แชร์

118 Godaan Sonya

ผู้เขียน: Heartwriter
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-20 23:55:08

Wiro baru saja bergabung dengan Naga Hitam, organisasi mafia paling ditakuti di Kota Delta. Hari pertama, ia selamatkan Sonya, pemimpin berusia 28 tahun yang cantik dan kejam, dari pembunuhan. Sonya, wanita berambut hitam panjang, kulit putih mulus, dan tubuh montok sempurna, kagum pada Wiro.

Hesty, asisten Sonya, panggil Wiro ke suite mewahnya. Saat masuk, Sonya berendam telanjang di kolam kecil kamarnya, air uap basahi payudara kencang dan pinggul lebarnya. "Ambilkan handuk," perintahnya lem
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Wiro sang Penakluk   122 Dimandiin Ketua Organisasi Mafia

    Setelah eksplorasi doggy-style yang begitu liar dan memuaskan, baik di memek maupun anus, Sonya dan Wiro terengah-engah di dalam kolam renang pribadi Sonya yang hangat. Kontol Wiro yang besar dan panjang, masih lemas di dalam anus Sonya yang berdenyut, perlahan ditarik keluar. Tubuh mereka basah kuyup, penuh keringat, sperma, dan lendir. Sonya merasa puas, namun ia juga tahu, untuk kenikmatan selanjutnya, kebersihan adalah hal utama. Sonya perlahan bangkit dari posisi doggy-style di kolam, menggandeng tangan Wiro. Mata sipitnya yang kini sayu menatap Wiro dengan senyum nakal. "Wiro... kita harus membersihkan diri dulu," bisiknya, suaranya serak namun penuh rencana. "Kontolmu barusan masuk di anuskuku, kan? Aku mau membersihkannya sebersih-bersihnya... biar bisa masuk lagi ke memekku." Wiro tersenyum. Ia menyukai sisi praktis Sonya yang tak kalah agresif. Mereka berdua keluar dari kolam renang, meninggalkan jejak air di lantai marmer yang mengilap. Suara tetesan air dari tubuh mereka

  • Wiro sang Penakluk   121 Main dalam Kolam

    Sonya dan Wiro bergerak pelan di kolam renang hangat, air uap peluk tubuh telanjang mereka, kontol Wiro masih setengah tegang dalam memek Sonya yang basah licin. Sonya geliat, tatap Wiro dengan mata sipit berkilat nafsu baru, "Wiro... aku pengen lagi, yang ganas. Doggy di kolam ini... sodok memekku dulu, terus anus." Wiro tersenyum liar, kontolnya langsung keras penuh. Sonya bangkit pelan, berlutut di kolam air setinggi lutut, tangan bertumpu pinggir kolam marmer, punggung melengkung, pantat bulat kenyal terangkat tinggi, belahan pantat terbuka lebar perlihatkan memek basah mengkilap dan lubang anus pink ketat. Air percik pelan, uap naik tambah sensual. "Dateng sini... pegang pinggulku kuat, sodok doggy ganas!" perintahnya serak. Wiro naik belakang, lutut tempel paha Sonya, tangan kuat cengkeram pinggul rampingnya, remas bokong keras ninggalin bekas merah. Kontol panjang tebalnya gosok celah pantat basah air, kepala penis tekan klitoris pelan. "Siap kena hantam, Sonya?" goda Wiro, t

  • Wiro sang Penakluk   120 Coba Berbagai Gaya

    Sonya, meskipun mata sipitnya mulai sayu karena ngantuk setelah sesi spooning yang mesra, masih merasakan sisa hasrat membara di tubuhnya. Napasnya pelan tapi berat, kulit mulusnya basah keringat, memeknya berdenyut pelan peluk kontol Wiro yang masih setengah tegang di dalam. Ia geliat pelan, putus pelukan, lalu merebahkan tubuhnya telungkup di atas ranjang sutra merah yang kusut. Punggung rampingnya melengkung alami, pantat bulat kenyal terangkat sedikit, belahan pantat terbuka undang kontol Wiro. Rambut hitam panjangnya terurai acak di bantal, wajah cantiknya toleh ke belakang, tatap Wiro dengan mata setengah tutup penuh godaan. "Wiro... aku ngantuk, tapi masih pengen kontolmu," bisiknya serak, suara lelah tapi nafsu. "Masukin dari belakang... tindih tubuhku sepenuhnya. Peluk aku erat sampe aku tidur." Wiro tersenyum, kontolnya langsung tegang penuh liat posisi menggoda Sonya. Ia naik ke ranjang, lututnya tempel paha belakang Sonya, tangan kuat pegang pinggulnya pelan, remas bokon

  • Wiro sang Penakluk   119 Spooning yang Mesra

    Setelah sesi gairah yang begitu dahsyat, di mana Sonya melayani Wiro dengan segala agresivitas dan keahliannya, tubuh mereka kini terbaring lemas di ranjang besar milik Sonya. Kontol Wiro yang besar dan panjang masih tertanam di dalam memek Sonya yang berdenyut, basah, dan puas. Kelelahan yang memuaskan menyelimuti mereka, namun ada kehangatan yang mendalam terasa di antara keduanya. Sonya, pemimpin Naga Hitam yang biasanya keras dan tak kenal ampun, kini menunjukkan sisi lain dirinya. Sonya perlahan menggeliat, memutar tubuhnya hingga kini ia menghadap ke samping, membelakangi Wiro. Sebuah desahan lembut keluar dari bibirnya. Ia merasa membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar pelepasan gairah; ia membutuhkan keintiman, sebuah pelukan yang menenangkan setelah badai emosi dan nafsu. "Wiro..." bisiknya pelan, suaranya kini terdengar jauh lebih lembut daripada sebelumnya, sarat akan kerinduan. "Aku... aku ingin kamu memelukku dari belakang. Seperti tadi... saat kita sama-sama lema

  • Wiro sang Penakluk   118 Godaan Sonya

    Wiro baru saja bergabung dengan Naga Hitam, organisasi mafia paling ditakuti di Kota Delta. Hari pertama, ia selamatkan Sonya, pemimpin berusia 28 tahun yang cantik dan kejam, dari pembunuhan. Sonya, wanita berambut hitam panjang, kulit putih mulus, dan tubuh montok sempurna, kagum pada Wiro. Hesty, asisten Sonya, panggil Wiro ke suite mewahnya. Saat masuk, Sonya berendam telanjang di kolam kecil kamarnya, air uap basahi payudara kencang dan pinggul lebarnya. "Ambilkan handuk," perintahnya lembut. Wiro ambil handuk, bentang. Sonya keluar dari kolam, tubuh telanjang basah mengkilap, air tetes di puting merah muda dan memek berambut tipis. Ia berdiri dekat Wiro, harap diserang. Tapi Wiro diam, tatap lurus. Sonya kecewa, lipat handuk di tubuh. "Kenapa nggak serang aku? Tubuhku kurang indah?" tanya dingin, mata tajam. Wiro tenang, "Untuk tidur sama gue, wanita yang harus agresif, bukan gue." Sonya tersenyum licik, lempar handuk. "Tantangan diterima!" dia Langsung serang: tangannya ro

  • Wiro sang Penakluk   117 Sosok yang Datang untuk Membawa Kebaikan

    Acong berjongkok di samping mayat itu. Tangannya menyentuh senapan sniper yang masih hangat, lalu matanya menyapu ke arah jendela. Dari posisi ini, dia bisa melihat pelataran markas Naga Hitam di kejauhan. Lima ratus meter. Dengan scope berkualitas tinggi, tembakan sniper dari jarak ini memang bisa dilakukan oleh penembak profesional.Tapi menembak balik dari jarak yang sama, dengan senapan pendek, tanpa scope, dan mengenai target di dahi... Itu sesuatu yang sangat berbeda. Acong menelan ludahnya dengan susah payah."Kak Acong," salah seorang anak buahnya yang ikut naik menatap mayat di lantai dengan wajah pucat. "Ini... siapa yang menembak orang ini?"Acong berdiri dan berbalik. Wajahnya datar, tidak menunjukkan apapun."Entahlah," katanya pendek. "Mungkin dia bunuh diri setelah gagal menembak Nyonya Sonya."Anak buahnya menatap Acong dengan ekspresi bingung yang jelas mengatakan bahwa dia tidak percaya penjelasan itu, tapi dia cukup pintar untuk tidak bertanya lebih lanjut.Acong b

  • Wiro sang Penakluk   13 Kamu sangat Indah

    Siang itu, hujan deras mengguyur kota, membuat jalanan licin dan gelap. Wiro, pemuda berusia 19 tahun dengan tubuh atletis, membawa barangnya ke kosannya.Setelah itu, dengan naik taksi online, kini, dia, dan Wilona menuju kosannya Wilona. Wilona, gadis 23 tahun dengan rambut panjang bergelombang

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Wiro sang Penakluk   10 Seorang Gadis dalam Bahaya

    Pagi itu, kota terasa lebih cerah dari biasanya—setidaknya bagi Wiro.Semalam, setelah menyembuhkan Bu Hartini, Wiro kembali ke kosannya. Pagi ini, Wiro ingin mengambil barang-barangnya yang ditinggalkan di dekat cafe semalam. Dia berharap kardus berisi pakaian dan barang-barang pribadinya masih

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Wiro sang Penakluk   11 Wilona

    Tapi tidak ada yang bergerak."PENGECUT! LO SEMUA PENGECUT!"Beni sendiri yang akhirnya maju. Tapi kali ini, dia tidak mengandalkan tinju. Dari balik jaketnya, dia mengeluarkan sebilah pisau lipat—pisau dengan mata yang panjang dan berkilat."Gue tusuk lo, bangsat!" desisnya sambil menyerang.Pisau

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-18
  • Wiro sang Penakluk   14 Kamu Luar Biasa

    Setelah beberapa saat berbaring saling peluk, napas mereka mulai tenang, tapi api hasrat di antara Wiro dan Wilona belum padam. Tubuh Wilona masih bergetar ringan dari orgasme tadi, memeknya terasa penuh dengan sperma hangat Wiro yang bocor pelan ke paha dalamnya. Ia menggeser posisi, menatap waj

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status