LOGIN“Kau…”“Kau menolak ku? Aku sakit hati sekali.”Lian Wei memandang aneh pada pria di depannya ini.“Tolong terima aku…” ucap manja pria itu sambil bergelayut di lengan Lian Wei.“Wang Xuemin… hentikan!” Lian Wei kesal dengan sikap pria ini, Wang Xuemin melepaskan lengan Lian Wei dengan tatapan sedih.“Oh…”“Kau ini kenapa?”“Kalian sudah saling mengenal?” tanya Hong Li Song.“Jadi orang yang ingin melamarku dia?” tanya Lian Wei balik pada ayahnya.“Iya dia.”“Ayah, aku sudah bertunangan dengannya.”“Tapi itu di Kekaisaran Shang, sekarang kau ini Putri Kekaisaran Song. Tentu saja harus bertunangan ulang,” ucap Wang Xuemin langsung memberikan keterangan.“Ayah… tolong restui kami.”Wang Xuemin langsung berlutut di bawah Hong Li Song.“Wang Xuemin!”“Pangeran Wang!”Pekik kedua ayah dan anak itu, mereka menggelengkan kepalanya tidak percaya.“Tolong bangunlah, Pangeran Wang. Jika orang lain yang melihat akan mengira aku menindasmu.”Tak!Pintu terbuka.Tatapan mereka semua beralih pada
“Ayahanda, kakak, sebenarnya aku…”“Xin’er kau tidak apa-apa?!” panik mereka berdua yang langsung berlari, lalu memutar tubuh Lian Wei.“Ah..?”Lian Wei ke kebingungan dengan tingkah mereka.“Aku tidak apa-apa, ayahanda, kakak.”Mereka segera menghembuskan nafas lega.“Bersihkan tempat ini, jangan membuat putriku ketakutan,” ucap Hong Li Song saat melihat sisa darah di lantai.Beberapa pelayan langsung datang dan membersihkan lantai.Lian Wei hanya bisa tercengang melihat kelakuan dua orang di depannya ini.‘Sepertinya, aku hanya bisa menyembunyikan hal ini beberapa hari lagi,’ pikir Lian Wei.“Hari ini cukup sampai disini saja, putriku sangat terguncang karena hal ini. Jangan sebarkan apa yang terjadi hari ini disini.”“Baik, Yang Mulia Kaisar.”Setelah itu mereka membubarkan diri. Tinggalah keluarga kecil itu di situ, Lian Wei masih diam saja tidak mengeluarkan sepatah katapun.“Putri Agung Li Lian Wei, sudah tidak ada orang lagi disini. Apa yang ingin anda katakan,” ucap Hong Li So
“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Yang Mulia?”Belum sempat Kaisar Song bersuara, Lian Wei lebih dulu bicara.“Kenapa kalian panik dan buru-buru untuk menyerang?” tanya Lian Wei.“Apa kalian punya tujuan lain?”“Apa? Tidak mungkin!” seorang pejabat di sana membantah dengan cepat, sementara yang lain hanya menundukkan kepala.Lian Wei tersenyum sinis.“Orang yang terlihat panik, pasti menyembunyikan sesuatu.”Lian Wei berjalan menuju pejabat itu, sementara orang itu sudah berkeringat dan mengepalkan tangannya.“Ada apa Menteri Keuangan? Kenapa kau berkeringat sangat banyak? Apakah ruangan ini terlalu panas? Ataukah ucapan ku tadi benar, kau menyembunyikan sesuatu?”Deg!Menteri Keuangan itu mundur beberapa langkah karena terkejut.“Apa yang kau katakan, dasar bocah!”Menteri Keuangan itu marah dan menunjuk pada Lian Wei.“Menteri Keuangan!” marah Kaisar Song.“Xin’er kemarilah,” panggil Hong Li Song.Lian Wei segera pergi ke samping ayahnya. Ia ingin tahu apakah ayahnya in
