共有

Bab 13

作者: Jayden Carter
Begitu Jerry muncul, semua orang serempak berteriak, "Jerry, hajar dia! Balaskan dendam kita!"

Faris pun kembali percaya diri. "Heh, aku sudah berkecimpung di dunia mafia selama puluhan tahun. Kamu kira aku nggak punya sandaran?"

Tangan Jerry terkepal erat sampai terdengar bunyi tulang. Dia melayangkan pukulan yang membawa angin.

Arlo maju selangkah. Satu tangan menahan pukulan itu dengan tenang. Kemudian, dia menoleh ke Faris sambil menyeringai. "Semua itu cuma soal hoki."

Wajah Jerry berubah. Kalau pukulan tadi mengenai pintu baja, pintu baja pasti sudah berlubang. Namun, ternyata malah cuma ditahan dengan santai oleh bocah ini. Tangan Jerry terasa agak kebas. Dia menggerakkan pergelangan tangan, lalu menatap Arlo dengan lebih hati-hati. "Ternyata kamu juga seorang petarung. Pantas saja sok hebat!"

"Kalau begitu, kita main lebih serius!" Jerry tertawa kejam, lalu mengeluarkan keling dari saku dan sekali lagi melepas pukulan. Kali ini lebih dahsyat dari sebelumnya dan langsung mengarah ke pelipis Arlo.

"Ternyata aku terlalu tinggi menilaimu," Arlo menggeleng pelan. Dia sudah berlatih bertahun-tahun, tetapi belum pernah benar-benar berhadapan dengan petarung terlatih seperti Jerry. Setelah melihat Jerry, dia mengira ini adalah kesempatan untuk menguji diri.

Padahal Arlo belum memakai sepertiga tenaganya, tetapi lawan sudah terlihat tidak berdaya.

Arlo tak menghindar. Dia menunggu hingga Jerry mendekat, lalu baru menendang. Tendangannya pun mendarat tepat di dada Jerry. Jerry terpelanting, mendarat dua meter dari sana dengan keras.

"Jerry, kamu baik-baik saja?" teriak Faris. Jerry meringis beberapa kali, tidak mampu bangkit.

Arlo melangkah mendekat, menatap Faris. "Jadi menurutmu, aku ini orang yang bisa kamu usik bukan?"

Ekspresi Faris berubah-ubah, antara marah dan panik. Dia tak menyangka puluhan anak buahnya akan dikalahkan begitu saja. Bahkan andalannya yang paling ganas juga tumbang.

"Bocah, memang kamu bisa bertarung! Tapi di zaman sekarang, jago bertarung saja nggak cukup!" Faris mendengus.

"Kamu kira bisa lawan senjata? Lawan bom? Dulu orang yang lebih jago darimu juga ada, tapi sekarang hilang entah ke mana. Tahu kenapa?"

Faris semakin bersemangat. Sebagian karena dia memang punya sokongan. Bukan hanya kekuatan, tetapi dia pernah menyingkirkan satu orang kuat dengan peluru dari belakang, bahkan mengurung orang itu di penjara.

"Cuma satu perintah dariku, aku bisa bikin kau masuk penjara, memecat istrimu, dan bikin ladang obat ayah mertuamu runtuh!"

Faris kira ucapannya bisa menakuti Arlo. Dia menyalakan rokok, mengembuskan asap. Soalnya selain anak buah yang kuat, dia memang punya orang di belakangnya.

Arlo menatapnya dengan dingin, lalu berkata, "Ya, terima kasih sudah mengingatkan. Kamu mungkin bisa melakukan semua itu, tapi aku juga bisa bunuh kamu sekarang."

Begitu kata-kata itu terucap, Arlo sudah maju selangkah dan mencengkeram leher Faris. Cukup ditekan sedikit, wajah Faris sontak memerah. "Kalau aku cekik lehermu sampai patah, apa kamu masih bisa merealisasikan semua ancaman itu?"

Semua orang terkejut. Anak ini benar-benar ingin membunuh? Faris mengamuk dan memberontak. Namun, di cengkeraman Arlo, dia lemah seperti bayi.

Tepat pada saat itu, ponsel Arlo terus berdering. Dia pun mengangkat telepon ....

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 828

    "Tentu saja, aku juga sudah menemukan bukti bahwa Arlo menyuruh kedua orang ini membajak mobil tahanan.""Bimala, benar kedua orang ini yang membajak mobil tahanan, 'kan?" Tatapan Saleh tajam seperti kilat, mengarah pada Bimala yang sudah terpaku kaget.Bimala terdiam sejenak, lalu mengangguk mengiyakan."Setelah mobil tahanan dibajak, kamu yang mengirim pesan kepada anakku untuk meminta bantuan, benar?" tanya Saleh lagi.Bimala menelan ludah dengan susah payah. Kirim pesan apaan? Namun, dia tidak berani menyangkal dan hanya bisa mengangguk dengan terpaksa.Dandy menoleh sedikit, lalu segera ada orang yang memeriksa ponsel mereka. Memang ditemukan pesan yang sesuai. Di antaranya benar ada instruksi yang dikirim dari nomor ponsel Arlo. Ponsel Reza juga diperiksa dan ditemukan pesan permintaan tolong dari Bimala.Saleh mendengus dingin. "Sekarang Pak Bagas dan Pak Dandy sudah bisa percaya, 'kan? Saksi dan bukti sudah lengkap.""Arlo terlibat dalam berbagai kejahatan, termasuk menyuruh or

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 827

    Arlo bersikap sangat arogan saat di kediaman Keluarga Sinaga, sehingga Bondan merasa kesal melihatnya. Sekarang ketika Arlo mengatakan dia adalah anjing pesuruh, amarah Bondan langsung memuncak. Wajah tua Bondan tampak memerah, rasa malu dan amarah meledak dari matanya.Kemarahan seorang grandmaster bukanlah hal biasa.Bondan mengangkat kedua tinjunya, lalu menerjang ke depan.Saat tinju mereka berbenturan, suara dentumannya menggema di udara, disertai gelombang energi yang menyebar. Reza dan Bimala langsung terpental dan terjatuh ke tanah akibat gelombang itu. Mata wanita aneh itu berkilat-kilat, seolah penuh gairah untuk ikut bertarung.Arlo bergerak mundur satu langkah, sementara Bondan menyeringai sinis dan kembali mendekat.Di mata Reza, aura Bondan meningkat tajam, sedangkan Arlo tampak sama sekali bukan tandingannya. Hatinya pun menjadi tenang, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum. Bondan memang layak menjadi grandmaster tingkat tenaga transformasi yang diatur oleh kakeknya

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 826

    Bimala benar-benar ketakutan sampai linglung, seluruh tubuhnya sampai gemetar. "Pak Reza, hubungan kita nggak usah sampai begini .... Aku jamin, semua kerugian akibat kejadian ini akan aku ganti! Aku nggak akan memberi tanggapan apa pun lagi.""Aku bisa mencabut kesaksian! Aku bisa mengatakan apa yang kamu inginkan ...." Bimala memohon ampun tanpa henti dengan panik, tetapi di wajah Reza hanya ada ejekan."Kalau kamu membunuhku, ayahku pasti akan menyelidiki kebenarannya! Selain menambah musuh bagi Keluarga Sinaga tanpa alasan, apa lagi gunanya?"Reza menghela napas. "Kita sudah saling kenal bertahun-tahun, baru hari ini aku sadar, kamu ternyata lebih bodoh dari yang aku kira! Kalau kamu mati, tentu saja itu ulah Arlo! Apa hubungannya dengan Keluarga Sinaga?"Bimala langsung terpaku.Saat itu, Reza menoleh ke arah luar pembatas jalan di proyek yang terbengkalai, lalu mencibir. "Masih nggak keluar juga? Kalau nggak keluar sekarang, aku nggak akan bantu kamu bunuh orang ini!"Bimala sama

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 825

    Kedua pria itu tidak berkata apa-apa. Mereka langsung menutup pintu kendaraan. Tak lama kemudian, mobil kembali melaju kencang, menuju jalan kecil yang tidak dikenal.Sekitar setengah jam berlalu. Mobil kembali berhenti, pintu dibuka."Turun!"Suara dingin terdengar dari luar. Bimala dan Daniel turun dari mobil dengan gemetar.Mereka melihat ke sekeliling. Entah kenapa, proyek jalan yang terhenti itu tampak terbengkalai dan sepi, hanya ada beberapa material bangunan dan sampah di sekitar. Empat pria berbaju hitam berdiri di samping sebuah mobil hitam panjang jenis Lincoln Limousine.Bimala dan Daniel tidak asing terhadap pria pemilik mobil itu."Pak Reza! Pak Reza datang menyelamatkan kita!" Daniel berlari dengan penuh emosi dan berlinang air mata, bergegas menuju mobil Lincoln itu.Namun, Bimala malah penuh kewaspadaan dan ketakutan. Mungkinkah Reza sebaik itu sampai membajak mobil tahanan untuk menyelamatkan mereka?Pintu mobil Lincoln terbuka.Reza turun dari mobil. Di belakangnya d

