LOGINKarena suatu pengkhianatan, Anin memutuskan pertunangannya dengan Leon. Tapi siapa sangka, jika hal itu menjadi awal Anin bertekad untuk berubah. Ia terpisah dengan Leon untuk beberapa waktu. Tanpa disangka-sangka, di satu saat tertentu mereka dipertemukan kembali. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Ikuti terus cerita ini!
View More“Miss Wright, the Bennett family is offering you one million dollars as compensation for the divorce. The money is on this card.”
Benjamin Carter said as he handed Elena Wright a bank card on the street,
Elena Wright looked at the card, feeling a mixture of emotions.
Two years ago, following her grandfather’s last will, Elena married Asher Bennett
But Asher had never wanted the marriage, so he never returned home,not even once.
Throughout those two years, Elena had seen her husband only on television.
She had never seen him at home. It seemed like some kind of joke, but it was the absolute truth.
In the end, they decided to get divorced.
Asher had not attended the divorce proceedings, just as he had not attended the wedding proceedings. Instead, he had entrusted Benjamin, the Bennett family’s head butler, with handling everything on his behalf.
Elena looked at the card Benjamin had given her and shook her head.
“Thank you, but I don’t need any compensation.”
She then walked toward the curb and got into a black Bently that was waiting for her.
She had two older brothers: the eldest, Jonathan Blake, and the younger one, Elliot Spencer.
Elena looked at them and laughed.
“It’s just a divorce. Why are you two so worried?”
“Elena, did you really get divorced?”
Elliot, who was driving, turned toward her in disbelief.
Elena raised the divorce papers with a smile.
“Of course. I’m officially divorced.”
Elliot laughed.
“You should have gotten divorced a long time ago. In fact, you two should never have gotten married in the first place.”
Elena shot him a look and quickly said,
“Elliot, focus on driving. I don’t want us to get into an accident. And why are you so happy about this? Divorce isn’t something to celebrate.”
She felt as though Jonathan and Elliot had been eagerly waiting for her divorce.
Elliot nodded.
“Oh, it absolutely deserves to be celebrated.”
Then he glanced at Jonathan, who was sitting in the back seat, and added,
“And I think Jonathan is happy too.”
Jonathan nodded.
“I agree with him. You two never should have gotten married.”
Elena sighed helplessly.
“It was my grandfather’s wish. You both know I couldn’t go against it.”
Silence filled the car for a moment before Elliot said resentfully,
“I don’t know what Grandpa was thinking when he forced you to marry that idiot, Asher. How could he dare ignore you for two whole years?”
If Elena hadn’t stopped him, he would have taught Asher a lesson himself.
Elena, however, remained calm.
“But there was one good thing about it. He never interfered in my life. He never even visited the Bennett residence once. He probably doesn’t even know what I look like.”
It was almost laughable,a married couple who were supposed to be the closest people to each other had not even met once in two years.
But Elena held no resentment in her heart.
She hadn’t wanted the marriage either. She had only agreed to it to fulfill her grandfather’s dying wish, while Asher had been forced into it as well.
Neither of them had been happy.
Elliot spoke again.
“If I had known he was this terrible, I never would have let you marry him.”
Then he added jokingly,
“Grandpa should have married you to someone better... like me. Or Jonathan. We’re both much more reliable than that idiot.”
Elena laughed.
“Come on, who marries their own brother?”
Elliot replied,
“We’re not blood-related.”
Elena rolled her eyes. It was true that Jonathan and Elliot had been adopted by her grandfather, but they had grown up with her since childhood, which was why she considered them her real brothers.
She said firmly,
“Enough, both of you. I only see you as my elder brothers.”
Elliot was only joking, so she didn’t take his words seriously.
However, when he suggested that she marry either of them, Jonathan’s gaze unconsciously shifted toward Elena.
When she made it clear that she saw him only as a brother, the light in his eyes dimmed for a moment before he quickly regained his composure.
It was obvious that Jonathan secretly harbored feelings for Elena.
Yet he had concealed his emotions so skillfully over the years that neither Elliot nor Elena had noticed anything.
Finally, Jonathan spoke in his warm voice.
“Anyway, it all worked out in the end. What are your plans now? You distanced yourself from everyone for the sake of your marriage and disappeared for two years. A lot of people have missed you.”
Elena sighed nostalgically.
“Two years have passed... I wonder if anyone still remembers Dr. Wright.”
Jonathan smiled.
“Of course. You’re one of the most famous neurosurgeons in the world. No matter how long you’ve been gone, no one could possibly forget you.”
Elena smiled, excitement shining in her eyes.
“Then wish me luck, because I’m going back to the operating room.”
"Setelah Papahnya Kak Leon meninggal dunia, ia dan Mamah Rena mengalami cobaan yang berat, aku rasa mungkin kamu juga sudah pernah mendengar ceritanya bukan dari ibumu atau mamah Rena." ucap Anin."Dan ternyata setelah semua cobaan yang dialami Kak Leon, Allah mempertemukan kembali denganku, saat itu aku sudah tinggal di Madinah bersama bibiku dan kuliah disana. Sedangkan saat itu Leon dan mamahnya baru habis menjalankan ibadah umroh, keduanya mampir kerumah bibiku, karena ternyata Leon adalah sahabat baik Kak Hasan, kakak sepupuku, anak dari bibiku itu. Begitulah cara Allah mempertemukan kami kembali. Tidak ada yang menyangkanya bukan." Anin terkekeh kembali mengingat semua kejadian demu kejadian dihari itu."Dan aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku masih mencintainya, walaupun kami sudah terpisah selama hampir tiga tahun, dan begitu juga dengan Kak Leon masih mencintai didalam hatinya.""Wah, sangat indah ya Kak cara Allah mempertemukan kembali kak Anin dan Kak Leon, andai ak
"Jadi, maukah kamu memaafkan kebodohanku ini?" tanya Leon serius menatap Anin. "Maukah kamu tetap menjadi tunanganku?" Ia menatap Anin penuh harap.Lama Anin terdiam dan berpikir. Sampai akhirnya ia berbicara."Aku ... Aku sebelumnya ingin meminta maaf karena telah menuduhmu saat itu," ucap Anin pelan syarat dengan penyesalan."Aku sudah memaafkanmu, tapi ..." Anin menjeda ucapannya. "Maaf, Aku ... tidak bisa menjadi tunangan mu lagi, Kak," ucap Anin menatap Leon dalam-dalam. "Maaf," lirihnya lagi.Leon terlihat kecewa, dia menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya."Saat ini, aku sedang mencoba memperbaiki diriku menjadi wanita yang lebih baik." Anin mulai berbicara lagi.Leon masih setia mendengarkan wanita yang sangat dia cintai itu berbicara."Menikah adalah ibadah terpanjang. Dan aku ingin melakukannya bersama dengan lelaki yang memiliki tujuan yang sama denganku," ucap Anin kembali. "Aku ingin bersamanya tidak hanya di dunia, tapi juga sampai ke surga." Anin mengucapkanny
FlashBack Anin Saat itu aku dan Leon sempat bertemu dan membicarakan kejadian di apartemen Leon." Anin mulai bercerita lagi pada Dewi tentang masa lalunya.Selesai dari butik pakaian muslimah, Anin dan Ibunya menuju kediaman Rena mamahnya Leon.Setelah sampai, keduanya mengucapkan salam, dan disambut dengan hangat oleh sang Tuan Rumah." Anin! Kamu cantik banget ... Tante sampe pangling lho," Rena terkejut menatap Anin yang mengenakan pakaian syar'i.Anin dan Ibunya hanya tersenyum mendengar perkataan wanita itu."Ceritanya, tadi Anin kan ku ajak ke butik cari abaya buat aku umroh. Eh, dia langsung suka sama abaya hitam itu, pas dicoba ternyata cocok." Mira ibunya Anin menjelaskan dengan semringah."Cantik banget lho, Nin," ucap mamahnya Leon."Makasih, Tante," ucap Anin malu-malu."Mari masuk!" sambung Rena mempersilakan keduanya. "Kita keruang makan aja, sekalian cicipin kue buatan Tante ya, Nin!" seru Rena bersemangat.Anin hanya menanggapi dengan senyum manisnya."Leon pasti kage
Flashback AninPintu apartemen Kak Leon—tunanganku—terbuka setelah aku menekan password-nya. Aku memperhatikan seisi ruangan yang sepi. Tunggu! Aku mendengar sayup-sayup suara dari arah kamar. Aku lalu berjalan pelan menghampiri pintu kamar itu. Sebelum pintu kubuka, aku mendengar suara yang membuat jantungku berdebar kencang. "Anin ... Anin ...." Kak Leon mendesahkan namaku. Ada apa dengannya?"Leon ... Sayang ...." Deg!Itu ... itu suara seorang wanita dari dalam kamar. Jantungku berdegup kencang. Kak Leon bersama siapa?Suara-suara itu kini membuat tubuhku gemetar, jantung ini bertalu kian kencang, lututku lemas. Ya, Tuhan, apa Kak Leon telah ...?Namun, sebisa mungkin aku mencoba untuk tidak panik dan bergerak perlahan-lahan. Anin kamu bisa, batinku menenangkan. Kutarik napas panjang sebelum membuka pintu kamar itu dengan kasar.Braakk!Pintu beradu dengan dinding kamar.Mata ini melebar ketika di hadapan terlihat seorang wanita berambut pirang, berpakaian setengah telanjang b
"Turunkan senjatamu, Leon. Kalau kau tidak mau kehilangan sesuatu yang berharga lagi,"Teo memutarkan sebuah video dan terlihat saat ini Anin sedang bersama Catherin dalam sebuah ruangan. Anin sedang tertidur dengan tangan terikat disebuah bangku kayu, wanita itu tidak memakai cadarnya. Tapi Leon ber
Bab 6 revisiDibelahan bumi lain, seorang lelaki dengan kaca mata hitamnya, tertunduk didepan sebuah pusara, bersama seorang wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak muda lagi. "Mom ... Mari kita pulang," Leon memapah ibunya, menuju mobil yang berada diluar pemakaman. Lalu ia duduk
"Jadi, maukah kamu memaafkan kebodohanku ini?" tanya Leon serius menatap Anin. "Maukah kamu tetap menjadi tunanganku?" Ia menatap Anin penuh harap.Lama Anin terdiam dan berpikir. Sampai akhirnya ia berbicara."Aku ... Aku sebelumnya ingin meminta maaf karena telah menuduhmu saat itu," ucap Anin pe
Pintu apartemen Kak Leon—tunanganku—terbuka setelah aku menekan password-nya. Aku memperhatikan seisi ruangan yang sepi. Tunggu! Aku mendengar sayup-sayup suara dari arah kamar. Aku lalu berjalan pelan menghampiri pintu kamar itu. Sebelum pintu kubuka, aku mendengar suara yang membuat jantungku be






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews