waktu yang lama untuk Sofia bisa tiba di Rumah sakit. Ella berlari ke bagian administrasi. Untung saja saldo di rekeningnya terisi uang hasil penjualan beberapa hari kebelakang. Sekitar 10 juta Ella melakukan deposit di rumah sakit tersebut. Tim medis segera bertindak dengan cepat. Sofia ditangani dengan sangat baik di rumah sakit
Sofia keluar dari ruangan tak layak huni tersebut. Ia menyeka air mata di pipi kemudian berbicara dengan Reyfaldi sambil berbisik."Sayang ..., bisa tolong Paman Danu? Aku sangat tidak tega melihatnya," ucap Sofia seraya menitikan air mata. Reyfaldi kemudian menyeka air di pipi Sofia dengan lembut. "Tentu, Sayang. Saya akan segera memanggil ambulace." Sofia mengangguk dan tersenyum haru. "Terima kasih, Sayang." Tak lama berselang, sebuah mobil ambulance tiba di depan jalan. Tim medis segera membawa Danu ke rumah sakit untuk diperiksa. Ella masuk dan duduk di dalam ambulance. Sedangkan Sofia bersama Reyfaldi mengikuti dari belakang. Setibanya di rumah sakit, Reyfaldi segera memesan kamar kelas VVIP, yaitu kamar termahal yang tersedia di rumah sakit tersebut. Danu segera ditangani oleh tim medis. Beberapa pengecekan dilakukan oleh dokter. Beruntung, bukan penyakit berbahaya yang diderita oleh Danu. Melainkan hanya asam urat namun cukup akut. "Sofia ... ruangan ini pasti sangat mah
"Bibi Ella?" Wanita yang tengah hamil besar itu beringsut mundur kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Ella di ruang tamu. Ia merasa sangat benci pada Bibinya itu. Namun, Reyfaldi langsung mencekalnya. "Ayolah, Sayang ... bukankah tadi kamu berniat akan memaafkannya," bujuk Reyfaldi. "Tuhan saja pemaaf, apagi kita yang hanya sebagai hamba," tambahnya lagi. Sofia termenung beberapa saat. "Baiklah ..., aku akan menemuinya!" Wanita bertubuh besar itu kemudian berbalik badan dan melangkah kembali ke ruang tamu. Ia menjatuhkan bokongnya dengan pelan di atas sofa. Sedangkan Reyfaldi memilih untuk menunggu di dalam kamar, tak ingin mencampuri urusan bibi dan keponakan itu. "Sofia ... akhirnya kamu mau menemuiku." Mata wanita itu berkaca-kaca. "Aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku dan Paman Danu. Kami melakukannya karena sangat terdesak. Pada saat itu, kami selalu diancam oleh debt collector. Sehingga kami merasa stress dan gelap mata. Tidak ada cara lain bagi kami selai
Pria yang menjabat sebagai CEO itu membungkuk lalu mendaratkan kedua tangannya di lengan bagian atas Alvian. Kemudian, mengangkat tubuh itu ke atas. "Jangan lakukan itu. Kamu tidak perlu bersimpuh di hadapanku!" Lagi-lagi, Alvian berucap terima kasih pada Reyfaldi. Pun juga dengan wanita tua yang sedari tadi berdiri di sana. Ia meminta maaf dan mengucapkan banyak terima kasih pada Reyfaldi. "Mulai minggu depan. Kembalilah ke perusahaan. Jadilah kepala produksi yang tidak akan mengecewakan saya lagi!" tutur pria tampan itu. Kepala yang semula menunduk, langsung terangkat wajahnya. "Apa?! Apa aku tidak salah dengar, Rey?" Reyfaldi tersenyum sekilas. "Bekerjalah lebih giat, agar kehidupan anakmu terjamin!" Alvian menyatukan kedua telapak tangannya seolah berterima kasih pada Reyfaldi. "Aku akan berusaha jadi karyawan terbaik. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kamu berikan, Rey!" Pria yang mengenakan kemeja hitam itu berpamitan. Ia berniat segera pulang karena mengingat
Alvian bergegas naik ke dalam mobil milik tetangganya yang menawarkan bantuan padanya. "Maaf, pak. Saya menjadi merepotkan," ucapnya pada Bapak pemilik mobil. "Tidak sama sekali, Pak." Ambar tidak mengetahui kejadian yang terjadi semalam pada anaknya itu. Ia mengira, selama Clara bekerja menjadi LC
"Pagi, sayang ... hari ini jadi, kan?" tanya Sofia pada lelaki yang baru saja membuka matanya. "Iya, Sayang!" jawab Reyfaldi dengan suara khas bangun tidur. Hari ini, Sofia berniat berbelanja kebutuhan persiapan untuk kelahiran bayinya. Sebuah kamar khusus untuk bayi akan ia persiapkan. Yaitu, kamar
"Alfian?!" Sofia menatap Reyfaldi dengan penuh tanda tanya. "Ada apa?!" "Alvian mengirim sebuah pesan." Wanita yg duduk di sebelah Reyfaldi itu langsung mengambil alih ponsel yang ada di dalam genggaman tangan suaminya. Membaca pesan yang dikirimkan oleh Alvian. "Dasar tidak tau malu! Sudah membully
Pria yang mengenakan atribut ojek online itu beranjak, kemudian membuka pengaman kepalanya. Ia juga terbelalak melihat sosok pria yang selama ini tak lepas dari hidupnya. "Reyfaldi" pekiknya seraya menahan nyeri pada bagian kaki. Melihat darah yang merembes keluar dari kaki Alvian cukup banyak. Reyf






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak