Share

Bab 42

Author: Zizizaq
last update Last Updated: 2025-10-24 05:32:32

Dania pulang lebih cepat, sepanjang jalan ia terus memikirkan biaya ganti rugi yang ternyata biayanya mencapai puluhan juta, sementara tabungannya sudah terkuras habis karena terus berbelanja keperluan setiap bulan tanpa ada pemasukan. Padahal belum mendapatkan apa-apa tapi sudah rugi duluan.

Ia mengeluarkan kartu yang diberikan Rain, ia tidak tau berapa nominal isinya, selama ini ia hanya menggunakan kartu itu untuk kebutuhan Erlangga saja, ia belum pernah memakai untuk dirinya sedikitpun.

Setelah berpikir beberapa lama ia pun memberanikan diri untuk memakai uang Rain, tentu saja harus izin terlebih dahulu, ia menelepon Rain tapi ditolak, sedetik kemudian sebuah pesan masuk.

'Aku sedang rapat, ada apa?' tulis Rain.

'Ada yang ingin aku katakan, Mas,' balas Dania

'Datang ke kantor,' tulis Rain.

Dania berpikir sebentar sebelum membalas, ia sudah berjanji untuk tidak datang ke kantor itu lagi, tapi ia merasa tidak ada pilihan lain dan tidak bisa ditunda lagi,

'Baik, M
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 76

    Tidak berselang lama, sebuah mobil menepi di belakang mobil Dania, Jeri dan Rain keluar dari dalam mobil itu, Dania langsung melihat ke arah Liya. "Maaf, Mbak. Menurutku yang bisa membantu kita lebih cepat adalah Mas Jeri, kami tadi saling bertukar nomor kontak, jadi dipikiranku cuma dia, aku tidak tau kalau dia mengajak Pak Rain juga," ucap Liya sedang Dania tidak bisa protes lagi karena keadaan masih kacau dan hanya bisa menerimanya saja. "Kalian baik-baik saja?" tanya Rain. "Alhamdulillah, kami tidak apa-apa, tapi pemilik motor itu nggak tau bagaimana keadaannya." jawab Liya. "Lalu kemana perginya?" tanya Rain sambil melihat keadaan mobil. "Sudah dibawa warga ke rumah sakit terdekat," jawab Liya. "Syukurlah. Mobilnya biar aku yang urus," kata Rain. "Jer, cari bengkel terdekat," ucapnya pada Jeri. "Baik, Pak," balas Jeri, ia mengeluarkan ponsel lalu menelpon seseorang. Sedang Rain melihat ke arah Dania yang tampak pucat sambil berkata, "Jadi mau bagaima

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 75

    Dania terkejut, ingin rasanya membalas Rain dengan makian, tapi ia menahan diri dan berkata dengan tenang namun menusuk, "Apakah bagi Pak Rain aku terlihat begitu mudah? Dinikahi saat dibutuhkan, dicerai saat tidak berguna. Sekarang apa lagi alasannya?" Rain tidak langsung membalas, karena tujuannya memang ingin melihat respon Dania dan sebesar apa penolakannya. Tapi di lain sisi ia benar-benar serius mengatakan itu. "Untuk pernikahan sebelumnya kita sama-sama tahu, memang terjadi karena butuh, tapi perceraian bukan karena kamu tidak berguna, bukan juga karena wanita lain, ada hal yang tidak bisa aku jelaskan." Rain berhenti karena belum saatnya mengatakan alasannya, ia takut Dania berpikir lebih buruk lagi. "Alasan apa yang tidak bisa dijelaskan, Pak? Kalau aku setuju dengan permintaanmu untuk kembali ke sisimu sekarang, kemungkinan akan ada alasan lain yang tidak bisa dijelaskan lagi bukan?" Dania masih bisa menahan emosinya. "Karena aku merasa aku mungkin memiliki pera

