Masuk"Benar! Benar! Kami semua tertarik!"Bagi keluarga-keluarga kaya biasa, benda yang dapat memperpanjang umur adalah harta paling berharga di dunia.Sementara itu, para ahli bela diri yang hadir menunjukkan ekspresi penuh gairah. Terutama para praktisi sihir, mata mereka sampai berbinar-binar.Pil Jiwa Kehidupan mampu memperkuat jiwa dan roh. Dengan kata lain, pil itu dapat meningkatkan kekuatan spiritual seseorang. Itu adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi peningkatan kekuatan mereka.Selain itu, salah satu syarat mutlak untuk membentuk fisik surgawi adalah menempa jiwa dan kekuatan spiritual.Bahkan setelah mencapai tingkat transenden, proses penempaan jiwa baru saja dimulai. Pil Jiwa Kehidupan tetap merupakan tonik luar biasa yang sangat bermanfaat.Baik grandmaster tenaga transformasi, ahli tingkat sejati, maupun ahli transenden, semuanya menginginkan benda ini!Bagi sebagian besar orang, menyelesaikan sembilan tahapan grandmaster, menembus ranah bawaan, lalu melangkah ke tingka
Melihat langit yang dalam sekejap dipenuhi gumpalan awan, semua orang terpaku oleh fenomena aneh di depan mata mereka.Kaisan dan Gonzali mendongak ke langit dengan ekspresi tidak percaya.Para petinggi militer di tribune, para pria berjubah putih, serta para ahli dari kalangan bela diri dan praktisi sihir juga sama-sama tercengang."Ini ... ini benar-benar awan pil!" Mata Bados berkilat penuh keterkejutan.Dhira begitu bersemangat hingga janggut putihnya bergetar. Dia bergumam pelan, "Anak ini adalah seorang ahli yang menapaki jalan Tao melalui ilmu pengobatan. Ya, pasti begitu!""Dhira, apa yang kamu katakan?" Mendengar gumaman itu, Bados langsung mengernyit."Bukan apa-apa." Dhira segera menggeleng. Namun di dalam hati, keyakinannya justru semakin kuat.Kemampuan medis yang luar biasa, pencapaian alkimia yang mengagumkan, bahkan mampu membunuh seorang grandmaster, dan mengendalikan berbagai teknik sihir dengan mudah. Semua kemampuan itu jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang
"Api alkimia di tangan orang sepertimu benar-benar mubazir!"Di tribune, Bados melihat jelas pil yang diserahkan Arlo. Dia saling memandang dengan beberapa rekan seperguruannya."Pil Jiwa Kehidupan? Gagal diracik?""Bocah ini memang cukup ambisius! Sayang sekali, Rumput Jiwanya jadi terbuang sia-sia!""Di masa depan mungkin masih punya harapan, tapi untuk hari ini, dia sudah tamat!"Beberapa orang itu langsung mengambil kesimpulan. Para juri di meja penilaian pun menyimpulkan hal yang sama.Salah satu perwakilan juri naik ke panggung. Setelah memeriksa pil milik semua peserta sekali lagi dan memastikan hasilnya, dia mengangguk kepada Kaisan.Kaisan berjalan menuju tengah panggung. Saat melewati Arlo, dia tidak bisa menahan diri untuk mencibir. "Kukira kamu sehebat apa. Ternyata cuma begini!"Dengan kepala terangkat tinggi, dia melangkah ke tengah arena, lalu berseru dengan lantang, "Aku nyatakan bahwa Dokter Gonzali dari Sekte Vitalitas berhasil mere ...."Namun, sebelum kalimatnya sel
Arlo mencoba menggunakan api alkimia untuk memperkuat kestabilan api bumi. Setelah mendapati bahwa cara itu memang efektif, dia langsung merasa sangat gembira.Sejak mendapatkan Rumput Jiwa di Kolam Dingin Miles, dia sudah ingin meracik Pil Jiwa. Hanya saja, karena belum mencapai tingkat inti emas, suhu dan daya tahan api alkimianya masih belum cukup untuk memurnikan Rumput Jiwa.Tak disangka, hari ini justru memberinya kesempatan yang tepat. Arlo mengeluarkan Rumput Jiwa dan beberapa bahan lainnya dari cincin penyimpanan, lalu memasukkannya ke tungku. Kemudian, dia mulai meracik Pil Jiwa dengan penuh konsentrasi.Saat itu, proses peracikan Santo sudah hampir selesai. Dengan ekspresi serius, dia membuka tutup tungku dengan hati-hati."Fiuh ... berhasil ...." Melihat tiga Pil Pembersih Sumsum di dalam tungku, ekspresi Santo langsung dipenuhi kegembiraan.Keberuntungannya kali ini benar-benar luar biasa. Bukan hanya berhasil membentuk pil dalam sekali percobaan, tetapi juga menghasilkan
Dhira mengelus janggut putihnya, lalu mengangguk. "Memang cukup bagus."Kaisan langsung berseri-seri. Dia segera memerintahkan orang untuk menampilkan tayangan dari gua bawah tanah.Tak lama kemudian, layar raksasa di salah satu sisi stadion menampilkan para dokter yang sedang meracik pil di bawah tanah."Para alkemis dalam Konferensi Pengobatan Tradisional kali ini memang cukup berkualitas. Lihat dua orang itu, mereka meracik Pil Pelindung Organ. Meskipun hanya pil tingkat rendah, langkah-langkah mereka sangat teratur!""Dokter Santo memilih Pil Pembersih Sumsum! Sepertinya dia cukup percaya diri!""Di mana Arlo?"Tak lama kemudian, semua orang melihat Arlo mengeluarkan Pil Energi dari tungkunya."Arlo meracik Pil Energi?""Pfftt .... Bagas, jangan-jangan bocah yang kamu banggakan itu sedang mempermainkan kita?"Dibandingkan Pil Pembersih Sumsum, Pil Energi memang berada beberapa tingkat di bawahnya.Bagas hanya mendengus dingin. Meskipun tidak tahu apa yang sedang direncanakan Arlo,
Azriel tersenyum, lalu berkata, "Tentu saja Dokter Gonzali! Arlo juga cukup bagus, hanya saja dia masih terlalu muda. Ke depannya, masa depannya pasti cerah. Tapi untuk saat ini .... Hahaha ...."Azriel adalah menantu Keluarga Kushanto dan bisa dianggap sebagai salah satu tokoh dengan kedudukan tertinggi di keluarga itu.Bagas mengetahui konflik antara Arlo dan Keluarga Kushanto. Dia mendengus sinis. "Kalau kamu begitu yakin, gimana kalau kita bertaruh?""Bertaruh apa?" tanya Azriel sambil menatap Bagas dengan senyuman tipis."Kalau Arlo menang, kamu berutang budi padaku. Kalau Arlo kalah, aku yang berutang budi padamu." Bagas berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Orang yang berutang budi harus memenuhi satu permintaan pihak lain dan nggak boleh menolak. Tentu saja, selama nggak merugikan kepentingan negara."Azriel sedikit mengernyit, lalu tertawa pelan. "Ternyata kamu benar-benar percaya pada Master Arlo ya."Dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Oke, aku terima taruhan ini. Na
Sikap Renata yang memperlakukan Daniel seolah-olah dia adalah penyelamat membuat Arlo sama sekali tak ingin berbicara sepatah kata pun lagi dengannya.Di lokasi, media daring dan media lokal berkumpul. Cakra, Artha, dan Sambo berdiri di tengah kerumunan. Di hadapan semua orang, mereka secara langsun
Kabut putih menumpuk dengan cepat dan berubah menjadi awan.Arlo berada di tengah-tengahnya. Setiap sel di tubuhnya seakan bersorak. Dalam setiap tarikan napas, energi spiritual yang masuk ke dalam tubuhnya tak terhitung jumlahnya. Energi itu membuat fisiknya ditempa dan berubah dengan sangat cepat.
Kalaupun Arlo menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh besar, bukankah itu juga demi bertahan hidup?Saat Victor hendak membela Arlo, tiba-tiba dari belakang terdengar suara penuh kejutan. "Arlo! Aduh, bosku! Kebetulan sekali! Cepat, cepat, tolong bantu kakakmu ini!"Begitu suara itu terdengar, Santoso
"Keluarga Artika ini memang kekuatan lama di lingkungan militer, nggak gampang dihadapi. Aku selalu merasa diriku sudah cukup bikin onar, tapi dibandingkan denganmu, aku ini seperti anak baik!"Arlo menyadari bahwa wanita ini punya kecenderungan cerewet.Tak lama kemudian, mobil berbelok ke sana kem