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 824

    "Tentu saja, kalau sekadar ucapan terima kasih basa-basi, aku nggak masalah.""Terima kasih sudah membantu, Nona Anne!"Anne memiringkan kepala menatap Arlo. Pria ini benar-benar aneh, sama sekali tidak berpura-pura menjadi pria sopan hanya karena status dan kecantikannya.Mungkin karena sudah terlalu sering melihat orang munafik, Anne malah merasa pria yang tidak banyak omong kosong seperti ini lebih bisa dipercaya daripada yang penuh basa-basi palsu.Arlo malas menebak pikiran sang putri, dia langsung berkata terus terang, "Baik, seperti yang sebelumnya, kamu bisa melepas pakaianmu."Wajah cantik Anne langsung memerah. Iris bahkan membelalakkan mata. 'Ya Tuhan, apa yang dikatakan pria ini?'"Ke kamar saja!" kata Anne pelan, lalu berjalan lebih dulu ke arah kamar.Iris terpaku.Arlo terlihat tidak sabar, dia berdiri lalu mengikuti ke kamar. Seperti perawatan sebelumnya, Anne sekali lagi memperlihatkan tubuh indahnya tanpa penutup di depan pria Doraia itu.Awalnya dia tidak merasa sema

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 823

    Hotel bintang lima Wyndham Cadillac, suite presidensial.Anne mengenakan setelan rok biru yang rapi, berdiri di depan jendela kaca besar sambil memegang secangkir kopi dan memandang ke luar. Di belakangnya, berdiri beberapa pria paruh baya berjas rapi dengan aura elite yang sangat terasa.Setelah saling bertukar pandang, salah satu pria botak memecah keheningan."Yang Mulia Anne, identitas Anda tidak hanya mewakili diri sendiri. Bagaimana bisa Anda terang-terangan mendukung pengobatan tradisional di depan kamera?""Apakah Anda sudah memikirkan konsekuensinya?"Anne perlahan berbalik. Di wajah cantiknya tersirat sedikit kesombongan, nada bicaranya menyiratkan ejekan, "Arvin Miles, kamu sedang mempertanyakan aku?"Pria botak itu bernama Arvin Miles, kepala wilayah Doraia untuk perusahaan farmasi di bawah Konsorsium Miles, sekaligus salah satu anggota Keluarga Miles. Dia mengernyit, tapi tetap meminta maaf, "Anda tahu sendiri, saya tidak bermaksud lancang.""Tapi sebagai anggota keluarga

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 139

    Maulana ingin menjamu Arlo sebagai ucapan terima kasih, jadi dia memilih salah satu hotel paling mewah di Kota Naldern, yaitu Selesti.Begitu Arlo turun dari mobil, dia melihat Maulana dan Santoso sudah menunggu di pintu."Pak Arlo, jamuan hari ini memang kutentukan mendadak. Nggak mengganggu urusan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 142

    Sekarang, tatapan Renata terhadap Arman sudah seperti melihat menantu kaya. Hal ini membuat Arman merasa dirinya semakin dekat dengan target yang ingin dia dapatkan."Asing sekali rasanya Isyana panggil aku Pak Arman. Kita ini teman baik, panggil saja aku Arman!" Arman tersenyum penuh keakraban.Waj

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 164

    "Melihat sikap Omran, jelas sekali dia sangat mendukung wanita itu! Apa jangan-jangan Sheila adalah simpanannya?""Mustahil. Kakekku bilang, Omran dan istrinya adalah pasangan yang pernah melewati susah senang bersama. Omran tidak permah tergoda wanita seumur hidup.""Siapa pun yang ada di belakang

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 157

    Isyana membalas dengan ekspresi canggung, "Kamu tahu bukan itu maksudku."Arlo menimpali dengan datar, "Sheila yang mengundangku."Entah kenapa, Isyana cemburu mendengar Arlo diundang Sheila. Dia refleks menjelaskan karena tidak ingin Arlo salah paham, "Arman dan Ramos datang ke rumah untuk membicar

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status