Share

22

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-04-20 09:06:17
Mereka keluar dari rumah makan namun saat sampai di pintu seorang pria tak sengaja menabrak Lian Wei, untungnya pria itu dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Untuk sesaat mereka saling tatap bahkan Lian Wei sempat terpesona karena ke tampanannya, hingga akhirnya Lian Wei kembali ke alam sadarnya, ia mendorong pria itu menjauh.

"Hei tuan! Kalau jalan pakai mata dong!" ucap kesal Lian Wei sembari merapikan pakaiannya.

Ia menjadi mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang menabraknya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   194

    “Sudah kuduga! Kalian Keluarga Li memang tidak bisa ku ampuni! Temukan dia! Jika tidak, akulah yang akan menghancurkan kalian!”Suara Liu Changhai mengguncang makam istana. Urat-urat di lehernya menegang, sementara tatapannya dipenuhi amarah yang nyaris tak lagi bisa dikendalikan. Para pengawal menundukkan kepala, tak seorang pun berani menyela.Keluarga Li mengepalkan tangan. Wajahnya pucat, tetapi ia tetap berdiri tegak.“Kami juga kehilangan adik kami. Jangan kira hanya kau yang merasakan kehilangan.”“Diam!” bentak Liu Changhai. “Kalian telah menyembunyikan begitu banyak hal dariku. Jika Lian Wei masih hidup, aku akan menyembunyikan dari kalian.”Pedangnya tercabut dari sarungnya.“Keluarga Li mulai hari ini kita bermusuhan dan akan ku pastikan, kalian lenyap dari muka bumi!”Beberapa pengawal Li refleks maju selangkah. Suasana berubah mencekam.“Yang Mulia,” panik mereka yang langsung memasan badan di depan para Pangeran Li.“Liu Changhai, tenanglah,” suara tenang Xu Kai memotong

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   193

    “Baik pangeran,” sahutnya. Segera Wang Xuemin pergi dari sana. Tepat ketika dia datang, para pangeran juga datang tanpa prajurit. Saat Wang Xuemin melihat ke sekelilingnya ia terkejut melihat banyaknya pasukan di bawa. Mereka saling memberi salam satu sama lain.“Selamat datang di Istana Wang, tapi… apa kalian kesini mau mengajak ku berperang?” tanyanya sambil menatap prajurit yang berdiri di luar.“Pangeran Wang, anda bercanda ya?” Xiuhuan sedikit tertawa palsu.Segera ia bersitatap dengan Xu Kai. Untuk mengetahui jawabannya. Sementara yang di tatap hanya mengedikkan bahunya acuh. Wang Xuemin melayangkan tatapan permusuhan padanya. “Ah sahabat baikku, lama tidak berjumpa,” ucapnya segera memeluk Xu Kai erat sampai ia tidak bisa bernafas. Xu Kai menepuk punggung Wang Xuemin kencang.“Untuk apa mereka disini?” ucapnya tertahan karena sambil tersenyum dan sedikit tertawa.“Mereka datang mencari putri,” bisiknya pelan. “Darimana mereka tahu, kau sudah berjanji padanya,” ucapnya gera

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   192

    Belum sempat suasana istana tenang, seekor elang pembawa pesan mendarat di halaman utama. Pesan itu berasal dari perbatasan, Jingmi yang sedang berpatroli menerima pesan itu. “Ini dari perbatasan,” ucapnya lalu membaca nama pengirimnya. Segera ia berlari mencari Kaisar Li. “Yang Mulia,” suara Jingmi yang masuk dengan panik. Ia sedikit menundukkan kepalanya, keringat membasahi pelipisnya. “Ada apa Jenderal?” “Ada surat dari pangeran.” Kaisar Li mengangkat alisnya dan menyuruhnya membacakan isi pesannya. Segera Jingmi membuka pesan dan membacakannya. “Disini tertulis para pangeran telah menerima kabar meninggalnya Putri Lian Wei." Wajah Kaisar semakin pucat. “Namun mereka menolak mempercayai kabar tersebut. Saat ini seluruh pasukan keluarga kerajaan telah menyebar ke seluruh wilayah tempat sang putri terakhir terlihat. Selain itu mereka juga sedang dalam perjalanan menuju Kekaisaran Wu. Mereka akan mencari jasad sang putri. Selama jasad itu belum ditemukan… mereka tidak akan m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   191

    “Ada perlu apa mencari Nona Xinxin? Siapa kalian? Apa kalian orang suruhan musuh?”“Kau?” ucap panglima itu terhenti setelah melihat tanda orang di hadapannya. Tanda yang hanya dimiliki oleh pasukan Xinxin. “Salam tuan, kami datang mencari nona anda karena ingin menyampaikan pesan ini?”Yi tan menyerahkan gulungan kertas itu dan memberikannya pada pengawal bayangan di sana.Segera diambilnya gulungan kertas tersebut dan dibaca dengan hati-hati. Setelah membacanya, ia melihat sekumpulan orang yang ada di hadapannya. “Apa kalian benar-benar dikirim untuk nona kami?”“Benar tuan, kami sudah lama menantikan hari ini tiba. Panglima besar kami ikut dengan rombongan para pangeran.”“Baiklah, pertama kalian semua harus saya selidiki latar belakangnya sampai terlihat kebenarannya, lalu setelah itu akan saya beri tanda kesetiaan.”“Baiklah tuan.”“Ini makan, sebagai tanda perjanjian sementara,” ucap pengawal itu memberikan pil pada mereka dalam jumlah yang banyak.Yi Tan mengambilnya tanpa ra

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   190

    “Jadi pergilah ke sana, untuk membantu mewujudkan mimpinya.” Itu seperti perintah mutlak dari Xuanzong pada Zei Xen. Kaisar Xu berdiri, jubah emasnya bergoyang tertiup angin malam. “Jadilah bagian dari Tentara Xinxin. Mulai hari ini, kalian bukan lagi bayangan masa lalu. Kalian adalah pedang bagi Lian Wei.” Zei Xen menundukkan kepala dalam-dalam. Mata pria itu telah dipenuhi air mata. Tidak tahu harus bersikap seperti apa, ia senang bisa bergabung dengan Tentara Xinxin yang hebat. Namun juga merasa sedih karena belum sempat melayani Lian Wei. “Bawahan menerima perintah. Meski harus mengorbankan nyawa, kami akan berusaha untuk mewujudkan mimpi sang putri.” Kaisar Xu memandang hujan yang semakin deras. Dalam hati, ia teringat wajah Liu Fang Yin. ‘Fang Yin… entah mengapa aku merasa Lian’er masih hidup. Dan aku telah menemukan orang-orang yang akan menjaganya. Mulai sekarang, ia tidak akan berjalan sendirian lagi.’ Di bawah hujan malam itu, sebuah kesetiaan yang telah tertidur sel

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   189

    “Yang benar saja, tadi katanya seperti mau perang. Tapi ayah malah menambah pasukan?” gerutu Xu Kai.Pletak... “Dia ayah mu bodoh,” ucap Jianying sarkas dengan menjitak kepala Xu Kai, sedang yang di jitak hanya mampu mendengus kesal. Melihat keduanya tidak akur dan malah berdebat dengan hal tidak penting segera Xiuhuan mengalihkan topik. “Terimakasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Kaisar Xu, tapi maaf kami tidak bisa menerima bantuan lebih banyak dari anda, kami sudah banyak merepotkan Yang Mulia,” ucap Xiuhuan sopan. “Ah… aku jadi sedih, padahal Putri Wang sudah ku anggap sebagai putriku sendiri,” ucap Kaisar Xu sedih, yang membuat para pangeran saling pandang. “Bagaimana jika kami terima dua puluh orang saja, Yang Mulia?” ucap Jianying. “Benarkah? Baiklah aku akan memberi tiga puluh orang,” ucapnya semangat dengan wajah ceria. “Yang benar saja?!” ucap keempatnya bersamaan yang terkejut karena diluar prediksi. Sementara Kaisar Xu hanya tersenyum cerah.Namun tidak ada yan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   47

    Sring...Sring...Trang…Suara pedang saling beradu di pagi hari yang cerah, siapa lagi pelakunya jika bukan Lian Wei dan Anming."Ayolah Anming, dimana kekuatanmu?""Putri anda sangat kuat... saya tidak sanggup lagi..." ucapnya lelah lalu tergeletak di tanah tak berdaya."Hah... payah.""Membutuhk

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   46

    Lian Wei tertawa tertahan, baju yang dipilihnya adalah model kelas atas. Bahannya ringan walau banyak detail hiasannya, yang membuat mahal tentu saja hiasannya."Adik apa kau tidak punya uang?""Bayar! Aku bayar!" Mayleen mengeluarkan semua uang dari kantongnya."Terima kasih ya adik.""Untuk apa k

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   45

    Keesokan paginya, istana digemparkan karena merek dagang Xinxin semakin luas jangkauannya, hampir di setiap industri ada di pasar. Dalam satu malam ia sudah membuka dua toko baru dan sudah ramai pengunjung. Baru kemarin Xinxin ini membuka salon dan butik, lalu pagi ini muncul Klinik Xinxin dan Wewa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   44

    "Aku tidak tahu, aku hanya mengajakmu keluar untuk melihat kereta ini.""Apa?!" ucapnya terkejut. "Kau tahu aku sibukkan? Kenapa kau mengajakku tanpa tahu tujuan begini? Buang waktu tahu saja?!" ucapnya kesal. Wang Xuemin hanya mengangkat kedua bahunya acuh. "Menyebalkan," gerutu Lian Wei. "Hen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status