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 74

    "Sedang apa, Jer?" Suara laki-laki lainnya membuat Dania menoleh, itu adalah Rain, Dania hanya melihatnya sebentar lalu mengalihkan pandangan. "Sedang menyapa mantan istri bos." Jeri memperjelas di bagian kata mantan untuk memanas-manasi Rain dan dengan sedikit nada menggoda. "Sedang apa di sini?" tanya Rain pada Dania, seolah tidak mengetahui kedatangan Dania. Membuat Jeri memutar bola matanya sambil tersenyum dikulum. "Sedang mengantar pesanan, Pak. Kebetulan ya bisa bertemu di sini," jawab Dania, nadanya sedikit menyindir. "Ah iya, betul juga. Aku juga baru sampai ini, makanya bisa ketemu di lobi secara kebetulan." "Iya, Pak. Bu Maria mana?" tanya Dania, ada banyak maksud dari pertanyaannya. "Nggak ikut, dia sedang menjaga Erlangga di rumah." "Oh." Dania menunduk sebentar untuk menyembunyikan dugaan dan perasaan yang muncul, jawaban Rain selalu membuatnya terus menyimpulkan hubungan mereka. Jeri sempat menangkap ekspresi Dania dan ingin menjelaskan tapi Liya dat

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 73

    Pemeriksaan terakhir menunjukkan, Rain sudah sepenuhnya pulih dan benar-benar sehat, semua orang yang mengetahui penykitnya dari awal merayakannya penuh suka cita, tapi Rain kurang menikmatinya, ia merasakan kekosongan di hatinya. Rasanya tidak sabar lagi, ingin membawa Dania kembali ke sisinya, tapi setelah melihat Dania beberapa hari yang lalu membuatnya kurang percaya diri, apalagi Dania bukanlah wanita yang mudah didekati, entah kenapa sejak mengenal Dania, ia juga jadi menghargai wanita, dulu ia dan Monika benar-benar tidak ada batas, bahkan setelah menikah dengan Marina mereka masih sering melewati batas. Tapi saat bersama Dania, ia berubah sepenuhnya. Di kala ia memikirkan Dania, Jeri masuk ke ruangannya. Asistennya itu membawa jurnal berisi jadwal Rain. Ia mulai membacakannya secara rinci "... terkahir, besok ada rapat di cabang perusahaan. Itu saja, Pak," ucapnya di antara penjelasan panjangnya. Sudah lama sekali, Rain tidak mengunjungi cabang perusahaannya, ia han

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 72

    Tempat tinggal Dania hanya di seberang taman, kalau bukan karena Barang-barang ia pasti memilih berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, Ia tidak bisa tidak memikirkan hubungan Rain dan Maria, untungnya ia cepat tiba di toko kue sekaligus tempat tinggalnya sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan semuanya. Ternyata waktu tiga tahun tidak bisa mengubur kenangan yang pernah ada. Dania masih berdoa untuk menyembuhkan rasa sesak yang masih menggumpal di dadanya. Bukan hanya disebabkan oleh perkataan Rain yang tiba-tiba mengatakan perpisahan, saat surat cerai diantarkan ke rumahnya juga sangat membuatnya terluka lebih dalam. Tapi ia sabar untuk menerima semuanya sehingga tidak perlu dendam pada Rain. Tapi semua kembali terasa nyata saat melihat Rain hari ini, ia sungguh tidak sebaik kelihatannya, janji dan ingkar serta surat cerai waktu itu kembali memenuhi pelupuk matanya. Ia tetap santai karena sabarnya yang begitu luas. Ditambah lagi urusan dengan orang tua dan keluarganya, ia tidak

  • Wanita ketiga Duda Kaya   Bab 71

    Taman semakin ramai di malam hari, Dania semakin sibuk melayani pelanggan, ia sampai tidak sempat bargabung untuk menyaksikan pertunjukan di atas panggung yang sudah mulai. pembawa acara sudah mulai berorasi panjang lebar, tapi Dania hanya bisa mendengar Dan melihat dari jauh. "Mbak, bukankah yang di atas panggung itu, Pak Rain?" tanya Liya beberapa saat kemudian, matanya fokus mengamati orang yang ia maksud. Dania berhenti dari aktifitasnya untuk melihat, Liya memang benar, itu adalah Rain yang sedang memberi sambutan. Laki-laki itu masih sama, selalu bersinar di manapun berada, tapi ia sadar, Rain bukan lagi suaminya yang boleh ia kagumi sembarangan. Bisa jadi sekarang laki-laki itu sudah menjadi suami orang lain. Ia hanya bisa mengalihkan perhatiannya pada produk yang sudah semakin menipis dan pelanggan yang masih terus berdatangan. "Bagaimana Pak Rain bisa mengenal, Mbak?" tanya Liya penasaran, mereka memang tidak lama bekerja bersama di toko roti Mufah Bakery, Liya baru be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status