‘Siapa yang sedang mempermainkan keadaan ini?’ batin Kaisar Song.Tidak lama kemudian, Hong Li Song meninggalkan Aula Naga untuk menuju ruang pertemuan para pejabat. Namun, ketika melewati koridor istana, ia melihat seorang pria berjubah biru tua dan seorang gadis berpakaian biru langit berjalan dari arah berlawanan.Orang itu adalah kedua anaknya sendiri, Hong Tiong Wai dan Hong Xinxin.“Tiong Wai? Xinxin?” Hong Li Song menghentikan langkahnya. “Bukankah kau seharusnya sudah berada di perbatasan?” ucapnya pada Hong Tiong Wai.Hong Tiong Wai dan Lian Wei segera memberi hormat.“Salam kepada Ayahanda,” ucap keduanya.“Aku bertanya mengapa kau kembali ke ibukota.” Nada suara Hong Li Song terdengar tegas. “Kau baru saja berangkat kemarin. Apakah kau menganggap perintahku sebagai sesuatu yang bisa kau abaikan sesuka hati?”Hong Tiong Wai terdiam sesaat.“A-ayah…”“Kembalilah dulu Xinxin,” ucap Hong Li Song.Mereka tahu ayahnya sedang berada dalam suasana hati yang buruk. Namun, Hong Tiong
Malam itu, Hong Tiong Wai meninggalkan penginapan secara diam-diam dan menempuh perjalanan kembali ke ibu kota.Ia berniat menceritakan semuanya kepada ayahnya Hong Li Song, termasuk percakapan yang didengarnya dan pengkhianatan yang telah disaksikannya sendiri.Sebab, jika dugaannya benar, ancaman terbesar bagi Kekaisaran Song mungkin bukan pasukan dari kekaisaran lain.Melainkan seseorang yang selama ini dipercaya berada di pihak mereka.Namun saat kembali ke istana, ia tidak menemukan ayahnya di manapun. Ia sudah mencari di seluruh istana.Hingga tiba-tiba terdengar suara yang paling dikenalnya.“Kakak!”Hong Tiong Wai menoleh, ia mendapati Lian Wei yang berlari ke arahnya.“Xinxin?” ucapnya bingung.“Kakak, kau dari mana?” tanya Lian Wei saat tiba di depan Hong Tiong Wai.“Bukankah semalam aku sudah bilang padamu?”“Bilang apa?” tanya Lian Wei melupakan sesuatu.“Apa kau sangat mengantuk semalam? Sehingga tidak mendengarkan aku hum?” ucap Hong Tiong Wai sambil mencubit kedua pipi
“Mengapa Kakak harus pergi ke perbatasan?” Lian Wei menghentikan gerakan sumpitnya dan menatap Hong Tiong Wai dengan heran.Hong Tiong Wai tidak langsung menjawab. Ia mengambil cangkir tehnya, menyesapnya perlahan, lalu meletakkannya kembali di atas meja.“Ada beberapa hal yang harus kupastikan sendiri disana,” jawabnya singkat.Lian Wei mengernyit. “Apakah ada masalah dengan pasukan kita?”“Belum tentu.” Hong Tiong Wai tersenyum tipis, berusaha menghilangkan kekhawatiran adiknya. “Kau tidak perlu memikirkan hal itu. Habiskan makananmu dan beristirahatlah dengan baik.”Lian Wei menatapnya beberapa saat. Ia merasa kakaknya sedang menyembunyikan sesuatu, tetapi tidak mendesaknya lebih jauh.“Kalau begitu, Kakak harus berhati-hati. Perbatasan sedang tidak aman.”“Aku tahu.”Hong Tiong Wai mengangkat tangannya dan mengusap lembut kepala Lian Wei, persis seperti yang biasa dilakukannya ketika mereka masih kecil.“Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi.”Lian Wei mengangguk kecil.Setelah m
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh
Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu







